cover
Contact Name
Damar Jati
Contact Email
damar.74t1@gmail.com
Phone
+6285647176931
Journal Mail Official
journal.wikuacitya@gmail.com
Editorial Address
https://wikuacitya.unwiku.ac.id/index.php/wikuacitya/EditorialTeam
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29644631     DOI : https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v3i2.185
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi dan bisnis, teknik, peternakan, administrasi publik, dan hukum. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit enam bulan sekali, yaitu Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 294 Documents
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM DI DESA GADUNGREJO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Rokhayati, Isnaeni; Siti Muntahanah; Andhi Johan Suzana; Cahyo, Heru
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.329

Abstract

Upaya meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan dan pencapaian keberlangsungan hidup UMKM sangat perlu dimiliki oleh pemilik UMKM untuk mengelola kegiatan bisnis atau usaha yang dikelola agar mencapai tujuan usaha yang sudah ditetapkan. Adanya peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan UMKM dan dapat meningkatkan pengelolaan kegiatan usaha atau bisnis yang dibangun serta dapat meningkatkan pengetahuan berwirausaha bagi semua kalangan masyarakat khususnya para pemilik usaha UMKM. Menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, khususnya para pemilik UMKM dan sebagai wahana dalam menerapkan praktek pengelolaan dan mempertahankan keberlangsungan usaha UMKM sebagai upaya untuk menumbuhkan usaha atau UMKM yang sukses sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat secara luas. Kegiatan pengaabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Gadungrejo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen dengan sasaran para pemilik UMKM. Tujuanya adalah bahwa mereka mampu menata serta mengelola kegiatan usaha atau bisnis yang dimiliki dengan baik menggunakan pencatatan keuangan sederhana yang dilakukan dengan benar agar mempunyai kinerja keuangan yang dapat terkontrol serta dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh pemilik UMKM. Metode yang dilakukan dengan transfer ilmu pengetahuan dengan penyuluha dan sosialisasi tentang ilmu manajemen, fungsi-fungsi manajmeen, pengelolaan usaha UMKM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.
MENGENALKAN FUNGSI DAN PRODUKTIVITAS BULLDOZER DI DESA KEBOCORAN KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Lestariningsih, Dwi Jati; Sismiani, Ary; Yudono, Yohanes Wahyu Dwi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.330

Abstract

Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa beserta peraturan-peraturan pendukungnya memberikan kewengangan yang besar kepada desa dalam tata kelola desa, antara lain dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana desa. Desa Kebocoran Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang menerima amanat Undang-undang tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan banyak pihak yang terlibat, dimana desa sebagai stake holder, diwakili oleh perangkat desa beserta lembaga-lembaga desa yang ada. Pembangunan fisik yang berkesinambungan saat ini di desa Kebocoran adalah perbaikan/pelebaran jalan serta perbaikan sarana lainnya. Dalam melaksanakan pembangunan tersebut diperlukan alat berat antara lain bulldozer. Masalah terjadi ketika kurang tepat dalam memilih bulldozer, karena dapat menurunkan produktivitas sehingga target yang ditentukan tidak terpenuhi. Oleh sebab itu diperlukan suatu pengetahuan tentang cara kerja dan fungsi bulldozer agar produktivitas dapat optimal dan kerja efisien. Dengan pengetahuan tentang jenis dan fungsi bulldozer diharapkan dapat menambah wawasan, untuk diterapkan di lapangan. sehingga produktivitas bulldozer dapat sesuai rencana dan tidak mengalami keterlambatan. Law Number 6 of 2014 concerning villages and its supporting regulations provide great authority to villages in village governance, including in village infrastructure and facilities development projects. Kebocoran Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency is one of the villages that received the mandate of the Law. In carrying out development activities, many parties are involved, where the village as a stakeholder, is represented by the village apparatus and existing village institutions. The current ongoing physical development in Kebocoran Village is road repair/widening and repair of other facilities. In carrying out this development, heavy equipment is needed, including bulldozers. Problems occur when choosing a bulldozer is not right, because it can reduce productivity so that the specified target is not met. Therefore, knowledge is needed about how the bulldozer works and its function so that productivity can be optimal and work efficiently. With knowledge of the types and functions of bulldozers, it is hoped that it can increase insight, to be applied in the field. so that bulldozer productivity can be according to plan and not be delayed.
PENGENDALIAN SAMPAH DOMESTIK DENGAN MENINGKATKAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH Di Desa Watuagung Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Adhi Pramono, Susatyo; Bayuaji Sanggoro , Heru; Basuki, Basuki
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.332

Abstract

Sampah adalah benda-benda atau barang yang tidak berguna atau tidak terpakai lagi, baik dari rumah tangga maupun dari sisa-sisa dari operasi industri. Meningkatnya volume timbulan sampah memerlukan pengelolaan. Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber yang berasal dari proses alam maupun hasil aktivitas manusia yang tidak memiliki nilai ekonomi.. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Jika masyarakat tidak mulai mengurangi sampah mereka, tempat pembuangan sampah (TPS) yang tersedia tidak dapat menampung sampah yang terus menerus. Bank Sampah sebagai suatu solusi pengelolaan sampah sekaligus memanfaatkan sampah untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, tindakan manusia terhadap alam tidak selalu menyebabkan kerusakan, tetapi dapat bekerja sama dengan lingkungan itu sendiri. Waste is objects or items that are no longer useful or used, whether from households or from the remnants of industrial operations. The increasing volume of waste generation requires management. Waste is material that is discarded or thrown away from sources that originate from natural processes or human activities that have no economic value. Waste management aims to improve public health and environmental quality while turning waste into a resource. If the community does not start reducing their waste, the available waste disposal sites (TPS) will not be able to accommodate the continuously increasing waste. Bank Sampah as a solution for waste management while also utilizing waste for the welfare of the community. In fulfilling their needs, human actions towards nature do not always cause damage, but can instead collaborate with the environment itself.
Usaha Meningkatkan Penjualan Melalui Strategi Pemasaran Arinastuti, Arinastuti; Harsuti, Harsuti; Nirmala, Nirmala
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.333

Abstract

The purpose of community service is to provide an understanding of knowledge about efforts to increase sales through marketing strategies and provide knowledge about business development A marketing strategy is a set of goals and objectives, policies and rules that guide a company's marketing efforts from time to time, at all levels and references and allocations, especially the company's response to the environment and competitive conditions that are always changing (Assauri, 2017). An example of a marketing strategy, business actors carry out partnership marketing (collaborating with other parties), collaborating with influencers, involving employees in introducing products and retaining customers. The target of this community service is the owner of the Three Brothers Mushroom UMKM Business in Kalikesur Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency The method used is the lecture method from the community service team or face-to-face and the provision of assistance with spinner tools and digital scales. With the help of these tools, the production results can be crispier, crunchier and savory and the appearance of the product is whiter in color. Digital scales are intended to weigh processed mushrooms with the appropriate weight, so that the scales are not approximate. Keywords: Sales Results, Marketing Strategy, Business Development
PENDAMPINGAN BANGUNAN TAHAN GEMPA DI DESA BATURSARI KECAMATAN SAPURAN KABUPATEN WONOSOBO Poerwodihardjo, F. Eddy; Rachmanudin, M. Edwin; Selalatu, Dadi Tri Awan
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.334

Abstract

A sense of security is a basic human need in living life at home. This sense of security can be realized through building structures and construction that are able to withstand frequent earthquakes. Even though earthquake-resistant building technology has long been available, many people do not understand it, including in Batursari Village, Sapuran District, Wonosobo Regency. Therefore, knowledge transfer and assistance is needed to help communities create homes that are safe and able to withstand earthquakes. The community service team voluntarily helps the community in building earthquake-resistant houses using systematic steps. The activity began with education about earthquake-resistant buildings to provide basic understanding to the community. Next, the team provided assistance to one of the residents who was planning to build a house. This process includes surveying and measuring the location, creating plan drawings in the form of plans, views and other complementary drawings. After the homeowner approves the plans, construction costs are estimated. The final stage of this assistance activity is the preparation of a report on the construction of an earthquake-resistant house. Although building an earthquake-resistant house requires additional costs, the amount is not too significant. By implementing the right techniques, the benefits of an earthquake-resistant house are much greater and commensurate with the investment spent. A house that is safe from earthquakes not only provides a sense of calm but also protects residents from the risk of disaster.
PANGAN HEWANI SEBAGAI PENCEGAH STUNTING DI DESA KLEGENREJO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Dwi Evadewi, Fani; Rahardjo, Susilo; Sukmaningsih, Tri; Sulistyaningtyas , Sulistyaningtyas
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.335

Abstract

Pangan asal hewani merupakan sumber gizi yang baik bagi kesehatan tubuh. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan asal hewani masih relatif rendah terutama bagi masyarakat yang memiliki tingkat perekonomian dan pendapatan dibawah rata-rata. Hal tersebut akan berdampak juga terhadap konsumsi harian rumah tangga terutama jenis makanan yang diberikan ke anak-anak. Nilai gizi yang tidak seimbang berdampak pada penurunan kemampuan belajar, penurunan konsentrasi, stunting dan yang terburuk adalah berujung pada kematian anak. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). HPK dimulai sejak janin dalam kandungan hingga usia dua tahun. Kabupaten Kebumen memiliki angka stunting yang relatif cukup tinggi pada tahun 2020 yaitu sebesar 15,34%. Berdasarkan hasil survei Kementerian Kesehatan Republik Indonesia angka tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 turun menjadi 12, 14% dan turun lagi menjadi 10,23% pada 2022 hingga di bulan Juli 2024 di angka 9,88%. Penurunan angka stunting tersebut masih perlu diupayakan lagi oleh Pemkab Kebumen bersama seluruh stakeholder, serta merupakan bukti keseriusan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama pihak-pihak terkait. Melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat lebih memahami apa itu stunting, penyebabnya, dan cara mencegahnya melalui konsumsi pangan bergizi, termasuk pangan hewani, meningkatnya kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan hewani dalam pola makan keluarga, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak pada masa pertumbuhan dan berkurangnya kesalahpahaman atau mitos tentang pangan hewani, seperti anggapan bahwa pangan hewani tidak penting atau sulit diakses serta dalam jangka panjang, angka prevalensi stunting menurun karena masyarakat menerapkan pola makan bergizi dengan memperhatikan kebutuhan pangan hewani.
SOSIALISASI dan PRAKTEK PEMBUATAN POC (PUPUK ORGANIK CAIR) URIN KAMBING DAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ECO ENZIM Nurnaningsih, Wida; Supranoto, Supranoto; Herijanto , Soegeng; Tuswati, Sari Eko
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.336

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakandi Aula Desa Klenggenrejo, Kec. Klirong Kab. Kebumen dengansasaran anggota Kelompok Wanita Ternak (KWT) Desa Klenggenrejo,Kec. Klirong Kab. Kebumen. Tujuan dari kegiatan ini untukmemberikan wawasan dan informasi kepada anggota KWT tentangpemanfaatan dan pengelolaan limbah usaha ternak dan limbah organicrumah tangga, sehingga dapat terjalin kesinambungan usaha peternakanmelalui peran KWT. Metode kegiatan pengabdian dilakukan denganpemberian materi secara langsung, interaktif dan dilanjutkan denganpraktek pembuatan POC dan Eco Enzim.
PENDAMPINGAN UMKM: PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PADA USAHA MIKRO " SHIIHA MOLEN MINI KRISPI KREZ minadi wijaya; tjahjani murdijaningsih; rizka fauziyatun nisa; susi nawaroh; vikriatun marifah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.337

Abstract

Permasalahan UMKM: Banyak UMKM di Indonesia mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, khususnya dalam membuat laporan keuangan. Peran SAK EMKM: SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) hadir sebagai solusi untuk menyederhanakan proses pembuatan laporan keuangan bagi UMKM. Tujuan Kegiatan kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk membantu UMKM membuat laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM, sehingga mereka dapat lebih mudah mengakses pendanaan dari perbankan. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mahasiswa akuntansi yang sedang mempelajari mata kuliah akuntansi UMKM. Sasaran dari kegiatan PKM ini adalah UMKM yang bergerak pada molen dengan nama Shiiha Molen Mini Krispi Krez.Kegiatan pendampingan berlangsung selama 8 minggu, mulai dari November 2024 hingga Januari 2025. Hasil Kegiatan tersebut adalah peningkatan Pemahaman: Pemilik UMKM berhasil memahami konsep dasar laporan keuangan, seperti neraca dan laporan laba rugi. Selain itu kegiatan PKM ini mempunyai unsur penerapan praktis yaitu Pemilik UMKM dapat mempraktikkan secara mandiri penyusunan laporan keuangan dengan dibantu oleh mahasiswa. Pemilik UMKM dapat menerima manfaat dengan adanya laporan keuangan yaitu dapat mengetahui perkembangan bisnis secara berkala, mengontrol biaya produksi,merencanakan pengembangan usaha di masa depan, dan mempermudah akses ke pendanaan dari perbankan. Kegiatan pendampingan ini berhasil meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola keuangan dan membuat laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Hal ini diharapkan dapat membantu UMKM menjadi lebih mandiri dan berdaya saing
PEDAMPINGAN PERANCANGAN LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH (LABKESDA) KABUPATEN BANJARNEGARA Yudono, Yohanes Wahyu Dwi; Sulistyawati, Reni; Rustendi, Iwan
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.339

Abstract

In building construction management, priority is given to ensuring the creation of buildings that are functional, authentic, balanced, harmonious and in harmony with the environment, as well as being carried out in an orderly manner and with legal certainty in building management. This is stated in Law Number 28 of 2002 concerning Building Construction. Article 7 paragraph (1) states that every building must meet administrative and technical requirements in accordance with the function of the building. Administrative and technical order can be proven by the existence of a Building Permit (IMB) which has now been changed to a Building Permit (PBG) as regulated in Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation and Government Regulation Number 16 of 2021. In the PBG process, the Regional Government supervision carries out a consultation process together with the Professional Expert Team (TPA) at each stage until the issuance of the PBG
DISPENSASI PERNIKAHAN DALAM PRESPEKTIF HUKUM POSITIF DI INDONESIA Kusumawardana, Haris; Hariadi, Wahyu; Iskatrinah, Iskatrinah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.340

Abstract

According to the Explanation of Article 7 paragraph (2) of the Marriage Age Change Law, what is meant by "deviation" is that it can only be done by submitting a dispensation application by the parents of one or both parties of the prospective bride and groom to the Religious Court for those who are Muslim and the District Court for others, if the man and woman are under 19 (nineteen) years old. What is meant by very urgent reasons is "there is no other choice and it is very necessary to have a marriage. What is meant by sufficient supporting evidence", a certificate proving that the age of the bride and groom is still below the provisions of the law and a certificate from a health worker supporting the statement of the parents that the marriage is very urgent to be carried out. The community service carried out aims to increase awareness of carrying out marriages in accordance with positive law in Indonesia and to provide insight to the people of Bendogarap Village about the meaning of marriage dispensation.