cover
Contact Name
Agung Tyas Subekti
Contact Email
agunghse.bhamada@gmail.com
Phone
+6282314766430
Journal Mail Official
bohsej@bhamada.ac.id
Editorial Address
Jl Cut Nyak Dhien No 16. Kalisapu. Kabupaten Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
BOHSEJ (Bhamada Occupational And Health Safety Environment Journal)
ISSN : -     EISSN : 3047082X     DOI : https://doi.org/10.36308/bohsej.v2i1
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal (BOHSEJ) adalah jurnal nasional yang diinisiasi oleh Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi. BOHSEJ berfokus untuk memuat artikel ilmiah dalam bidang keilmuan keselamatan kerja, kesehatan kerja, Keselamatan Lingkungan dan kesehatan lainnya yang terkait dengan bahaya dan risiko di tempat kerja. Artikel yang dipublikasikan ditinjau menggunakan mekanisme peer-review dimana setiap artikel akan diperiksa oleh reviewer yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini dapat berupa hasil penelitian, hasil telaah/review, laporan kasus, dan komunikasi/laporan singkat.
Articles 36 Documents
Hubungan Persepsi Ancaman Bencana Kebakaran dengan Pengambilan Keputusan Evakuasi pada Mahasiswa Universitas Bhamada Slawi Muhammad Yusuf Arifin
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.870

Abstract

Kebakaran merupakan ancaman serius di lingkungan kampus yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Persepsi mahasiswa terhadap ancaman kebakaran memengaruhi kesiapsiagaan mereka dalam mengambil keputusan evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi ancaman bencana kebakaran dengan pengambilan keputusan evakuasi pada mahasiswa Universitas Bhamada Slawi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 249 mahasiswa semester 6 yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji univariat serta uji bivariat dengan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi ancaman kebakaran yang tinggi (94,8%) dan tingkat pengambilan keputusan evakuasi yang tinggi (95,2%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara persepsi ancaman bencana kebakaran dengan pengambilan keputusan evakuasi (p = 0,019; p < 0,05). Semakin tinggi persepsi ancaman kebakaran, semakin baik keputusan evakuasi yang diambil oleh mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesadaran dan pelatihan kebakaran di lingkungan kampus.
The The Influence of Occupational Safety and Health Behavior On Work Accidents Among Health Workers In Public Hospital X In 2025 Aykel Vindo Ibrena Daeli; Eygia Nina Br Sinulingga
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.916

Abstract

Background: Occupational Health and Safety (OHS) in hospitals is a critical aspect for preventing occupational accidents and work-related diseases that impact healthcare personnel, patients, and the environment. This study aimed to examine the influence of OHS behavior, encompassing knowledge, attitude, and actions, on the incidence of workplace accidents among healthcare personnel at Public Hospital X in 2025. Method: A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed. The study involved 100 respondents, consisting of nurses and midwives, selected using stratified random sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate statistics, specifically the chi-square test, with a significance level set at p < 0.05. Results: The findings demonstrated a significant influence of OHS knowledge (p = 0.001), OHS attitude (p = 0.001), and OHS actions (p = 0.001) on the occurrence of workplace accidents among healthcare personnel. This underscores the critical role of OHS behavioral aspects in enhancing the occupational safety of healthcare workers in hospitals. Conclusion: The study concludes that improving OHS knowledge, fostering a positive attitude, and ensuring appropriate actions regarding OHS can significantly reduce the risk of workplace accidents. It is therefore recommended that hospitals strengthen OHS training and education and consistently enforce safety protocols to minimize the incidence of workplace accidents within the hospital environment.
Peran Kolaboratif Farmasi dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Suatu Tinjauan Sistematis Literatur osie Listina; Agung Tyas Subekti; Anwar Jaman
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.949

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen fundamental dalam perlindungan tenaga kerja, terutama pada sektor pelayanan kesehatan dan industri farmasi yang memiliki risiko paparan bahan kimia, biologis, dan obat berbahaya. Tenaga kefarmasian memiliki kompetensi spesifik yang berpotensi berkontribusi signifikan dalam sistem K3, namun perannya sering kali belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkait peran kolaboratif farmasi dalam penerapan K3. Metode yang digunakan adalah systematic review PRISMA-lite dengan penelusuran literatur pada database PubMed, Google Scholar, dan Garuda untuk artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli, review, dan pedoman yang membahas keterlibatan tenaga kefarmasian dalam aspek keselamatan dan/atau kesehatan kerja. Data diekstraksi dan dianalisis secara naratif untuk mengidentifikasi bentuk peran, model kolaborasi, serta dampaknya terhadap keselamatan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran farmasi dalam K3 mencakup pengelolaan bahan berbahaya, farmakovigilans terkait paparan kerja, edukasi keselamatan, serta kontribusi dalam penyusunan kebijakan K3 berbasis bukti. Kolaborasi interprofesional yang melibatkan apoteker terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan menurunkan risiko kejadian tidak diinginkan di tempat kerja. Kesimpulan dari review ini menegaskan perlunya penguatan integrasi peran farmasi dalam sistem K3 melalui pendekatan kolaboratif dan kebijakan institusional yang lebih jelas.
Analis Manajemen Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Produksi Girder Dengan Metode HIRADC di PT.X Tahun 2025 sahuri sahuri; Husen Husen; Defi Arjuni
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.977

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat pekerjaan atau saat melaksanakan pekerjaan di suatu perusahaan. Pada proses produksi girder di proyek konstruksi masih banyak ditemukan perilaku tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition). Salah satu pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko tinggi adalah pemasangan material precast (beton pracetak), yang berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti jatuh dari ketinggian, terbentur, dan terjepit. Untuk meminimalkan potensi bahaya dan risiko tersebut diperlukan penerapan manajemen risiko yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, serta pemantauan dan evaluasi. Sesuai persyaratan OHSAS 18001:2007, organisasi wajib menerapkan prosedur Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (HIRARC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area workshop fabrikasi girder terdapat 41 potensi bahaya dan 73 risiko pada 17 tahapan kerja yang terbagi dalam tiga proses, yaitu persiapan fabrikasi, dan finishing. Bahaya yang teridentifikasi terdiri atas 17 bahaya mekanik, 9 bahaya fisik, 7 bahaya kimia, 4 bahaya ergonomi, 2 bahaya listrik, dan 1 bahaya biologi. Penilaian awal risiko menunjukkan 2 risiko kategori ekstrem, 21 risiko tinggi, 17 risiko sedang, dan 1 risiko rendah. Setelah diberikan rekomendasi pengendalian, tingkat sisa risiko menurun menjadi 13 risiko sedang dan 28 risiko rendah. Pengendalian dilakukan berdasarkan hierarki pengendalian risiko yang meliputi substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Pemantauan Kualitas Udara PM2.5 Berbasis IoT di Lingkungan Kampus Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit kibat Kerja Dwiky Juanda; Imron Imron; Samat Samat
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.1010

Abstract

Polusi udara, khususnya partikulat halus (PM₂.₅), merupakan salah satu pencemar udara yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan, termasuk di lingkungan kampus yang memiliki aktivitas manusia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis konsentrasi PM₂.₅ di lingkungan kampus menggunakan sistem pemantauan berbasis Internet of Things. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengukuran dilakukan secara real-time selama 24 jam pada tiga lokasi, yaitu area parkiran, kantin, dan Gedung B lantai 2 menggunakan sensor Sharp GP2Y10 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM₂.₅ di area parkiran sebesar 23,91 µg/m³ , kantin sebesar 24,07 µg/m³, dan Gedung B lantai 2 sebesar 23,91 µg/m³ Variasi konsentrasi PM₂.₅ teramati pada setiap lokasi dan periode pengukuran yang berkaitan dengan karakteristik aktivitas serta kondisi lingkungan selama proses pengukuran. Seluruh hasil pengukuran masih berada di bawah baku mutu udara ambien sebesar 55 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam. Sistem pemantauan berbasis Internet of Things mampu menampilkan dan menyimpan data konsentrasi PM₂.₅ secara real-time, sehingga berpotensi mendukung pemantauan kualitas udara dan penyusunan upaya pengelolaan lingkungan kampus secara berkelanjutan.
Pemantauan Suhu Dan Kelembaban Berbasis IoT Pada Lingkungan Kampus Sebagai Upaya Pengendalian K3 Imron Imron; muhammad-Fariz al-hapis; Samat Samat
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 4 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v4i1.1030

Abstract

Pemantauan kondisi suhu dan kelembaban udara secara real-time merupakan salah satu upaya untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik lingkungan kampus sebagai dasar penyusunan rekomendasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi suhu dan kelembaban udara melalui sistem berbasis Internet of Things (IoT) serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan hasil pemantauan. Penelitian menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan sensor DHT22 yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 sebagai perangkat akuisisi data. Pengumpulan data dilakukan secara real-time selama 24 jam pada tiga titik pengamatan di lingkungan kampus, meliputi area parkir, kantin, dan Gedung B Lantai 2. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif berdasarkan periode pagi, siang, dan malam. Hasil pemantauan memperlihatkan bahwa suhu rata-rata tertinggi ditemukan di area kantin pada periode siang, yaitu 29,9°C. Area parkir mencatat suhu rata-rata sebesar 29,3°C pada periode pagi, sedangkan Gedung B Lantai 2 menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil dengan kisaran 27,4–27,9°C. Nilai kelembaban rata-rata tertinggi terdapat di area parkir sebesar 90,4%, diikuti kantin sebesar 83,6% dan Gedung B Lantai 2 sebesar 78,5%. Secara keseluruhan, hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu udara pada seluruh lokasi masih berada di bawah nilai acuan 31°C, sementara kelembaban relatif tergolong tinggi, terutama pada area parkir selama masa pengamatan. Sistem pemantauan berbasis IoT mampu menyediakan data lingkungan secara berkelanjutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung dalam penyusunan rekomendasi pengendalian K3 di lingkungan kampus.

Page 4 of 4 | Total Record : 36