cover
Contact Name
Muhamad idris
Contact Email
muhamadidris.fikes@uia.ac.id
Phone
+6281262200269
Journal Mail Official
afiatjurnaluia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah lantai 2 Jl. Raya Jatiwaringin No. 12
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal AFIAT
ISSN : 24776408     EISSN : 26560046     DOI : https://doi.org/10.34005/afiat.v11i1.4716
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak is a peer review journal providing original research relevant to nursing, and publishes scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include adult nursing, emergency nursing, gerontological nursing, community nursing, mental health nursing, pediatric nursing, maternity nursing, nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, and education in nursing. The articles of this journal are published every six months, on June and December (2 issues per year), and developed by the Faculty of Health, As-Syafi’iyah Islamic University.
Articles 185 Documents
HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN IBU SAAT MASA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU CAHAYA PERMATA 2 RW 02 JATIKRAMAT, JATIASIH BEKASI Nabila Arjuwani; Imelda Pujiharti; Siti Fatimah; Ali Ilham Sofiyat
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3818

Abstract

Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting perlu ditangani segera. Stunting kondisi dimana tinggi badan balita tidak sesuai dengan umurnya. Kadar hemoglobin ibu saat masa kehamilan menjadi salah satu faktor yang memicu terjadunya stunting akibat kurangnya nutrisi yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Hemoglobin dengan kadar 11-13 g/dL dikatakan normal untuk ibu hamil. Metode Penelitian menggunakan jenis deskriptif dengan metode observasi, pendekatan Cross Sectional dan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan a= 5%. Adapun jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 54 responden, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil Penelitian menunjukkan responden yang tidak mengalami kejadian stunting sebanyak 31 responden (57,4%) dan kadar hemoglobin baik sebanyak 30 orang (55,6%). Hasil analisis bivariat dengan uji person chi-square menunjukkan nilai P value (Asymp.Sig.(2-sided)) = 0.003 nilai ini < 0,05 atau α = 5% Simpulan terdapat hubungan antara kadar hemoglobin ibu saat masa kehamilan dengan kejadian stunting pada balita. Saran diharapkan ibu dapat meningkatkan mutu kesehatan anak, yang diawali dengan penyediaan konsumsi yang layak bagi anak, selanjutnya ibu juga diharapkan dapat ikut berperan aktif, jika diselenggarakan penyuluhan terkait kejadian stunting pada anak
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI RT 01 RW 010 JAKASAMPURNA KOTA BEKASI Sava Gandesya Neir; Kusdiah Eny Subekti
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3819

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang pertumbuhan penduduknya sangat pesat, menurut profil kesehatan Indonesia jumlah penduduk pada tahun 2021 meningkat dari 261 juta jiwa menjadi 273 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat membuat jumlah anggota keluarga meningkat, hal ini dapat diselesaikan dengan program pemerintah yaitu Keluarga Berencana pada pasangan usia subur yang berupaya untuk mengatur kelahiran anak, kesenjangan kelahiran dan usia ideal lahir untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan usia, pendidikan, paritas, pengetahuan, dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di RT 01 RW 010 Jakasampurna Kota Bekasi. Metode Penelitian deskriptif korelasi, dengan jumlah populasi 62 pasangan usia subur, sampel diambil dengan menggunakan total sampling sebanyak 62 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menggunakan uji Pearson Chi Square, hasil ini menunjukkan nilai p value pada variabel usia (p = 0,121) didapatkan hasil (p > 0,05) maka H₁ ditolak. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,003), paritas (p = 0,001), pengetahuan (p = 0,003), dan dukungan suami (p = 0,000), didapatkan hasil nilai (p < 0,05), maka H₁ diterima. Simpulan terdapat hubungan antara pendidikan, paritas, pengetahuan, dukungan suami dengan penggunaan alat kontrasepsi di RT 01 RW 010 Jakasampurna Kota Bekasi. Saran diharapkan untuk petugas kesehatan Kelurahan Jakasampurna untuk dapat memberikan penyuluhan dan edukasi bagi pasangan usia subur mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN NY. I DENGAN INTERVENSI TERAPI FOOT MESSAGE DAN RENDAM AIR HANGAT CAMPUR KENCUR TERHADAP EDEMA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RW 008 KELURAHAN JATICEMPAKA KECAMATAN PONDOK GEDE Diana Putri; Marini Agustin
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3820

Abstract

Perubahan yang terjadi selama kehamilan membutuhkan proses adaptasi baik fisik maupun psikologis dan mengakibatkan ketidaknyamanan fisiologis maupun patologis. Salah satu ketidaknyamanan yang dirasalah oleh ibu hamil adalah edema. Edema kaki terjadi sekitar 80% wanita hamil pada saat trimester III. Untuk mencegah ketidaknyamanan pada Ibu maka pelayanan kesehatan mengutamakan prinsip asuhan sayang ibu dan perawatan yang sesuai untuk ibu hamil. Penerapan menggunakan foot massage dan rendam air hangat dicampur kencur merupakan salah satu intervensi non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan edema kaki. Tujuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien ibu hamil trimester III dengan menggunakan terapi non- farmakologi yaitu foot massage dan rendam air hangat campur kencur Metode penulisan deskriptif pendekatan studi kasus dengan pemberian asuhan keperawatan. Hasil setelah dilakukan terapi foot massage dan rendam kaki air hangat 1 kali dalam 5 hari selama masing-masing 20 menit terjadi pengurangan pada derajat edema, dari derajat 3+ menjadi derajat 1+ Kesimpulan bahwa terapi foot massage dan rendam air hangat campur kencur dapat mengurangi edema klien. Saran diharapkan terapi foot massage ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi ibu hamil trimester III sebagai alternatif menurunkan edema pada kaki.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI POSBINDU WILAYAH BIDARA CINA RW.04 JAKARTA TIMUR Salsabila .; Zuhriya Meilita; Marini Agustin
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3821

Abstract

Salah satu penyakit psikologis yang paling sering terjadi pada lansia adalah cemas. Cemas pada lansia di akibatkan oleh dua faktor pencetus yaitu ancaman terhadap integrasi fisik, ancaman pada sistem tubuh. Kecemasan pada lansia ini dapat dicegah atau diatasi dengan terapi relaksasi. Relaksasi otot progresif terdiri dari 15 gerakan yang menggabungkan beberapa otot yaitu otot ektremitas, dada, dan wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kecemasan pada lansia. Metode Penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 30 lansia dengan quasi eksperimen. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil Penelitian tingkat kecemasan pada lansia sebelum dilakukan terapi sebagian besar mengalami kecemasan ringan 16 (53,3%), kecemasan sedang 11 (36,7%), dan kecemasan berat 3 (10%) sedangkan setelah dilakukan terapi sebagian besar lansia tidak ada kecemasan sebanyak 17 (56,7%) maka didapatkan nilai p = 0,000 Sig ≤ 0,05 Ho ditolak. Simpulan terdapat pengaruh terapi relaksasi terhadap kecemasan pada lansia. Saran posbindu dapat melakukan salah satu penanganan secara non farmakologi dengan terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan lansia.
ANALISIS FAKTOR PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA WARGA BINAAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A JAKARTA muhamad idris; Elsa Maya Rahmadani
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4290

Abstract

ABSTRAK NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain) atau lebih di kenal dengan Narkoba merupakan obat, bahan atau zat bukan makanan yang jika dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh akan memiliki dampak buruk terhadap otak yang disebabkan karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi), serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA tersebut. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan napza pada warga binaan di lapas narkotika kelas II A Jakarta. Metode Penelitian dilakukan secara deskriptif Korelasi. Jumlah sampel adalah sebanyak 98 responden penyalahgunaan napza yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat melalui statistik uji chi – square dengan < a = 0,05. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil univariat Usia 17-25 Tahun 45,9 %, Pengetahuan Napza Rendah 59,2 %, Dukungan Keluarga Baik 54,1 % dan Penyalahgunaan Napza Ringan 52,0 % Hasil analisa bivariat yang didapat untuk Usia yaitu= 0,021, Pengetahuan Napza = 0,000 Dukungan Keluarga = 0,000. Simpulan terdapat Hubungan antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga Dengan penyalahgunaan napza pada warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta. Saran perlu diadakan penyuluhan kepada warga binaan di lapas narkotika kelas II A Jakarta tentang bahayanya pengguna narkoba secara terus-menerus dan dampak akibat memakai narkoba yang dapat merusak kesehatan maupun merusak generasi bangsa yang dapat mengakibatkan tatanan generasi masyarakat rusak.
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PRA LANSIA DI KOTA BEKASI dini sukmalara; muhlisin muhlisin
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4313

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat, masalah utama tidak hanya di Indonesia tapi di Dunia, karena merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke (Kemenkes RI, 2019), prevalensi usia umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Hipertensi disebut the silent killer karena sering tidak adanya keluhan, sehingga timbul kematian. Penanganan hipertensi non farmakologis salah satunya akupunktur metode terapi dengan penusukan jarum merangsang impuls saraf parasimpatis dan pembentukan Nitric Oxide lokal, sehingga terjadi relaksasi pembuluh darah dan tekanan darah menurun. Tujuan mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap tekanan darah pada pra lansia. Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dilakukan di Rumah Sehat Bimtama Kota Bekasi dengan melakukan 1 kali intervensi akupunktur. Hasil penelitian uji statistik ditemukan adanya terjadi penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi akupunktur terhadap tekanan darah. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai (p=0,000) yang berarti nilai p<0,05 maka H0 ditolak. Simpulan terdapat pengaruh yang signifikan terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada pra lansia. Saran diharapkan bagi pralansia khususnya yang mengalami tekanan darah tinggi untuk melakukan akupunktur sebagai pilihan terapi non-farmakologi tanpa efek samping yang aman dan mudah untuk dilakukan dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci : Akupunktur, Hipertensi, Tekanan Darah.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI LUBANG BUAYA 03 JAKARTA TIMUR Rahmatun Nissa; Siti Fatimah; Agus Sumarno; Novi Yanti
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4320

Abstract

Diare merupakan penyakit yang dapat menyerang semua usia, tetapi diare pada bayi dan anak mempunyai risiko tinggi dalam menyebabkan kematian. Prevalensi diare di Indonesia menurut karakteristik berdasarkan Riskesdas 2018 tercatat sebanyak 18.225 (9%) anak dengan diare golongan umur < 1 tahun, 73.188 (11,5%) anak dengan diare golongan umur 1-4 tahun, 182.338 (6,2 %) anak dengan diare golongan umur 5-14 tahun, dan sebanyak 165.644 (6,7 %) anak dengan diare golongan umur 15-24 tahun. Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest design. Sampel yang digunakan dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Hasil penelitian pada analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan paired sample test dengan level of significant (α) = 5%. Analisis univariat diperoleh bahwa tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dalam kategori baik sebanyak 8 siswa (27%) dan kategori cukup sebanyak 22 siswa (73%), sedangkan tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa sesudah dilakukan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun terjadi peningkatan dalam kategori baik menjadi 29 siswa (97%) dan kategori cukup menurun menjadi 1 siswa (3%), analisis bivariat diperoleh nilai p value = 0.000 <α = 0.05. Nilai Thitung = 13.683> Ttabel=1.699. Kesimpulan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun terhadap tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa Sekolah Dasar Negeri Lubang Buaya 03 Jakarta Timur. Saran untuk siswa meningkatkan pengetahuan pencegahan diare dengan menerapkan cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari – hari
Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru Sekolah Luar Biasa Di Kota Bekasi Salvia Ratnamaya; Imelda Pujiharti
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4323

Abstract

Efikasi diri selalu mengarah pada keyakinan dalam diri seseorang atas kemampuannya terhadap penyelesaian tugas hingga permasalahan yang ada terlebih pada guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa. Tingginya tingkat stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa bisa berdampak pada perilaku prososial guru. Perilaku prososial guru SLB dapat diartikan sebagai perilaku individu dalam memberikan sebuah keuntungan secara materi, fisik, serta psikologis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Efikasi Diri dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa Di Kota Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pendekatan korelasional. Jumlah populasi sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan α = 5%. Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan efikasi diri Rendah (61,5%) dan stres kerja tinggi (34,6%) . hasil bivariat diperoleh P value Chi-Square 0,000 ini lebih besar dari a= 5% maka hipotesis H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan yang signitifikan antara efikasi diri dengan stres kerja. Saran diharapkan bagi guru anak berkebutuhan khusus untuk mampu meningkatkan pengalaman keberhasilan dengan mengikuti program pendampingan psikologis terkait dengan self efficacy seperti pelatihan atau seminar sesama guru SLB
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING DENGAN INTERVENSI BERMAIN TERAPEUTIK POP IT TERHADAP KECEMASAN ANAK SELAMA TERAPI INHALASI Rahma Dewi Sulistyawati; Rokhaidah Rokhaidah
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4330

Abstract

Abstrak Brokopneumonia adalah infeksi yang memengaruhi saluran udara yang menuju paru-paru, yang juga dikenal sebagai bronkus. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh adanya bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh infeksi virus dan jamur, salah satu pengobatan yang diberikan pada anak yang mengalami bronkopneumonia ialah terapi inhalasi. Terapi inhalasi merupakan suatu metode pengobatan yang menggunakan mukolitik dan bronkodilaator dalam bentuk hirupan. Tujuan dari terapi ini adalah untuk melonggarkan sekresi di saluran perapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Seringkali pada anak balita mengalami kecemasan karena terapi inhalsi. Kecemasan dipengaruhi oleh penggunaan masker oksigen dan mesin pada terapi inhalasi. Hal ini juga sering terjadi pada anak balita yang sedang menjalani. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia dan intervensi bermain terapeutik pop it untuk mengurangi kecemasan anak selama terapi inhalasi. Penerapan bermain terapeutik pop it dilakukan pada pasien kelolaan yang dilakukan sebanyak 3x pertemuan selama 15-20 menit sedangkan pada pasien resume tidak diberikan intervensi inovasi. Data skor kecemasan menggunakan VFAS. Hasil dari penerapan bermain terapeutik pop it pada pasien kelolaan semula skor kecemasan sebesar 5 kemudian menurun menjadi 2, sedangkan untuk pasien resume yang tidak diberikan bermain terapeutik pop it semula skor kecemasan 5 kemudian menurun menjadi 4. Dampak lain dari bermain terapeutik pop it ialah dapat melatih motorik, sensorik dan aspek kognitif bagi anak seperti belajar berhitung, menyebutkan bentuk pada pop it dan melatih kecepatan tangan. Keywords: Anak, bermain terapeutik, hospitalisasi, kecemasan, pop it, , terapi inhalasi Abstract: Brochopneumonia is an infection that affects the airways leading to the lungs, also known as the bronchi. This infection is generally caused by bacteria, but can also be caused by viral and fungal infections. One of the treatments given to children who experience bronchopneumonia is inhalation therapy. Inhalation therapy is a treatment method that uses mucolytics and bronchodilators in the form of inhalation. The aim of this therapy is to regulate secretions in the reproductive tract that can cause respiratory tract obstruction. Often children under five experience anxiety due to inhalation therapy. Anxiety is influenced by the use of oxygen masks and machines in inhalation therapy. This also often happens to children under five who are undergoing it. The aim of this research is to help treat bleeding in children with bronchopneumonia and pop it therapeutic play intervention to reduce children's anxiety during inhalation therapy. The application of therapeutic pop play was carried out on managed patients in 3 meetings lasting 15-20 minutes, while on the resume the patient was not given any innovative intervention. Anxiety score data using VFAS. The results of applying pop it therapeutic play to patients managed to get an initial anxiety score of 5 then decreased to 2, while for resume patients who were not given pop it therapeutic play the anxiety score returned to 5 then decreased to 4. Another impact of pop it therapeutic play is that it can train motor, sensory and cognitive aspects for children such as learning to count, naming shapes on pop it and practicing hand speed Keywords: Children, therapeutic play, hospitalization, anxiety, pop it, , inhalation therapy
EFEKTIFITAS TERAPI KOGNITIF PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMPN KOTA BEKASI Zuhriya Meilita; seniwati seni
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4345

Abstract

Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2016-2020, prevalensi kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak pada komponen anak menjadi korban bullying sejumlah 480 anak dan anak sebagai pelaku bullying terdapat sekitar 437 anak. Bullying dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Dampak negatif dari bullying pada anak yang menjadi pelaku atau korban terdiri atas kecemasan, depresi, bahkan risiko bunuh diri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying adalah dengan terapi kognitif perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kognitif perilaku terhadap pencegahan perilaku bullying. Jenis penelitian ini experimental research, dengan desain two groups independent sample t test, dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian Siswa SMPN Kota Bekasi, teknik pengambilan sampel dengan jumlah 78 responden dengan simple random sampling. Intervensi yang diberikan adalah latihan kognitif perilaku dengan 3 sesi selama 30 – 45 menit. Alat pengumpulan data adalah adolescent peer relationship instruments. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian munujukkan rata-rata perilaku bullying pada kelompok intervensi sebelum diberikan terapi kognitif perilaku adalah 29,63, sesudah diberikan terapi perilaku kognitif adalah 22,50. Pada kelompok kontrol, rata-rata perilaku bullying sebelum intervensi adalah 24,05 dan rata rata perilaku bullying setelah intervensi 24,24. Hasil uji man whitney T test menunjukkan adanya perbedaan kelompok kontrol dan intevensi setelah diberikan terapi kognitif perilaku dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,036 < 0,05. Simpulan penelitian ini adanya efektifitas terapi perilaku kognitif terhadap perubahan perilaku bullying pada siswa SMPN Kota Bekasi. Saran untuk pihak sekolah teruma bagian Bimbingan Konseling (BK) bisa menerapkan terapi perilaku kognitif untuk mencegah terjadinya perilaku bullying