cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 35 Documents clear
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA FISIKA BERBASIS CASE METHOD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA U, Sahrani; Damayanti, Putri; Hatta, A. Afrinaramadhani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5391

Abstract

ABSTRACT Critical thinking skills are an important aspect in learning Chemistry Physics, but are still low due to the dominance of the lecture method and limited contextual teaching materials. Therefore, it is necessary to innovate a learning module that is able to encourage active student involvement. This study aims to develop a case method-based Physical Chemistry learning module to improve students' critical thinking skills. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects were students of the Makassar State University Science Education Study Program. The instruments used included validation sheets, student response questionnaires, critical thinking skills test questions, and observation sheets. The validation results showed that the module was declared very feasible, with an average score of 85% content and 88% media feasibility. The trial results showed an increase in the average pre-test score from 49.1% to 86.7% in the post-test, with a normalized gain value of 0.74 (high category). These findings indicate that the case method-based module is effective in improving students' critical thinking skills through a contextual and analytical learning approach. This module can be an alternative innovative teaching material for Physical Chemistry courses and other science courses. ABSTRAK Keterampilan berpikir kritis merupakan aspek penting dalam pembelajaran Kimia Fisika, namun masih rendah akibat dominasi metode ceramah dan terbatasnya bahan ajar kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan Inovasi modul pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Kimia Fisika berbasis case method guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Makassar. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi, angket respon mahasiswa, soal tes keterampilan berpikir kritis, dan lembar observasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul dinyatakan sangat layak, dengan skor rata-rata kelayakan isi 85% dan media 88%. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan rata-rata skor pre-test dari 49,1% menjadi 86,7% pada post-test, dengan nilai normalized gain sebesar 0,74 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis case method efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan analitis. Modul ini dapat menjadi alternatif bahan ajar inovatif untuk mata kuliah Kimia Fisika dan mata kuliah sains lainnya.
FAKTOR, PRINSIP, DAN DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Sholikah, Mar’atus; Adibah, Ida Zahara; Hidayatullah, Ahmad Syarif; Chumairoh, Lutfi; Nugroho, Wahyu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5481

Abstract

ABSTRACT The development of Islamic religious education curriculum that is responsive to cultural diversity is an urgent need in Indonesia’s pluralistic society. This study aims to examine the influencing factors, fundamental principles, and the design of a multicultural-based Islamic religious education curriculum. A descriptive qualitative approach was employed, using literature review techniques from recent scholarly sources. Data were analyzed through systematic reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the development of a multicultural-based curriculum is influenced by the diversity of students' backgrounds, social dynamics, and evolving times. The main principles underlying the development include relevance, flexibility, continuity, and efficiency. Meanwhile, the curriculum design is developed through steps that involve identifying needs, formulating objectives, selecting materials, choosing participatory learning methods, and conducting a comprehensive evaluation. The study concludes that a multicultural-based Islamic religious education curriculum serves as a strategic tool to shape inclusive, tolerant students capable of living harmoniously within a diverse society. ABSTRAK Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam yang mampu merespons keberagaman budaya menjadi kebutuhan mendesak di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi, prinsip-prinsip dasar, serta desain pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dari sumber-sumber ilmiah terkini. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum berbasis multikultural dipengaruhi oleh keberagaman latar belakang peserta didik, dinamika sosial, serta perkembangan zaman. Prinsip-prinsip utama yang mendasari pengembangannya meliputi relevansi, fleksibilitas, kesinambungan, dan efisiensi. Sementara itu, desain kurikulum disusun melalui langkah-langkah yang melibatkan identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan materi, pemilihan metode pembelajaran yang partisipatif, serta evaluasi yang menyeluruh. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural dapat menjadi instrumen strategis dalam membentuk peserta didik yang inklusif, toleran, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam.
PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN AKHLAK MAHASISWA PRODI PAI DI ERA BUDAYA INDIVIDUALISME Fadillah, Thania; Pahrudin, Agus; Sunarto, Sunarto
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5606

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the role of Islamic learning in fostering the morals of students of the Islamic Education Study Program (PAI) in the midst of the increasingly strong culture of individualism in the modern era. The culture of individualism often weakens the value of togetherness, empathy, and social responsibility, thus affecting the character of students in the university environment. Therefore, learning Islamic Religion needs to be interpreted not only as a means of delivering religious material, but also as a strategic instrument in the process of building morals as a whole. This research uses a qualitative approach with a field study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that Islamic learning in PAI Study Program has been arranged integratively, by accommodating moral values in the components of learning objectives, teaching materials, methods, and evaluation. Lecturers act as exemplary models, both through attitudes and interactions in the learning process. However, the results also show that the influence of the culture of individualism is still a significant challenge. Some students tend to show selfishness, lack of empathy, and low social participation. Therefore, a more contextual and participatory learning strategy is needed, as well as an approach that touches the emotional and spiritual dimensions of students. This research contributes to developing an Islamic religious learning model that is adaptive to students' social dynamics, as well as being a foundation for strengthening moral values ??in Islamic higher education environments. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Agama Islam dalam membina akhlak mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah arus budaya individualisme yang semakin menguat di era modern. Budaya individualisme kerap melemahkan nilai kebersamaan, empati, dan tanggung jawab sosial, sehingga memengaruhi karakter mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, pembelajaran Agama Islam perlu dimaknai tidak sekadar sebagai sarana penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam proses pembinaan akhlak secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Agama Islam di Prodi PAI telah disusun secara integratif, dengan mengakomodasi nilai-nilai moral dalam komponen tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, dan evaluasi. Dosen berperan sebagai model keteladanan, baik melalui sikap maupun interaksi dalam proses pembelajaran. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa pengaruh budaya individualisme masih menjadi tantangan signifikan. Beberapa mahasiswa cenderung menunjukkan sikap egois, kurang empati, dan rendahnya partisipasi sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif, serta pendekatan yang menyentuh dimensi emosional dan spiritual mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan model pembelajaran Agama Islam yang adaptif terhadap dinamika sosial mahasiswa, serta menjadi landasan dalam memperkuat nilai-nilai moral di lingkungan pendidikan tinggi Islam.
IMPLEMENTASI KURIKULUM KEPERAWATAN AIPNI 2021 BERBASIS FIKIH PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ma’muroh, Ma’muroh; Rohanah, Rohanah; Dora, Rafika; Yulia, Yulia; Dewi, Liza Puspa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5824

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the 2021 AIPNI Nursing Curriculum in Islamic Religious Education courses based on Islamic jurisprudence (Fikih) at STIKes Dharma Husada Tangerang. The background of this study is the importance of integrating Islamic values, especially Islamic jurisprudence, in shaping the spiritual competence and professional ethics of nursing students. The 2021 AIPNI Curriculum emphasizes an outcome-based education approach and professional character, thus requiring an implementative strategy in teaching Islamic religious courses that are relevant to clinical practice and the dynamics of medical ethics. This study uses a qualitative-descriptive approach with data collection techniques through classroom observation, RPS document studies, and semi-structured questionnaires and interviews with 34 students of the S1 Nursing Study Program in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The results of the study indicate that the implementation of the curriculum has covered several aspects of practical fiqh that are directly related to the world of nursing, such as fiqh for caring for dying patients, ethics of interaction between the sexes, and the use of drugs in emergency conditions. However, obstacles were also found such as limited contextual teaching resources, the dominance of cognitive approaches, and the lack of collaboration between religious lecturers and nursing lecturers in compiling teaching materials. The conclusion of this study confirms that the implementation of Islamic Religious Education based on fiqh in the AIPNI curriculum has great potential to strengthen the spiritual integrity of nursing students, but requires strengthening in the aspects of methodology, content based on clinical case studies, and synergy between lecturers across fields. These findings are expected to be input in the development of a more holistic and Islamic higher health education curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Keperawatan AIPNI 2021 pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam berbasis ilmu fikih di STIKes Dharma Husada Tangerang. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman, khususnya fikih, dalam membentuk kompetensi spiritual dan etika profesional mahasiswa keperawatan. Kurikulum AIPNI 2021 menekankan pendekatan pembelajaran berbasis capaian (outcome-based education) dan karakter profesional, sehingga memerlukan strategi implementatif dalam pengajaran mata kuliah agama Islam yang relevan dengan praktik klinik dan dinamika etika medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, studi dokumen RPS, serta kuesioner dan wawancara semi-terstruktur kepada 34 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum telah mencakup beberapa aspek fikih praktis yang berkaitan langsung dengan dunia keperawatan, seperti fikih perawatan pasien sekarat, etika interaksi antar jenis kelamin, dan penggunaan obat-obatan dalam kondisi darurat. Namun, ditemukan pula hambatan seperti keterbatasan sumber ajar kontekstual, dominasi pendekatan kognitif, serta kurangnya kolaborasi antara dosen agama dan dosen keperawatan dalam penyusunan materi ajar. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi Pendidikan Agama Islam berbasis fikih dalam kurikulum AIPNI memiliki potensi besar untuk memperkuat integritas spiritual mahasiswa keperawatan, tetapi memerlukan penguatan pada aspek metodologi, konten berbasis studi kasus klinik, dan sinergi antar dosen lintas bidang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi kesehatan yang lebih holistik dan Islami.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN HYBRID DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Rosfiani, Okta; Aini, Mutia Nur; Wafi, Muhammad Zaim; Fadhillah, Muhammad Rizky; Husain, Fajar Nur
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5918

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the limited studies on the effectiveness of hybrid learning in improving the digital literacy of students at State Islamic Senior High School (MAN) 11 Jakarta. In fact, this phenomenon has a significant impact on the readiness of the younger generation to face the digital era. The purpose of this study is to analyse the extent to which hybrid learning can improve the digital literacy of MAN 11 students and identify supporting and inhibiting factors in implementing it. The method used is qualitative with a case study approach. Students in grades 10 and 11, Islamic Religious Education teachers, and the principal of MAN 11 Jakarta were involved in the research process and data collection through interviews, observations, and document analysis. The results of the study showed that hybrid learning was considered effective by some students and ineffective by some other students due to a lack of in-depth understanding and less than optimal development of critical thinking skills and digital ethics. Hybrid learning needs to be supported by a pedagogical approach that explicitly targets critical digital literacy, as well as equitable infrastructure. The findings of this study suggest that there are important ideas to consider, like improving the hybrid learning model by adding elements of critical digital literacy, and practical suggestions for schools and governments to offer teacher training, create a connected curriculum, and address the digital divide. This study also opens up opportunities for further studies on the effectiveness of hybrid learning in cities and the influence of family support on students' digital literacy. ABSTRAK Penelitian ini di latarbelakangi oleh masih terbatasnya studi mengenai efektifitas pembelajaran hybrid dalam meningkatkan literasi digital siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta. Padahal fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap kesiapan generasi muda menghadapi era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pembelajaran hybrid dapat meningkatkan literasi digital siswa MAN 11 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Siswa kelas 10 dan 11, guru PAI, dan kepala MAN 11 Jakarta terlibat dalam proses penelitian, dan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran hybrid dianggap efektif oleh sebagian siswa, dan tidak efektif oleh sebagian siswa lainnya di karenakan kurang nya pemahaman yang mendalam, kurang optimal dalam mengembangakan keterampilan berpikir kritis dan etika digital. Pembelajaran hybrid perlu di dukung oleh pendekatan pedagogis yang eksplisit menargetkan literasi digital kritis, serta infrastruktur yang merata. Implikasi penelitian ini meliputi aspek teoretis, seperti pengayaan model hybrid learning dengan memasukan dimensi literasi digital kritis, serta aspek praktis berupa rekomendasi bagi sekolah dan pemerintah untuk menyediakan pelatihan guru, kurikulum terintegrasi, dan solusi mengatasi kesenjangan digital. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan tentang efektifitas hybrid learning di kota serta pengaruh dukungan keluarga terhadap literasi digital siswa.
EVALUASI KINERJA GURU SDN 73/IX SIMPANG SUNGAI DUREN Susanti, Try; Mursida, Mursida; Prihatini, Nurul; Dahlia, Dahlia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5942

Abstract

ABSTRACT Teacher performance evaluation plays an important role in improving the quality of education through continuous professional development that supports enhanced competence and learning quality. This research was conducted using an in-depth literature study method on various scientific references related to teacher performance evaluation at SDN 73/IX Simpang Sungai Duren in Indonesia. The research stages included selecting relevant literature, collecting data through documentation, conducting qualitative analysis of 20 literature sources, and drawing conclusions based on four main research focuses. The results of the study indicate that the implementation of evaluation is still dominated by the top-down method, with the involvement of the principal and supervisor as the main evaluators, and minimal participation from students and parents. On the other hand, teacher competency achievements are classified as good in pedagogical and professional aspects, but are still weak in the application of learning technology and methodological innovation. The use of evaluation results is generally still administrative and has not been utilized strategically for career development or improving the quality of learning. Evaluation also faces various obstacles, such as time constraints, assessor subjectivity, and the absence of standardized standard instruments. Thus, a more participatory, fair, and sustainable teacher development-oriented evaluation approach is needed in order to support the transformation of quality education. ABSTRAK Evaluasi kinerja guru berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan profesional berkelanjutan yang mendukung peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur yang mendalam terhadap berbagai referensi ilmiah terkait evaluasi kinerja guru SDN 73/IX Simpang Sungai Duren di Indonesia. Tahapan penelitian meliputi pemilihan literatur yang relevan, pengumpulan data melalui dokumentasi, analisis kualitatif terhadap 20 sumber pustaka, serta penarikan kesimpulan berdasarkan empat fokus utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi masih didominasi oleh metode top-down, dengan keterlibatan kepala sekolah dan pengawas sebagai evaluator utama, serta minimnya partisipasi dari siswa dan orang tua. Di sisi lain, capaian kompetensi guru tergolong baik dalam aspek pedagogik dan profesional, namun masih lemah dalam penerapan teknologi pembelajaran dan inovasi metodologis. Penggunaan hasil evaluasi umumnya masih bersifat administratif dan belum dimanfaatkan secara strategis untuk pengembangan karier atau peningkatan mutu pembelajaran. Evaluasi juga menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, subjektivitas penilai, dan belum adanya instrumen baku yang terstandar. Dengan demikian, diperlukan pendekatan evaluasi yang lebih partisipatif, adil, dan berorientasi pada pembinaan guru secara berkelanjutan agar mampu mendukung transformasi pendidikan yang berkualitas.
TINJAUAN KRITIS TERHADAP EFEKTIVITAS AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENULIS AKADEMIK MAHASISWA Rahmawati, Rahmawati; Suhardi, Muhamad; Kurniati, Baiq; Hidayatullah, Elmi; Hapiz, Qori Ul; Anggaraini, Aifiona Sukma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6290

Abstract

ABSTRACT This study explores the effectiveness of Artificial Intelligence (AI) in enhancing university students’ academic writing skills. As technology advances, AI tools such as ChatGPT have become increasingly utilized in higher education, often serving as a secondary learning platform to assist students in composing coherent sentences and producing independent academic texts. However, concerns have emerged regarding the potential decline in critical thinking skills and the risk of academic misconduct due to excessive reliance on AI. Using a literature review method, this study analyzes 21 scholarly articles to identify key themes, trends, and the strengths and weaknesses of AI use in academic writing. The findings suggest that AI provides valuable support by offering instant feedback on grammar, sentence structure, and vocabulary. It proves effective in improving writing quality and efficiency, helping students with spelling, writing style, outlining, overcoming writer’s block, and reference management. Despite its benefits, challenges such as ethical concerns, privacy issues, overdependence, plagiarism risks, and algorithmic bias remain. The study concludes that AI’s effectiveness is closely tied to its strategic and ethical use in pedagogical contexts. Key implications include the need to foster AI literacy among students, shift writing instruction toward critical thinking processes, redesign assignments to encourage deeper thinking, train educators, and establish clear institutional policies for responsible AI use. Future research is recommended to conduct empirical studies on AI’s impact on students’ critical thinking and creativity, and to explore effective pedagogical interventions. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji efektivitas Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan keterampilan menulis akademik mahasiswa. Seiring kemajuan teknologi, AI seperti ChatGPT, telah banyak membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran, sering dijadikan sebagai tempat belajar kedua untuk menyusun kalimat hingga menghasilkan tulisan akademik secara mandiri. Namun, penggunaan AI ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan kemampuan berpikir kritis dan risiko pelanggaran aturan akademik akibat ketergantungan berlebihan. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka dengan menganalisis 21 artikel ilmiah untuk mengidentifikasi tema utama, tren, serta kekuatan dan kelemahan penggunaan AI dalam konteks ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan penting sebagai alat bantu yang memberikan umpan balik instan terkait tata bahasa, struktur kalimat, dan penggunaan kosakata. AI efektif dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi penulisan akademik, membantu mahasiswa dalam perbaikan ejaan, gaya penulisan, penyusunan kerangka awal, serta penyelesaian writer's block dan pengelolaan referensi. Meskipun demikian, terdapat tantangan etika dan privasi, termasuk potensi ketergantungan berlebihan yang dapat menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta risiko plagiarisme dan bias algoritma. Disimpulkan bahwa efektivitas AI sangat bergantung pada penerapan yang strategis dan etis dalam konteks pedagogis. Implikasi utama adalah perlunya pengembangan literasi AI bagi mahasiswa, pergeseran paradigma pembelajaran menulis menuju proses berpikir, perancangan tugas yang mendorong pemikiran kritis, pelatihan dosen, serta pembangunan kebijakan institusi yang jelas mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih mendalam mengenai pengaruh AI terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, serta eksplorasi intervensi pedagogis optimal.
STRATEGI PEMERATAAN TENAGA PENDIDIK DI DAERAH TERPENCIL: SEBUAH KAJIAN LITERATUR TENTANG PENDEKATAN YANG EFEKTIF Marziana, Lena; Suhardi, Muhamad; Rohmawati, Widiasari; Sakira, Nurul; Hidayat, Alan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6291

Abstract

ABSTRACT The equitable distribution of educators in remote areas is a strategic issue in national education development, particularly in ensuring equitable access to and quality of education throughout Indonesia. The uneven distribution of teachers not only affects the quality of learning but also widens the gap between regions in achieving national education goals. This study aims to examine strategies for the equitable distribution of educators through effective policy approaches, as well as identify supporting factors and challenges in their implementation in remote areas. The research was conducted using a qualitative approach with library research methods and descriptive-explanatory unit analysis, enabling researchers to explain teacher distribution patterns, policy strategies, and implementation realities based on various scientific sources and official policy documents. The results of the study indicate that strategies for the equitable distribution of teaching staff require structured, transparent, and efficient planning in order to address the complexity of challenges in the field. Determining factors for success include the accuracy of needs mapping, the participation of local actors, teacher motivation, and infrastructure support. Meanwhile, the biggest challenges lie in regional capacity limitations, weak monitoring systems, and the gap between central policies and local needs. Empirical evidence from the Frontline Teacher program and affirmative policies based on local sons shows that contextual and participatory approaches have great potential in creating sustainable teacher equity. ABSTRAK Pemerataan tenaga pendidik di daerah terpencil merupakan isu strategis dalam pembangunan pendidikan nasional, khususnya dalam menjamin akses dan kualitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Ketimpangan distribusi guru tidak hanya berdampak pada rendahnya mutu pembelajaran, tetapi juga memperlebar kesenjangan antar wilayah dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi-strategi pemerataan tenaga pendidik melalui pendekatan kebijakan yang efektif, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan tantangan implementasinya di daerah terpencil. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), serta unit analisis yang bersifat deskriptif-eksplanatif, yang memungkinkan peneliti menjelaskan pola distribusi guru, strategi kebijakan, dan realitas implementasi berdasarkan berbagai sumber ilmiah dan dokumen kebijakan resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pemerataan tenaga pendidik memerlukan perencanaan yang terstruktur, transparan, dan efisien agar dapat menjawab kompleksitas tantangan lapangan. Faktor-faktor penentu keberhasilan mencakup akurasi pemetaan kebutuhan, partisipasi aktor lokal, motivasi guru, dan dukungan infrastruktur. Sementara itu, tantangan terbesar terletak pada keterbatasan kapasitas daerah, lemahnya sistem pengawasan, serta kesenjangan antara kebijakan pusat dan kebutuhan lokal. Bukti empiris dari program Guru Garis Depan dan kebijakan afirmatif berbasis putra daerah memperlihatkan bahwa pendekatan yang kontekstual dan partisipatif memiliki potensi besar dalam menciptakan pemerataan guru yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN LMS MELALUI GOOGLE SITES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X DI SMA PGRI TANJUNGPANDAN El Gumeri, Mahmudah; Zulfitria, Zulfitria
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6363

Abstract

This research is motivated by the need to improve students' critical thinking skills in Physics learning, thus focusing on the development of a Google Sites-based Learning Management System (LMS) at SMA PGRI Tanjungpandan. Using the ADDIE development model with qualitative and quantitative approaches, the steps of this research include data collection through observation, interviews, questionnaires, and pretest-posttest to measure the feasibility and effectiveness of the media. The main findings from the feasibility aspect indicate that this LMS is considered very feasible by media experts (92%) and material experts (83%), and received a very positive response from large group trials with a feasibility level above 90%. In terms of effectiveness, the N-Gain analysis of the pretest-posttest results proves an increase in students' critical thinking skills. This media is also considered easy to access, interactive, and appropriate to facilitate students' learning needs, especially those with kinesthetic learning styles. In conclusion, this Google Sites-based LMS has proven to be feasible and effective for implementation in Physics learning to improve critical thinking, so it is recommended for wider adoption with accompanying training for teachers. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Fisika, sehingga berfokus pada pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis Google Sites di SMA PGRI Tanjungpandan. Menggunakan model pengembangan ADDIE dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, langkah-langkah penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, serta pretest-posttest untuk mengukur kelayakan dan efektivitas media. Temuan utama dari aspek kelayakan menunjukkan bahwa LMS ini dinilai sangat layak oleh ahli media (92%) dan ahli materi (83%), serta mendapat respons sangat positif dari uji coba kelompok besar dengan tingkat kelayakan di atas 90%. Dari sisi efektivitas, analisis N-Gain dari hasil pretest-posttest membuktikan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Media ini juga dinilai mudah diakses, interaktif, dan sesuai untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa, terutama yang memiliki gaya belajar kinestetik. Kesimpulannya, LMS berbasis Google Sites ini terbukti layak dan efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Fisika guna meningkatkan berpikir kritis, sehingga direkomendasikan untuk diadopsi secara lebih luas dengan disertai pelatihan pendampingan bagi guru.
ANALISIS JENIS DAN TEKNIK ASESMEN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Hidayatullah, Ahmad Syarif; Sholikah, Mar’atus; Purwoko, Purwoko; Nugroho, Wahyu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6371

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the types and techniques of assessment in Islamic Religious Education (PAI) learning that are oriented toward multicultural values. In the context of Indonesia’s pluralistic society, assessment in PAI should not only evaluate cognitive aspects but also encompass affective and psychomotor domains that reflect attitudes of tolerance, cooperation, and appreciation of diversity. Using a literature review method and a descriptive qualitative approach, this study identifies various assessment models in PAI learning, such as formative, summative, and authentic assessments. Techniques such as observation, portfolios, peer assessment, reflective journals, and problem-based projects are highlighted as effective tools for evaluating multicultural values. The research stages include searching for and selecting relevant literature, conducting content analysis using a thematic approach, and synthesizing data based on three main focuses: types of assessment in PAI learning, multicultural assessment techniques, and the integration of multicultural values into the assessment system. The findings indicate that formative, summative, and authentic assessments can be effectively integrated with techniques such as observation, portfolios, self-assessment, peer assessment, reflective journals, and social problem-based projects. However, assessment practices in the field are still largely dominated by conventional approaches that do not fully reflect multicultural values. Therefore, teacher training, curriculum revision, and the development of contextual and culturally sensitive assessment instruments are needed. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan teknik asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada nilai-nilai multikultural. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang pluralistik, asesmen dalam PAI seharusnya tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga mencakup ranah afektif dan psikomotorik yang mencerminkan sikap toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai model penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), seperti asesmen formatif, sumatif, dan autentik. Teknik-teknik seperti observasi, portofolio, penilaian sejawat, jurnal reflektif, dan proyek berbasis masalah disorot sebagai alat yang efektif untuk mengevaluasi nilai-nilai multikultural. Tahapan penelitian mencakup pencarian dan seleksi literatur relevan, analisis isi menggunakan pendekatan tematik, serta penyusunan sintesis data berdasarkan tiga fokus utama: jenis asesmen dalam pembelajaran PAI, teknik asesmen multikultural, dan integrasi nilai-nilai multikultural dalam sistem penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen formatif, sumatif, dan autentik dapat diintegrasikan secara efektif dengan teknik seperti observasi, portofolio, penilaian diri, penilaian antarteman, jurnal reflektif, serta proyek berbasis masalah sosial. Namun, praktik asesmen di lapangan masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai multikultural. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru, revisi kurikulum, dan pengembangan instrumen penilaian yang kontekstual dan sensitif terhadap keberagaman budaya.

Page 2 of 4 | Total Record : 35