cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus" : 8 Documents clear
Philosophical Arguments For The Cosmology of Creation: Al-Kindi's Response to Western Philosophical Views Shobah, Muhammad Nurush; al-Farizi, Salman
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.631

Abstract

This article is based on al-Kindi's critique of Western philosophy's view of the cosmology of creation. The western theory of creation implies that nature was created from nothing (creatio ex materia). On the other hand, al-Kindi wanted to show the existence of nature from nothing (creatio ex nihilo), one of which was due to materialism. As a result, al-Kindi's various responses to materialism emerged. Al-Kindi recorded three responses, namely Hudust nature, al-Quwwah wa al-fi'l (potential and action), and Ishraqi (illuminative). Based on this problem, this article aims to trace al-Kindi's philosophical thoughts on the cosmology of creation in al-Kindi's interpretation by using critical and descriptive-analytical methods. It sees the emergence of Islamic philosophy as a response to materialism in various philosophical domains that seem to have failed to create a good philosophy, such as the theory of natural creation and causality. To open up the insights of Islamic philosophy, especially those related to nature and causality, al-Kindi offers a philosophical approach by understanding the ontological aspects of the theory of natural creation, the dominance of texts and religion as an epistemology of knowledge. The combination of these two approaches became al-Kindi's offer as a response to the study of Islamic philosophy against Western philosophy.
Dimensi Imajinatif-Etis Jiwa: Analisis Konsep Jiwa pada Teks Risālah fī Ma’rifah al-Nafs al-Nāṭiqah wa Aḥwālihā karya Ibn Sina Fazrian, Muhammad Ihza
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.639

Abstract

Salah satu isu besar dalam filsafat adalah konsep jiwa. Dalam filsafat Islam, konsep tersebut dijelaskan melalui istilah al-nafs. Penelitian ini berfokus pada konsep jiwa yang digagas oleh salah satu filosof muslim terbesar era klasik yaitu Ibn Sina. Melalui teks nya berjudul Risālah fī Ma’rifat al-nafs al-Nāṭiqah wa Aḥwālihā (Risalah Tentang Jiwa Rasional Beserta Keadaan-Keadaannya) sebagai sumber primernya. Sedangkan sumber sekundernya adalah teks lain Ibn Sina  yaitu al-nafs min Kitāb al-Shifā’, al-Najāh, dan Aḥwāl al-nafs sebagai perbandingan ide atas teks yang dikaji dan pendapat para intelektual sebagai argumen pendukung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui metode deskriptif-analitis disertai pendekatan filosofis. Temuan penelitian ini menunjukan terdapat dimensi imajinatif-etis dalam konsep jiwa Ibn Sina. Dimensi imajinatifnya terletak pada potensi kreatif jiwa yang termuat konsep al-wahm/al-mizāj al-insī (kegelisahan/suasana hati) yang berperan kuat dalam proses terjuwudnya spekulasi filosofis-mistik. Sementara dimensi etisnya terletak, dari ide tentang jiwa, dapat diwacanakan suatu cara hidup “yang baik” sebagai upaya untuk mencapai kebahagiaan esensial di kehidupan kelak.
Peran Ajaran Agama di Kalangan Komunitas Laskar Hijau dalam Melaksanakan Konservasi Hutan Gunung Lemongan Lumajang: Kajian Living Qur’an Thobroni, Ahmad Yusam; Syamsudin, Syamsudin; Rizqiyah, Afi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.721

Abstract

Penelitian ini melacak peran ajaran agama di kalangan Komunitas Laskar Hijau dalam konservasi hutan Gunung Lemongan, Lumajang. Penelitian ini dilatarbelakangi tindakan buruk manusia terhadap alam yang masih berlangsng meskipun ada aturan, sehingga dibutuhkan peran agama di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Melalui teknik purposive sampling, informan yang ditetapkan terdiri dari aktifis lingkungan Laskar Hijau dan warga sekitar Gunung Lemongan yang terlibat aktif dalam gerakan konservasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis model analisis interaktif. Temuan lapangan dianalisis melalui perspektif al-Qur'an untuk menemukan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ajaran-ajaran agama yang mendorong komunitas Laskar Hijau dalam melaksanakan gerakan konservasi lingkungan hutan Gunung Lemongan berasal dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw. meliputi; HR. al-Bukharī:494; QS. Al-Rūm:41; QS. Al-A’raf:56; QS. Al-Ra’d:3; QS. Al-Nahl:15; HR. al-Bukharī:2152; HR. Abū Dawūd:870; QS. Al-Taghabun:11. Ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya berperan memotivasi dan menguatkan kinerja komunitas Laskar Hijau dalam konservasi, serta menjadi pengingat untuk waspada terhadap segala perubahan gejala alam. Problem yang timbul seperti perusakan hutan dan minimnya kesadaran untuk menjaga hutan diatasi dengan strategi berupa sosialisasi penghijauan kepada masyarakat serta kerjasama dengan instansi Perhutani dan BPBD. Konservasi yang dilakukan berdampak positif seperti terjaganya stabilitas debit air di ranu-ranu sekitar Gunung Lemongan, pemulihan hutan, dan ekonomi masyarakat tertanggulangi.
Pandangan Al-Quran Tentang Fenomena Flexing dalam Ibadah Pohan, Ira Yunita; Mualim, Mohamad; Ghifari, Muhammad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.723

Abstract

Fenomena flexing atau pamer di media sosial telah menjadi tren yang kian populer, mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk ibadah. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting mengenai pandangan Al-Quran terhadap perilaku flexing, khususnya dalam konteks ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena flexing ibadah dengan merujuk pada ajaran-ajaran dalam Al-Quran dan membandingkannya dengan definisi flexing yang ada di media sosial saat ini. Meskipun istilah flexing tidak ditemukan secara langsung dalam Al-Quran, penelitian ini menggunakan konsep-konsep terkait seperti riya’ (pamer), ujub (kesombongan), tamak (keinginan berlebihan), dan takabur (keangkuhan) untuk memahami bagaimana Al-Quran menanggapi fenomena ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Al-Quran dan kitab tafsir sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, jurnal, dan sumber online sebagai data sekunder. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa flexing ibadah di media sosial berpotensi mengubah niat ibadah dari tujuan spiritual yang tulus menjadi pencarian validasi sosial, yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran tentang keikhlasan dan kesederhanaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fenomena flexing ibadah dapat menimbulkan dua dampak berbeda, 1) Negatif apabila tidak dilakukan dengan tepat yang beresiko menimbulkan seperti peningkatan sifat riya’, materialisme, dan krisis identitas, dan 2) Posistif jika dilakukan dengan melihat nilai-nilai yang harus di perhatikan yang dapat memotivasi orang lain untuk mengerjakan amal kebaikan, dan menghindari prasangka buruk yang dapat menjerumuskan orang lain ke dalam dosa.
Analisis Hadis Prediktif Nabi Muhammad SAW. Tentang Memerangi Yahudi Hakiim, Ath Thaariq Al Furqaanul; Ash, Abil; Muzakki, Muhammad Asgar
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.725

Abstract

Penelitian ini membahas hadis prediktif Nabi Muhammad SAW. yang menyebutkan bahwa menjelang kiamat, umat Muslim akan memerangi Yahudi dan menemukan mereka bahkan di balik batu dan pohon. Hadis ini, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan terdapat dalam kitab Bukhari dan Muslim, mengundang berbagai interpretasi dan perdebatan, terutama dalam konteks hubungan Muslim-Yahudi dan situasi geopolitik saat ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan historis-tekstual untuk mengeksplorasi pemahaman dan implikasi hadis tersebut terhadap hubungan antara umat Muslim dan Yahudi serta persepsi umat Muslim terhadap Yahudi dalam konteks sejarah dan masa depan. Dalam pembahasan, diteliti interaksi Nabi Muhammad SAW. dengan orang-orang Yahudi di Madinah, yang mencakup perjanjian damai dan persaingan politik-ekonomi. Analisis juga mencakup peran Yerusalem dalam agama-agama Samawi dan situasi geopolitik terkini terkait pemusnahan etnis dan konflik Israel-Palestina. Temuan menunjukkan bahwa hadis ini perlu dipahami dalam konteks sejarah dan tidak boleh dijadikan justifikasi untuk konflik kontemporer. Hadis ini lebih menekankan pada perjuangan dan ketahanan umat Islam terhadap musuh-musuhnya dalam skenario akhir zaman, dan pentingnya mengedepankan prinsip keadilan dan perdamaian dalam interaksi antar agama.
Representasi Kearifan Lokal dalam Al-Qur’an: Dari Takdir Keberadaan Manusia Hingga Terbentuknya Relasi Sosial Islami, Wildah Nurul; Wahyudi, Chafid
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tahapan genesis kearifan lokal dengan pendekatan interdidipliner untuk membangun relasi manusia dengan lingkungannya. Langkah yang dilakukan adalah dengan menelaah sinergitas antara eksistensial manusia dan nilai-nilai kearifan lokal dalam perspektif Al-Qur’an. Untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an terkait kearifan lokal, maka digunakan pendekatan filsafat eksistensialisme Heidegger dan pendekatan sosiologi Emile Durkheim. Ada lima tahapan dalam bingkai kearifan lokal yakni 1. Tahap kesadaran eksistensial manusia dijelaskan dalam Q.S. Fussilat [41]: 53, 2. Tahap keyakinan eksistensial manusia sebagai takdir dijelaskan dalam Q.S. Al-Hujurat [49]: 13, 3. Tahap bertahan dalam eksistensi melalui kasb (usaha manusia) dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 286, 4. Tahap kesadaran eksistensial manusia terikat nilai (qimah) dijelaskan dalam Q.S. Ali ‘Imran [3]: 104, 5. Tahap membangun sinergitas eksistensial manusia dan nilai kearifan lokal dalam ruang society 5.0 dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an. Meskipun manusia hidup dalam kebebasan untuk menyatu dengan dunia digital, namun tetap terikat dengan konsensus nilai yang disepakati komunitas sebagai warisan bersama yaitu nilai-nilai kearifan lokal. Di sinilah letak sinergitas antara eksistensial manusia dan kearifan lokal.
Uzlah Sebagai Respons Terhadap Kecanduan Sosial Media dalam Perspektif Al-Quran Nur Laila Zahrotul Maulidiyah; Romziana, Luthviyah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.930

Abstract

Fenomena kecanduan sosial media semakin marak di era modern ini, menyebabkan ketidak seimbangan antara aktivitas sosial dan spiritual. Banyaknya masyarakat saat ini khususnya pada usia remaja mengalami kecanduan ataupun ketergantungan terhadap sosial media, hal ini menyebabkan ketidak seimbangan hidup sosial maupun spiritual. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki gagasan uzlah dari sudut pandang al-Qur'an dan penggunaan solusi untuk mengatasi kecanduan media sosial. Sebuah studi interpretasi tema yang mengumpulkan banyak ayat terkait dan melacak berbagai interpretasi al-Qur'an dan materi terkait tentang uzlah merupakan bagian dari metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uzlah, yang berarti mengisolasi diri dari lingkungan sosial dalam waktu tertentu, memiliki nilai-nilai yang relevan dalam membantu seseorang dalam mengurangi penggunaan sosial media yang berlebihan. Uzlah dapat menjadi sarana penyucian hati, meningkatkan spiritualitas, dan mengembalikan keseimbangan hidup. Dalam konteks modern, penerapan uzlah dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi kecanduan sosial media, membantu seseorang lebih sadar terhadap kewajiban agama, seperti meningkatkan kualitas ibadah. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa uzlah dapat dijadikan sebagai respons dalam mengatasi kecanduan media sosial. Dengan menerapkan uzlah, seseorang dapat menyeimbangkan aspek sosial dan spiritual, serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
Hadis-Hadis Tentang Kritik Terhadap Perilaku Lebai Sari, Arvita Irvaning Puspita; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.933

Abstract

Fenomena lebai atau perilaku berlebihan sering kali muncul dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik keagamaan. Dalam perspektif hadis, terdapat sejumlah petunjuk yang melarang segala bentuk tindakan berlebihan, baik dalam memuji orang lain maupun dalam menjalankan ajaran agama. Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam ibadah dan interaksi sosial, dapat mengarah pada penyimpangan dari jalan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan perspektif hadis mengenai larangan perilaku lebai, serta bagaimana ajaran Islam menekankan kesederhanaan dan keseimbangan dalam beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Hadis sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, buku dan jurnal,  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan, termasuk dalam memberikan pujian, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Implementasi larangan lebai dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan sesuai dengan ajaran agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 8