cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 125 Documents
Pengaruh Edukasi Manajemen DM Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus : Literature Review Nandini, Vira Nian; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1563

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang hingga kini terus mengalami peningkatan jumlah kasus di berbagai negara. Kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka morbiditas dan munculnya berbagai komplikasi serius dalam jangka panjang. Dampak diabetes meliputi penurunan kualitas hidup pasien, beban ekonomi yang semakin berat, serta risiko kerusakan organ yang berpotensi mengancam keselamatan apabila tidak dikelola secara optimal. Dalam rangka memperlambat progres penyakit, edukasi mengenai manajemen diabetes memegang peran yang sangat penting. Program edukasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penyakit dan prinsip perawatannya, tetapi juga membantu membentuk keterampilan praktis yang diperlukan guna melakukan self-management secara efektif. Self-management mencakup pemantauan kadar glukosa darah, pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan pada terapi obat, serta kemampuan mengenali dan menangani kondisi yang dapat memicu komplikasi. Dengan edukasi yang memadai, pasien diharapkan mampu menjaga kadar gula darah dalam rentang target sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Namun demikian, efektivitas berbagai model dan metode edukasi diabetes menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa edukasi mampu menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki kontrol metabolik, dan meningkatkan perilaku gaya hidup sehat. Sebaliknya, penelitian lainnya menunjukkan bahwa dampak edukasi terkadang tidak signifikan atau hanya bersifat terbatas. Variasi hasil ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan dalam desain intervensi, karakteristik peserta, durasi edukasi, metode pembelajaran, serta kualitas pelaksanaan program.Oleh karena itu, diperlukan tinjauan literatur yang komprehensif untuk menilai kembali konsistensi bukti ilmiah terkait efektivitas edukasi manajemen diabetes dalam menurunkan kadar gula darah. Telaah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai strategi edukasi yang paling efektif, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta cara optimal dalam mengimplementasikan edukasi guna meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus.
Gambaran Edukasi Keperawatan terhadap Kepatuhan Gaya Hidup Sehat dan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Farida, Widiatun Nur; Sudiarto; Astuti, Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1564

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan aktif pasien dalam pengelolaan gaya hidup sehat. Rendahnya kepatuhan terhadap pengaturan pola makan dan aktivitas fisik sering menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan edukasi keperawatan terhadap kepatuhan gaya hidup sehat dan perubahan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah 1 pasien diabetes melitus tipe 2 yang memperoleh edukasi keperawatan selama 4 hari, meliputi edukasi diet, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan gaya hidup sehat meningkat dari 45% (kurang patuh) menjadi 75% (cukup patuh). Selain itu, kadar gula darah sewaktu menurun dari 202 mg/dL pada hari pertama menjadi 188 mg/dL pada hari kedua dan 170 mg/dL pada hari ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi keperawatan berperan dalam meningkatkan kepatuhan gaya hidup sehat serta berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Edukasi keperawatan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan komunitas untuk mendukung pengelolaan diabetes melitus.
Pemanfaatan Jus Semangka Merah (Citrullus vulgaris rubrum) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Garini, Faradila Sri Ardhya; Astuti, Dwi; Julianto, Eko
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis menggunakan bahan alami yang aman dan mudah diakses, salah satunya adalah semangka merah (Citrullus vulgaris rubrum). Semangka merah mengandung likopen, kalium, L-citrulline, dan vitamin C yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan jus semangka merah dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu responden penderita hipertensi derajat I. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus semangka merah sebanyak 300 gram per hari selama tujuh hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan dua jam setelah intervensi setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap dari hari pertama hingga hari ketujuh, dengan tekanan darah awal 157/95 mmHg menurun menjadi 129/82 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,86 mmHg dan diastolik sebesar 1,00 mmHg, serta tidak ditemukan efek samping selama pemberian intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jus semangka merah berpotensi digunakan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Tinjauan Fiqih Kesehatan terhadap Penggunaan Obat Modern Rahma, Mutia; Cantycha, Nazwa Dava; Nasution, Arlina Hariyani; Amelia, Nayla; Yustisia, Miftah Mutiara; Azzahra, Adis; Hasibuan, Kaila Zahara; Zali, Muhammad
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1575

Abstract

Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran, penerapan kedokteran kontemporer dalam prosedur perawatan kesehatan saat ini berkembang pesat. Namun, khususnya dari perspektif Islam, penerapan kedokteran kontemporer terkait erat dengan pertimbangan etika, hukum, dan moral. Fiqih, atau yurisprudensi kesehatan, adalah bidang studi interdisipliner yang menggabungkan prosedur medis modern dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Berdasarkan kitab suci Islam dan penelitian ilmiah, studi ini berupaya menyelidiki penerapan kedokteran kontemporer dari sudut pandang yurisprudensi kesehatan. Metode yang digunakan adalah riset pustaka, yang menelusuri berbagai buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Menurut temuan penelitian, pengobatan kontemporer, secara teori, dapat diterima dalam Islam selama mematuhi standar syariah, yang meliputi memastikan halal, memberikan manfaat, tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut, dan diberikan sesuai dengan indikasi medis. Landasan untuk menentukan apakah penggunaan pengobatan modern itu halal, terutama dalam hal menjaga jiwa (ḥifḍ al-nafs), adalah konsep maqāṣid al-syarī‘ah. Oleh karena itu, untuk menjamin layanan kesehatan yang aman, bermoral, dan Islami, sangat penting untuk memasukkan yurisprudensi kesehatan ke dalam praktik medis kontemporer.
Anemia pada Kehamilan dengan Multifaktor Risiko: Laporan Kasus di Puskesmas Wonoasih Kota Probolinggo Risqiyani, Siti Zulaikha
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1577

Abstract

Anemia pada kehamilan masih merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai dan dapat berdampak serius terhadap ibu maupun janin, terutama di negara berkembang. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian anemia ringan pada ibu hamil serta mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya anemia. Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita berusia 24 tahun dengan kehamilan kedua usia 5 minggu yang datang dengan keluhan pusing dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin sebesar 10,9 gram per desiliter disertai tanda klinis konjungtiva anemis dan status gizi kurang energi kronis. Pasien memiliki beberapa faktor risiko, antara lain asupan gizi yang tidak adekuat, ketidakpatuhan konsumsi suplemen zat besi pada kehamilan sebelumnya, jarak kehamilan yang pendek, kondisi sosial ekonomi terbatas, serta riwayat anemia pada kehamilan terdahulu. Berdasarkan gambaran klinis dan hasil pemeriksaan, kondisi pasien mengarah pada anemia defisiensi besi ringan pada kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa anemia pada kehamilan memerlukan penanganan komprehensif sejak awal kehamilan melalui deteksi dini, pemantauan kadar hemoglobin, edukasi gizi, serta peningkatan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi guna mencegah komplikasi pada ibu dan janin.
Efektivitas Dextrose dalam Penanganan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Nandini, Vira Nian; Rosidawati, Ida; Ariyani, Hana
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1582

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi emergensi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus akibat penggunaan insulin atau obat penurun glukosa. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesadaran dan kerusakan neurologis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian dextrose dalam menangani hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Kajian dilakukan terhadap lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup desain pra-eksperimental dan studi kasus yang mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian dextrose, baik dalam konsentrasi D10% melalui infus maupun D40% secara bolus, mampu meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat pada hipoglikemia ringan hingga berat. Seluruh artikel melaporkan perbaikan kesadaran dan stabilisasi tanda vital setelah intervensi diberikan. Variasi konsentrasi memberikan respons yang berbeda, di mana D40% menunjukkan efek peningkatan glukosa yang lebih cepat, sedangkan infus D10% membantu menjaga kestabilan kadar glukosa serta mengurangi risiko rebound hiperglikemia. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa dextrose merupakan terapi utama yang efektif dan aman dalam manajemen hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Penyesuaian konsentrasi, dosis, dan metode pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mencapai respons optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan hipoglikemia.
Gambaran Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Luka Laserasi pada TN. A di Kecamatan Kalimanah Mahfuzh, Fadhiilatul; Julianto, Eko; Astuti, Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1587

Abstract

Latar belakang: Luka laserasi merupakan salah satu jenis luka terbuka yang cukup sering terjadi di masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Kecamatan Kalimanah tahun 2024, tercatat sekitar 27% kasus luka yang ditangani merupakan luka laserasi, baik akibat kecelakaan kerja maupun aktivitas sehari-hari. Luka yang dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan infeksi. Oleh karena itu penanganan luka yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Salah satu bahan alami yang berpotensi membantu penyembuhan luka adalah Virgin Coconut Oil (VCO), karena kandungannya yang kaya akan asam laurat bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan dapat memicu produksi kolagen serta dapat mempercepat regenerasi jaringan. Tujuan: mengetahui gambaran pemberian VCO terhadap proses penyembuhan luka laserasi. Metode: metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: setelah dilakukan terapi luka menggunakan VCO selama enam kali pertemuan, terjadi penurunan skor BJWAT dari 33 menjadi 11. Kesimpulan: VCO terbukti efektif mempercepat proses penyembuhan luka
Hubungan Lama Operasi, Usia dan Berat Badan dengan Kejadian Hipotermia pada Anak Pasca Operasi di Kamar Operasi Rumah Sakit Banjarmasin Siaga Mariani; Noorhasanah, Evy; Mathuridy, Roly Marwan; Dewi, Sasmita; Karmila
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1599

Abstract

Hipotermia adalah kondisi di mana suhu inti tubuh menurun di bawah suhu fisiologis normal, sering terjadi pada pasien di ruang pemulihan karena beberapa faktor seperti suhu lingkungan yang rendah, infus cairan dingin, luka terbuka, penurunan aktivitas otot, usia, dan pengobatan. Jumlah pasien yang menjalani operasi di Rumah Sakit Siaga Banjarmasin, khususnya Bedah Anak pada tahun 2022 berjumlah 369 pasien, pada tahun 2023 berjumlah 487 pasien, dan pada Januari hingga Maret 2024 berjumlah 89 pasien. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak yang menjalani operasi dengan total sampel 48 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho dengan menggunakan purposive sampling. Terdapat hubungan antara lama operasi, usia, dan berat badan dengan kejadian hipotermia dengan nilai koefisien korelasi lama operasi sebesar 0,683, koefisien korelasi usia sebesar 0,418, dan koefisien korelasi berat badan sebesar 0,530 dengan nilai ap sebesar 0,000 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama operasi, usia, dan berat badan.
Hubungan Asupan Kalium dan Cairan dengan Tekanan Darah pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Novianti, Tuti; Magdalena; Pratiwi, Niken
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan kalium dan cairan dengan tekanan darah pada pasien hemodialisis. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih secara total sampling. Data diperoleh melalui wawancara recall 2×24 jam, pengukuran tekanan darah, serta studi dokumentasi rekam medis elektronik. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan kalium normal–berlebih (54,4%), asupan cairan normal (50%), dan tekanan darah kategori normal tinggi hingga hipertensi derajat 2 (54,5%). Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara asupan kalium (ρ=0,753; p<0,001) serta asupan cairan (ρ=0,730; p<0,001) dengan tekanan darah. Penelitian menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan asupan kalium dan cairan berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Pengaturan diet kalium, pembatasan cairan, serta edukasi gizi berkelanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan kontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular.
Hubungan Status Gizi, Kadar Albumin, Asupan Energi, dan Protein dengan Lama Hari Rawat pada Pasien Pneumonia: (Studi di Ruang Paru RSUD Brigjend. H. Hasan Basry Kandangan) Prakoso, Ibnu; Magdalena; Anwar, Rosihan
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1602

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi, kadar albumin, asupan energi, dan asupan protein dengan lama hari rawat pasien pneumonia di Ruang Paru RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 41 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri, dan studi dokumentasi rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berstatus gizi sangat kurus (41,5%), memiliki kadar albumin rendah (70,7%), asupan energi defisit berat (31,7%), dan asupan protein defisit berat (41,5%), serta mengalami lama hari rawat yang panjang (78,0%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi, kadar albumin, asupan energi, dan asupan protein dengan lama hari rawat (p = 0,001 < α). Kesimpulannya, keempat faktor tersebut berhubungan erat dengan lama hari rawat pasien pneumonia sehingga intervensi gizi diperlukan untuk mempercepat penyembuhan. Disarankan agar dilakukan skrining status gizi dan pemberian intervensi gizi secara tepat sejak awal perawatan sebagai bagian dari tatalaksana pasien pneumonia.

Page 12 of 13 | Total Record : 125