cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 125 Documents
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Melalui Administrasi Kesehatan yang Efektif Pemberiani, Indah; Ilin; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1500

Abstract

Administrasi kesehatan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang dapat menentukan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana administrasi kesehatan yang efektif dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian menganalisis faktor‐faktor administratif seperti manajemen sumber daya manusia, sistem informasi kesehatan, proses triase dan alur layanan, serta manajemen mutu yang berkontribusi terhadap performa pelayanan kesehatan. Temuan menunjukkan bahwa administrasi yang terstruktur dengan baik, didukung oleh sistem informasi digital, pelatihan SDM yang memadai, dan pengawasan kinerja yang konsisten, mampu meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi waktu tunggu, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Sebaliknya, administrasi yang lemah atau terfragmentasi menghambat alur pelayanan, menurunkan kualitas layanan, dan memperbesar risiko ketidakpuasan pasien. Artikel ini merekomendasikan penguatan struktur administrasi, digitalisasi sistem, serta pengembangan kompetensi tenaga administrasi sebagai strategi kunci optimalisasi pelayanan kesehatan.
Etika Profesi Tenaga Kesehatan dalam Perspektif Islam Ilham; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1508

Abstract

Etika profesi dalam bidang kesehatan menjadi aspek krusial yang menentukan kualitas pelayanan medis dan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. Dalam konteks Muslim, etika profesi tenaga kesehatan memiliki landasan nilai‑nilai Islam yang kuat, seperti amanah (kepercayaan), ihsan (berbuat sebaik‑baiknya), tadbir (pengelolaan), taʿawun (tolong‑menolong), dan keadilan (ʿadl). Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana perspektif Islam membentuk kerangka etika profesi tenaga kesehatan serta implikasinya bagi praktik modern di fasilitas kesehatan. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis terhadap artikel‑jurnal terkini dan dokumen keilmuan yang relevan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) prinsip‑prinsip etika profesi tenaga kesehatan dalam Islam, (2) penerapan nilai Islam dalam praktik pelayanan kesehatan modern, dan (3) tantangan dan strategi pembumian etika Islam dalam profesi kesehatan. Perspektif Islam terbukti selaras dengan prinsip bioetika modern beneficence, non‑maleficence, autonomy, dan justice namun menambahkan dimensi spiritual dan tanggung jawab moral yang lebih luas. Kendati demikian terdapat hambatan seperti rendahnya literasi nilai Islam di kalangan tenaga kesehatan, kelemahan regulasi institusional, dan tekanan teknologi serta komersialisasi kesehatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian etika Islam dalam profesi kesehatan tidak sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan, kepercayaan pasien Muslim, serta pembentukan karakter tenaga kesehatan yang berintegritas.
Ketuhanan dan Kesehatan Mental: Pengaruh Praktik Spiritual terhadap Kesejahteraan Psikologis di Era Digital Rahmah, Siti; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1509

Abstract

Perkembangan teknologi digital secara pesat telah mengubah pola komunikasi, gaya hidup, dan sistem nilai masyarakat global. Meski menawarkan berbagai kemudahan, era digital juga meningkatkan tantangan psikologis seperti kecemasan, depresi, stres, dan kesepian. Praktik spiritual merupakan salah satu instrumen yang diyakini mampu memperkuat kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas dan praktik keagamaan terhadap kesehatan mental di era digital, dengan menekankan bagaimana ritual ibadah, kontemplasi, doa, zikir, dan komunitas religius meningkatkan ketahanan emosional serta kepuasan hidup. Dengan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual baik institusional maupun individual berfungsi sebagai faktor protektif melalui pemberian makna hidup, regulasi emosi, kerangka moral, serta dukungan sosial. Digitalisasi menyediakan peluang baru dalam memperluas akses terhadap praktik keagamaan melalui ibadah daring, kajian virtual, dan platform meditasi, meskipun menghadirkan tantangan terhadap keotentikan pengalaman spiritual. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa praktisi spiritual yang aktif memiliki tingkat stres dan depresi lebih rendah, optimisme lebih kuat, serta kemampuan koping yang lebih baik. Studi ini menyimpulkan bahwa praktik spiritual merupakan dimensi penting dalam kesehatan mental holistik dan perlu diintegrasikan ke dalam upaya promosi kesehatan mental di era digital.
Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam dan Implementasinya pada Pelayanan Kesehatan Modern Khafifah, Dhea; Rahmadani, Nisa Fauziah; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1515

Abstract

Kesehatan dalam pandangan Islam mencakup dimensi fisik, mental, dan spiritual, serta dipahami sebagai salah satu nikmat yang wajib dijaga oleh individu Muslim. Konsep ini bukan hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pencegahan, pemeliharaan, serta pelayanan yang beretika dan berkeadaban. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi konsep kesehatan dalam perspektif Islam dan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel keilmuan terkait dan dokumen kebijakan pelayanan kesehatan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keselarasan antara ajaran Islam dan praktik pelayanan kesehatan modern dalam hal promotif, preventif, dan rehabilitatif termasuk pengembangan layanan halal, etik profesi, dan pendekatan holistik. Namun demikian, tantangan implementasi seperti kurangnya literasi keislaman di kalangan tenaga kesehatan, regulasi yang belum sepenuhnya ramah nilai Islam, dan kesenjangan antara teori dan praktik masih terdapat. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep Islam dalam pelayanan kesehatan modern dapat meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pasien, asalkan ada pelatihan nilai, pedoman operasional, serta kerangka evaluasi yang jelas.
Pendekatan Spiritual Islami dalam Mendukung Kesehatan Mental Pasien di Rumah Sakit Hasanah, Siti; Khoirunisa, Assyfa Tuzzahra; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1516

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan keseluruhan yang seringkali mendapat perhatian kurang dibandingkan kesehatan fisik, terutama di lingkungan rumah sakit. Pendekatan spiritual islami hadir sebagai alternatif yang relevan dalam mendukung kesehatan mental pasien Muslim dengan memanfaatkan nilai‑nilai seperti dhikr, sabar, tawakkul, dan taubā. Artikel ini bertujuan menggambarkan bagaimana pendekatan spiritual islami dapat diintegrasikan ke dalam layanan rumah sakit untuk mendukung kesehatan mental pasien serta mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan literatur terkini. Metode penelitian menggunakan telaah sistematis terhadap artikel‑jurnal peer‑review yang membahas intervensi keagamaan dalam kesehatan mental, dengan fokus pada konteks Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan spiritual islami berkontribusi positif terhadap penurunan gejala kecemasan dan depresi, peningkatan harapan hidup, serta meningkatkan coping‑mechanism pasien Muslim; namun terdapat tantangan implementasi seperti keterbatasan literasi agama pada tenaga kesehatan, regulasi institusi yang belum memfasilitasi, dan kebutuhan akan penelitian empiris lebih lanjut. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritual islami dalam lingkungan rumah sakit dapat memperkaya pendekatan bio‑psiko‑sosial dalam kesehatan mental, namun memerlukan kerangka operasional yang sistematis, pelatihan, dan evaluasi yang memadai.
Konsep Manusia dan Perspektif Islam dalam Landasan Dasar Etika Kerja di Bidang Pelayanan Administrasi Kesehatan Familasari, Thania; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1517

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep manusia dalam perspektif Islam sebagai landasan etika kerja di bidang pelayanan administrasi kesehatan. Dalam konteks pelayanan publik, khususnya administrasi kesehatan, manusia bukan hanya dilihat sebagai sumber daya kerja, melainkan sebagai khalifah yang memikul amanah untuk memberikan pelayanan yang profesional, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama serta pakar etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep manusia dalam Islam mencakup tiga dimensi utama: spiritual (ruhiyyah), akal (‘aqliyyah), dan fisik (jasadiyyah), yang menjadi dasar pembentukan integritas kerja. Etika kerja Islam dalam pelayanan administrasi kesehatan berlandaskan nilai-nilai seperti amanah (tanggung jawab), ‘adl (keadilan), ihsan (profesionalitas dan empati), serta rahmah (kasih sayang). Dengan memahami hakikat manusia sebagai makhluk yang berakal dan bermoral, pelayanan administrasi kesehatan dapat diarahkan tidak hanya pada efisiensi prosedural, tetapi juga pada kepuasan spiritual dan kemanusiaan pasien. Artikel ini merekomendasikan internalisasi nilai-nilai Islam dalam sistem manajemen dan pendidikan tenaga administrasi kesehatan sebagai upaya membangun etos kerja yang humanis dan berkeadilan.
Pandangan Islam Tentang Vaksin dan Implikasinya Terhadap Perilaku Kesehatan Masyarakat Safira, Azzikra; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1528

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular. Namun, pada komunitas Muslim muncul tantangan terkait pandangan agama, terutama mengenai kehalalan, izin syariah, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan Islam terhadap vaksin dan bagaimana pandangan tersebut memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat Muslim. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel‑jurnal peer‑review terkait vaksinasi dan keislaman, serta analisis hukum Islam (fiqh) dan maqāṣid al‑syarīʿah. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip‑prinsip Islam seperti ḥifẓ al‑nafs (melindungi jiwa), ḥifẓ al‑ʿaql (melindungi akal), ḥifẓ al‑nasl (melindungi keturunan), dan maslahah (kemaslahatan) mendukung vaksinasi. Namun, terdapat hambatan perilaku seperti kekhawatiran terhadap kandungan vaksin yang dianggap tidak halal, informasi negatif di media sosial, dan kurangnya pemahaman agama. Implikasi terhadap perilaku kesehatan masyarakat mencakup: penerimaan vaksin meningkat bila ulama dan lembaga agama memberi fatwa, kampanye berbasis agama lebih efektif, dan edukasi kesehatan harus memperhitungkan sensitivitas keagamaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi pandangan Islam dalam strategi vaksinasi sangat penting untuk meningkatkan cakupan dan kepercayaan komunitas Muslim terhadap vaksin, serta bahwa pembuat kebijakan kesehatan harus melibatkan ulama dan tokoh agama dalam edukasi dan komunikasi.
Integrasi Nilai Nilai Islam dalam Edukasi Kesehatan pada Mahasiswa STIKES Abdi Persada Banjarmasin Rafita; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1530

Abstract

Edukasi kesehatan yang diberikan kepada mahasiswa di bidang kesehatan tidak hanya menyangkut aspek teknis medis, tetapi juga aspek nilai, etika, dan kepedulian sosial. Dalam konteks mahasiswa kesehatan Muslim, integrasi nilai‑nilai Islam ke dalam edukasi kesehatan memiliki potensi untuk memperkuat kompetensi profesional, etika pelayanan, dan kesadaran sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai‑nilai Islam seperti amanah, ihsan, taʿawun, dan tadbir dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan praktik edukasi kesehatan di STIKES Abdi Persada Banjarmasin, serta menggambarkan dampaknya terhadap sikap, motivasi, dan perilaku mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 8 dosen PAI dan kesehatan, serta 20 mahasiswa, observasi kelas dan praktik klinis, serta analisis dokumen kurikulum dan modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai‑nilai Islam muncul melalui pencantuman modul etika keislaman, refleksi nilai dalam klinik, serta kegiatan pengabdian masyarakat berbasis nilai Islam. Mahasiswa yang mengalami integrasi tersebut melaporkan peningkatan kesadaran tanggung jawab sosial, empati pasien, dan komitmen profesional beretika. Namun tantangan seperti keterbatasan waktu, kesenjangan kompetensi dosen dalam nilai Islam, dan kurangnya sarana dukungan nilai masih ditemukan. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Islam dalam edukasi kesehatan secara sistematis dan kontekstual dapat memperkuat kualitas lulusan tenaga kesehatan Muslim yang tidak hanya ahli secara klinis tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial berlandaskan nilai Islam.
Konsep Pernikahan dan Perawatan Kehamilan dalam Perspektif Agama Hadijah, Siti; Amali, Zahratul; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1545

Abstract

Dalam masyarakat beragama, institusi pernikahan dan proses kehamilan dipandang tidak hanya sebagai fenomena sosial­keluarga tetapi juga sebagai manifestasi nilai luhur dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pernikahan serta perawatan kehamilan dari perspektif agama, dengan meninjau kerangka ajaran, norma keagamaan, serta implikasi praktis bagi pasangan dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai publikasi keagamaan dan akademik untuk menyusun pemahaman integratif antara nilai-nilai agama dan praktik medis/kehamilan. Temuan menunjukkan bahwa agama menyediakan landasan normatif bagi pernikahan yang sah dan proses kehamilan yang bermartabat yang meliputi persiapan, pemeliharaan kesehatan ibu dan janin, serta hak-dan-kewajiban pasangan. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi praktis seperti pemahaman yang berbeda antar komunitas, akses layanan kesehatan, dan penyelarasan budaya lokal dengan ajaran agama. Artikel ini diharapkan memberi kontribusi pada literatur keagamaan dan kesehatan, serta menjadi acuan bagi praktik konseling pra-nikah dan pelayanan kehamilan yang sensitif keagamaan.
Peran Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1560

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat di tingkat nasional maupun global. Berbagai faktor risiko seperti pola konsumsi tinggi gula, kurang beraktivitas, dan kondisi obesitas menjadikan edukasi kesehatan sebagai pendekatan penting dalam upaya pencegahan di lingkungan masyarakat. Literature review ini disusun untuk menelaah efektivitas pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam menurunkan risiko terjadinya DM. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan menggunakan kata kunci “community-based education”, “health education”, “diabetes mellitus prevention”, “edukasi kesehatan”, dan “pencegahan diabetes melitus”. Pemilihan artikel mengikuti alur PRISMA, dan diperoleh 12 artikel terbit tahun 2021–2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Mayoritas penelitian memakai desain pra-eksperimental one group pretest–posttest, sedangkan sebagian lainnya memakai rancangan quasi-eksperimental. Seluruh artikel menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah edukasi diberikan, serta adanya perubahan perilaku seperti pengurangan konsumsi gula, meningkatnya aktivitas fisik, dan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, pelatihan berbasis komunitas juga berpengaruh pada peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan edukasi dan melakukan skrining sederhana. Secara menyeluruh, edukasi kesehatan berbasis komunitas dinilai efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perilaku pencegahan DM. Strategi ini dapat diterapkan pada berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.

Page 11 of 13 | Total Record : 125