cover
Contact Name
Muhamad idris
Contact Email
muhamadidris.fikes@uia.ac.id
Phone
+6281262200269
Journal Mail Official
afiatjurnaluia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah lantai 2 Jl. Raya Jatiwaringin No. 12
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal AFIAT
ISSN : 24776408     EISSN : 26560046     DOI : https://doi.org/10.34005/afiat.v11i1.4716
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak is a peer review journal providing original research relevant to nursing, and publishes scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include adult nursing, emergency nursing, gerontological nursing, community nursing, mental health nursing, pediatric nursing, maternity nursing, nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, and education in nursing. The articles of this journal are published every six months, on June and December (2 issues per year), and developed by the Faculty of Health, As-Syafi’iyah Islamic University.
Articles 185 Documents
ANALISIS KORELASI KEPATUHAN MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSI JAKARTA CEMPAKA PUTIH Istiqomah NA; Apin Naptarika; Dini Sukmalara
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4723

Abstract

Menurut data WHO tahun 2020 jumlah Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah 1.3 juta penduduk di dunia. Data menurut Report of Indonesian Renal Registry ke-7, setiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan pasien yang menjalani hemodialisis, diperkirakan terdapat 17.193 pasien baru pada tahun 2019. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis adalah ketidakpatuhan, sehingga pasien memiliki kualitas hidup buruk sebanyak (56,3%). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien GGK. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 204 pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 135 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat, menggunakan chi-square dengan α=5%. Hasil penelitian analisis univariat ditemukan 54.8% (74 orang) tidak patuh dan ditemukan sebanyak 14.8% (20 orang) memiliki kualitas hidup buruk. Analisa bivariat diperoleh bahwa nilai p Asym. Sig (2-sided) = 0,000 < a = 0,05 maka Ho ditolak. Simpulan terdapat hubungan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Saran bagi Rumah Sakit diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap pasien hemodialisis melalui edukasi tentang pentingnya kepatuhan terapi untuk menjaga kualitas hidup mereka
Hubungan Kualitas Pelayanan Pendaftaran Di Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur seni wati; Zuhriya Meilita; Marini Agustin; Imelda Pujiharti
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4724

Abstract

Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan promotife, preventif, kuratif, rehabilitatif. Sikap positif kepuasan pasien akan berepengaruh terhadap keputusan pasien untuk kunjungan ulang ke klinik. Dalam beberapa penelitian masih banyak ditemukan angka kepuasan pasien yang masih tergolong rendah atau dibawah 95%. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan pendaftaran rawat jalan dengan kepuasan pasien di Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur tahun 2021. Metode penelitian deskriptif korelatif. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan jumlah 171 responden. Hasil penelitian terdapat hubungan Kualitas pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien. Dengan hasil univariat gambaran Kualitas Pelayanan 79 responden (46,2%) diantaranya mempersepsikan pendaftaran rawat jalan baik, 92 responden (53,8%) mempersepsikan pendaftaran rawat jalan kurang baik, dan untuk gambaran kepuasan pasien 86 responden (50,3%) menyatakan puas, dan 85 responden (49,7%) menyatakan kurang puas. Simpulan Terdapat hubungan Kualitas Pelayanan Pendaftaran Di Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Klinik dr Syarif Alwi Bekasi Timur dengan hasil diperoleh p value 0,000 nilai ini lebih kecil α=5%. Saran agar lebih meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan yang baik dengan cara mengedepankan kedisiplinan petugas untuk mencapai tingkat kepuasan pasien
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASIEN PENDERITA ULKUS DIABETIKUM DI RS HERMINA JATINEGARA imelda pujiharti; Indri Fitrianingsih; Muhamad Idris
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4725

Abstract

Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Prevalensi penderita ulkus diabetikum di Indonesia sekitar 15%, angka amputasi 30%, angka mortalitas 32%. Tujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka pasien penderita ulkus diabetikum di Rs Hermina Jatinegara. Metode Penelitian menggunakan deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 40 responden. Sampel di ambil dengan Teknik total sampling. Analisisyang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi squre dengan α = 5%. Hasil penelitian didapatkan faktor – faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka pasien penderita ulkus diabetikum usia (p=0.000 < 0.05), manajemen nutrisi (p=0.005 < 0.05), kadar gula darah (p=0.006 < 0.05), perawatan luka (p=0.032 < 0.05), stadium luka (p=0.030 < 0.05). Simpulan hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor – faktor (usia, manajemen nutrisi, perawatan luka, kadar gula darah, dan stadium luka) denganproses penyembuhan luka pasien penderita ulkus diabetikum Saran bagi peneliti lain dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan penundaan penyembuhan luka pasien penderita ulkus diabetikum dengan metode yang berbeda
LITERATUR REVIEW: PENGARUH TERAPI PEMBERIAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI agus citra dermawan; Siti Fatimah; Rahma Hidayati
Afiat Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4727

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di atas 140 mmHg untuk asistol dan di atas 90 mmHg untuk diastolKomplikasi penyakit hipertensi jika tidak di obati adalah akan mengalami penyakit jantung, otak, ginjal , mata , atau arteri perifer. Pengobatan non farmakologis hipertensi dengan cara pemberian jus mentimun, buah mentimun sangat baik untuk pembuluh darah dan jantung, mengandung potasium, magnesium dan fastor, yang secara efektif dapat mengobati tekanan darah tinggi. Tujuan: Untuk memperoleh gambaran dari literature review tentang jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi pada lansia. Metode: Pada penulisan ini penulis menggunakan study literature review Hasil: Setelah penulis melakukan kajian literature review dari beberapa sumber, didapatkan hasil bahwa pemberian jus mentimun dapat menurunkan tekanaaan darah pada penderit hipertensi. Kesimpulan: Pemberian jus mentimun sangat efektif untuk menurunkan tekanaan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: hipertensi, Lansia, dan Mentimun.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RS KRAMAT 128 JAKARTA 2023 ., Seniwati; Fanumbi, Enjelina Angela Fransiska; Sumarno, Agus
Afiat Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3817

Abstract

Rumah Sakit sebagai pemberi layanan kesehatan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang memuaskan pasien. Namun masih ditemukan adanya ketidakpuasan pasien terhadap komunikasi perawat. Rata-rata hasil data yang didapatkan dari beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukan 67% pasien yang mengeluh adanya ketidakpuasan dalam penerimaan pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruang Intalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta. Metodologi Penelitian mengunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 185 dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling yang bejumlah 126 pasien. Hasil Komunikasi terapeutik perawat yang baik 73,8% dengan kepuasan pasien 65,9%, hasil uji Chi Square diperoleh nilai P Value 0,002. Simpulan Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta. Saran diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperhatikan penerapan komunikasi terapeutik perawat khusunya di Ruang Instalasi Gawat Darurat. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik baik tahapan komunikasi, sikap dan teknik komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di Rumah Sakit.
ANALISIS FAKTOR PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA WARGA BINAAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A JAKARTA idris, muhamad; Rahmadani, Elsa Maya
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4290

Abstract

ABSTRAK NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain) atau lebih di kenal dengan Narkoba merupakan obat, bahan atau zat bukan makanan yang jika dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh akan memiliki dampak buruk terhadap otak yang disebabkan karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi), serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA tersebut. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan napza pada warga binaan di lapas narkotika kelas II A Jakarta. Metode Penelitian dilakukan secara deskriptif Korelasi. Jumlah sampel adalah sebanyak 98 responden penyalahgunaan napza yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat melalui statistik uji chi – square dengan < a = 0,05. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil univariat Usia 17-25 Tahun 45,9 %, Pengetahuan Napza Rendah 59,2 %, Dukungan Keluarga Baik 54,1 % dan Penyalahgunaan Napza Ringan 52,0 % Hasil analisa bivariat yang didapat untuk Usia yaitu= 0,021, Pengetahuan Napza = 0,000 Dukungan Keluarga = 0,000. Simpulan terdapat Hubungan antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga Dengan penyalahgunaan napza pada warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta. Saran perlu diadakan penyuluhan kepada warga binaan di lapas narkotika kelas II A Jakarta tentang bahayanya pengguna narkoba secara terus-menerus dan dampak akibat memakai narkoba yang dapat merusak kesehatan maupun merusak generasi bangsa yang dapat mengakibatkan tatanan generasi masyarakat rusak.
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PRA LANSIA DI KOTA BEKASI sukmalara, dini; muhlisin, muhlisin
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4313

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat, masalah utama tidak hanya di Indonesia tapi di Dunia, karena merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke (Kemenkes RI, 2019), prevalensi usia umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Hipertensi disebut the silent killer karena sering tidak adanya keluhan, sehingga timbul kematian. Penanganan hipertensi non farmakologis salah satunya akupunktur metode terapi dengan penusukan jarum merangsang impuls saraf parasimpatis dan pembentukan Nitric Oxide lokal, sehingga terjadi relaksasi pembuluh darah dan tekanan darah menurun. Tujuan mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap tekanan darah pada pra lansia. Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dilakukan di Rumah Sehat Bimtama Kota Bekasi dengan melakukan 1 kali intervensi akupunktur. Hasil penelitian uji statistik ditemukan adanya terjadi penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi akupunktur terhadap tekanan darah. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai (p=0,000) yang berarti nilai p<0,05 maka H0 ditolak. Simpulan terdapat pengaruh yang signifikan terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada pra lansia. Saran diharapkan bagi pralansia khususnya yang mengalami tekanan darah tinggi untuk melakukan akupunktur sebagai pilihan terapi non-farmakologi tanpa efek samping yang aman dan mudah untuk dilakukan dalam menurunkan tekanan darah. Kata kunci : Akupunktur, Hipertensi, Tekanan Darah.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI LUBANG BUAYA 03 JAKARTA TIMUR Nissa, Rahmatun; Fatimah, Siti; Sumarno, Agus; Yanti, Novi
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4320

Abstract

Diare merupakan penyakit yang dapat menyerang semua usia, tetapi diare pada bayi dan anak mempunyai risiko tinggi dalam menyebabkan kematian. Prevalensi diare di Indonesia menurut karakteristik berdasarkan Riskesdas 2018 tercatat sebanyak 18.225 (9%) anak dengan diare golongan umur < 1 tahun, 73.188 (11,5%) anak dengan diare golongan umur 1-4 tahun, 182.338 (6,2 %) anak dengan diare golongan umur 5-14 tahun, dan sebanyak 165.644 (6,7 %) anak dengan diare golongan umur 15-24 tahun. Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttest design. Sampel yang digunakan dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Hasil penelitian pada analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan paired sample test dengan level of significant (α) = 5%. Analisis univariat diperoleh bahwa tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dalam kategori baik sebanyak 8 siswa (27%) dan kategori cukup sebanyak 22 siswa (73%), sedangkan tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa sesudah dilakukan pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun terjadi peningkatan dalam kategori baik menjadi 29 siswa (97%) dan kategori cukup menurun menjadi 1 siswa (3%), analisis bivariat diperoleh nilai p value = 0.000 <α = 0.05. Nilai Thitung = 13.683> Ttabel=1.699. Kesimpulan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun terhadap tingkat pengetahuan pencegahan penyakit diare pada siswa Sekolah Dasar Negeri Lubang Buaya 03 Jakarta Timur. Saran untuk siswa meningkatkan pengetahuan pencegahan diare dengan menerapkan cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari – hari
Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru Sekolah Luar Biasa Di Kota Bekasi Ratnamaya, Salvia; Pujiharti, Imelda
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4323

Abstract

Efikasi diri selalu mengarah pada keyakinan dalam diri seseorang atas kemampuannya terhadap penyelesaian tugas hingga permasalahan yang ada terlebih pada guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa. Tingginya tingkat stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa bisa berdampak pada perilaku prososial guru. Perilaku prososial guru SLB dapat diartikan sebagai perilaku individu dalam memberikan sebuah keuntungan secara materi, fisik, serta psikologis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Efikasi Diri dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa Di Kota Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif pendekatan korelasional. Jumlah populasi sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan α = 5%. Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan efikasi diri Rendah (61,5%) dan stres kerja tinggi (34,6%) . hasil bivariat diperoleh P value Chi-Square 0,000 ini lebih besar dari a= 5% maka hipotesis H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan yang signitifikan antara efikasi diri dengan stres kerja. Saran diharapkan bagi guru anak berkebutuhan khusus untuk mampu meningkatkan pengalaman keberhasilan dengan mengikuti program pendampingan psikologis terkait dengan self efficacy seperti pelatihan atau seminar sesama guru SLB
PENERAPAN EVIDENCE BASED NURSING DENGAN INTERVENSI BERMAIN TERAPEUTIK POP IT TERHADAP KECEMASAN ANAK SELAMA TERAPI INHALASI Sulistyawati, Rahma Dewi; Rokhaidah, Rokhaidah
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4330

Abstract

Abstrak Brokopneumonia adalah infeksi yang memengaruhi saluran udara yang menuju paru-paru, yang juga dikenal sebagai bronkus. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh adanya bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh infeksi virus dan jamur, salah satu pengobatan yang diberikan pada anak yang mengalami bronkopneumonia ialah terapi inhalasi. Terapi inhalasi merupakan suatu metode pengobatan yang menggunakan mukolitik dan bronkodilaator dalam bentuk hirupan. Tujuan dari terapi ini adalah untuk melonggarkan sekresi di saluran perapasan yang dapat menyebabkan obstruksi saluran pernapasan. Seringkali pada anak balita mengalami kecemasan karena terapi inhalsi. Kecemasan dipengaruhi oleh penggunaan masker oksigen dan mesin pada terapi inhalasi. Hal ini juga sering terjadi pada anak balita yang sedang menjalani. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia dan intervensi bermain terapeutik pop it untuk mengurangi kecemasan anak selama terapi inhalasi. Penerapan bermain terapeutik pop it dilakukan pada pasien kelolaan yang dilakukan sebanyak 3x pertemuan selama 15-20 menit sedangkan pada pasien resume tidak diberikan intervensi inovasi. Data skor kecemasan menggunakan VFAS. Hasil dari penerapan bermain terapeutik pop it pada pasien kelolaan semula skor kecemasan sebesar 5 kemudian menurun menjadi 2, sedangkan untuk pasien resume yang tidak diberikan bermain terapeutik pop it semula skor kecemasan 5 kemudian menurun menjadi 4. Dampak lain dari bermain terapeutik pop it ialah dapat melatih motorik, sensorik dan aspek kognitif bagi anak seperti belajar berhitung, menyebutkan bentuk pada pop it dan melatih kecepatan tangan. Keywords: Anak, bermain terapeutik, hospitalisasi, kecemasan, pop it, , terapi inhalasi Abstract: Brochopneumonia is an infection that affects the airways leading to the lungs, also known as the bronchi. This infection is generally caused by bacteria, but can also be caused by viral and fungal infections. One of the treatments given to children who experience bronchopneumonia is inhalation therapy. Inhalation therapy is a treatment method that uses mucolytics and bronchodilators in the form of inhalation. The aim of this therapy is to regulate secretions in the reproductive tract that can cause respiratory tract obstruction. Often children under five experience anxiety due to inhalation therapy. Anxiety is influenced by the use of oxygen masks and machines in inhalation therapy. This also often happens to children under five who are undergoing it. The aim of this research is to help treat bleeding in children with bronchopneumonia and pop it therapeutic play intervention to reduce children's anxiety during inhalation therapy. The application of therapeutic pop play was carried out on managed patients in 3 meetings lasting 15-20 minutes, while on the resume the patient was not given any innovative intervention. Anxiety score data using VFAS. The results of applying pop it therapeutic play to patients managed to get an initial anxiety score of 5 then decreased to 2, while for resume patients who were not given pop it therapeutic play the anxiety score returned to 5 then decreased to 4. Another impact of pop it therapeutic play is that it can train motor, sensory and cognitive aspects for children such as learning to count, naming shapes on pop it and practicing hand speed Keywords: Children, therapeutic play, hospitalization, anxiety, pop it, , inhalation therapy