cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2963069X     DOI : https://doi.org/10.71456/jik
Core Subject : Health,
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya.
Articles 131 Documents
Analisis Sistem Tanggap Darurat dalam Upaya Penanggulangan Kecelakaan Kerja Sari, Nilam Cahya; Aghniya, Sahnaz Nurul; Sundari, Sri; Hasibuan, Abdurrozzaq
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1302

Abstract

Kecelakaan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang kerumah melalui jalan biasa atau wajar dilalui.Tujuan pada penelitian ini untuk melihat sejauh mana analisa penanggulangan kecelakaan kerja dapat menekan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dan kualitatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi aktual sistem proteksi penanggulangan kecelakaan kerja yang ada di tempat kerja, sementara pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai efektivitas sistem tersebut.Penelitian dilakukan di berbagai tempat kerja seperti perusahaan manufaktur, gedung perkantoran, dan laboratorium.Subjek penelitian terdiri dari manajer Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian industri sudah mengetahuai risiko dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan menerapkan upaya pencegahan yang memenuhi standar SOP yang berlaku dengan,menggunakan perlengkapan alat pelindung diri (APD), melakukan pelatihan berkala sesuai bidangnya, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Kesimpulan penelitian ini adalah sudah banyak berbagai bidang industri yang menerapkan K3 ditempat kerja tetapi perlu diperhatikan lagi standarnya susah memenuhi atau belum.Dengan adanya analisa ini sangat membantu menekan angka kecelakaan yang berulang dan menciptakan budaya kerja yang proaktif terhadap keselamatan.
Jam Tidur Tidak Teratur dengan Beban Tugas pada Mahasiswa Peminatan EPID FKM UINSU Siregar, Findyani; Andwina; Qur-ani, Oktafera Halmi; Samosir, Fani Nurhadizah; Gunawan, Amanda Natasya; Handoko, Fauziah; Aidha, Zuhrina
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1322

Abstract

Kesehatan mental di kalangan mahasiswa menjadi isu yang semakin mendesak, terutama terkait dengan pola tidur yang tidak teratur akibat beban tugas akademik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman individu dengan jam tidur tidak teratur selama masa bebas tugas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara semi-terstruktur dan pengisian catatan harian tidur oleh partisipan. Hasil wawancara dengan seorang mahasiswi semester 6 jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat menunjukkan bahwa beban tugas yang padat dan tenggat waktu yang mendekat menyebabkan stres, yang berdampak negatif pada kualitas tidur. Responden melaporkan kesulitan tidur, pola tidur yang tidak teratur, dan mengantuk di siang hari, yang berkontribusi pada penurunan konsentrasi dan performa akademik. Meskipun demikian, responden menunjukkan kesadaran untuk memperbaiki manajemen waktu dan menerapkan strategi relaksasi. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen stres dan kualitas tidur dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan dari institusi pendidikan untuk mengatasi masalah kesehatan mental dan tidur di kalangan mahasiswa.
Tingkat Pengetahuan Remaja mengenai Kesehatan Reproduksi dan Paparan Media Sosial terhadap Perilaku Seksual yang Berisiko Pradhana, Annisa Laura; Hamidah; Herdiansyah, Dadang; Fatimah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1348

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kini menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi remaja. Remaja mengalami pubertas, secara klinis masa pubertas merupakan awal berfungsinya system reproduksi manusia. Ini adalah saat dimana penyimpangan paling mungkin terjadi, salah satunya adalah perilaku seksual. Perilaku remaja yang cenderung negatif disebabkan oleh adanya globalisasi dan perkembangan teknologi, dua hal ini sangat mempengaruhi paparan informasi dan gaya hidup yang dianut oleh remaja. Metode: Kuantitatif, Desaign Observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan chi-square. Sampel pada penelitian ini sebanyak 232 orang dengan pengambilan sampel secara Stratified Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa-siswi mempunyai pengetahuan baik sebanyak 149 (64,2%) responden, perilaku seksual berisiko berat sebanyak 102 (44,0%) responden dan berdasarkan paparan media social tinggi didapatkan sebanyak 129 (55,6%) responden. Berdasarkan hasil bivariat didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seksual yang berisiko dengan p-value sebesar 0,001 artinya dibawah <0,05 dan ditemukan juga Hubungan yang signifikan antara paparan media social dengan perilaku seksual yang berisiko dengan p-value 0,001 artinya nilai angka dibawah (<0,05). Kesimpulan: terdapat Hubungan antara pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan paparan media social terhadap perilaku seksual yang berisiko di SMAN 8 Tambun Selatan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Bahaya Rokok dengan Perilaku Merokok pada Remaja: Systematic Literature Review Tanesib, Hendra Lasarus; Lestari, Hernida Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1367

Abstract

Remaja rentan terpengaruh pergaulan lingkungan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi perokok remaja. Dalam beberapa tahun ke depan, perilaku merokok akan meningkat dan menjadi kebiasaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja. Metode yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review) dengan data berkata kunci relevan yang mengulas  tentang  hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja dari berbagai artikel dalam rentang waktu lima  tahun  terakhir  (2020-2025)  yang  dapat  diakses  di dalam Google schoolar. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan   bahwa   berdasarkan   berbagai   penelitian terdahulu  ditemukan  adanya  hubungan  tingkat pegetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada remaja  dimana  dapat  menjadi penyebab    kurangnya    pegetahuan    dan    mernurunnya prestasi  belajar.  Perilaku merokok menunjukkan adanya hubungan negatif antara  merokok  dengan  tingkat pegetahuan remaja. Diharapkan bahwa penelitian ini akan mendorong pembaca untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada perilaku merokok, terutama pada remaja. Selain itu, diharapkan bahwa penelitian ini akan menghasilkan manfaat bagi dunia pendidikan.
Kajian Kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Anshari Shaleh Banjarmasin dalam Menghadapi Implementasi Rekam Medis Elektronik di Tahun 2024 Ningsih, Novita Dwi Widiya; Hiznadya, Aprisca; Noor, Muhammad; Amanda, Hani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1428

Abstract

Sektor kesehatan saat ini telah berkembang pesat akibat adanya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin mutakhir. Bukti nyata perkembangan dunia kesehatan salah satunya adalah Rekam Medis Elektronik (RME). Saat ini, rekam medis elektronik di RSUD dr. H. Moch. Anshari Saleh Banjarmasin belum sepenuhnya diimplementasikan walaupun fitur RME telah ada. Rekam Medis Elektronik  yang berjalan  meliputi  e-resep,  e-billing,  surat pengantar, dan discharge summary pada rawat inap.  Rekam medis konvensional saat ini juga masih memiliki kendala, diantaranya adalah SIMRS belum sepenuhnya menunjang rekam medis dan angka kelengkapan  rekam medis yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran kesiapan RSUD dr.  H.  Moch Ansari Saleh Banjarmasin  rnenghadapi  irnplernentasi rekarn rnedis elektronik  di tahun 2024. Penelitian   ini   menggunakan   metode  penelitian   kualitatif.   Dengan   jenis penelitian  deskriptif   sedangkan  teknik  pengumpulan   data   yang  digunakan   adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah Kepala Rumah Sakit, petugas rekam medis, dokter dan penanggung jawab  IT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Anshari Saleh Banjarmasin. Objek penelitian adalah kesiapan RSUD dr. H.  Moch  Anshari  Shaleh  Banjarmasin   dalarn  rnenghadapi  Irnplernentasi Rekarn Medis Elektronik. Upaya yang dapat diselesaikan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi yaitu pihak rumah sakit harus menyediakan anggaran dan melengkapi sarana prasarana yang dapat menunjang implementasi rekam medis di RSUD Anshari Saleh Banjarmasin.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunted Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul Samapaty, Claudia Morista; Nita, Vio; Styaningrum, Silvia Dewi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1434

Abstract

Stunted merupakan salah satu kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, dan stunted sebesar 24,4%. Stunted disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunted yaitu asupan makan, pemberian ASI eslusif, dan faktor infeksi. Tujuan penelitian ini untu mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 99 responden yaitu ibu yang mempunyai balita usia 25-59 bulan.Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu berusia < 35 tahun (69,7%), 50,5% berpendidikan SMP,100% ibu berstatus ibu rumah tangga,58,6% berpengetahuan kurang, 53,5% balita usia 37-48 bulan, 54,5% berjenis kelamin laki-laki dan 54,5% mengalami stunted. Mayoritas ibu berpendidikan SMP (51,5%), Ibu dengan pengetahuan kurang dan memiliki anak stunted sebanyak 53,4%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25- 59 bulan ( p= 0,057). Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul.
Integrasi Nilai Spiritual dan Medis dalam Kesehatan Modern: Perspektif Agama Islam Latifah; Arisa, Azura; Diaty, Rima
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1466

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara ajaran Islam dan kesehatan melalui kajian kualitatif berbasis studi pustaka, analisis normatif, serta pendekatan deskriptif-komparatif. Islam memandang kesehatan sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya penjagaan jiwa (hifz an-nafs), yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial. Temuan kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan hadis mengandung prinsip-prinsip kesehatan yang komprehensif, seperti thaharah (kebersihan), konsumsi makanan halal dan thayyib, manajemen stres melalui ibadah, kewajiban berobat, kesehatan reproduksi, kelestarian lingkungan, dan mitigasi penyakit. Dalil-dalil seperti QS. Al-Baqarah: 195, QS. Al-Baqarah: 168, QS. Ar-Ra’d: 28, serta hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud menjadi dasar konseptual yang selaras dengan prinsip kesehatan modern. Integrasi antara syariat dan ilmu kedokteran juga tercermin dalam praktik pengobatan, sanitasi, nutrisi, kesehatan mental, dan penanganan pandemi. Artikel ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya memuat aturan ibadah, tetapi juga panduan preventif dan kuratif untuk menjaga kualitas hidup manusia. Relevansi ajaran Islam terhadap kesehatan modern menunjukkan urgensi penerapan nilai-nilai agama dalam membangun masyarakat sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Hukum Kesehatan dan Keselamatan Kerja Surjasni; Akbar, Fadliansyah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1467

Abstract

Artikel ini membahas aspek hukum kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Indonesia dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur akademik, serta dokumen resmi dari lembaga nasional dan internasional seperti BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, ILO, dan WHO. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap norma hukum dan kondisi faktual pelaksanaan K3 di lapangan, serta secara komparatif dengan praktik di negara lain. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki landasan hukum K3 yang cukup kuat, antara lain UU No. 1 Tahun 1970, UU No. 13 Tahun 2003, UU No. 36 Tahun 2009, PP No. 50 Tahun 2012, dan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Namun, implementasinya belum optimal karena berbagai kendala, seperti rendahnya kesadaran pekerja dan pemberi kerja, terbatasnya pengawasan, minimnya ahli K3, serta lemahnya penegakan hukum. Kondisi tersebut berdampak pada masih tingginya angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja, terutama di sektor informal dan UMKM. Artikel ini menegaskan pentingnya strategi penguatan hukum K3 melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan pengawasan, digitalisasi sistem pelaporan, pemberian insentif bagi perusahaan patuh, dan penegakan sanksi tegas bagi pelanggar. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, pekerja, BPJS Ketenagakerjaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang aman dan sehat. Dengan demikian, hukum K3 tidak hanya berfungsi sebagai norma tertulis, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Konsep Sehat dan Sakit dalam Perspektif Agama Islam dan Kaitannya dengan Enam Agama di Indonesia Siska; Rahmah, Laila Mailina; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1496

Abstract

Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia dan dipahami secara beragam oleh agama-agama di Indonesia. Artikel ini mengkaji konsep sehat dan sakit dalam perspektif Islam serta mengaitkannya dengan lima agama resmi lainnya: Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka melalui analisis teks keagamaan, literatur akademik, dan penelitian relevan untuk memahami makna sehat-sakit dan implikasinya dalam kehidupan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa keenam agama memaknai sehat sebagai kondisi holistik yang mencakup keseimbangan fisik, mental, dan spiritual. Sakit dipahami bukan hanya sebagai gangguan biologis, tetapi juga mengandung dimensi moral dan spiritual. Islam menekankan ikhtiar medis dan tawakal; Kristen dan Katolik menonjolkan iman, mukjizat, serta sakramen; Hindu dan Buddha menekankan keselarasan energi dan batin; sementara Konghucu memandang kesehatan sebagai harmoni antara tubuh, moral, dan sosial. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, seluruh agama mengakui pentingnya integrasi usaha fisik dan spiritual dalam proses penyembuhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perspektif keagamaan dapat memperkaya pendekatan kesehatan holistik di Indonesia melalui pelayanan berbasis spiritual, pendidikan kesehatan religius, dan kerja sama antaragama. Pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang humanistik dan kontekstual bagi masyarakat Indonesia.
Hukum Mengonsumsi Obat-Obatan yang Mengandung Bahan Baku Non-Halal dalam Islam Nina; Aisyah, Siti; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1499

Abstract

Kemajuan ilmu kedokteran berbanding lurus dengan meningkatnya keragaman obat yang beredar di masyarakat. Beberapa jenis obat menggunakan bahan baku yang berasal dari unsur non-halal, seperti turunan babi, alkohol, dan enzim tertentu. Hal ini menimbulkan persoalan hukum bagi umat Islam yang berkewajiban mengonsumsi produk halal. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan hukum Islam mengenai penggunaan obat dengan kandungan non-halal melalui pendekatan normatif yang merujuk pada al-Qur’an, hadis, fatwa ulama, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan penelaahan literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal mengonsumsi bahan non-halal adalah haram; namun, dalam kondisi darurat atau kebutuhan mendesak, hukumnya menjadi boleh selama tidak terdapat obat halal yang sebanding, ditetapkan oleh ahli medis, dan digunakan sebatas kebutuhan. Ketentuan ini sejalan dengan tujuan syariat dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs). Kesimpulan dari kajian ini menegaskan adanya fleksibilitas hukum Islam dalam merespons perkembangan farmasi modern melalui mekanisme rukhsah dan prinsip maslahah.

Page 10 of 14 | Total Record : 131