cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 359 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN BERKEBUN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Monita, Dewi Krisiyanti; Hidayah, Nahdiyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9741

Abstract

Early childhood is a golden period of brain development that requires integrated stimulation, but environmental awareness is often hampered by conventional learning methods that lack direct experience for students. This study aims to optimize ecological literacy through gardening activities for twenty students aged four to five years at KB Al-Kautsar Banjarnegara. Using a Classroom Action Research design with a spiral model, this study was conducted in two cycles involving the stages of scenario planning, implementation of planting actions, systematic observation, and critical reflection in the field. Data collection was carried out through direct observation techniques on three main indicators that were analyzed using simple descriptive statistics. The research findings show a substantial increase in children's capacity in each cycle: the ability to recognize plant types increased significantly from 40% to 95%, understanding of plant care procedures increased from 45% to 90%, and the manifestation of caring attitudes towards the surrounding environment grew from 40% to 80%. These results prove that outdoor experience-based learning methods are able to transform abstract material into concrete understanding that is imprinted in children's long-term memory. The main conclusion confirms that gardening activities are a highly effective contextual pedagogical strategy in improving the ability to recognize the environment while simultaneously building naturalist intelligence and responsible character in early childhood in a sustainable manner. ABSTRAK Fase usia dini merupakan periode keemasan perkembangan otak yang memerlukan stimulasi terintegrasi, namun pengenalan lingkungan seringkali terhambat oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan pengalaman langsung bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi ekologis melalui aktivitas berkebun pada dua puluh anak didik usia empat hingga lima tahun di KB Al-Kautsar Banjarnegara. Menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan model spiral, studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan tahapan perencanaan skenario, pelaksanaan tindakan menanam, observasi sistematis, serta refleksi kritis di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi langsung terhadap tiga indikator utama yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif sederhana. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas anak secara substansial pada setiap siklus: kemampuan mengenali jenis tanaman meningkat signifikan dari 40% menjadi 95%, pemahaman tata cara merawat tumbuhan naik dari 45% menjadi 90%, dan manifestasi sikap peduli terhadap lingkungan sekitar tumbuh dari 40% ke angka 80%. Hasil ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman di luar ruangan mampu mentransformasi materi abstrak menjadi pemahaman konkret yang membekas pada ingatan jangka panjang anak. Simpulan utama menegaskan bahwa kegiatan berkebun merupakan strategi pedagogis kontekstual yang sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal lingkungan sekaligus membangun kecerdasan naturalis serta karakter bertanggung jawab pada anak usia dini secara berkelanjutan.
MENGATASI OVERTHINKING: TANTANGAN MAHASISWA PAI MENUJU GURU PROFESIONAL Susanti, Agus
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9743

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the challenges faced by Islamic Education (PAI) students in their academic journey toward teacher professionalism, particularly regarding the phenomenon of overthinking, which often arises as a form of anxiety and self-doubt. Using a qualitative method with a phenomenological approach, the research explores the experiences of seven PAI students from the 2021 cohort at UIN Raden Intan Lampung through interviews, observations, and documentation, and analyzes them thematically to uncover the essential meaning of their experiences. The findings reveal that overthinking negatively affects productivity, emotional stability, and self-confidence, yet simultaneously serves as a medium for building resilience and mental toughness. The strategies employed by students to manage overthinking include integrating psychological and spiritual approaches, such as strengthening Islamic values and fostering a supportive academic environment. These findings affirm that Islamic higher education plays a crucial role in shaping professional PAI teachers, not only through mastery of knowledge but also through psychological and spiritual balance that supports the development of character, exemplary conduct, and readiness to face the dynamics of the educational world.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses akademik menuju profesionalisme guru, khususnya terkait fenomena overthinking yang kerap muncul sebagai bentuk kecemasan dan keraguan diri. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman tujuh mahasiswa PAI angkatan 2021 UIN Raden Intan Lampung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik untuk menemukan makna esensial dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overthinking berdampak pada penurunan produktivitas, kestabilan emosional, dan kepercayaan diri, namun sekaligus menjadi sarana pembentukan resiliensi dan ketangguhan mental. Strategi pengelolaan overthinking yang dilakukan mahasiswa meliputi integrasi pendekatan psikologis dan spiritual, seperti penguatan nilai-nilai Islam, serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi Islam berperan penting dalam membentuk guru PAI yang profesional, tidak hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui keseimbangan psikologis dan spiritual yang mendukung pembentukan karakter, keteladanan, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA KEAGAAMAN: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Khoirunnisa, Ratna; Ardhan, Dhea Tisane; Saidatuningtyas, Ifa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9744

Abstract

Presidential speeches at religious events are often viewed as mere ceremonial formalities, yet they contain crucial pragmatic strategies for influencing public attitudes. This study examines the illocutionary speech acts in President Prabowo Subianto's welcoming speech at the 2025 National Christmas Celebration to describe their types, dominant types, and communicative functions. Using a descriptive qualitative approach with a content analysis method, the research stages include data collection from the official website of the Cabinet Secretariat and classification of speech segments based on John Searle's theory. The analysis results identified 31 occurrences of illocutionary speech acts in 25 speech segments. Quantitatively, the assertive type dominated with 12 findings (38.7%), followed by expressive with 7 findings (22.6%), directive with 5 findings (16.1%), and commissive with 4 findings (12.9%), with no declarative speech acts. The findings indicate that assertive dominance functions to frame the factual narrative of the nation's condition, while expressive strengthens interpersonal relationships with the audience. Directive speech acts are used as instruments of moral persuasion to maintain unity, while commissive speeches emphasize the government's promise of performance for the welfare of the people. The main conclusion of this study confirms that the president's speech is a strategic political discourse that utilizes a variety of linguistic strategies to construct meaning and influence in communication in the public sphere. This study demonstrates that speech choices play a vital role in shaping the image of inclusive leadership in Indonesia's multicultural society. ABSTRAK Pidato presiden dalam acara keagamaan sering kali hanya dipandang sebagai formalitas seremonial, padahal di dalamnya terkandung strategi pragmatik krusial untuk memengaruhi sikap publik. Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi dalam pidato sambutan Presiden Prabowo Subianto pada Perayaan Natal Nasional 2025 guna mendeskripsikan jenis, tipe dominan, serta fungsi komunikatifnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dari situs resmi Sekretariat Kabinet dan klasifikasi segmen pidato berdasarkan teori John Searle. Hasil analisis mengidentifikasi 31 kemunculan tindak tutur ilokusi dalam 25 segmen pidato. Secara kuantitatif, tipe asertif mendominasi dengan 12 temuan (38,7%), diikuti ekspresif 7 temuan (22,6%), direktif 5 temuan (16,1%), dan komisif 4 temuan (12,9%), tanpa adanya tindak tutur deklaratif. Temuan menunjukkan bahwa dominasi asertif berfungsi membingkai narasi faktual kondisi bangsa, sementara ekspresif memperkuat relasi interpersonal dengan audiens. Tindak tutur direktif digunakan sebagai instrumen persuasi moral untuk menjaga persatuan, sedangkan komisif menegaskan janji kinerja pemerintah bagi kesejahteraan rakyat. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pidato presiden merupakan wacana politik strategis yang memanfaatkan keragaman strategi kebahasaan untuk membangun makna dan pengaruh komunikasi di ruang publik. Kajian ini membuktikan bahwa pilihan tuturan berperan vital dalam membentuk citra kepemimpinan yang inklusif pada masyarakat Indonesia yang multikultural.  
EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR DENGAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN BERBASIS NILAI-NILAI TRI HITA KARANA BAGI REMAJA KORBAN PERCERAIAN Putri, Ni Wayan Cindy Amelia; Gading, I Ketut; Paramartha, Wayan Eka
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9764

Abstract

Happiness is a condition where individuals tend to remember positive experiences rather than negative ones. Happiness can also be defined as a positive emotion that fuels enthusiasm and gives meaning to every individual's actions. According to the local value of Tri Hita Karana, happiness is a harmonious relationship between humans and God (Parahyangan), between humans and others (Pawongan), and between humans and the environment (Palemahan). This study addresses the low happiness of adolescent victims of divorce, which often causes emotional trauma, depression, and difficulties in social adaptation. The impacts of parental divorce include loss of affection, mental stress, and environmental changes, with triggering factors such as economics, conflict, and infidelity. This study tested the effectiveness of Cognitive Behavior counseling using the Reframing technique to increase the happiness of adolescents at the Dana Punia Orphanage, Singaraja. This intervention changed negative thought patterns into positive perspectives through stages such as identifying perceptions, reframing, and follow-up. The hypothesis stated that the intervention was effective in increasing happiness indicators such as spiritual calm and harmonious relationships. This study used a quasi-experimental design with a Pretest-Posttest control group experimental research design with 10 samples of adolescents aged 15-21 years (5 experimental groups, 5 control groups). The intervention consisted of six sessions, measured using a Tri Hita Karana-based happiness questionnaire. Reframing techniques included rational strategies, perception modification, and homework for habituation. Cognitive Behavior Counseling with Reframing integrated with local Tri Hita Karana values effectively restored happiness through cognitive and behavioral changes. This research differs from previous studies by focusing on specific intervention experiments in the Balinese context. ABSTRAKKebahagiaan adalah kondisi individu yang cenderung mengingat pengalaman positif dibandingkan dengan pengalaman negatif. Kebahagiaan juga dapat diartikan sebagai emosi positif yang memicu semangat dan memberikan makna dalam setiap tindakan individu. Menurut nilai lokal Tri Hita Karana, kebahagiaan merupakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan antara manusia dengan sesama (Pawongan), dan hubungan antara manusia dengan lingkungan (Palemahan). Penelitian ini mengatasi rendahnya kebahagiaan remaja korban perceraian, yang sering menyebabkan trauma emosional, depresi, dan kesulitan adaptasi sosial. Dampak perceraian orang tua termasuk kehilangan kasih sayang, tekanan mental, dan perubahan lingkungan, dengan faktor pemicu seperti ekonomi, konflik, dan perselingkuhan. Menguji efektivitas konseling Cognitive Behavior teknik Reframing untuk meningkatkan kebahagiaan remaja di Panti Asuhan Dana Punia, Singaraja. Intervensi ini mengubah pola pikir negatif menjadi perspektif positif melalui tahapan seperti identifikasi persepsi, reframing, dan tindak lanjut. Hipotesis menyatakan intervensi tersebut efektif dalam meningkatkan indikator kebahagiaan seperti ketenangan spiritual dan hubungan harmonis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan design penelitian eksperimen Pretest-Posttest control group dengan 10 sampel remaja usia 15-21 tahun (5 kelompok eksperimen, 5 kontrol). Intervensi dilakukan 6 sesi, diukur dengan kuesioner kebahagiaan berbasis Tri Hita Karana. Teknik Reframing meliputi rasional strategi, modifikasi persepsi, dan homework untuk pembiasaan. Konseling Cognitive Behavior dengan Reframing diintegrasikan dengan nilai lokal Tri Hita Karana efektif memulihkan kebahagiaan melalui perubahan kognitif dan perilaku. Penelitian ini membedakan diri dari studi sebelumnya dengan fokus eksperimen intervensi spesifik pada konteks Bali.
STRATEGI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN EKSTRAKURIKULER KARATE Andani, Rimang; Hariawan, Rudi; Hardiansyah, Hardiansyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9807

Abstract

ABSTRACT Extracurricular activities are an important component of educational programs that contribute to the development of students’ potential, skills, and character beyond formal classroom learning. However, the quality of extracurricular services in schools often faces various managerial challenges, including limited facilities, program coordination, and stakeholder involvement. This study aims to examine the principal’s managerial strategies in improving the quality of karate extracurricular services at SMP Negeri 4 Kuripan. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, vice principal, extracurricular supervisors, and students, as well as document analysis. The findings indicate that the improvement of service quality is achieved through four systematic stages: program identification, provision of facilities, active communication with parents, and resolution of operational constraints, supported by regular evaluations and a gradual sanction mechanism. The strategy for managing parental involvement is implemented by integrating the POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) supported by effective communication. The main challenges identified include scheduling conflicts, limited facilities and infrastructure, and students’ motivation. It can be concluded that the success of the karate extracurricular program depends on a well-structured internal management system, strategic partnerships with parents, and the school’s ability to adaptively address operational challenges in order to create a holistic supporting ecosystem. ABSTRAK Kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari program pendidikan yang berperan dalam mengembangkan potensi, keterampilan, serta karakter peserta didik di luar pembelajaran formal. Namun, kualitas layanan ekstrakurikuler di sekolah sering menghadapi berbagai tantangan manajerial, seperti keterbatasan sarana, koordinasi program, dan keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan ekstrakurikuler karate di SMP Negeri 4 Kuripan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru pembina, dan peserta, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan dicapai melalui penerapan empat tahap sistematis: identifikasi program, penyediaan sarana, komunikasi aktif dengan orang tua, dan penyelesaian kendala operasional, yang dilengkapi dengan evaluasi rutin dan mekanisme sanksi bertahap. Strategi pengelolaan keterlibatan orang tua diimplementasikan dengan mengintegrasikan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang didukung komunikasi efektif. Kendala utama yang dihadapi meliputi penjadwalan, keterbatasan sarana-prasarana, dan motivasi siswa. Disimpulkan bahwa keberhasilan program ekstrakurikuler karate bergantung pada struktur manajemen internal yang baik, kemitraan strategis dengan orang tua, dan kemampuan sekolah dalam mengatasi tantangan operasional secara adaptif untuk menciptakan ekosistem pendukung yang holistik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GAME ROLE PLAY BERBASIS PROYEK PADA MATERI AKAD DAN JUAL BELI Hidayattullah, Rohmat; Astutik, Anita Puji
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9815

Abstract

ABSTRACT The importance of innovation in instructional media in religious education encourages teachers to develop more interactive and contextual methods so that students can understand learning materials more meaningfully. This study aims to develop a project-based role-play game learning media on the topic of contracts (akad) and buying–selling transactions for second-grade students of Madrasah Aliyah. The background of this research is the low level of student engagement in Fiqh learning due to conventional approaches that are less contextual and interactive. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results show that the developed media effectively increases students’ active participation, practical understanding of the material, and social skills such as communication and collaboration. Limited trials indicate positive responses from both students and teachers, although several technical constraints were encountered, such as limited instructional time and initial adaptation to the role-play method. In conclusion, this learning media is feasible to be used to improve the quality of Fiqh learning so that it becomes more contextual, engaging, and aligned with the characteristics of Generation Z, while also supporting more collaborative, participatory, and experiential learning in the school environment. ABSTRAK Pentingnya inovasi media pembelajaran dalam pendidikan agama mendorong guru untuk mengembangkan metode yang lebih interaktif dan kontekstual agar siswa dapat memahami materi secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa game role play berbasis proyek pada materi akad dan jual beli untuk siswa kelas 2 Madrasah Aliyah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Fikih akibat pendekatan konvensional yang kurang kontekstual dan interaktif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif meningkatkan partisipasi aktif siswa, pemahaman materi secara aplikatif, serta keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerja sama. Uji coba terbatas menunjukkan respon positif dari siswa dan guru, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan waktu dan adaptasi awal terhadap metode role play. Kesimpulannya, media pembelajaran ini layak digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fikih yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik generasi Z, serta berpotensi mendukung pembelajaran yang lebih kolaboratif, partisipatif, dan berorientasi pada pengalaman belajar nyata di lingkungan sekolah.
PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA DENGAN STRATEGI HUMANISTIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hanafi, Ilyas Rozak; Rofiudin, Rofiudin; Hidayah, Dedi Junaidi Al; Prasetiawan, Prasetiawan; Astuti, Sundari; Huda, Muhamad Qomarudinul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9816

Abstract

ABSTRACT This study focuses on the role of Islamic Religious Education teachers in the process of fostering students’ moral character at SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, Central Lampung. The purpose of this research is to describe the strategies employed by Islamic Religious Education teachers, the various challenges encountered in their implementation, and the efforts made to overcome these obstacles. This research applies a qualitative approach, with data collection conducted through interview techniques. The findings reveal that Islamic Religious Education teachers perform their roles as role models, mentors, and motivators by demonstrating positive behavior, habituating good attitudes, delivering contextual learning, and employing persuasive communication. The main challenges identified in this study include limited time during the learning process and differences in students’ backgrounds. In response to these conditions, teachers implement a humanistic and collaborative approach. The study also emphasizes that the active participation of Islamic Religious Education teachers and the synergy among all elements of the school play a crucial role in supporting the implementation of character education. Furthermore, the findings indicate that moral development requires consistency, exemplary behavior, and a supportive school environment so that moral values can be continuously internalized within students. ABSTRAK Kajian ini menitikberatkan pada peran guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembinaan akhlak peserta didik di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam, berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif, sementara proses pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai teladan, pembimbing, dan motivator melalui penunjukan perilaku yang positif, pembiasaan sikap yang baik, penyampaian pembelajaran yang kontekstual, serta penggunaan komunikasi yang bersifat persuasif. Tantangan utama yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi keterbatasan waktu pada pelaksanaan proses pembelajaran serta adanya perbedaan latar belakang yang dimiliki oleh para siswa. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, guru menerapkan pendekatan yang bersifat humanis dan kolaboratif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa partisipasi aktif guru Pendidikan Agama Islam serta sinergi seluruh unsur sekolah memegang peranan penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak memerlukan konsistensi, keteladanan, serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif agar nilai-nilai moral dapat tertanam secara berkesinambungan dalam diri siswa.
HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA SISWA KELAS XI SMA Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9824

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life can have both positive and negative impacts on students, one of which is the emergence of the fear of missing out (FOMO) phenomenon, which refers to the feeling of anxiety when someone feels left behind from the activities of others on social media. One factor that is assumed to minimize this feeling is self regulation ability. This study aims to determine the relationship between self regulation and fear of missing out among eleventh-grade students at SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. This research used a quantitative approach with a correlational method. The population as well as the research sample consisted of 20 students. Data collection techniques used questionnaires as the main method, while observation, documentation, and interviews were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the Product Moment correlation formula. The results of the study showed that there was a significant negative relationship between self regulation and fear of missing out, with a correlation coefficient value of r = -0.746 at a significance level of 5%. These findings indicate that the higher the students’ self regulation ability, the lower the level of fear of missing out experienced. Conversely, lower self regulation ability is associated with higher levels of fear of missing out in social media use. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi siswa, salah satunya adalah munculnya fenomena fear of missing out (FOMO), yaitu perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal dari aktivitas orang lain di media sosial. Salah satu faktor yang diduga dapat meminimalkan perasaan tersebut adalah kemampuan regulasi diri (self regulation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulation dengan fear of missing out pada siswa kelas XI di SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self regulation dengan fear of missing out dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,746 pada taraf signifikansi 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, maka semakin rendah tingkat fear of missing out yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan regulasi diri, maka semakin tinggi kecenderungan siswa mengalami fear of missing out dalam penggunaan media sosial.
EFEKTIVITAS TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA SISWA KELAS VIII SMP Azam, Ismul; Astuti, Farida Herna; Jaswandi, Lalu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9825

Abstract

ABSTRACT Higher Order Thinking Skill (HOTS) can be understood as a higher-level thinking ability that involves critical, logical, and creative thinking processes. This ability is reflected in cognitive activities such as analyzing, evaluating, and creating. The problem underlying this research is the still low level of higher-order thinking skills among students, which may affect their readiness to face various learning challenges in the 21st century. This study aims to analyze the effectiveness of applying the mind mapping technique in improving students’ Higher Order Thinking Skills. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control group design. The population of this study consisted of 239 eighth-grade students at SMP Negeri 8 Mataram in the 2022/2023 academic year. The sample in this study consisted of 68 students, including 34 students in the experimental class and 34 students in the control class. The sample was determined using the simple random sampling technique. Data collection in this study used questionnaires as the main method, while observation, interviews, and documentation were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the t-test to identify differences in HOTS abilities between the two groups. The results of the data analysis showed that the calculated tvalue (tcount) of 6.485 was greater than the ttable value at the 5% significance level, which was 2.262 (6.485 > 2.262). Therefore, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Based on these findings, it can be concluded that the application of the mind mapping technique is proven to be effective in significantly improving the Higher Order Thinking Skills of eighth-grade students at SMP Negeri 8 Mataram in the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Higher Order Thinking Skill (HOTS) dapat dipahami sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup proses berpikir kritis, logis, serta kreatif. Kemampuan ini tercermin melalui aktivitas kognitif seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa, yang berpotensi memengaruhi tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknik mind mapping dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experiment berupa nonequivalent control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 239 siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram pada Tahun Pelajaran 2022/2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 siswa, yang terdiri atas 34 siswa pada kelas eksperimen dan 34 siswa pada kelas kontrol. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dimanfaatkan sebagai metode pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t-test untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan HOTS antara kedua kelompok. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 6,485 lebih besar dari nilai nilai ttabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,262 (6,485 > 2,262), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik mind mapping terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023 secara signifikan.
PENGARUH TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP PERENCANAAN KARIR Istianingsih, Linda; Suarti, Ni Ketut Alit; Sulastri, Ni Made
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9826

Abstract

ABSTRACT Career planning is an important aspect of student development, especially at the senior high school level when students enter the exploration phase and begin determining their future direction. Observations conducted at SMAN 1 Praya Barat indicate that many Grade XI Social Science students do not yet have a clear picture of their future careers. This condition is reflected in low participation in self-development activities, limited reflection on personal potential, and weak time management and internal motivation. The purpose of this study was to determine the effect of self-management techniques on the career planning of Grade XI Social Science students at SMAN 1 Praya Barat in the 2024/2025 academic year. This study employed an experimental method using a one-group pretest–posttest design. The main data collection technique was a questionnaire, supported by observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using a t-test. The results showed that the t-value was 13.312, which was greater than the t-table value of 2.015 at a 5% significance level, indicating that Ho was rejected and Ha was accepted. These findings demonstrate that self-management techniques have a significant effect on students’ career planning. This study highlights the importance of implementing self-management techniques in guidance and counseling services to improve students’ career readiness. ABSTRAK Perencanaan karir merupakan aspek penting dalam perkembangan peserta didik, terutama di jenjang pendidikan menengah atas, saat siswa memasuki fase eksplorasi dan penentuan arah masa depan. Hasil observasi di sekolah khususnya pada kelas XI IPS di SMAN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2024/2025menunjukkan bahwa banyak siswa belum memiliki gambaran konkret mengenai karir masa depan. Hal ini tercermin dari rendahnya partisipasi dalam kegiatan pengembangan diri, kurangnya refleksi terhadap potensi pribadi, serta lemahnya pengelolaan waktu dan motivasi internal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap perencanaan karir pada siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data utama adalah angket, didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan nilai t-hitung sebesar 13,312 lebih besar dari t-tabel 2,015 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh signifikan teknik self-management terhadap perencanaan karir siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan teknik self-management dalam layanan bimbingan untuk meningkatkan kesiapan karir peserta didik.