cover
Contact Name
Eka Imbia Agus Diartika
Contact Email
ipssjjournal@gmail.com
Phone
+6285704375455
Journal Mail Official
ipssjjournal@gmail.com
Editorial Address
Ds. Kepuh No. 10 Tulungagung, Kab. Tulungagung, Jawa Timur
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
IPSSJ
ISSN : -     EISSN : 30644011     DOI : -
Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) dengan E-ISSN 3064-4011 merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Focus & Scope : ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Edisi Terbit: Dipublikasikan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,103 Documents
FAKTOR PENENTU NILAI PROPERTI RESIDENSIAL DI KAWASAN PARIWISATA: ANALISIS REGRESI BERGANDA PADA PASAR VILA DAN RUMAH TINGGAL DI KABUPATEN BADUNG, BALI Fidha Prisnanda Putri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi nilai pasar properti residensial, khususnya vila dan rumah tinggal, di Kabupaten Badung, Bali. Dua karakteristik kawasan ini yang membedakannya dari pasar properti di kota lain: pertama, dominasi permintaan berbasis pariwisata; kedua, tekanan harga yang bergerak cepat akibat platform sewa jangka pendek seperti Airbnb. Menggunakan data penawaran dan transaksi 120 properti yang dikumpulkan dari portal Lamudi.co.id dan Rumah123.com pada periode Januari 2022 hingga Desember 2024, penelitian ini membangun model regresi berganda (OLS) dengan variabel independen berupa luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, jarak ke pantai terdekat, jarak ke jalan utama, dan status kepemilikan (hak milik vs. hak guna bangunan). Hasil estimasi menunjukkan bahwa luas tanah, jarak ke pantai, dan status kepemilikan merupakan prediktor nilai yang paling kuat dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,743. Temuan yang cukup mengejutkan adalah bahwa penambahan jumlah kamar tidur justru tidak signifikan secara statistik pada model ini, sebuah anomali yang tidak langsung sejalan dengan asumsi umum penilai. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mendukung pendekatan pasar (market approach) dalam penilaian properti individual di kawasan wisata dan membuka diskusi tentang perlunya penyesuaian variabel penilaian di pasar yang terpengaruh oleh ekosistem pariwisata berbasis digital.
VALUASI PROPERTI KOMERSIAL BERBASIS PENDEKATAN PENDAPATAN: ANALISIS SENSITIVITAS TINGKAT KAPITALISASI TERHADAP NILAI PASAR RUKO DI KAWASAN STRATEGIS KOTA SURABAYA Boby Cipta Perdana
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian properti komersial di Indonesia masih sangat bergantung pada pendekatan data pasar (market approach), padahal ruko sebagai aset penghasil pendapatan justru lebih tepat dinilai menggunakan pendekatan pendapatan (income approach). Penelitian ini menguji penerapan metode kapitalisasi langsung (direct capitalization) untuk menilai 38 unit ruko di empat kawasan strategis Kota Surabaya, yakni Darmo, Rungkut, Gubeng, dan Tunjungan. Data utama bersumber dari Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR-BI), laporan pasar Colliers Indonesia 2022-2024, serta data listing aktif dari platform Rumah123 dan Lamudi periode Januari-Oktober 2024. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengukur seberapa besar fluktuasi nilai pasar ketika tingkat kapitalisasi (cap rate) bergeser. Selain itu, regresi sederhana digunakan untuk menguji hubungan antara cap rate pasar dengan variabel makroekonomi, khususnya BI Rate dan tingkat inflasi. Hasil menunjukkan bahwa perubahan cap rate sebesar 0,5 persen saja dapat menggeser nilai properti antara 7 hingga 12 persen, tergantung kawasan. Lebih menarik lagi, korelasi antara cap rate dan BI Rate tidak selalu searah seperti yang diasumsikan banyak penilai. Penelitian ini menekankan bahwa pendekatan pendapatan harus menjadi alat utama penilaian ruko, bukan pelengkap.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI TEMPAT UMUM BERDASARKAN UU N0.12 TAHUN 2022 Amellia Nugraheni Puspita Sari; Dijan Widijowati; Diding Rahmat
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan di tempat umum merupakan persoalan serius yang mengancam hak asasi manusia dan kebebasan bergerak perempuan di ruang publik. Penelitian ini mengkaji bagaimana perlindungan hukum diberikan kepada perempuan korban kekerasan seksual di tempat umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta mengidentifikasi berbagai kendala dalam penegakan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU TPKS telah memberikan kerangka perlindungan hukum yang komprehensif melalui pengaturan sembilan bentuk tindak pidana kekerasan seksual, jaminan hak korban atas penanganan sensitif gender, pemulihan, restitusi, dan perlindungan dari reviktimisasi. Namun implementasinya menghadapi hambatan signifikan berupa rendahnya pemahaman aparat penegak hukum, budaya patriarki yang kuat, minimnya sarana prasarana, kesulitan pembuktian, lambatnya penyusunan peraturan pelaksanaan, lemahnya koordinasi antar lembaga, stigma sosial, keterbatasan anggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun UU TPKS menawarkan perlindungan progresif bagi korban, diperlukan upaya sistematis untuk mengatasi berbagai hambatan agar perlindungan hukum dapat terwujud secara nyata dalam praktik penegakan hukum.