cover
Contact Name
Muhamad idris
Contact Email
muhamadidris.fikes@uia.ac.id
Phone
+6281262200269
Journal Mail Official
afiatjurnaluia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah lantai 2 Jl. Raya Jatiwaringin No. 12
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal AFIAT
ISSN : 24776408     EISSN : 26560046     DOI : https://doi.org/10.34005/afiat.v11i1.4716
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak is a peer review journal providing original research relevant to nursing, and publishes scientific works for nurse practitioners and researchers. The focus and scopes of the journal include adult nursing, emergency nursing, gerontological nursing, community nursing, mental health nursing, pediatric nursing, maternity nursing, nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, and education in nursing. The articles of this journal are published every six months, on June and December (2 issues per year), and developed by the Faculty of Health, As-Syafi’iyah Islamic University.
Articles 185 Documents
EFEKTIFITAS TERAPI KOGNITIF PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMPN KOTA BEKASI Meilita, Zuhriya; seni, seniwati
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4345

Abstract

Maraknya tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah saat ini sudah sangat memprihatinkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2016-2020, prevalensi kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak pada komponen anak menjadi korban bullying sejumlah 480 anak dan anak sebagai pelaku bullying terdapat sekitar 437 anak. Bullying dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak. Dampak negatif dari bullying pada anak yang menjadi pelaku atau korban terdiri atas kecemasan, depresi, bahkan risiko bunuh diri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying adalah dengan terapi kognitif perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kognitif perilaku terhadap pencegahan perilaku bullying. Jenis penelitian ini experimental research, dengan desain two groups independent sample t test, dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian Siswa SMPN Kota Bekasi, teknik pengambilan sampel dengan jumlah 78 responden dengan simple random sampling. Intervensi yang diberikan adalah latihan kognitif perilaku dengan 3 sesi selama 30 – 45 menit. Alat pengumpulan data adalah adolescent peer relationship instruments. Hasil penelitian analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian munujukkan rata-rata perilaku bullying pada kelompok intervensi sebelum diberikan terapi kognitif perilaku adalah 29,63, sesudah diberikan terapi perilaku kognitif adalah 22,50. Pada kelompok kontrol, rata-rata perilaku bullying sebelum intervensi adalah 24,05 dan rata rata perilaku bullying setelah intervensi 24,24. Hasil uji man whitney T test menunjukkan adanya perbedaan kelompok kontrol dan intevensi setelah diberikan terapi kognitif perilaku dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,036 < 0,05. Simpulan penelitian ini adanya efektifitas terapi perilaku kognitif terhadap perubahan perilaku bullying pada siswa SMPN Kota Bekasi. Saran untuk pihak sekolah teruma bagian Bimbingan Konseling (BK) bisa menerapkan terapi perilaku kognitif untuk mencegah terjadinya perilaku bullying
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS BANGKALA KOTA MAKASSAR Rosnania, Rosnania; Afrida, Afrida; Nur, Muhammad Nur Said
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4347

Abstract

Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan TB Paru di Puskesmas Bangkala Kota Makassar. Metodologi : desain penelitian ini adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 20 Juli 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 41 responden dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil Uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan faktor kepatuhan minum obat dengan keberhasilan pengobatan TB Paru dengan p-value 0,000. Tidak Ada hubungan faktor PMO dengan keberhasilan pengobatan TB Paru dengan p-value 0,708. Tidak Ada hubungan faktor ketersediaan obat dengan keberhasilan pengobatan TB Paru dengan p-value 0,708.
INTERVENSI PEMBERIAN OKSIGEN DAN POSISI HEAD UP 300 PADA PASIEN STROKE DENGAN MASALAH PERFUSI SEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI IGD RSUD BUDHI ASIH JAKARTA : STUDI KASUS Mahendra, Donny
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4349

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat terganggunya atau terhentinya suplai darah ke otak. Kondisi ini dapat muncul secara mendadak dan cepat, menyebabkan kerusakan pada saraf serebral. Tujuan: untuk memahami secara mendalam intervensi pemberian oksigen dan posisi head-up 30° pada pasien stroke dengan masalah perfusi serebral tidak efektif. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan Hasil: intervensi pemberian oksigen dan posisi head up 30 derajat terhadap pasien stroke bepengaruh signifikan terhadap perfusi serebral dengan saturasi oksigen pada P1 dan P2 mengalami kenaikan dengan rata-rata 98%, tekanan darah dan tingkat kesadaran pada P1 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan hal ini dikarenakan luas infark yang terjadi pada hasil pemeriksaan MRI.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gangren Diabetik Darni, Zahri
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4354

Abstract

Gangren diabetik adalah salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus, dan merupakan penyebab utama amputasi non-traumatik. Kejadian gangren diabetik dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik internal maupun eksternal, yang dapat memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan angka morbiditas serta mortalitas. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian gangren pada pasien diabetes melitus. Publikasi untuk tinjauan literatur penelitian ini ditemukan dengan menggunakan kata kunci diabetes melitus, gangren diabetik, ulkus kaki diabetik, penyakit arteri perifer, dan faktor risiko diabetes di database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel-artikel dari tahun 2015 hingga 2024 yang memenuhi kriteria disertakan. Berdasarkan analisis terhadap 10 artikel kejadian gangren diabetik dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor klinis, gaya hidup, dan kondisi sosial-ekonomi. Intervensi yang komprehensif, termasuk pengelolaan glukosa yang ketat, perawatan kaki yang tepat, serta edukasi pasien, sangat penting dalam mencegah gangren diabetik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Rafingah, Siti; Suratmi, Suratmi; Istiqomah, Istiqomah
Afiat Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI PADA ORANG TUA Meylawati, Luluk Eka; Anggraeni, Fitri; Fidrajaya, Ridho
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4604

Abstract

Fenomena di masyarakat sekarang ini adalah maraknya kasus pelecehan seksual pada anak usia dini seperti kekerasan dan penyimpangan seks, hal tersebut terjadi salah satunya karena kurangnya pendidikan seks dari orang tua pada anak, jika orang tua mendidik anaknya dengan baik maka anak tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang baik maupun sebaliknya dan hal tersebut harus dibarengi oleh sikap dan tingkat pengetahuan orang tua yang baik pula. Tujuan Penelitian untuk untuk mengetahui analisis pengetahuan dan sikap tentang pendidikan seks anak usia dini pada orang tua. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Jumlah sampel sebanyak 49 responden orang tua anak yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan univariat untuk mengetahui frekuensi variabel yang tekait. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil analisis univariat jumlah responden terbanyak dengan umur 30-34 tahun (30,61%), pendidikan terakhir didominasi lulusan sarjana (51%), jenis media yang sering digunakan media elektronik (61,22%), sikap positif yang dimiliki responden sebanyak (51%) dan negatif (49%). Tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak (95,9%), cukup sebanyak (4,1%) dan (0%) untuk yang kurang. Simpulan sebagian besar orang tua memiliki sifat yang positif dan mayoritas orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pendidikan seks anak usia dini.
ANALISIS HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN DERAJAT STENOSIS CORONARY PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE DI RUMAH SAKIT JANTUNG BINAWALUYA Sumarno, Agus; Rafingah, Siti; Silvia, Hana
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4660

Abstract

Abstract: Coronary Artery Disease (CAD) merupakan salah satu penyakit dari Cardiovascular diseases (CVDs) sebagai penyebab terbanyak kematian didunia, pada tahun 2019 diperkirakan sebanyak 17,9 juta jiwa meninggal karena CVDs. Diabetes dan dyslipidemia merupakan salah satu factor risiko dari CAD. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD di Rumah Sakit Jantung Binawaluya. Metode penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Jumlah Populasi target sebanyak 250 dan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 84 responden. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang diperiksa HbA1c sebanyak 45,2% dengan kategori diabetus, sedangkan derajat stenosis parah berjumlah 57,1%. Berdasarkan tabel silang yang memiliki kadar HbA1c dikategorikan diabetes dengan stenosis derajat parah berjumlah 68,4% . Hasil uji Chi-Square pada hubungan HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD hasil Pvalue (Asymp.Sig.) sebesar 0,04 (p<5%), maka hipotesis H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan kadar HbA1c dengan derajat stenosis pada pasien CAD. Saran perlu diadakan edukasi untuk mengendalikan factor risiko pada pasien CAD khususnya kadar Hba1c agar tidak memperparah derajat stenosis
The Role of Recreational Activities in the Promotion of Health among the Aged Population in Taraba State, Nigeria Kirim, Akawu Bitrus
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4665

Abstract

Throughout human history, recreational activities have provided an important source of solace, pleasure and relaxation to the minds of people, especially after going through series of stress wrought by daily routines; hence the old saying, “all work without play makes Jack a dull boy.” Recreational activities have been found to relief the body from physical, mental and emotional stress thereby improving the total health of individuals. This research therefore attempts to investigate the role played by recreational activities in the promotion of health among the aged population in Taraba State. The research objectively seeks to find out the relationship between recreational activities and the health of the aged individuals in Taraba State, to find the factors responsible for poor performance of the aged individuals in recreational activities and to find the factors responsible for poor performance of the aged individuals in recreational activities in Taraba State. The population of the study includes all the aged people in Taraba State who are 50 years old or older, out of which 100 shall be sampled for the study. A researcher developed questionnaire shall be used as the instrument for data collection and descriptive statistics of frequency, percentages, mean and standard deviation shall be used to analyse the demographic characteristics of the respondents. Pearson product Moment Correlation (PPMC) Coefficient shall be used to test the hypotheses formulated for this research. An alpha level of 0.05 was used to accept or reject the null hypotheses.
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH agustin, marini; Ramadhani, Novia Wulan
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4681

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi beberapa penyakit tidak menular dan penyakit kronis lain yang dapat dicegah. Dari 2016 hingga 2019, 1,9 miliar orang di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, 650 juta di antaranya mengalami obesitas. Dampak obesitas cukup luas terhadap berbagai penyakit kronik degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan diabetes tipe 2 serta kelainan tulang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam As- Syafi’iyah. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 305 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Jumlah sampel sebanyak 75 responden mahasiswi yang mengalami obesitas menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui uji chi-square dengan α = 5% atau (0.05). Hasil penelitian univariat menunjukan 48 (64.0%) memiliki frekuensi makan lebih, melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 30 (40.0%), dan kejadian obesitas I sebanyak 35 (46.7%). Hasil bivariat pada frekuensi makan pvalue 0.017 (p<0,05) maka H0 ditolak, dan aktivitas fisik didapatkan pvalue 0.003 (p<0,05) maka H0 ditolak. Simpulan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas. Saran diharapkan bagi mahasiswi untuk mengatur keseimbangan frekuensi makan, aktivitas fisik dan mengontrol Indeks Massa Tubuh untuk mencegah terjadinya obesitas.
STATUS GIZI ANAK DENGAN THALASEMIA DI KABUPATEN BANYUWANGI Indriani, Ninis; Damayanti, Fransiska Erna
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4707

Abstract

Thalasemia merupakan kondisi rantai globin tidak terbentuk sempurna dan sel darah tidak mampu mengikat oksigen dengan baik, sehingga penderita memerlukan tranfusi secara rutin setiap bulan, dimana tranfusi berulang dapat menyebabkan penumpukan kadar feritin di dalam darah dan organ tubuh yang berpengaruh terhadap kemampuan tubuh dalam proses metabolisme dan penyerapan nutrisi oleh yang menyebabkan anak menderita gangguan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan thalassemia dengan status gizi pada anak penderita thalassemia. Metode: Desain penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross sectional, dimana data sampel penelitian diambil dari data register salah satu rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 32 responden.Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi somers’d. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi anak dengan thalassemia mayor mengalami status gizi kurang dan status gizi buruk dengan nilai p = 0,001 (p>0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara thalassemia dengan status gizi pada anak dengan thalassemia. Kesimpulan: kondisi thalassemia terutama thalassemia mayor dapat berdampak terjadinya gangguan gizi pada penderita thalassemia sehingga anak dapat mengalami pertumbuhan yang tidak optimal