cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282337602651
Journal Mail Official
tarlim@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISSN : 26157225     EISSN : 2621847X     DOI : https://doi.org/10.32528/tarlim
Jurnal Pendidikan Agama Islam yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember dikelola oleh Prodi Pendidikan Agama Islam, memuat tema-tema yang membahas tentang : Pembelajaran Pendidikan Islam (Learning of Islamic Education), Manajemen Pendidikan Islam (Management of Islamic Education), Teknologi Pendidikan Islam (Technologyof Islamic education), Inovasi Pendidikan Islam (innovation of Islamic education), Strategi Pendidikan Islam (Strategyof Islamic education), Kurikulum Pendidikan Islam (curriculum of Islamic education), Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam (figure of Islamic education), Al Qur’an dan Hadis terkait Pendidikan Islam (Al Qur’an and hadith related to Islamic education) dikaji secara mendalam melalui Penelitian atau Kajian Kritis Ilmiah.
Articles 78 Documents
Efektivitas Pemanfaatan Media Artificial Intelligence pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Garut: Pemdahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan referensi Muhamad Lutfi Alfayumi; Asep Tutun Usman; Nenden Munawaroh; Masripah
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan media artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Garut. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI dinilai dapat membantu mewujudkan proses pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta mendorong personalisasi dan inovasi dalam penyampaian materi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang memfokuskan pada pengalaman subjektif guru pada mata pelajaran rumpun PAI dan peserta didik dalam memanfaatkan AI pada proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian guru dan siswa telah memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran, namun implementasinya belum optimal dikarenakan beberapa guru dan peserta didik masih belum memahami sepenuhnya akan teknologi, infrastruktur yang belum merata, serta minimnya kebijakan dan regulasi yang mengatur pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. Selain itu, tantangan lain yang dihadapi dalam penerapannya yakni adanya potensi ketergantungan siswa terhadap teknologi dan kurangnya pengawasan dalam pemanfaatan AI yang berpotensi menurunkan kemandirian belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi perencanaan yang sistematis, pendampingan yang intensif oleh guru, serta dukungan kebijakan baik dari pihak sekolah dan pemerintah agar AI dapat dimanfaatkan secara bijak dan efektif dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi di era digital. 
Dinamika Pendidikan Agama Islam Pada Era Khulafaur Rasyidin (632–661 M) Komariah, Nining Syamsi; Ahmad Ubadi
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3200

Abstract

The era of the caliphs was an important period in the early development of Islamic civilization, including in the field of education. Although formal educational institutions such as madrasahs had not yet been formed, the intellectual, spiritual, and social foundations built during this period were very strong and influenced Islamic education in the following period. This study aims to explore more deeply the history of Islamic education, both before and during the reign of the caliphs. This research is based on qualitative literature studies, conducted through four main stages, namely: heuristics, criticism stage, interpretation stage aimed at interpreting verified historical data, and historiography stage, namely compiling the results of the analysis in the form of a systematic historical narrative. The results of the study, the development of Islamic education has progressed rapidly due to the social, political, and security situations marked by the establishment of Islamic educational institutions such as kuttab, mosques, and suffah.
Penanaman Nilai Moderasi beragama Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Ekstrakurikuler Rusdiyanto; Ahmad Nur Mahfuda
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3247

Abstract

Penanaman karakter tentang konsep moderasi beragama sejak dini (siswa MI) akan memunculkan sikap anak bangsa yang teguh dan yakin dengan agama yang dianut yaitu agama Islam namun tetap mengedepankan toleransi beragama sehingga kelak akan menjadi generasi yang santun beragama cinta negara sehingga dapat terwujudnya negara Indonesia yang baldatun thayobatun warabun ghafurun yang dilandasi trilogi ukhuwah: ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariah. Jenis penelitian metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus, dalam pengumpulan data memakai wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (I) strategi Guru dalam menanamkan Nilai Moderasi beragama Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Ekstrakurikuler diantaranya, a) Pembelajaran EkstraKurikuler, diantaranya i) Bahasa Inggris ii) Ke-NU-an, b) Kegiatan Ekstra kurikuler diantaranya, i) Pramuka ii) Pagar Nusa dan iii) sepakbola (2) Nilai-Nilai Moderasi beragama Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Ekstrakurikuler diantaranya a) Toleransi b) Persamaan (egaliter) c) I’tidal d) Kedamaian dan e) Nasionalisme
The Role of the Islamic Religious Education Curriculum in Character Development: A Study of Challenges and Educational Impact in Indonesia Alhamuddin; Ikin Asikin
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3325

Abstract

This study aims to analyze the role of the Islamic Religious Education (IRE) curriculum in shaping character education in Indonesia. In the context of national education reform and the moral challenges facing youth, the curriculum is expected to deliver not only religious knowledge but also the internalization of character values relevant to real-life experiences. This research employed a qualitative method through document analysis of curriculum guidelines, textbooks, and teacher manuals at the secondary school level. The findings reveal that character values such as honesty, responsibility, empathy, and discipline are normatively embedded in the curriculum. However, a gap exists between the moral concepts being taught and the real-life contexts students face. The curriculum tends to be declarative and lacks pedagogical approaches that promote reflection and contextual application. Furthermore, the evaluation of students’ character development is not systematically integrated into the assessment process. The study recommends the development of more dialogic, experiential, and context-based teaching strategies, as well as enhanced teacher training. Accordingly, the Islamic Religious Education curriculum has the potential to play a significant role in shaping students’ character in a holistic and socially relevant manner.
Konsep Pendidikan Multidisipliner Berbasis Paradigma Twin-tower di Lingkungan Pesantren Fina Qotrunnada Fuadiyah; Navisah Al Ainiyah; Ali Masud
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3417

Abstract

Pembelajaran PAI di lingkungan pesantren saat ini masih banyak yang menggunakan pendekatan monodisipliner, sedangkan dunia pesantren saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan perkembangan zaman untuk mencetak generasi muslim yang berkualitas, baik dalam ilmu agama maupun umum, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep pendidikan multidisipliner yang relevan dan terintegrasi paradigma Twin-tower yang berada di lingkungan pesantren melalui studi pustaka. Artikel ini disusun melalui pendekatan studi kepustakaan (library research), data yang digunakan diperoleh dari berbagai literatur yang relevan seperti buku teks, artikel ilmiah, dan ebook. Pengumpulan data dilakukan dengan menyisir berbagai sumber yang relevan dengan subjek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menguraikan dan menyimpulkan berbagai informasi terkait pendidikan multidisipliner, paradigma Twin-tower; dan pendidikan di lingkungan pesantren.. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa paradigma Twin-tower dapat diimplementasikan di lingkungan pesantren sebagai model integrasi dari ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan umum. Paradigma ini melambangkan dua disiplin keilmuan yang saling melengkapi, setara, dan relevan. Konsep pendidikan multidisipliner berbasis paradigma twin-tower menawarkan solusi inovatif untuk mencetak generasi muda yang adaptif dan holistic bagi lingkungan pesantren.
KAWIN CAI: INTERAKSI AGAMA ISLAM DAN BUDAYA Vikryan, Zaka
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3546

Abstract

Tradisi Kawin Cai di Desa Babakanmulya merupakan ritual tahunan sebagai pengejawantahan syukur atas nikmat keberlimpahan air, yang memiliki nilai penting dalam kehidupan pertanian masyarakat. Fenomena ini mencerminkan adanya interaksi yang kompleks antara budaya lokal dan ajaran agama Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman mendalam mengenai bagaimana masyarakat memaknai tradisi ini di tengah dinamika keagamaan yang berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian mencakup: (1) bagaimana sikap masyarakat terhadap tradisi Kawin Cai, (2) bagaimana bentuk interaksi antara ajaran Islam dan budaya dalam Kawin Cai, serta (3) nilai-nilai pendidikan apa yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan ketiga aspek tersebut secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat cenderung bersikap positif terhadap Kawin Cai sebagai warisan budaya. Interaksi agama dan budaya terjadi melalui adaptasi simbolik, seperti pembacaan doa-doa Islami dalam prosesi. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung antara lain spiritualitas, kebersamaan, pelestarian lingkungan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal.
indonesia Ketahanan Hadis Sohih Bukhari tentang Perempuan safar tanpa mahram terhadap Illat dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter: Ketahanan Hadis Sohih Bukhari tentang Perempuan safar tanpa mahram terhadap Illat dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter Nurhidayah; Machmudah Lailiyah; Ubaydi Hasbillah
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3571

Abstract

Di era globalisasi saat ini, perempuan semakin aktif dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sosial lainnya. Tidak jarang mereka melakukan perjalanan jauh tanpa pendampingan laki-laki (maḥram), yang menjadi bagian dari gaya hidup perempuan modern yang mandiri (independent women). Fenomena ini bertentangan dengan teks hadis Nabi SAW yang melarang perempuan melakukan safar tanpa maḥram, sebagaimana terdapat dalam sejumlah riwayat, termasuk dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Hadis tersebut telah menjadi diskursus panjang di kalangan ulama, baik dari aspek fikih maupun kritik hadis, terutama dalam konteks modern yang menuntut reinterpretasi berbasis maqāṣid dan realitas sosial. Dalam konteks pendidikan karakter, fenomena safar perempuan tanpa maḥram penting dikaji karena menyangkut aspek moralitas, tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan perempuan dalam menjaga diri dan etika perjalanan. Lebih dari itu, hadis safar perempuan juga mengandung indikasi ‘illah berupa ziyādah al-thiqah, yang membuka peluang untuk dikaji ulang melalui pendekatan kritik sanad dan matan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pendidikan karakter dalam hadis safar perempuan tanpa maḥram serta menganalisis ketahanan Ṣaḥīḥ al-Bukhārī terhadap indikasi ‘illah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik takhrīj, kritik sanad, dan kritik matan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki keterkaitan erat dengan hadis safar perempuan, khususnya dalam aspek moral, etika, dan tanggung jawab perempuan. Meskipun hadis ini diriwayatkan oleh Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan terindikasi mengandung ‘illah berupa ziyādah al-thiqah, namun indikasi ini tidak bersifat qāḍiḥah (melemahkan hadis), sehingga tidak menggugurkan kehujahan hadis tersebut dalam konteks penguatan nilai-nilai karakter perempuan.
Rekonseptualisasi Peran Guru dalam Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Kurikulum Merdeka Samhudi; Warul Walidin; Zulfikar Ali Buto Siregar
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3726

Abstract

Perkembangan Kurikulum Merdeka menuntut adanya transformasi signifikan dalam peran guru, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam. Artikel ini membahas bagaimana guru perlu melakukan rekonseptualisasi perannya untuk menjadi agen inovasi kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pembelajaran modern, peluang dan tantangan serta implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait peran guru, inovasi kurikulum, dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Melalui analisis tersebut, penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi guru dalam menerapkan inovasi kurikulum yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan peserta didik masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip pendidikan Islam dengan pendekatan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Dengan demikian, rekonseptualisasi peran guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan Kurikulum Merdeka, yaitu mencetak generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global.
implementasi metode Ziyadah dan Muroja'ah dalam meningkatkan kualitas hafalan santriwati di pondok pesantren maslakul Qur'an cluwak pati Salsbila Nur Anifatul Dilla, Dilla; Tufiqurrahman
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3740

Abstract

Proses menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah bagi santriwati, terutama dalam hal mempertahankan hafalan agar tetap kuat dan tidak mudah dilupakan. Tantangan ini mendorong perlunya penggunaan metode yang dapat menunjang peningkatan kualitas hafalan, seperti metode Ziyadah dan Muroja’ah. Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Ziyadah dan Muroja’ah dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santriwati di Pondok Pesantren Maslakul Qur’an Sirahan Cluwak Pati. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan pengasuh pondok pesantren, ustadzah, dan santriwati. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Ziyadah berfokus pada penambahan hafalan baru, dan metode Muroja’ah berfokus pada pengulangan hafalan lama. Kedua metode ini saling melengkapi untuk kepentingan kualitas hafalan santriwati. Faktor pendukung dari keberhasilan dalam mengimplemetasikan metode Ziyadah dan Muroja’ah adalah motivasi dan arahan dari guru, memiliki niat yang kuat, dukungan orang tua, dan semangat santriwati dalam mengahafal. Namun, terdapat pula beberapa faktor yang menjadi penghambat, misalnya rasa malas, mengantuk, kebiasaan mengobrol, dan kejenuhan akibat rutinitas yang monoton. Penerapan disiplin serta adanya dukungan dari lingkungan yang kuat dan positif, program hafalan ini tidak hanya membantu santriwati untuk menghafal Al-Qur’an tetapi juga memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya Membentuk Karakter Disiplin Melalui Kegiatan Keagamaan pada Mata Pelajaran ‎Akidah Akhlak di MTs Mabda’ul Huda Kedungkarang Demak Bahrul Ulum; Mufid
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3749

Abstract

Kurangnya kedisiplinan peserta didik yang tercermin dalam perilaku seperti terlambat mengikuti apel, tidak memakai atribut madrasah, dan bersikap tidak sopan terhadap guru menunjukkan pentingnya pembentukan karakter disiplin melalui kegiatan keagamaan pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kegiatan keagamaan efektif dalam membentuk karakter ‎disiplin pada siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun yang menghambat ‎pelaksanaannya.‎ Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif-analitik untuk ‎menggambarkan data secara mendalam dan sistematis.‎ Lokasi penelitian berada di MTs Mabda’ul Huda Kedungkarang Demak. Responden terdiri dari kepala MTs Mabda’ul Huda Kedungkarang, guru Akidah Akhlak, dan juga beberapa siswa, dengan jumlah 12 orang. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, sedangkan analisis data ‎dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan.‎ Temuan dalam studi ini menunjukan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berkontribusi dalam ‎membentuk karakter disiplin peserta didik melalui proses pembiasaan serta keteladanan, yang dilaksanakan ‎secara kolektif oleh semua pihak di madrasah.‎ Faktor pendukung berasal dari keterlibatan orang tua dan pemberian sanksi secara bijak, sedangkan hambatan berasal dari keterbatasan fasilitas dan pengaruh lingkungan luar. Kesimpulannya, pembelajaran Akidah Akhlak efektif membentuk karakter disiplin siswa secara teoritis maupun praktis melalui kegiatan keagamaan yang terstruktur dan konsisten.