cover
Contact Name
Muh. Zainul Arifin
Contact Email
rumahjurnal25@gmail.com
Phone
+6285378329037
Journal Mail Official
rumahjurnal25@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanjung Barangan, Lorong Barangan 6 Bukit Baru Palembang Jalan Tanjung Barangan, Lorong Barangan 6 Bukit Baru Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of multidisipline and Equality
ISSN : 30475589     EISSN : 30471087     DOI : https://doi.org/10.70656/jme/
Journal of multidisipline and Equality is a scientific publication to disseminate information on all research results to lecturers, students, and related institutions, especially in Indonesia, leading to an increase in Indonesia Human Development Index. subject area Economic, Human Development, Behavioral Sciences, Education, Legal, Etc
Articles 25 Documents
DINAMIKA PERBANKAN SYARIAH INDONESIA PADA PERIODE KENAIKAN SUKU BUNGA ACUAN BANK INDONESIA 2021–2024: ANALISIS KUALITATIF BERBASIS LAPORAN TAHUNAN Faisal Sarizal; Said Abdullah Syahab; Pamuji
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 2 No. 2 (2025): JME: Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v2i2.521

Abstract

Suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-7 Day Reverse Repo Rate/BI-7DRR) pada periode 2021–2024 bergerak dari fase akomodatif pascapandemi menuju pengetatan untuk merespons tekanan inflasi, volatilitas nilai tukar, dan normalisasi likuiditas global. Dalam sistem perbankan ganda (dual banking system), perubahan suku bunga kebijakan berpotensi memengaruhi bank syariah meskipun operasionalnya tidak berbasis bunga. Artikel ini menyusun ulang hasil penelitian kualitatif berbasis dokumen untuk menjelaskan dinamika perbankan syariah Indonesia ketika suku bunga acuan meningkat pada 2021–2024. Data bersumber dari laporan tahunan audited tujuh bank syariah (tiga BUS nasional, satu bank syariah digital, dan tiga BPD syariah) dengan fokus pada indikator Dana Pihak Ketiga (DPK), total pembiayaan, komposisi pembiayaan konsumtif–produktif, dan Non-Performing Financing (NPF). Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan–reduksi–penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta ditautkan dengan literatur transmisi kebijakan moneter, displaced commercial risk, dan risiko pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kenaikan BI-7DRR memiliki pengaruh tidak langsung terhadap bank syariah melalui perubahan harga komoditas, beban biaya usaha debitur, serta preferensi portofolio masyarakat di tengah kompetisi dana dengan bank konvensional. Kedua, dinamika yang paling menonjol selama periode pengetatan adalah peningkatan NPF pada mayoritas sampel dan kecenderungan sebagian bank mengurangi porsi pembiayaan konsumtif sambil memperkuat pembiayaan produktif sebagai strategi mitigasi. Ketiga, peningkatan suku bunga acuan tidak menimbulkan kontraksi signifikan pada DPK maupun total pembiayaan; keduanya tetap tumbuh secara nominal dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya resiliensi kuantitatif meskipun kualitas aset lebih rentan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen risiko pembiayaan, tata kelola displaced commercial risk, dan pengembangan benchmark syariah agar diferensiasi bank syariah lebih kuat dalam fase pengetatan moneter.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI SUMATERA SELATAN (2019–2024): ANALISIS REGRESI DATA PANEL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Serly; Rudi Aryanto; Erdah Litriani
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 2 No. 2 (2025): JME: Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v2i2.527

Abstract

Artikel ini menyusun ulang hasil penelitian kuantitatif mengenai determinan kemiskinan di Sumatera Selatan menggunakan regresi data panel pada lima kabupaten/kota (Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, dan Kota Lubuk Linggau) selama 2019–2024. Variabel utama yang dianalisis ialah tingkat pendidikan (diukur dengan rata-rata lama sekolah) dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) terhadap tingkat kemiskinan. Data bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan. Estimasi dilakukan melalui pemilihan model regresi data panel dan serangkaian uji diagnostik; model terbaik yang digunakan adalah Common Effect Model (CEM). Hasil estimasi menunjukkan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan (p<0,05), sedangkan TPAK tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Secara simultan, pendidikan dan TPAK berpengaruh terhadap kemiskinan (Prob(F) < 0,05). Dalam perspektif ekonomi syariah, temuan ini menegaskan bahwa peningkatan indikator pendidikan saja tidak otomatis menurunkan kemiskinan apabila tidak disertai peningkatan kualitas kesempatan kerja, produktivitas, dan institusi distribusi (termasuk instrumen zakat/infak/sedekah dan wakaf produktif) yang berorientasi pada maqāṣid al-sharī‘ah. Artikel menawarkan implikasi kebijakan: penguatan kualitas pendidikan (link and match), program keterampilan berbasis kebutuhan pasar, perluasan kerja layak, serta sinergi kebijakan publik dan filantropi Islam untuk mendorong mobilitas sosial dan pengentasan kemiskinan yang berkeadilan.
APLIKASI MULTI AKAD PRODUK GADAI EMAS PADA BANK SUMSEL BABEL SYARIAH KCP MUHAMMADIYAH PALEMBANG: TINJAUAN FIKIH MUAMALAH DAN TATA KELOLA BIAYA (UJRAH) Ulil Amri
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 2 No. 2 (2025): JME: Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v2i2.533

Abstract

Produk gadai emas (rahn emas) merupakan instrumen likuiditas jangka pendek yang diminati dalam industri keuangan syariah karena prosesnya cepat, jaminannya kuat, dan relatif mudah dijangkau segmen mikro. Meskipun demikian, praktik rahn emas masih menimbulkan kontroversi, terutama terkait penggabungan beberapa akad (multi akad/uqud murakkabah) dan penetapan biaya (ujrah) yang berpotensi bergeser dari kompensasi jasa penyimpanan menjadi tambahan atas pinjaman (qardh). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dan telaah dokumen untuk menilai struktur akad rahn emas (qardh-rahn-ijarah dan murabahah-rahn) serta menguji kesesuaiannya dengan prinsip fikih muamalah, fatwa DSN-MUI, dan literatur ilmiah mutakhir. Hasil analisis menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada keberadaan multi akad, melainkan pada desain dan implementasi: (1) ujrah yang diindeks pada nominal pinjaman berisiko menjadi riba terselubung; (2) penggabungan akad jual beli dan pinjaman tanpa pemisahan tujuan serta tanpa kepastian qabdh meningkatkan risiko hilah dan ketidakpatuhan. Artikel ini menawarkan model perbaikan berupa penetapan ujrah berbasis biaya riil (cost-based) dengan parameter objektif (bobot dan durasi), transparansi biaya administrasi, pemisahan dokumen akad beserta urutan pelaksanaan, dan penguatan sharia governance melalui checklist audit DPS. Implikasinya, rahn emas dapat berfungsi sebagai instrumen inklusi keuangan yang adil dan berorientasi maqasid apabila tata kelola biaya dan dokumentasi akad ditata secara disiplin.
ANALISIS PENERAPAN AKAD MUDHARABAH BERDASARKAN FATWA DSN-MUI NOMOR 03/DSN-MUI/IV/2000 PADA PRODUK DEPOSITO DI BANK SUMSEL BABEL SYARIAH Listiawati
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 2 No. 2 (2025): JME: Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v2i2.534

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan akad mudharabah pada produk deposito Bank Sumsel Babel Syariah dengan rujukan utama Fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN‑MUI) Nomor 03/DSN‑MUI/IV/2000 tentang Pedoman Umum Akad Mudharabah. Fokus kajian diarahkan pada kesesuaian praktik penghimpunan dana deposito dengan prinsip dasar mudharabah: pemisahan peran shahibul maal (nasabah) dan mudharib (bank), transparansi nisbah bagi hasil, mekanisme pembagian keuntungan dan penanggung risiko kerugian, serta tata kelola kepatuhan syariah di level operasional. Secara metodologis, artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif‑analitis melalui studi kepustakaan, penelaahan dokumen perbankan, dan penguatan bukti dengan wawancara terbatas pada pihak terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bank Sumsel Babel Syariah telah mengimplementasikan akad mudharabah pada deposito dengan menegaskan nisbah sejak awal dan mendistribusikan bagi hasil secara periodik sesuai kesepakatan. Praktik ini sejalan dengan ketentuan fatwa terkait pembagian keuntungan dan pengelolaan dana secara amanah. Meski demikian, terdapat tantangan yang masih perlu ditangani, terutama terkait belum meratanya pemahaman prinsip mudharabah di kalangan sebagian nasabah dan petugas bank, serta kebutuhan penguatan literasi produk dan transparansi informasi biaya/ketentuan terkait kondisi khusus (misalnya pencairan sebelum jatuh tempo). Implikasi penelitian menekankan pentingnya edukasi kontinu, peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam review proses, dan penguatan dokumentasi akad agar substansi risk‑sharing mudharabah tetap terjaga sekaligus kompetitif dalam industri perbankan yang berhadapan dengan risiko displaced commercial risk.
TELAAH ISLAM PADA ETIKA PELAYANAN DI RESTO MIE GACOAN PALEMBANG Raden Ayu Ritawati; Raden Ayu Erika Septiana; Nicky Tiara Purnomo
Journal of Multidiscipline and Equality Vol. 2 No. 2 (2025): JME: Journal of Multidiscipline and Equality
Publisher : CV. Cendekiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jme.v2i2.547

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola penerapan etika bisnis syariah dan dampaknya pada kinerja relasional bisnis di Restoran Mie Gacoan Kota Palembang. Studi ini penting karena industri kuliner modern berkembang cepat, namun menghadapi tantangan kepercayaan publik: kualitas layanan, transparansi, kepatuhan syariah, serta isu nama/menu yang memicu perdebatan nilai. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan karyawan, konsumen, dan masyarakat sekitar, disertai observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber dan teknik untuk meningkatkan kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis di Mie Gacoan dipraktikkan melalui integritas dan kejujuran pelayanan, profesionalisme berbasis standar kerja, dan orientasi layanan berkualitas. Praktik tersebut didukung oleh kode etik, penilaian perilaku harian, serta mekanisme penegakan disiplin. Dampaknya terlihat pada hubungan pelanggan yang lebih baik, citra usaha yang positif, peningkatan pelanggan berulang dan rekomendasi dari mulut ke mulut, hingga kontribusi pada pertumbuhan penjualan. Temuan juga menegaskan bahwa komitmen manajemen, pelatihan reguler, pengawasan, dan hubungan yang baik dengan pelanggan serta masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan. Implikasi penelitian menekankan perlunya penguatan sistem etika (kode etik, pelatihan, dan audit layanan) serta penajaman komunikasi nilai syariah agar keberlanjutan usaha kuliner berjalan sejalan dengan maqāṣid al-sharī‘ah dan standar bisnis modern.

Page 3 of 3 | Total Record : 25