cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 36 Documents clear
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN MENDALAM TERINTEGRASI STEAM Ernilawati, Ernilawati; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas; Astriani, Meli
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9172

Abstract

ABSTRACT Deep learning integrated with the STEAM approach is a learning paradigm that emphasizes conceptual understanding, critical thinking skills, creativity, and the application of knowledge in real-life contexts. The successful implementation of this approach is highly dependent on teacher readiness, including conceptual understanding, pedagogical competence, and the availability of supporting facilities. This study aims to analyze the readiness of teachers at SMPN 2 Babat Supat in implementing deep learning integrated with STEAM and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation involving subject teachers and the school principal. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation. The findings indicate that teachers generally possess a basic understanding of deep learning and the STEAM approach and demonstrate pedagogical readiness in designing student-centered learning activities that encourage active participation. Teachers have also utilized various learning media, including digital platforms, to support the learning process. However, the implementation of deep learning integrated with STEAM has not been fully optimal due to several constraints, particularly limited and unstable internet connectivity, insufficient continuous professional training, and limited supporting facilities. These findings highlight the need for policy support, improvement of infrastructure, and sustainable professional development programs to strengthen teacher readiness and ensure the effective implementation of deep learning integrated with STEAM. ABSTRAK Pembelajaran mendalam terintegrasi STEAM merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta keterkaitan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Keberhasilan implementasi pendekatan ini sangat bergantung pada kesiapan guru, baik dari aspek pemahaman konseptual, kompetensi pedagogik, maupun dukungan sarana pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru SMPN 2 Babat Supat dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam terintegrasi STEAM serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pada umumnya telah memahami konsep dasar pembelajaran mendalam dan STEAM serta menunjukkan kesiapan pedagogik dalam merancang pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Guru juga memanfaatkan berbagai media pembelajaran, termasuk media digital, untuk mendukung proses pembelajaran. Namun demikian, implementasi pembelajaran mendalam terintegrasi STEAM belum berjalan optimal karena masih dihadapkan pada kendala, terutama keterbatasan akses dan kestabilan sinyal internet, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini menunjukkan perlunya dukungan kebijakan, peningkatan sarana prasarana, dan program pengembangan profesional guru yang berkelanjutan guna mendukung implementasi pembelajaran mendalam terintegrasi STEAM secara efektif.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA Tarisya, Ayu; Nurcahyanti, Ayu; Maghfiroh, Rohimatul; Siregar, Tri Mayang Sari; Syahputri, Wawalia; Rambe, Mirza Syadat
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9205

Abstract

Current educational transformations require schools to focus not only on academic achievement but also on developing students' character, including religious tolerance. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in fostering tolerance through the internalization of Islamic values, which emphasize respect for differences, moderation, and respect for followers of other religions. This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education in fostering religious tolerance in students within the school environment. The research method used is a literature review, reviewing various sources such as books, national journals, and related educational regulations. The results of the study indicate that the implementation of PAI in fostering tolerance can be achieved through strengthening teaching materials, fostering attitudes in schools, exemplary teacher behavior, and integrating the values ​​of religious moderation into intracurricular and extracurricular activities. Islamic Religious Education has been shown to contribute significantly to instilling the values ​​of openness, respect for differences in beliefs, and mutual respect among students. ABSTRAK Transformasi pendidikan saat ini menuntut sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter peserta didik, termasuk sikap toleransi beragama. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi melalui internalisasi nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, sikap moderat, dan penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap toleransi beragama siswa di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal nasional, dan regulasi pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam membentuk toleransi dapat dilakukan melalui penguatan materi ajar, pembiasaan sikap di sekolah, keteladanan guru, serta integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pendidikan Agama Islam terbukti berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai keterbukaan, penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, dan sikap saling menghormati antar siswa.  
TRANSFORMASI PROSES PEMBELAJARAN MENUJU KURIKULUM MERDEKA KELAS III SEKOLAH DASAR Hidayah, Refiana; Susanti, Desi; Sumardjoko, Bambang; Narimo, Sabar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9207

Abstract

This study aims to describe the transformation of the learning process during the implementation of the Independent Curriculum in third-grade students at Cipta Muda Public Elementary School, Buay Madang District, East OKU Regency. The focus of the study includes changes in learning approaches, the roles of teachers and students, and the obstacles and strategies implemented during the curriculum adaptation process. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that teachers have begun implementing project-based learning and differentiated learning based on student characteristics. The teacher's role has shifted from instructor to learning facilitator, while students become more active and independent. However, the implementation of the Independent Curriculum still faces obstacles, particularly in teacher readiness to develop independent learning modules and limited supporting facilities. This study concludes that the learning transformation towards the Independent Curriculum has progressed progressively, but requires ongoing mentoring, teacher training, and institutional support for optimal implementation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi proses pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka di kelas III SD Negeri Cipta Muda, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur. Fokus penelitian meliputi perubahan pendekatan pembelajaran, peran guru dan peserta didik, serta kendala dan strategi yang diterapkan selama proses adaptasi kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berdiferensiasi sesuai karakteristik peserta didik. Peran guru bergeser dari pengajar menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik lebih aktif dan mandiri. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi kendala, terutama pada kesiapan guru dalam menyusun modul ajar mandiri serta keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran menuju Kurikulum Merdeka telah berjalan secara progresif, tetapi memerlukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan guru, serta dukungan institusional agar implementasinya optimal.  
PENGARUH PARENTAL EXPECTATION TERHADAP STUDENT ENGAGEMENT DENGAN SELF-EFFICACY SEBAGAI MEDIATOR PADA MAHASISWA AKHIR Romy, Andi Shela Shakyla A.; Akmal, Nur; Rasyid, Nurfajriyanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8816

Abstract

This study aims to examine the effect of parental expectation on student engagement with self-efficacy as a mediating variable among final-year undergraduate students in Makassar State University. A total of 384 students participated in this study, selected using the accidental sampling technique. Data were analyzed using simple linear regression and mediation testing through path analysis. The results indicate that parental expectation has a positive and significant effect on self-efficacy (p < 0.001), self-efficacy has a positive and significant effect on student engagement (p < 0.001), and parental expectation also has a direct positive effect on student engagement (p = 0.029). Furthermore, the mediation test reveals a partial mediation effect of self-efficacy (p = 0.049), indicating that parental expectations can enhance students’ academic engagement both directly and indirectly through increased self-efficacy. These findings highlight the importance of parental support and expectations while emphasizing the need for students to develop strong self-efficacy to optimize their engagement in completing their final projects. Therefore, the implication of this study is that parents are expected not only to place pressure on achievement, but also to be present as a source of emotional support and motivation, so that the expectations given function as encouragement rather than a burden. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh parental expectation terhadap student engagement dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Makassar. Sebanyak 384 mahasiswa menjadi partisipan dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji mediasi dengan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parental expectation berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy (p < 0,001), self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement (p < 0,001) dan parental expectation juga berpengaruh langsung terhadap student engagement (p = 0,029). Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa adanya mediasi parsial oleh self-efficacy (p = 0,049), yang berarti harapan orang tua dapat meningkatkan keterlibatan akademik mahasiswa baik secara langsung maupun melalui peningkatan self-efficacy. Temuan ini menegaskan pentingnya peran dukungan dan harapan orang tua, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa perlu memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri agar dapat terlibat secara optimal dalam penyelesaian tugas akhir. Oleh karena itu implikasi penelitian ini adalah orang tua diharapkan tidak hanya memberikan tekanan untuk berprestasi, tetapi juga hadir sebagai sumber dukungan emosional dan motivasi, sehingga harapan yang diberikan menjadi dorongan, bukan beban.  
FENOMENA BANJIR BANDANG SUMATRA DALAM PERSPEKSTIF ILMU KEBUMIAN MENGGUNAKAN LITERATUR SCOPUS 2016–2025: ANALISIS BIBLIOMETRIK PRISMA Saminan, Nurul Fajri; Khairul, Muhammad; Novia, Novia; Dewi, Pramita Sylvia
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9190

Abstract

ABSTRACT Flash floods in tropical regions have shown an increasing trend in frequency and impacts over the last two decades, particularly in vulnerable watersheds and areas experiencing rapid land-use change and urban expansion. This study focuses on mapping the development of scientific research on flash floods in Sumatra, specifically Aceh, North Sumatra, and West Sumatra, by examining the linkages among climate change, land cover change/deforestation, watershed dynamics, and both structural and non-structural mitigation strategies, including disaster education and ecological literacy. A systematic literature review (SLR) combined with bibliometric and thematic analyses was applied. Data were retrieved from the Scopus database for the 2016–2025 period, yielding 68 documents as the initial dataset. The selection process followed the PRISMA 2020 guidelines, resulting in 53 full-text documents retrieved, while 15 reports were not retrieved due to limited access. Of the 53 documents assessed, 41 were retained as relevant literature, comprising 25 core studies and 16 conditional supporting studies. Bibliometric analysis using VOSviewer identified six dominant thematic clusters centered on floods, flash flood, and indonesia, strongly connected to extreme rainfall, landscape change, geospatial technologies, spatial planning, and mitigation. The thematic synthesis indicates that flash flood risk in Sumatra is shaped by the interaction of hydrometeorological triggers, watershed degradation driven by land cover change, increasing exposure due to urbanization, and social capacity to respond to early warning information. This study concludes that integrated watershed-based mitigation, adaptive spatial planning, geospatial technology utilization, and strengthened risk literacy through disaster education and ecological literacy are essential to enhance long-term resilience. ABSTRAK Banjir bandang di wilayah tropis menunjukkan kecenderungan peningkatan frekuensi dan dampak dalam dua dekade terakhir, terutama pada daerah aliran sungai (DAS) yang rentan serta wilayah yang mengalami perubahan penggunaan lahan dan pertumbuhan permukiman secara cepat. Penelitian ini berfokus pada pemetaan perkembangan kajian ilmiah banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan menekankan keterkaitan perubahan iklim, perubahan tutupan lahan/deforestasi, dinamika DAS, serta strategi mitigasi struktural dan nonstruktural termasuk pendidikan kebencanaan dan literasi ekologi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik dan sintesis tematik. Data diperoleh dari basis data Scopus pada periode 2016–2025 dengan total 68 dokumen sebagai dataset awal. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, menghasilkan 53 dokumen full-text yang berhasil diperoleh, sementara 15 dokumen tidak tersedia naskah lengkapnya. Dari 53 dokumen yang ditelaah, 41 dokumen dipertahankan sebagai literatur relevan, terdiri atas 25 dokumen inti dan 16 dokumen pendukung. Hasil bibliometrik menggunakan VOSviewer menunjukkan 6 klaster tema dominan yang berpusat pada floods, flash flood, dan indonesia, dengan keterkaitan kuat terhadap hujan ekstrem, perubahan lanskap, teknologi geospasial, tata ruang, serta mitigasi. Sintesis tematik menegaskan bahwa risiko banjir bandang di Sumatra merupakan hasil interaksi pemicu hidrometeorologi, degradasi fungsi DAS akibat perubahan tutupan lahan, meningkatnya paparan karena urbanisasi, serta kapasitas sosial dalam merespons peringatan dini. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan mitigasi berbasis DAS yang terintegrasi dengan tata ruang adaptif, pemanfaatan teknologi geospasial, dan penguatan literasi risiko melalui pendidikan kebencanaan serta literasi ekologi untuk mendukung ketangguhan jangka panjang.
KESENIAN HADROH: MEDIA PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK REMAJA Rismawan, Fariz; Syafe'i, Imam; Susanti, Agus; Mustofa, Muhammad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9229

Abstract

This study departs from the reality of adolescents as the next generation, who are currently in a transitional phase and are highly vulnerable to the negative impacts of globalization and the advancement of digital technology. The main focus of the research is to examine the role of hadroh art as a creative medium in instilling Islamic educational values oriented toward the moral development of youth. Employing a qualitative descriptive approach, the research was conducted at As-Sholah Mosque, Srirejosari Village, East Lampung, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation involving community leaders, mentors, and adolescents engaged in hadroh activities. The findings indicate that the internalization of Islamic educational values through hadroh is based on three aspects: faith (love for the Prophet Muhammad SAW expressed through shalawat chants), worship (religious expression and prayers to draw closer to Allah SWT), and morality (discipline, responsibility, and cooperation). The impact is clearly visible among adolescents, including increased participation in worship, more courteous social behavior, and reduced dependence on gadgets. Although challenges remain in regenerating members due to many continuing their studies outside the region, the activities persist thanks to the support of parents and the local government. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari realitas remaja sebagai generasi penerus yang tengah berada dalam fase transisi dan cukup rentan terhadap dampak negatif arus globalisasi serta perkembangan teknologi digital. Fokus utama penelitian adalah mengkaji peran kesenian hadroh sebagai media kreatif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak remaja. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Masjid As-Sholah, Desa Srirejosari, Lampung Timur, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pembina, serta remaja yang terlibat dalam kegiatan hadroh. Penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan Islam melalui hadroh bertumpu pada tiga aspek: iman (kecintaan kepada Rasulullah SAW lewat syair shalawat), ibadah (syiar dan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT), serta akhlak (kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama). Dampaknya terlihat nyata pada remaja, seperti meningkatnya keterlibatan ibadah, perilaku sosial yang lebih santun, dan berkurangnya ketergantungan pada handfone. Meski ada kendala regenerasi anggota karena melanjutkan pendidikan ke luar daerah, kegiatan tetap berlanjut berkat dukungan orang tua dan pemerintah setempat.
EPISTEMOLOGI ISLAM INTEGRATIF: ANALISIS KOMPREHENSIF EMPAT SUMBER ILMU (PANCA INDRA, AKAL, WAHYU, DAN ILHAM) Maharani, Dewi; Handrianto, Budi; Indra, Hasbi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9319

Abstract

The study of Islamic epistemology is increasingly significant in the context of the dominance of modern scientific paradigms that tend to be reductionist and emphasize empiricism and rationalism as the sole legitimate sources of knowledge. Such an orientation has led to the separation of science from moral and spiritual values. This article aims to analyze comprehensively the four sources of knowledge in Islamic epistemology sense perception, reason, khabar ṣādiq (true testimony), and inspiration (ilham)and to explain their integrative structure within an Islamic epistemological framework. This study employs a qualitative approach using library research methods by examining and critically analyzing relevant classical and contemporary literature, including scholarly books and peer-reviewed journal articles. The research stages consist of source collection, conceptual classification, comparative analysis, and epistemological synthesis. The findings reveal that Islamic epistemology does not absolutize a single source of knowledge; rather, it positions the four sources within a layered epistemic structure according to their respective objects of inquiry, namely physical, rational, metaphysical, and inner-spiritual realities. The main conclusion of this study affirms that integrative Islamic epistemology offers a holistic and balanced paradigm of knowledge that harmonizes empirical data, rational analysis, revelatory authority, and spiritual experience. This paradigm has significant implications for the development of Islamic education and scientific inquiry that aim not only at intellectual advancement but also at moral and spiritual formation. ABSTRAK Kajian epistemologi Islam menjadi penting di tengah dominasi paradigma ilmu modern yang cenderung reduksionistik dan menempatkan empirisme serta rasionalitas sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang sah. Kondisi ini berimplikasi pada pemisahan antara ilmu, nilai, dan spiritualitas dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komprehensif empat sumber ilmu dalam epistemologi Islam, yaitu pancaindra, akal, wahyu atau khabar ṣādiq, dan ilham, serta menjelaskan pola integrasinya dalam membangun paradigma epistemologi Islam integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, meliputi buku akademik dan artikel jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan berbagai sumber otoritatif, klasifikasi konsep epistemik, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi Islam tidak memutlakkan satu sumber pengetahuan, melainkan menempatkan keempat sumber ilmu tersebut dalam struktur epistemik berlapis sesuai dengan objek kajiannya, yaitu realitas fisik, rasional, metafisik, dan batiniah. Adapun kesimpulan utama artikel ini menegaskan bahwa epistemologi Islam integratif menawarkan kerangka pengetahuan yang holistik dan seimbang, yang berpotensi menjadi dasar pengembangan ilmu dan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan moral dan spiritual manusia.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GRAPHIC ORGANIZER DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MTS KHOZINATUL ULUM BLORA Jaelani, Muhammad; Nabil, Muhammad; Abidin, Muhammad Zainal
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9324

Abstract

Islamic Cultural History (SKI) learning in Madrasah Tsanawiyah still faces the problem of students’ low learning interest due to monotonous teaching methods that tend to emphasize memorization. This study aims to describe the implementation of a digital-based Graphic Organizer learning model, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze the results of its implementation in increasing eighth-grade students’ learning interest at MTs Khozinatul Ulum Blora. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the digital-based Graphic Organizer model was able to improve students’ learning interest, as reflected in increased attention, enthusiasm, activeness, enjoyment, learning motivation, and better understanding of SKI material. Supporting factors included the availability of facilities and infrastructure, teachers’ competence and creativity, and the suitability of SKI material for visual presentation. Meanwhile, inhibiting factors consisted of limited instructional time and technical constraints in using digital media. Therefore, it can be concluded that the digital-based Graphic Organizer learning model is effective as an innovative learning alternative to enhance students’ learning interest in Islamic Cultural History. ABSTRAK Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Tsanawiyah masih menghadapi permasalahan rendahnya minat belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton dan berorientasi pada hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital, mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis hasil implementasi model tersebut dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII MTs Khozinatul Ulum Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Graphic Organizer berbasis digital mampu meningkatkan minat belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, antusiasme, keaktifan, rasa senang, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi SKI. Faktor pendukung dalam implementasi model ini meliputi ketersediaan sarana prasarana, kompetensi dan kreativitas guru, serta kesesuaian materi SKI dengan penyajian visual. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterbatasan waktu pembelajaran dan kendala teknis penggunaan media digital. Dengan demikian, model pembelajaran Graphic Organizer berbasis digital efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PROSES SOSIALISASI ANAK DIDIK Safrina, Sri; Idi, M. Abdullah; Karoma, Karoma; Dewi, Mutia; Kirana, Candra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9423

Abstract

This study aims to describe the roles of families, schools, and communities in the socialization process of students, with a focus on the integration of the digital context and the Independent Curriculum policy. The literature review indicates that socialization is a multidimensional process that shapes a child's character, social behavior, and identity through the internalization of values, norms, and interaction patterns. The family serves as the primary socialization agent, providing a foundation for morals, emotions, and values. Schools then act as secondary socialization agents, strengthening social skills through formal learning and structured interactions. The community provides a broader socialization space through real-life social experiences. The study also found that the Independent Curriculum strengthens the socialization process through collaborative learning, group projects, and reinforcement of the Pancasila Student Profile values, despite challenges related to the use of digital technology that can reduce face-to-face interaction. From an Islamic perspective, the socialization process has moral and spiritual dimensions that emphasize parental responsibility and the importance of a positive environment. Synergy between families, schools, and communities is a key factor in the success of student socialization. This study offers a conceptual model for inter-institutional collaboration to strengthen children's character education in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses sosialisasi anak didik, dengan fokus pada integrasi konteks digital dan kebijakan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan proses multidimensional yang membentuk karakter, perilaku sosial, dan identitas anak melalui internalisasi nilai, norma, serta pola interaksi. Keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi primer yang memberikan dasar moral, emosi, dan nilai. Sekolah kemudian berperan sebagai agen sosialisasi sekunder yang memperkuat keterampilan sosial melalui pembelajaran formal dan interaksi terstruktur. Masyarakat menyediakan ruang sosialisasi yang lebih luas melalui pengalaman sosial nyata. Penelitian juga menemukan bahwa Kurikulum Merdeka memperkuat proses sosialisasi melalui pembelajaran kolaboratif, proyek kelompok, dan penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, meskipun tantangan muncul terkait penggunaan teknologi digital yang dapat mengurangi interaksi tatap muka. Dalam perspektif Islam, proses sosialisasi memiliki dimensi moral dan spiritual yang menekankan tanggung jawab orang tua serta pentingnya lingkungan yang baik. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan sosialisasi anak didik. Penelitian ini menawarkan model konseptual untuk kolaborasi antarlembaga guna memperkuat pendidikan karakter anak di era digital.  
PERAN KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PERTAMA Rambe, Mirza Syahdat; Zalwa, Annis; Azmi, Tiara; Azzahra, Risma; Laila, Ana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9424

Abstract

The family is a fundamental institution from an Islamic perspective, serving as the foundation for a child's personality, faith, and morality before they enter formal education. This study focuses on a comprehensive examination of the family's strategic role as the primary Islamic educational institution and analyzes the challenges of parenting in the digital era. Using a qualitative approach with a library study method, this study examines various scientific literature, books, and academic journals through descriptive-analytical data analysis techniques to synthesize the concept of ideal family education. The study's findings indicate that the successful internalization of Islamic values ​​is highly dependent on parental role models and consistent practice of worship, which effectively shape religious character and children's self-control against the negative influences of modernization. However, the effectiveness of family education is currently hampered by parental time constraints and the massive dominance of digital media. The main conclusion emphasizes that the family is an irreplaceable spiritual fortress that determines the quality of the next generation. Therefore, strengthening the capacity of parents as primary educators is an absolute prerequisite for producing individuals with noble character who are adaptive while remaining steadfast in religious values. The synergy between conceptual understanding and practical role models at home is an essential key to the success of a holistic and sustainable Islamic education. ABSTRAK Keluarga merupakan institusi fundamental dalam perspektif Islam yang berfungsi sebagai peletak dasar kepribadian, akidah, dan moralitas anak sebelum mengenal pendidikan formal. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji secara komprehensif peran strategis keluarga sebagai lembaga pendidikan Islam pertama serta menganalisis tantangan pengasuhan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal akademik melalui teknik analisis data deskriptif-analitis guna menyintesis konsep pendidikan keluarga yang ideal. Temuan studi menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi nilai keislaman sangat bergantung pada keteladanan orang tua dan konsistensi pembiasaan ibadah yang efektif membentuk karakter religius serta kontrol diri anak terhadap pengaruh negatif modernisasi. Kendati demikian, efektivitas pendidikan keluarga kini terhambat oleh keterbatasan waktu orang tua dan dominasi media digital yang masif. Simpulan utama menegaskan bahwa keluarga adalah benteng spiritual tak tergantikan yang menentukan kualitas generasi penerus, sehingga penguatan kapasitas orang tua sebagai pendidik utama menjadi prasyarat mutlak dalam mencetak individu berakhlak mulia yang adaptif namun tetap teguh pada nilai agama. Sinergi antara pemahaman konseptual dan praktik keteladanan nyata di rumah menjadi kunci esensial keberhasilan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 36