cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 385 Documents
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN DUKUNGAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BILAH HULU I Maksum, Hasan; Harahap, Aziddin; Siregar, Marlina; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Junita, Junita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10297

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of improving the quality of education, which still faces challenges related to the effectiveness of principals’ leadership styles and the support of school committees in the implementation of education. The purpose of this study is to examine the influence of principals’ leadership styles and school committee support on improving the quality of education in Cluster 2 of Bilah Hulu District, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto design. The population consisted of 168 public elementary school teachers, with a sample of 50 respondents selected proportionally. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and then analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results indicate that the instruments used met the criteria of validity and reliability, and there is a strong and significant relationship among the variables. Partially, both the principals’ leadership style and school committee support have a significant effect on the quality of education. Simultaneously, these two variables contribute 72.2% to the improvement of educational quality. Thus, it can be concluded that the more effective the principal’s leadership style and the higher the level of school committee support, the greater the improvement in educational quality. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan yang masih menghadapi kendala terkait efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gugus 2 Kecamatan Bilah Hulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex-post facto. Populasi penelitian adalah 168 guru SD Negeri dengan sampel 50 responden yang diambil secara proporsional. Data  dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antarvariabel. Secara parsial, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 72,2% terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi dukungan komite sekolah, maka mutu pendidikan akan semakin meningkat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN BILAH HULU Hairani, Ummy; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhammad; Siregar, Marlina
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10312

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in determining the quality of education in elementary schools; however, it is still influenced by various managerial and psychological aspects within the school environment. This study aims to examine the effect of principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation on teacher performance in public elementary schools located in Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 50 teachers selected through a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The results show that principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on teacher performance. The strength of the model is indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.629, meaning that 62.9% of the variation in teacher performance can be explained by these three variables. These findings emphasize that improving teacher performance requires strengthening principals’ leadership practices, fostering a conducive school culture, and continuously enhancing teachers’ work motivation. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah dasar, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek manajerial dan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kekuatan model ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,629, yang berarti 62,9% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru perlu dilakukan melalui penguatan praktik kepemimpinan kepala sekolah, penciptaan budaya sekolah yang kondusif, serta peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan.
ANALISIS PRAGMATIS TERHADAP HUMOR TULISAN INDONESIA Efendi, Ali Satri; Budiasningrum, Retno Setya; Setiawan, Jajang
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10600

Abstract

ABSTRACT Humor is a universal phenomenon found across cultures; however, the mechanisms underlying its construction particularly in written form tend to be more complex than those of spoken humor due to the absence of nonverbal contextual cues. This study aims to examine how humorous effects in written texts are constructed through violations of Grice’s cooperative principle from a pragmatic perspective. This research employs a descriptive qualitative approach, using 15 humor texts selected from the book Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha as the data source. The data were analyzed through stages of identification, classification, and interpretation of maxim violations and their relation to the emergence of humor. The findings indicate that violations of the maxim of relevance are the most dominant pattern in generating humor, particularly through mismatches between responses and expected contexts. In addition, violations of the maxims of quality, quantity, and manner were also identified, contributing to humorous effects through strategies such as wordplay, hyperbole, exaggeration, and the use of implicature. Overall, maxim violations do not merely represent communicative deviations but function as deliberate rhetorical strategies to produce unexpected meanings. Thus, written humor can be understood as a linguistic practice that relies on the manipulation of context and reader expectations to create humorous effects. ABSTRAK Humor merupakan fenomena universal yang hadir dalam berbagai budaya, namun mekanisme pembentukannya, khususnya dalam bentuk tertulis, sering kali lebih kompleks dibandingkan humor lisan karena keterbatasan konteks nonverbal. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana efek kelucuan dalam humor tertulis dibangun melalui pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam perspektif pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa 15 teks humor yang diambil dari buku “Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha”. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi bentuk pelanggaran maksim serta keterkaitannya dengan kemunculan efek humor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim relevansi merupakan pola yang paling dominan dalam menciptakan kelucuan, terutama melalui ketidaksesuaian antara respons dan konteks yang diharapkan. Selain itu, ditemukan pula pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan cara yang berkontribusi terhadap efek humor melalui strategi seperti wordplay, hiperbola, eksagerasi, serta penggunaan implicature. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim tidak sekadar menunjukkan deviasi komunikasi, tetapi berfungsi sebagai strategi retoris yang disengaja untuk menghadirkan kejutan makna. Dengan demikian, humor tertulis dapat dipahami sebagai praktik linguistik yang mengandalkan manipulasi konteks dan ekspektasi pembaca guna menghasilkan efek kelucuan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ETIKA PESERTA DIDIK MELALUI METODE ROLE PLAY DALAM PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DI DTA AL-MUHAJIRIN Dadan, Dadan; Hamidah, Asti; Azzahra, Keisya; Auliannisa, Rahma; Nihayati, Annida; Naufal, Raihan; Oktiwanti, Lesi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10885

Abstract

The process of instilling ethical values in students frequently remains centered on the theoretical delivery of material and has not been adequately connected to real-life situations, resulting in low levels of comprehension and active student engagement during the learning process. A similar phenomenon was identified at DTA Al-Muhajirin, where the majority of students demonstrated passive attitudes and experienced difficulties in translating ethical values into their daily behavior. This study was conducted to examine the extent to which students’ ethical knowledge could be improved through the implementation of the role-play method within the framework of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The study employed a quantitative descriptive research design involving 20 students aged 8–12 years at DTA Al-Muhajirin as research participants. Data were collected using pretest and posttest instruments to measure students’ ethical knowledge before and after the instructional intervention was implemented. The findings revealed a substantial improvement in students’ ethical knowledge following the intervention. The average score increased from 78 to 93, while the lowest score improved from 53.3 to 80. All students consistently demonstrated positive score trajectories, indicating that the role-play method within the CTL framework has the potential to create more meaningful, contextualized, and participatory learning experiences. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the role-play method through the CTL approach made a significant positive contribution to enhancing students’ ethical understanding at DTA Al-Muhajirin. ABSTRAK Proses penanaman nilai etika kepada peserta didik kerap kali masih bertumpu pada penyampaian materi secara teoritis dan belum dihubungkan secara memadai dengan situasi kehidupan yang sesungguhnya, sehingga berimplikasi pada rendahnya daya serap maupun keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung. Fenomena yang sama turut teridentifikasi di DTA Al-Muhajirin, di mana sebagian besar peserta didik menunjukkan sikap pasif dan mengalami kesulitan dalam mengejawantahkan nilai-nilai etika ke dalam perilaku keseharian mereka. Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan mengkaji sejauh mana pengetahuan etika peserta didik dapat ditingkatkan melalui implementasi metode role play dalam bingkai pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 20 peserta didik berusia 8–12 tahun di DTA Al-Muhajirin sebagai subjek kajian. Instrumen pengumpulan data berupa pretest dan posttest yang digunakan untuk memotret tingkat pengetahuan etika peserta didik sebelum dan setelah perlakuan pembelajaran diterapkan. Temuan penelitian mengungkapkan adanya lonjakan yang cukup signifikan pada pengetahuan etika peserta didik pascaintervensi. Rerata nilai mengalami kenaikan dari 78 menjadi 93, sementara capaian terendah turut meningkat dari 53,3 menjadi 80. Keseluruhan peserta didik tanpa pengecualian memperlihatkan trajektori nilai yang positif, yang mengisyaratkan bahwa metode role play dalam kerangka CTL berpotensi mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, membumi, dan mendorong partisipasi aktif. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode role play melalui pendekatan CTL memberikan kontribusi positif yang nyata dalam menumbuhkan pemahaman etika peserta didik di DTA Al-Muhajirin.
PENARUH RATIONAL EMOTIVE THERAPY TERHADAP PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA REMAJA Solehah, Rahayu; Mustakim, Mustakim; Kartiani, Baiq Sarlita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10924

Abstract

ABSTRACT Self-destructive behavior among students has become a psychological issue that requires serious attention because it may affect students’ emotional, social, and academic development at school. This phenomenon indicates the importance of guidance and counseling services that can help students transform negative thought patterns and behaviors into more rational and adaptive ones. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Therapy on students’ self-destructive behavior at SMPN 6 Mataram. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one group pretest-posttest model. The sampling technique used was purposive sampling, involving 9 students selected from a population of 60 students who demonstrated high levels of self-destructive behavior. Research data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data collection methods. Data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the calculated t-value of 6.074 was higher than the t-table value of 2.306 at the 5% significance level (6.074 > 2.306), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate that the implementation of Rational Emotive Therapy was effective in reducing students’ tendencies toward self-destructive behavior through the development of more rational and positive thinking patterns. The implications of this study suggest that Rational Emotive Therapy can be utilized as an alternative guidance and counseling service to help students improve self-control and develop more adaptive behavioral adjustment within the school environment. ABSTRAK Perilaku self destructive pada siswa menjadi permasalahan psikologis yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan perkembangan belajar siswa di sekolah. Fenomena ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang mampu membantu siswa mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi lebih rasional dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rational Emotive Therapy terhadap perilaku self destructive siswa di SMPN 6 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 9 siswa dari populasi 60 siswa yang memiliki tingkat perilaku self destructive tinggi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 6,074 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,306 pada taraf signifikansi 5% (6,074 > 2,306), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Rational Emotive Therapy mampu membantu siswa mengurangi kecenderungan perilaku self destructive melalui perubahan pola pikir yang lebih rasional dan positif. Implikasi penelitian ini memperlihatkan bahwa Rational Emotive Therapy dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengembangkan kontrol diri dan penyesuaian perilaku yang lebih baik di lingkungan sekolah.