cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN DUKUNGAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BILAH HULU I Hasan Maksum; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10297

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of improving the quality of education, which still faces challenges related to the effectiveness of principals’ leadership styles and the support of school committees in the implementation of education. The purpose of this study is to examine the influence of principals’ leadership styles and school committee support on improving the quality of education in Cluster 2 of Bilah Hulu District, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto design. The population consisted of 168 public elementary school teachers, with a sample of 50 respondents selected proportionally. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and then analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results indicate that the instruments used met the criteria of validity and reliability, and there is a strong and significant relationship among the variables. Partially, both the principals’ leadership style and school committee support have a significant effect on the quality of education. Simultaneously, these two variables contribute 72.2% to the improvement of educational quality. Thus, it can be concluded that the more effective the principal’s leadership style and the higher the level of school committee support, the greater the improvement in educational quality. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan yang masih menghadapi kendala terkait efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gugus 2 Kecamatan Bilah Hulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex-post facto. Populasi penelitian adalah 168 guru SD Negeri dengan sampel 50 responden yang diambil secara proporsional. Data  dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antarvariabel. Secara parsial, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 72,2% terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi dukungan komite sekolah, maka mutu pendidikan akan semakin meningkat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN BILAH HULU Ummy Hairani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10312

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in determining the quality of education in elementary schools; however, it is still influenced by various managerial and psychological aspects within the school environment. This study aims to examine the effect of principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation on teacher performance in public elementary schools located in Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 50 teachers selected through a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The results show that principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on teacher performance. The strength of the model is indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.629, meaning that 62.9% of the variation in teacher performance can be explained by these three variables. These findings emphasize that improving teacher performance requires strengthening principals’ leadership practices, fostering a conducive school culture, and continuously enhancing teachers’ work motivation. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah dasar, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek manajerial dan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kekuatan model ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,629, yang berarti 62,9% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru perlu dilakukan melalui penguatan praktik kepemimpinan kepala sekolah, penciptaan budaya sekolah yang kondusif, serta peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan.
ANALISIS PRAGMATIS TERHADAP HUMOR TULISAN INDONESIA Ali Satri Efendi; Retno Setya Budiasningrum; Jajang Setiawan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10600

Abstract

ABSTRACT Humor is a universal phenomenon found across cultures; however, the mechanisms underlying its construction particularly in written form tend to be more complex than those of spoken humor due to the absence of nonverbal contextual cues. This study aims to examine how humorous effects in written texts are constructed through violations of Grice’s cooperative principle from a pragmatic perspective. This research employs a descriptive qualitative approach, using 15 humor texts selected from the book Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha as the data source. The data were analyzed through stages of identification, classification, and interpretation of maxim violations and their relation to the emergence of humor. The findings indicate that violations of the maxim of relevance are the most dominant pattern in generating humor, particularly through mismatches between responses and expected contexts. In addition, violations of the maxims of quality, quantity, and manner were also identified, contributing to humorous effects through strategies such as wordplay, hyperbole, exaggeration, and the use of implicature. Overall, maxim violations do not merely represent communicative deviations but function as deliberate rhetorical strategies to produce unexpected meanings. Thus, written humor can be understood as a linguistic practice that relies on the manipulation of context and reader expectations to create humorous effects. ABSTRAK Humor merupakan fenomena universal yang hadir dalam berbagai budaya, namun mekanisme pembentukannya, khususnya dalam bentuk tertulis, sering kali lebih kompleks dibandingkan humor lisan karena keterbatasan konteks nonverbal. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana efek kelucuan dalam humor tertulis dibangun melalui pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam perspektif pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa 15 teks humor yang diambil dari buku “Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha”. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi bentuk pelanggaran maksim serta keterkaitannya dengan kemunculan efek humor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim relevansi merupakan pola yang paling dominan dalam menciptakan kelucuan, terutama melalui ketidaksesuaian antara respons dan konteks yang diharapkan. Selain itu, ditemukan pula pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan cara yang berkontribusi terhadap efek humor melalui strategi seperti wordplay, hiperbola, eksagerasi, serta penggunaan implicature. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim tidak sekadar menunjukkan deviasi komunikasi, tetapi berfungsi sebagai strategi retoris yang disengaja untuk menghadirkan kejutan makna. Dengan demikian, humor tertulis dapat dipahami sebagai praktik linguistik yang mengandalkan manipulasi konteks dan ekspektasi pembaca guna menghasilkan efek kelucuan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ETIKA PESERTA DIDIK MELALUI METODE ROLE PLAY DALAM PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DI DTA AL-MUHAJIRIN Dadan Dadan; Asti Hamidah; Keisya Azzahra; Rahma Auliannisa; Annida Nihayati; Raihan Naufal; Lesi Oktiwanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10885

Abstract

The process of instilling ethical values in students frequently remains centered on the theoretical delivery of material and has not been adequately connected to real-life situations, resulting in low levels of comprehension and active student engagement during the learning process. A similar phenomenon was identified at DTA Al-Muhajirin, where the majority of students demonstrated passive attitudes and experienced difficulties in translating ethical values into their daily behavior. This study was conducted to examine the extent to which students’ ethical knowledge could be improved through the implementation of the role-play method within the framework of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The study employed a quantitative descriptive research design involving 20 students aged 8–12 years at DTA Al-Muhajirin as research participants. Data were collected using pretest and posttest instruments to measure students’ ethical knowledge before and after the instructional intervention was implemented. The findings revealed a substantial improvement in students’ ethical knowledge following the intervention. The average score increased from 78 to 93, while the lowest score improved from 53.3 to 80. All students consistently demonstrated positive score trajectories, indicating that the role-play method within the CTL framework has the potential to create more meaningful, contextualized, and participatory learning experiences. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the role-play method through the CTL approach made a significant positive contribution to enhancing students’ ethical understanding at DTA Al-Muhajirin. ABSTRAK Proses penanaman nilai etika kepada peserta didik kerap kali masih bertumpu pada penyampaian materi secara teoritis dan belum dihubungkan secara memadai dengan situasi kehidupan yang sesungguhnya, sehingga berimplikasi pada rendahnya daya serap maupun keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung. Fenomena yang sama turut teridentifikasi di DTA Al-Muhajirin, di mana sebagian besar peserta didik menunjukkan sikap pasif dan mengalami kesulitan dalam mengejawantahkan nilai-nilai etika ke dalam perilaku keseharian mereka. Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan mengkaji sejauh mana pengetahuan etika peserta didik dapat ditingkatkan melalui implementasi metode role play dalam bingkai pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 20 peserta didik berusia 8–12 tahun di DTA Al-Muhajirin sebagai subjek kajian. Instrumen pengumpulan data berupa pretest dan posttest yang digunakan untuk memotret tingkat pengetahuan etika peserta didik sebelum dan setelah perlakuan pembelajaran diterapkan. Temuan penelitian mengungkapkan adanya lonjakan yang cukup signifikan pada pengetahuan etika peserta didik pascaintervensi. Rerata nilai mengalami kenaikan dari 78 menjadi 93, sementara capaian terendah turut meningkat dari 53,3 menjadi 80. Keseluruhan peserta didik tanpa pengecualian memperlihatkan trajektori nilai yang positif, yang mengisyaratkan bahwa metode role play dalam kerangka CTL berpotensi mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, membumi, dan mendorong partisipasi aktif. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode role play melalui pendekatan CTL memberikan kontribusi positif yang nyata dalam menumbuhkan pemahaman etika peserta didik di DTA Al-Muhajirin.
PENARUH RATIONAL EMOTIVE THERAPY TERHADAP PERILAKU SELF-DESTRUCTIVE PADA REMAJA Rahayu Solehah; Mustakim Mustakim; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.10924

Abstract

ABSTRACT Self-destructive behavior among students has become a psychological issue that requires serious attention because it may affect students’ emotional, social, and academic development at school. This phenomenon indicates the importance of guidance and counseling services that can help students transform negative thought patterns and behaviors into more rational and adaptive ones. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Therapy on students’ self-destructive behavior at SMPN 6 Mataram. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one group pretest-posttest model. The sampling technique used was purposive sampling, involving 9 students selected from a population of 60 students who demonstrated high levels of self-destructive behavior. Research data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data collection methods. Data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the calculated t-value of 6.074 was higher than the t-table value of 2.306 at the 5% significance level (6.074 > 2.306), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings demonstrate that the implementation of Rational Emotive Therapy was effective in reducing students’ tendencies toward self-destructive behavior through the development of more rational and positive thinking patterns. The implications of this study suggest that Rational Emotive Therapy can be utilized as an alternative guidance and counseling service to help students improve self-control and develop more adaptive behavioral adjustment within the school environment. ABSTRAK Perilaku self destructive pada siswa menjadi permasalahan psikologis yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan perkembangan belajar siswa di sekolah. Fenomena ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang mampu membantu siswa mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi lebih rasional dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rational Emotive Therapy terhadap perilaku self destructive siswa di SMPN 6 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 9 siswa dari populasi 60 siswa yang memiliki tingkat perilaku self destructive tinggi. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 6,074 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,306 pada taraf signifikansi 5% (6,074 > 2,306), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Rational Emotive Therapy mampu membantu siswa mengurangi kecenderungan perilaku self destructive melalui perubahan pola pikir yang lebih rasional dan positif. Implikasi penelitian ini memperlihatkan bahwa Rational Emotive Therapy dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam mengembangkan kontrol diri dan penyesuaian perilaku yang lebih baik di lingkungan sekolah.
TAZKIYATUN NAFS DALAM AL-QUR`AN: PENDIDIKAN JIWA DAN PEMBENTUKAN MORAL SERTA RELEVANSINYA TERHADAP TERAPI SPIRITUAL DI ERA DISRUPSI Dewi Maharani; Akhmad Alim; Ibdal Syah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9329

Abstract

The era of disruption is characterized by technological acceleration, social transformation, and psychological pressures that contribute to increased anxiety, stress, and a crisis of spiritual meaning across various segments of society. In this context, tazkiyatun nafs (spiritual purification/education of the soul) in the Qur’an offers a strong spiritual foundation with potential as a psychospiritual therapeutic framework. This study aims to analyze the concept of tazkiyatun nafs in the Qur’an and examine its relevance to the development of spiritual therapy models in the era of disruption, while also identifying the position of this study within the research landscape of the last five years. This research employs a library research approach with thematic analysis of Qur’anic verses related to spiritual purification, combined with a systematic literature review of reputable international and national journals published between 2020–2025. The findings indicate that Qur’anic values such as takhalli, tahalli, and tajalli, along with the strengthening of practices such as muhasabah, patience, gratitude, and reliance on God (tawakkul), have strong relevance to contemporary spiritual therapy needs. However, the study also reveals a limited number of empirical studies that develop psychologically measurable spiritual therapy models based on tazkiyatun nafs. Therefore, this study offers novelty in the form of strengthening a conceptual framework that may be developed into a structured Qur’anic psychospiritual therapy model with the potential for integration into modern psychological approaches. Theoretically, this study enriches Islamic education and Islamic psychology discourse, while practically providing direction for developing relevant spiritual intervention strategies to address mental health challenges in the era of disruption. ABSTRAK Era disrupsi ditandai dengan percepatan teknologi, perubahan sosial, dan tekanan psikologis yang berimplikasi pada meningkatnya kecemasan, stres, serta krisis makna spiritual pada berbagai lapisan masyarakat. Dalam konteks ini, tazkiyatun nafs (pendidikan jiwa/penyucian diri) dalam Al-Qur’an menawarkan fondasi spiritual yang potensial sebagai terapi psikospiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep tazkiyatun nafs dalam Al-Qur’an dan mengkaji relevansinya terhadap pengembangan model terapi spiritual di era disrupsi, sekaligus mengidentifikasi posisi penelitian ini dalam peta riset lima tahun terakhir. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an terkait penyucian jiwa, dikombinasikan dengan systematic literature review jurnal internasional dan nasional bereputasi periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani seperti takhalli, tahalli, dan tajalli serta penguatan muhasabah, sabar, syukur, dan tawakkal memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan terapi spiritual modern. Namun, temuan juga menunjukkan masih terbatasnya penelitian empiris yang mengembangkan model terapi spiritual berbasis tazkiyatun nafs yang terukur secara psikologis. Karena itu, penelitian ini menawarkan novelty berupa penguatan kerangka konseptual yang dapat dikembangkan menjadi model terapi psikospiritual Qur’ani terstruktur dan berpotensi diintegrasikan dengan pendekatan psikologi modern. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian pendidikan Islam dan psikologi Islam, sedangkan secara praktis memberikan arah pengembangan intervensi spiritual yang relevan dengan problem mental masyarakat era disrupsi.
DINAMIKA KETERLIBATAN GRANPARENTING DALAM PROSES PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB Anggita Maharani; Hibatun Nabilah; Nailah Amalia Fatihah; Yasmin Azzahro
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9426

Abstract

Children with intellectual disabilities face significant intellectual and adaptive barriers that require intensive support in the learning process to achieve independence. The phenomenon of grandparenting emerges as a crucial support mechanism when parents have limited time, but the dynamics of their involvement in the context of special education are still rarely explored in depth. This study aims to analyze the dynamics of the role of grandparents in supporting the learning process of children with intellectual disabilities at the Cendono State Special Needs School in Kudus. This study uses a qualitative approach with data collection techniques such as in-depth interviews, participant observation, and documentation with three grandparents as the main subjects and teachers as supporting informants. The research findings reveal that grandparents play a strategic role in cognitive, communication, emotional, and academic aspects through unique parenting styles. Effective strategies implemented include intensive repetition of material, the use of concrete visual media, simplification of verbal instructions, and managing children's emotional stability with great patience. Despite facing physical challenges due to age and a limited theoretical understanding of special needs, they are able to establish a consistent and synergistic learning routine with the school program. The main conclusion confirms that grandparenting contributes significantly as a holistic educational support system at home, so that a special empowerment program is needed to optimize their mentoring competencies. ABSTRAKAnak tunagrahita menghadapi hambatan intelektual dan adaptif signifikan yang menuntut pendampingan intensif dalam proses pembelajaran untuk mencapai kemandirian hidup. Fenomena grandparenting muncul sebagai mekanisme pendukung krusial ketika orang tua memiliki keterbatasan waktu, namun dinamika keterlibatan mereka dalam konteks pendidikan luar biasa masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika peran kakek dan nenek dalam mendampingi proses belajar anak tunagrahita di SLB Negeri Cendono Kudus. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tiga kakek-nenek sebagai subjek utama serta guru sebagai informan pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kakek dan nenek memiliki peran strategis dalam aspek kognitif, komunikasi, emosional, dan akademik melalui pola asuh yang khas. Strategi efektif yang diterapkan meliputi pengulangan materi secara intensif, pemanfaatan media visual konkret, penyederhanaan instruksi verbal, serta pengelolaan stabilitas emosi anak dengan kesabaran tinggi. Kendati menghadapi tantangan fisik akibat faktor usia dan minimnya pemahaman teoritis mengenai kebutuhan khusus, mereka mampu membangun rutinitas belajar yang konsisten dan sinergis dengan program sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa grandparenting berkontribusi signifikan sebagai sistem pendukung pendidikan holistik di rumah, sehingga diperlukan program pemberdayaan khusus untuk mengoptimalkan kompetensi pendampingan mereka.  
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Danik Ary Widyanto; Agus Yuliantoro; Sukini Sukini; Hersulastuti Hersulastuti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9523

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the urgency of strengthening character education in junior high school literature learning, which has not optimally utilized literary works as a medium for internalizing values, resulting in a gap between curriculum objectives and classroom practices that remain cognitively oriented. The study aims to describe the character education values contained in the novel Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi and to analyze its relevance as an alternative teaching material for eighth-grade novel text learning. This research employs a descriptive qualitative approach using content analysis. The primary data consist of the novel text, while supporting data are derived from curriculum documents. Data were collected through intensive reading and note-taking, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, strengthened by document triangulation. The findings reveal values of religiosity, discipline, hard work, responsibility, honesty, independence, appreciation of knowledge, and friendship, which align with the basic competencies of novel text learning and support the development of students’ character profiles. The study concludes that integrating literary works enriches literacy experiences and fosters contextual character formation, making the novel relevant and appropriate as teaching material in literature learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMP yang belum optimal memanfaatkan karya sastra sebagai media internalisasi nilai, sehingga terjadi kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran yang masih berorientasi kognitif. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi serta menganalisis relevansinya sebagai alternatif bahan ajar teks novel kelas VIII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa teks novel sebagai sumber utama dan dokumen kurikulum sebagai pendukung, dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dengan penguatan triangulasi dokumen. Hasil menunjukkan adanya nilai religiusitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, apresiasi terhadap ilmu, dan persahabatan yang selaras dengan kompetensi dasar pembelajaran teks novel serta mendukung profil pelajar berkarakter. Temuan menegaskan bahwa integrasi karya sastra dapat memperkaya literasi sekaligus membentuk karakter secara kontekstual, sehingga novel tersebut relevan dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra.
EFEKTIVITAS KONSELING REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK INTERPERSONAL SISWA DI UPTD SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI Piterman Gulo; Hosianna Rodearni Damanik; Justin Foera-era Lase; Famahato Lase
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9582

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the increasing incidence of interpersonal conflicts among students at UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli, which has disrupted social interactions and the learning process. Unresolved conflicts may hinder students’ emotional regulation and social adjustment, thus requiring appropriate counseling interventions. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in resolving students’ interpersonal conflicts. This study emphasizes the importance of a cognitive-behavioral approach in school counseling services as a systematic strategy to develop rational thinking patterns and adaptive social responses. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 22 eighth-grade students divided into an experimental group and a control group, each comprising 11 students. The instrument was a Likert-scale questionnaire that met validity and reliability criteria, and data were analyzed using inferential statistics and N-Gain analysis. The results showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (<0.05) in the experimental group, with an average N-Gain of 62.59% (moderately effective category), while the control group obtained only 1.73% (ineffective category). These findings indicate that REBT counseling effectively enhances rational thinking, emotional regulation, and the quality of students’ social relationships in a more constructive manner. Therefore, REBT is considered an effective intervention for addressing interpersonal conflicts in the school setting. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal antar siswa di UPTD SMP Negeri 2 Gunungsitoli yang berdampak pada terganggunya interaksi sosial dan proses pembelajaran. Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi menghambat regulasi emosi dan penyesuaian diri siswa, sehingga diperlukan intervensi konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu penyelesaian konflik interpersonal siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kognitif-perilaku dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah sebagai strategi sistematis untuk membentuk pola pikir rasional dan respons sosial yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel berjumlah 22 siswa kelas VIII-B yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 11 siswa. Instrumen berupa angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik inferensial dan N-Gain. Hasil menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05) pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata N-Gain 62,59% (kategori cukup efektif), sedangkan kelompok kontrol hanya 1,73% (tidak efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa konseling REBT efektif meningkatkan rasionalitas berpikir, pengendalian emosi, dan kualitas relasi sosial siswa secara lebih konstruktif. Dengan demikian, REBT layak diterapkan sebagai intervensi dalam menangani konflik interpersonal di lingkungan sekolah.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Sy. Rohana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9636

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) faces challenges in accommodating the diverse characteristics of students, including differences in learning readiness, interests, learning styles, and socio-cultural backgrounds. One relevant approach to addressing these challenges is the differentiated learning model. This article aims to conceptually analyze the implementation of differentiated learning in Islamic Religious Education, including its fundamental concepts, characteristics, implementation procedures, and challenges encountered in practice. This study employs a library research method by collecting and analyzing various scholarly sources such as books, journal articles, and educational policy documents related to differentiated instruction and Islamic Religious Education. The findings indicate that differentiated learning enables teachers to adjust content, learning processes, and learning products according to students’ needs, thereby creating a more inclusive, effective, and meaningful learning environment. The implementation of this model contributes to increased motivation, active participation, and the development of students’ cognitive, affective, and psychomotor domains. Therefore, differentiated learning serves as an essential strategy in supporting the optimal and sustainable achievement of Islamic Religious Education learning objectives. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik yang meliputi perbedaan kesiapan belajar, minat, gaya belajar, serta latar belakang sosial dan kultural. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut adalah model pembelajaran berdiferensiasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual penerapan model pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran PAI, meliputi konsep dasar, karakteristik, langkah-langkah implementasi, serta kendala yang dihadapi dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi dan PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, sehingga tercipta pembelajaran yang lebih inklusif, efektif, dan bermakna. Penerapan model ini berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, partisipasi aktif, serta pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran PAI secara optimal dan berkelanjutan.