cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282337602651
Journal Mail Official
tarlim@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISSN : 26157225     EISSN : 2621847X     DOI : https://doi.org/10.32528/tarlim
Jurnal Pendidikan Agama Islam yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember dikelola oleh Prodi Pendidikan Agama Islam, memuat tema-tema yang membahas tentang : Pembelajaran Pendidikan Islam (Learning of Islamic Education), Manajemen Pendidikan Islam (Management of Islamic Education), Teknologi Pendidikan Islam (Technologyof Islamic education), Inovasi Pendidikan Islam (innovation of Islamic education), Strategi Pendidikan Islam (Strategyof Islamic education), Kurikulum Pendidikan Islam (curriculum of Islamic education), Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam (figure of Islamic education), Al Qur’an dan Hadis terkait Pendidikan Islam (Al Qur’an and hadith related to Islamic education) dikaji secara mendalam melalui Penelitian atau Kajian Kritis Ilmiah.
Articles 78 Documents
The Muhammadiyah as a Cultural Movement: Muhammadiyah Sebagai Gerakan Budaya Moh. Ubaidillah Al Amin; Muhammad Hayat
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.4981

Abstract

, Latar Belakang: Muhammadiyah adalah organisasi islam yang tidak hanya bergerak pada gerakan dakwah islam saja, tetapi juga bergerak pada gerakan budaya yang mewujudkan revitalisasi islam yang tidak hanya terbatas pada ruang lingkup aqidah dan aktivitas keagamaan serta muhammadiyah juga menginspirasi pergeseran norma budaya masyarakat. Sejak didirikannya muhammadiyah pada awal abad ke-20, organisasi islam ini telah mewujudkan sebuah konsep islam yang berkemajuan melalui berbagai sektor pendidikan, kesehatan, bantuan dan pemberdayaan masyarakat, menumbuhkan paradigma masyarakat yang rasional, etos kerja yang kuat, serta budaya masyakat yang ditandai dengan inklusivitas dan egaliter. Penelitian ini memfokuskan bagaimana kajian peran muhammadiyah sebagai gerakan budaya dalam pengembangan pendidikan islam melalui implementasi konsep tajdid, sikap kritis terhadap praktik tradisi lokal, serta mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan yang strategis dengan tujuan sebagai gerakan  perubahan sosial. Temuan penelitian ini menggunakan metode yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk peradaban yang lebih tercerahkan dengan adanya nilai-nilai moderasi, sikap penghormatan terhadap manusia secara universal, menolak takhayul, bid’ah, dan khurofat (TBC), serta penguatan pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian, muhammadiyah dalam gerakan budaya dapat diposisikan sebagai gerakan budaya yang dapat mengintegrasikan ajaran islam dengan dinamika sosial kontemporer melalui pengembangan pendidikan islam. Hal ini memberikan dampak yang sangat bagus untuk mengembangkan budaya pendidikan islam dan peradaban bangsa indonesia.
PEREMPUAN TANPA AYAH: QS. Luqmān (31):17 Sebagai Sumber Moral Bagi Mahasiswi Urban IAIN Pontianak Maimunah; Syafa Safira Dwi Firdayanti; Luqman Abdul Jabbar
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5034

Abstract

The phenomenon of women growing up without a father (fatherlessness) is increasingly found in urban communities and has implications for their moral, emotional, and identity development. This study aims to examine how urban female university students in Pontianak City who experience fatherlessness construct Islamic moral values through their understanding of Qur’anic Surah Luqmān (31):17. This research employs a phenomenological approach supported by tafsīr analysis to explore how the students’ emotional, spiritual, and social experiences influence the internalization of the values of prayer (ṣalāh), enjoining good (amr maʿrūf), forbidding evil (nahy munkar), and patience (ṣabr). Data were collected through literature review, social observation, and in-depth interviews with fatherless female students. The findings reveal that the absence of a father contributes to a more independent and reflective process of moral formation. The students interpret Surah Luqmān (31):17 not merely as a normative command but as a moral guideline that shapes their daily conduct. These values help them respond to urban life challenges, manage emotions, and strengthen their personal identity. This study contributes to discussions on Islamic moral education by integrating lived experiences of fatherless female students with Qur’anic interpretation in the context of higher education and urban life.
Innovations in the Islamic Religious Education Curriculum in the Context of the Sustainable Development Goals Rochim, Ahmad Abdul; Tasman Hamami; Sukiman
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dilakukan, salah satunya inovasi kurikulum PAI dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs). Dan Sustainable Development Goals (SDGs) identik dengan nilai-nilai keberlanjutan. Harapannya dengan adanya inovasi kurikulum PAI, PAI bukan lagi hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter peserta didik yang beriman, peduli sosial, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan pengkajian berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan dengan kurikulum PAI dan SDGs. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengkaji secara mendalam isi tulisan, sehingga menghasilkan data yang lebih tajam, mendalam, dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki keselarasan dengan nilai-nilai SDGs, seperti keadilan sosial, pelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan berkualitas, dan perdamaian. Adanya inovasi kurikulum PAI konteks SDGs berharap mampu mencetak peserta didik yang tidak terbatas unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan menuju agenda global 2030.
Peran Organisasi FKM dalam Menyiapkan Keterampilan Keagamaan Siswa Melalui Kegiatan Peer Teaching di Madrasah Aliyah Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara Maulida Fitri Aulia Dewi; Azzah Nor Laila
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran organisasi Forum Komunikasi Madrasah (FKM) dalam menyiapkan keterampilan keagamaan siswa melalui kegiatan peer teaching di Madrasah Aliyah Hasyim Asy’ari Bangsri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan keterampilan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter religius siswa yang tidak hanya bergantung pada pembelajaran formal di kelas, tetapi juga memerlukan dukungan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala madrasah, pembina FKM, pengurus FKM, tutor sebaya, serta siswa peserta kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi FKM berperan aktif dan strategis dalam menyiapkan keterampilan keagamaan siswa melalui kegiatan peer teaching yang terstruktur, seperti praktik adzan, kajian kitab kuning, dan khataman Al-Qur’an, yang secara nyata meningkatkan keterampilan keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan karakter religius siswa.
Implementasi Nilai-nilai Sunnah Rasulullah Dalam Membentuk Karakter Anak Tadika Tinta Khalifah Malaysia Rida Anggraini; Zailani
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi nilai-nilai sunnah Rasulullah dapat membentuk karakter anak-anak di Tadika Tinta Khalifah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggabungkan jenis penelitian eksperimen naratif, eksperimen aksi dan survey. Subjek penelitian adalah 245 anak tadika serta 12 guru yang terlibat dalam program implementasi sunnah. Tahapan penelitian meliputi pemberian intervensi berupa aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai sunnah (nilai akhlak, nilai ibadah, nilai sosial dan kemasyarakatan, nilai kesehatan dan kebersihan) melalui cerita naratif dan praktik langsung, kemudian dilakukan survei terhadap orang tua dan guru untuk mengukur perubahan karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai sunnah dapat meningkatkan aspek karakter anak seperti kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab. Temuan ini juga menunjukkan bahwa kombinasi metode eksperimen naratif, eksperimen aksi dan survey efektif dalam mengidentifikasi dampak implementasi nilai-nilai agama terhadap perkembangan karakter anak Tadika Tinta Khalifah. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi lembaga pendidikan anak Tadika Tinta Khalifah dalam mengembangkan program pembentukan karakter berbasis nilai-nilai sunnah Rasulullah. Dari beberapa penerapan, peneliti juga memiliki beberapa faktor penghambat antara lain kurangnya kontribusi orang tua pada program “time of sunnah” yang di terapkan oleh peneliti disebabkan orang tua tidak membatasi tontonan anak, sedangkan banyak di sosial media kekerasan dan bullying. Peneliti berharap dalam kombinasi eksperimen narrativ, eksperimen aksi, dan survey dapat memberi dampak positif bagi anak-anak, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
TINGKAT KEPUASAN SISWA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KUSUMAWATI, DAHANI
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5091

Abstract

Satisfaction is a primary indicator closely related to service quality. Schools, particularly Islamic educational institutions as providers of educational services, must be able to realize this satisfaction comprehensively through various services such as learning processes, a sense of safety, comfort, an enjoyable and inclusive environment, adequate facilities and infrastructure, counseling services, and other supporting services. SMA Muhammadiyah 3 Jember, as one of the Islamic educational institutions with the status of an excellent school in the Muhammadiyah Future School (MFS) program, aims to provide comprehensive services in order to achieve student satisfaction. This study aims to examine the level of student satisfaction with the quality of services at the Islamic educational institution, namely SMA Muhammadiyah 3 Jember. This research uses a quantitative approach with a survey research design. The instrument used is a questionnaire distributed to 131 student respondents. Data analysis was conducted using descriptive statistics. The results show that from all measured service indicators, 73 percent of students feel very satisfied, 25 percent feel satisfied, and the remaining 2 percent report being fairly satisfied. In conclusion, the level of student satisfaction with the quality of services at SMA Muhammadiyah 3 Jember as an Islamic educational institution is categorized as very satisfied, indicating that the quality of services provided by the school is very good.
Optimizing Islamic Education Learning Strategies in Cultivating Religious Culture Junior High School Students in the Independent Curriculum in Central Java Ridho Riyadi; Ajrin Pradeni; Safarudin Yahya
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5106

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum requires Islamic Religious Education (PAI) learning to focus not only on cognitive aspects but also on strengthening the character and religious culture of students in the school environment. However, at the practical level, Islamic Religious Education (PAI) learning still faces challenges, especially in the imagination of adaptive learning strategies based on student needs (contextual). The purpose of this study is to analyze the optimization of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies in fostering religious culture in public junior high schools during the implementation of the Independent Curriculum in Central Java. The study used a qualitative paradigm with a case study design at Batang Public Junior High School. The data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research informants were the principal, Islamic Religious Education teachers, the curriculum vice-chair, the OSIS Spirituality Section, and students. Data analysis techniques used Miles Huberman and Saldana, which included data condensation, data display, and data verification. The results of the study indicate that optimization of Islamic Religious Education (PAI) learning in fostering students' religious culture is carried out through the implementation of differentiated learning in the classroom, the integration of religious project values to strengthen the Pancasila student profile (P5), and structured religious habits in the school environment. Supporting factors include teacher pedagogical competence and school policy support. Inhibiting factors include limited learning time and the complexity of curriculum administration. This study concludes that optimizing Islamic Religious Education (PAI) learning strategies plays a significant role in shaping students' religious culture in public junior high schools. Conceptually, this research strengthens the role of PAI as an instrument for shaping religious culture in public schools under the Merdeka curriculum. Practically, it provides recommendations for schools and teachers in developing contextual and sustainable PAI learning.
ANALISIS KEDISIPLIMAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PRESTASI PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH AIMAS KABUPATEN SORONG Arif Pramana Aji; Jana Rahmayati Bauw; Abdul Gani
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islamterhadap prestasi peserta didik, serta upaya dan hambatan terhadap prestasi pesertta didikkelas VII di SMP Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Kedisiplinan guru dinilai sebagai elemen penting dalam membentuk suasana belajar yang mendukung dan efektif bagi siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas VII, observasi langsung di lingkungan kelas, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah Aimas umumnya menunjukkan disiplin yang tinggi,termasuk dalam hal ketepatan waktu, persiapan materi pelajaran yang komprehensif, kemampuan mengelola kelas, dan memberikan teladan dalam praktik ibadah. Disiplin guru Pendidikan Agama Islam ini memiliki korelasi positif dengan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam dan pengembangan sikap disiplin pada diri siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa area untuk perbaikan, seperti perlunya konsistensi lebih lanjut dalam penerapan peraturan dan peningkatan interaksi guru-siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu strategi yang efektif untuk meningkatan prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa.