Jurnal Psikologi Karakter
Jurnal Psikologi Karakter menerbitkan artikel yang pada bidang Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial dan lain-lain. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles
289 Documents
Efikasi Diri Sebagai Prediktor Adaptabilitas Karir Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Makassar
Purnama, Muh Ibing;
Taibe, Patmawaty;
Zubair, Arie Gunawan Hazairin
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4108
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah efikasi diri dapat menjadi prediktor terhadap adaptabilitas karir mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar. Penelitian ini dilakukan terhadap 410 responden mahasiswa tingkat akhir semester 7 sampai dengan 14. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu skala adaptabilitas karir Career AdaptAbility Scale (CAAS) berdasarkan teori Savickas & Profeli (2012) dan skala efikasi diri (General self efficacy) yang yang dikembangkan oleh Schwarzer dan Jerusalem (1995) berdasarkan teori bandura (1997). Analisis data menggunakan regresi sederhana dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p=0.000; p <0.05) dengan demikian efikasi diri dapat menjadi prediktor terhadap adaptabilitas karir mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar dengan kontribusi sebesar 45% dan arah pengaruh positif. Artinya semakin tinggi tingkat efikasi diri maka akan semakin tinggi adaptabilitas karir mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar, begitu pula sebaliknya.
Hubungan Perilaku Konsumtif dengan Fear of Missing Out (Fomo) pada Mahasiswa di Kota Makassar
Sawe, Merys Trivina;
Hayati, Sri;
Umar, Muh. Fitrah Ramadhan
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4224
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumtif dengan Fear of Missing Out (fomo) pada mahasiswa di kota makassar. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi Pearson Product Moment. Sampel pada penelitian ini berjumlah 400 mahasiswa di kota Makassar. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua skala psikologi yaitu skala perilaku konsumtif yang terdiri 14 item dengan reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0.447 dan skala Fear of Missing Out yang mengacu pada aspek Wegmann dkk. (2017) terdiri dari 12 item dengan nilai reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0.613. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel perilaku konsumtif dengan Fear of Missing Out (fomo) pada mahasiswa di kota Makassar yaitu sebesar 0.384 dengan nilai signifikan 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perilaku konsumtif dan Fear of Missing Out pada mahasiswa di kota makassar.
Peran Social Comparison Sebagai Mediator Antara Dietery Behaviors Dan Body Dissatisfaction Pada Perempuan Emerging Adulthood
Adibah, Almaas;
Fabiansyah, Alhimni
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i1.4261
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan social comparison dalam memediasi dietery behaviors terhadap body dissatisfaction pada perempuan emerging adulthood. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 partisipan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat ukur skala perilaku diet, Iowa Netherlands Comparison Orientation Measure untuk mengukur perilaku membandingkan diri dengan orang lain, dan MBSRQ-AS untuk mengukur body dissatisfaction. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah path analysis dengan bantuan program Process By Hayess pada aplikasi SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari dietery behaviors terhadap social comparison (B=0.251, p=<0.05), terdapat pengaruh positif dari social comparison terhadap body dissatisfaction (B=0.11, p=<0.05), terdapat pengaruh postif dari dietery behaviors terhadap body dissatisfaction (B=0.25, p=<0.05) dan social comparison mampu memediasi peran dietery behaviors terhadap body dissatisfaction (LLCI=0.03, ULCI=0.11).
Forgiveness Dengan Subjective Well-Being Pada Pasangan Yang Menikah Muda
Shofyaningrum, Herlina;
Setyaningtyas, Angelina Dyah Arum
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i1.4376
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah muda. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara Forgiveness dengan Subjective well-being pada pasangan yang menikah. Subjek penelitian ini berjumlah 117 orang yang memiliki karakteristik, terdaftar sebagai pasangan suami istri yang sah terdaftar di Kantor Catatan Sipil, berusia 16 – 30 tahun, pada saat menikah berusia dibawah 19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala Forgiveness dan Subjective well-being. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0,295 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara forgiveness dengan subjective well-being. Diterimanya hipotesis menunjukkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,087 yang menunjukkan bahwa variabel forgiveness berkontribusi sebesar 8,70% terhadap variabel subjective well-being dan sisanya 91,30% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dukungan sosial, kebersyukuran, personality, self-esteem, spiritualitas.
Is Alexithymic Individual Truly That Numb? Relationship Between Alexithymia and Loss Aversion Among Early Adulthood
Hanifah, Baya Qalbu;
Afiati, Nikmah Sofia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4841
Departing from Previous research, it was hypothesized that alexithymia is associated with higher loss tolerance. This hypothesis was then extended by linking it to other personality traits related to risk taking which resulted in similar results. In this current study, this assumption is evaluated using a different approach to loss aversion where loss aversion in this research is seen as a trait rather than a state. it was then discovered that alexithymia and loss aversion had a positive directional relationship along with the Pearson correlation coefficient (r) of 0.302 and p value <0.001 obtained. The finding on a coefficient of determination (R²) of 0.0927 also strengthens the influence of alexithymia on loss aversion by a bit. Explanations for results that are contrary to the previous hypothesis as well as various possible causes are also discussed in this research.
The Relationship Between Hardiness and Psychological Well Being in Non-Regional Students
Mariska, Afina Syfa;
Astuti, Kamsih
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4971
Non-regional students face various challenges such as adapting from scratch, learning a new culture, new habits, new friends, a new living environment, as well as educational and social problems. From previous research, it is known that psychological well-being is influenced by several factors, one of which is hardiness. This study aims to determine the relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. This study proposes a hypothesis that there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The subjects in this study were 221 non regional students with an age range of 18-25 years. The data collection method used in this study is using the Psychological Well-Being Scale and the Hardiness Scale. The data analysis technique used is using product moment correlation. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient (rxy) = 0.674 with p < 0.001 (p < 0.001) shows that the hypothesis proposed in this study is accepted, namely there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The coefficient of determination (R2) is 0.455 so it can be said that the contribution of hardiness is 45.5% to psychological well-being and the remaining 54.5% is influenced by other factors. The practical implication of this research is the importance of improving psychological well-being in non regional students so that this will have a positive impact on academic achievement and a more optimal personal life.
Harga Diri dan Dukungan Teman Sebaya sebagai Prediktor Subjective Well-Being
Sunarsih, Sunarsih;
Harahap, Farida
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.5110
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, mengetahui apakah harga diri dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal, dan mengetahui apakah dukungan teman sebaya dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Sampel yang digunakan sebanyak 394 orang remaja awal dari 3 SMP di Kabupaten Sleman yang berusia sekitar 12-13 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 jenis angket yang terdiri dari angket subjective well-being, angket harga diri dan angket dukungan teman sebaya. Teknik validasi instrumen menggunakan validasi isi dan reliabilitas berdasarkan koefisien Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan dukungan teman sebaya secara bersama-sama dapat menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 49,8%; (2) harga diri terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 11,7%; dan (3) dukungan teman sebaya terbukti menjadi prediktor subjective well-being pada remaja awal dengan sumbangan efektif sebesar 38,2%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan harga diri, dukungan teman sebaya dapat memberikan sumbangan efektif lebih besar terhadap subjective well-being pada remaja awal.
Pengaruh Social Comparison terhadap Body Dissatisfaction pada Perempuan Remaja Akhir di Kota Makassar
Rahma, Nur;
Minarni, Minarni;
Saudi, Andi Nur Aulia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.5450
Perilaku yang menunjukkan ketidakpuasan pada diri sendiri atau yang sering disebut body dissatisfaction pada seorang perempuan baik dalam bentuk tubuh, penampilan fisik, rasa tidak percaya diri dengan apa yang ada pada tubuhnya, hingga merasa ada yang tidak menarik pada tubuhnya. Ketidaksetaraan antara keinginan memiliki bentuk tubuh yang diimpikan berdasarkan perbandingan dilingkungannya dengan bentuk fisik dan penampilan yang dimiliki. Proses menyamakan diri tersebut diketahui sebagai social comparison ataupun perbandingan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui secara empirik mengenai pengaruh social comparison terhadap body dissatisfaction pada perempuan remaja akhir di Kota Makassar. Sample dalam penelitian ini berjumlah 549 responden. Pengumpulan data menggunakan skala body dissatisfaction dan skala social comparison. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat pengaruh social comparison dengan body dissatisfaction pada Perempuan remaja akhir di kota Makassar sebesar 8,4% dan signifikan.
Pengaruh Leisure Boredom terhadap Perilaku Phubbing pada Remaja Akhir di Kota Makassar
Hasanuddin, Sultan;
Koanda, Naftalen;
Saudi, A. Nur Aulia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v4i2.5451
Phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara atau orang yang ada di sekitarnya dengan lebih fokus terhadap smartphone. Perilaku phubbing akan berdampak negatif pada kualitas komunikasi, hilangnya rasa percaya diri saat berinteraksi, dan perasaan kehilangan kedekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Leisure Boredom terhadap perilaku phubbing pada remaja akhir di Kota Makassar. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang tinggal di Kota Makassar, berusia 18-21 tahun sebanyak 380 responden, dan menggunakan teknik non-probability sampling. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan dua skala yaitu skala phubbing berdasarkan teori Chotpitayasunondh & Douglas (2018) dan skala Leisure Boredom berdasarkan teori Iso-Ahola dan Weissinger (1990). Analisis data dilakukan menggunakan Teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa leisure boredom memiliki pengaruh terhadap perilaku phubbing pada remaja akhir di Kota Makassar, dimana besar pengaruh leisure boredom terhadap phubbing sebesar 28.1% dengan arah posifif, dan 71.9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti kecanduan internet, trait boredom, dan kecanduan smartphone (Al-Saggaf dkk., 2018). Phubbing dapat mengganggu komunikasi langsung antarindividu dan berdampak negatif pada hubungan sosial. Melihat bahwa perilaku Phubbing merupakan perilaku yang kurang baik, maka disarankan mengurangi intensitas penggunaan smartphone ketika berinteraksi dengan seseorang.
Korelasi Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT. Sami Surya Indah Sukoharjo
Laily, Tyas Nurul;
Dwiyana, Ima;
Bratakusuma, Nataya Agnes
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56326/jpk.v5i1.3933
Produktivitas dipahami sebagai proses pemusatan perhatian terhadap produk yang dihasilkan oleh sumber daya manusia dengan hubungan antara input dan output (Baiti et al., 2020). Salah satu satu faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan adalah kedisiplinan karyawan itu sendiri. Disiplin Kerja adalah perilaku menghargai dan taat terhadap peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis serta mampu menjalankan sanksi-sanksinya apabila melanggar peraturan yang diberikan (Usman, 2016). Oleh karena itu, dilakukan penelitian korelasi disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawab bagian produksi PT Sami Surya Indah Sukoharjo dengan tujuan penelitian menganalisis hubungan kedisiplinan karyawan dengan produktivitas kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan populasi sebesar 162 karyawan dan teknik sampling yaitu sensus karena menggunakan data seluruh karyawan bagian produksi. Jenis data yaitu data sekunder berupa data presensi dan hasil produksi. Data dianalisis dengan analisis pearson correlation menggunakan software SPSS 24. Hasil penelitian yaitu disiplin kerja memiliki korelasi terhadap produktivitas kerja karyawan karena nilai signikansi 0.000 kurang dari 0.05 (0.000 < 0.05). Nilai pearson correlation sebesar 1 menunjukkan hubungan yang kuat antara disiplin kerja terhadap produktivitas karyawan. Kesimpulan penelitian ini yaitu hubungan yang signifikan dan positif antara disiplin kerja dengan produktivitas kerja karyawan memiliki arti jika kedisplinan ditingkatkan maka produktivitas kerja juga meningkat.