cover
Contact Name
Deri Maryadi
Contact Email
derimaryadi@univ-tridinanti.ac.id
Phone
+6283148932243
Journal Mail Official
jurnaljietri@univ-tridinanti.ac.id
Editorial Address
Address : REDAKSI JOURNAL OF INDUSTRIAL ENGINEERING (JIeTri) PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRIDINANTI Jl. Kapten Marzuki No. 2446 Kamboja Palembang- 30129 Telp. (0711) 357526, 355961, Fax. (0711) 358566
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JIeTri : Journal of Industrial Engineering Tridinanti
ISSN : -     EISSN : 29882303     DOI : https://doi.org/10.52333
JIeTri is a journal published by Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tridinanti Palembang. JIeTri Journal publishes manuscript articles twice a year (June and December). It’s focused on original articles in the form of research results or literature review which provides insight in the field of Industrial engineering that includes the field study of Industrial engineering, Operation Management, Supply chain and Logistics, Operation Reserach, Manufacturing, Quality Management, System informatics Manufacturing, Safety and Ergonomic
Articles 26 Documents
Work Work Chair Desaign With An Anthropometric Approach In Convensional Workshops: Perancangan Kursi Kerja Dengan Pendekatan Antropometri Pada Bengkel Konvensional muhammad_ferdy_setiawan; Afifah; Rycardo Situmorang; Cornelius Yelgi Alfredo; Heri Setiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.646

Abstract

Bengkel motor konvensional merupakan tempat dimana para pekerja melakukan berbagai aktivitas pekerjaan dengan menggunakan peralatan dan mesin. Pekerjaan di bengkel motor konvensional umumnya membutuhkan waktu yang lama dan dilakukan dengan posisi duduk yang statis. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, leher, dan bahu, serta kelelahan. Berdasarkan itulah kami membuat rancangan kursi kerja yang ergonomis untuk mengurangi masalah kesehatan para montir bengkel tradisonal dengan merancang kursi kerja yang ergonomis untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropometri untuk merancang kursi kerja yang sesuai dengan antropometri tubuh pekerja bengkel motor konvensional. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa racangan kursi kerja yang menggunakan antropometri montir bengkel motor tradisional. in english A traditional workshop is a place where workers carry out various work activities using equipment and machines. Work in traditional workshops generally takes a long time and is done in a static sitting position. This can cause various health problems, such as back, neck, and shoulder pain, as well as fatigue. Based on this, we designed an ergonomic work chair to reduce the health problems of traditional workshop mechanics by designing an ergonomic work chair to increase worker productivity and performance. This research uses an anthropometric approach to design a work chair that suits the body anthropometry of traditional workshop workers. The results obtained from this research are a work chair design that uses the anthropometry of a traditional motorbike repair mechanic.
The Ergonomic Analysis and Work Efficiency of Mixue Operators Using Work Factor and REBA Methods Kurniaty, Sita
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.650

Abstract

Dalam lingkungan industri modern, penting untuk memahami hubungan antara ergonomi dan efisiensi kerja dalam konteks pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ergonomi dan efisiensi kerja operator Mixue dengan menggunakan metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). MOST (Maynard Operation Sequence Technique) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) adalah dua metode yang berfungsi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memperbaiki masalah ergonomi di tempat kerja, terutama dalam konteks tugas-tugas yang melibatkan gerakan fisik. Hasil analisis postur tubuh seorang operator Mixue dengan menggunakan tabel REBA menunjukkan skor 6, yang menandakan bahwa kondisi kerja dan postur saat ini tidak memenuhi standar optimal, dan menunjukkan potensi risiko cedera muskuloskeletal yang moderat hingga tinggi. Selain itu, berdasarkan metode MOST, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh operasi dihitung sekitar 4.212 detik, atau sekitar 0.0702 menit. Dengan demikian, diperlukan intervensi ergonomis yang tepat, pelatihan, dan penyesuaian prosedur kerja untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesehatan, keselamatan, serta produktivitas pekerja di tempat kerja.
DESIGN OF AN ERGONOMIC TROLLEY FOR PELVIC WORKERS BASED ON ANTHROPOMETRIC ANALYSIS: PERANCANGAN TROLI BARANG ERGONOMIS UNTUK KULI ANGKUT BERDASARKAN ANALISIS ANTROPOMETR Daniel Marcello; Seli; Petra Putri Ardika; Calvin Cornelius Simanjuntak; Heri Setiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i02.652

Abstract

The job of a porter is often synonymous with unergonomic working conditions and high risks to health. This is caused by a mismatch in the working posture of porters. Therefore, this research aims to design an ergonomic goods trolley for porters based on anthropometric analysis. This research uses a participatorydesign method that involves porters in the design process. The porters' anthropometric data is measured and analyzed to determine optimal trolley dimensions. Based on the data that has been taken, the researchresults show that the ergonomically designed goods trolley has dimensions that suit the dimensions and body posture of porters. So it can reduce the workload and increase the comfort of porters, such as wheels that rotate easily and sufficient storage space. In conclusion, designing ergonomic goods trolleys for porters can improve the health and safety of porters. This trolley can be a solution to overcome the health problems that porters often experience due to work.
Perancangan Design study of assembly table with anthropometric approach in wood workshop “X”: Studi Perancangan meja assembly dengan pendekatan antropometri pada bengkel kayu "X" Maria Keristin Novianti Panggabean; Aditya Isabed; Jean josh hung; Yohanes Babtis Reza Saputra4; carolus_jose_jugo; Heri Setiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.654

Abstract

ABSTRAK Bengkel kayu merupakan tempat kerja yang beraktivitas dalam pengolahan kayu untuk diubah menjadi produk jadi maupun produk setengah jadi menggunakan peralatan dan mesin. Penelitian ini dilakukan di bengkel kayu "X", yang terletak di jl. Bangau No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatra Selatan. Pekerjaan di bengkel kayu membutuhkan waktu yang lama dan banyak terjadi posisi kerja yang tidak ergonomis sehingga menyebabkan masalah pada Kesehatan seperti nyeri pada punggung, bahu dan leher serta kelelahan lainnya. Berdasarkan itulah kami merancang meja assembly yang ergonomis untuk meningkatkan produktivas pekerja yang sesuai dengan antopometri dari para pekerja di bengkel kayu. Dengan merancang meja assembly yang memberikan dukungan optimal kepada pekerja. ABSTRAK A wood workshop is a workplace that is active in processing wood to be converted into finished or semi-finished products using equipment and machinery. This research was conducted at “X” wood workshop, located at jl. Stork No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang City, South Sumatra. Work in the wood workshop takes a long time and there are many non-ergonomic work positions that cause health problems such as back, shoulder and neck pain and other fatigue. Based on that, we designed an ergonomic assembly table to increase worker productivity in accordance with the anthopometry of the workers in the wood workshop. By designing an assembly table that provides optimal support to workers
Defect Analysis in the Process of Loading and Unloading Boxed Lubricant Products at PT. Pertamina Lubricants Depot Supply Chain Point Kertapati Palembang Azhari; Hermanto MZ; Maryadi, Deri
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.680

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat yang terjadi pada proses bongkar muat produk box pelumas di PT. Pelumas Pertamina, Depo Supply Chain Point Kertapati, Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf terkait, dan analisis dokumen perusahaan terkait proses bongkar muat serta pencatatan cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis cacat yang sering terjadi, yaitu kerusakan fisik pada box, kebocoran pelumas, dan ketidaksesuaian jumlah produk. Penyebab utama cacat ini meliputi ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP), kurangnya pelatihan bagi tenaga kerja, serta kondisi peralatan dan sarana yang kurang memadai. Didapatkan jenis defect yang dominan yaitu kemasan box produk penyok dengan persentase kerusakan sebesar 68,3% dari 4 jenis defect yang ada. Faktor penyebab defect kemasan box produk penyok pada proses bongkar muat produk yaitu faktor manusia, metode dan material. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi defect kemasan box produk penyok dapat dilihat berdasarkan nilai RPN terbesar yang terdapat pada perlakuan material handling kasar yaitu sebesar 392.
OPTIMASI WAKTU PELAKSANAAN PADA MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES JURUSAN FARMASI TAHAP 1 DENGAN METODE CPM DAN PERT Agus Marwan; Ganda Anderson; Tolu Tamalika; Deri Maryadi; Mukminatun Ardaysi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.681

Abstract

Penelitian ini membahas tentang optimasi waktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1 menggunakan Metode CPM dan PERT,dimana pelaksanaan pembangunan di PT. Mulia Nicosalti di Palembang ini terlambatnya waktu penyelesaian yang mengakibatkan meningkatnya biaya proyek dari dana yang disediakan. Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana percepatan waktu pelaksaan pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekkes Jurusan Farmasi Tahap 1 serta dapat mengetahui percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan agar menjadi suatu catatan keberhasilan bagi pelaksana (kontraktor) dalam penyelesaian pekerjaan, serta mengetahui waktu yang cepat dan efisien dengan aplikasi ilmu Manajemen Proyek yang kemudian dapat diaplikasikan di lapangan. Dengan membandingkan kedua metode tersebut dihasilkan data bahwa dengan menggunakan Metode CPM menghasilkan durasi penyelesaian proyek yang lebih cepat. Durasi yang dibutuhkan untuk menyesaikan proyek dengan Metode CPM adalah 22minggu dan dengan Metode PERT 25 minggu atau tingkat harapan dari peluang pekerjaan sebesar 79,12%.dariwaktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Wawasan Kebangsaan pada Generasi Muda (Studi Kasus: SMAN XYZ Bekasi) Nurhidayati, Rina
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.684

Abstract

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Hal tersebut juga diiringi dengan perkembangan internet. Salah satu hal yang berkaitan dengan internet adalah media sosial. Media sosial merupakan salah satu media online yang digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan terkait dengan lingkungan sosial. Pengguna media sosial didominasi oleh generasi muda. Berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dapat diketahui melalui media sosial, termasuk tentang kebangsaan. Wawasan kebangsaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh generasi muda. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap wawasan kebangsaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kualitatif, dengan menggunakan data primer hasil kuesioner, wawancara, dan observasi. Serta, data sekunder berupa sumber pustaka. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa siswi SMAN XYZ Bekasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media sosial terbukti berpengaruh terhadap wawasan kebangsaan generasi muda. Hal-hal yang yang tersebar pada sosial media dapat mengubah pola pikir dan cara pandang generasi muda terhadap bangsa. Tentunya, berpengaruh juga terhadap etika generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Analisis Penerapan Sistem Manajemen K3 di Industri : Studi kasus pada Workshop PT SMT , Kabupaten Bekasi wahyudi hidayat, wahyu; Danang Aji, Rizky
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i02.990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT SMT serta faktor-faktor yang memengaruhi tingginya angka kecelakaan kerja. Data primer diperoleh dari wawancara dengan 50 karyawan yang bekerja di empat area yaitu: area cutting, area punching, area welding, dan area bending. Variabel yang diuji meliputi usia, , masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, pengawasan, shift kerja, perilaku tidak selamat, dan kondisi tidak selamat, dengan kejadian kecelakaan kerja sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar karyawan memahami pentingnya K3, masih terdapat kecelakaan kerja akibat kurangnya kesadaran, pengawasan yang tidak optimal, serta perilaku tidak aman yang dilakukan oleh beberapa karyawan. Penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan K3 yang lebih intensif, pengawasan yang ketat, dan perubahan budaya kerja agar sistem SMK3 dapat diterapkan secara lebih efektif, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan kerja di perusahaan
Penerapan Metode ROC dan SAW pada Pemilihan Daily Transportation Giosandro; Putri, Lia Amanda; Rachmawan, Ryan Indra; Yuliawati, Evi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i02.992

Abstract

Transportasi memainkan peran krusial dalam menghubungkan pusat-pusat aktivitas dan pelayanan, serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan mobilitas di suatu wilayah. Pemilihan moda transportasi yang tepat menjadi kunci untuk mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Studi kasus ini mengambil contoh Sarah, seorang pekerja kantor di Surabaya, yang mencari cara untuk mengurangi biaya transportasi tanpa mengorbankan kenyamanan dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi opsi transportasi yang tersedia menggunakan metode ROC (Rank Order Centroid) dan SAW (Simple Additive Weighting). Metode ROC digunakan untuk memberikan bobot pada kriteria berdasarkan prioritas relatif, sementara SAW digunakan untuk menghitung skor akhir setiap alternatif berdasarkan bobot yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sepeda motor adalah pilihan terbaik berdasarkan kedua metode, dengan keunggulan dalam biaya operasional harian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan ROC dan SAW dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dalam mendukung keputusan pemilihan transportasi yang efisien dan efektif.
Analisis Biaya Kualitas Pada kelompok Budidaya Ikan Patin di Desa Cipayung:Pengaruh Kualitas Air Dan Penggunaan Limbah Dapur Industi Sebagai Pakan Wiyatno, Tri Ngudi; danang aji, rizky; ramdhani, alvin; hidayat, wahyudi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i02.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya kualitas dalam budidaya ikan patin di Desa Cipayung, Cikarang Timur, dengan fokus pada dampak penggunaan pakan limbah dapur industri serta potensi pengoptimalan biaya kualitas. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani ikan untuk mengidentifikasi alokasi biaya pada pencegahan, penilaian, serta kegagalan internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pencegahan hanya mencapai 6,21% dari total biaya kualitas, sedangkan biaya kegagalan internal mendominasi dengan 77,23%, disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan ikan akibat kurangnya nutrisi dalam pakan limbah. Biaya kegagalan eksternal sebesar 16,57% juga terjadi karena penurunan kualitas ikan yang berdampak pada harga jual yang lebih rendah. Studi simulasi pengoptimalan menunjukkan bahwa dengan peningkatan alokasi biaya pencegahan hingga 15% dari total biaya kualitas, penambahan biaya untuk penilaian sebesar 3%, serta penerapan pakan berkualitas tinggi, biaya kegagalan internal dapat ditekan hingga 54%. Pengoptimalan ini tidak hanya menurunkan total biaya kualitas tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk penggunaan pakan alternatif yang bernutrisi, manajemen kapasitas kolam, dan edukasi petani dalam manajemen budidaya untuk mendukung keberlanjutan usaha. Biaya kualitas budidaya ikan patin,pakan alternatif, kegagalan internal dan eksternal,efisiensi produksi,manajemen pakan

Page 2 of 3 | Total Record : 26