cover
Contact Name
Dwi Viora
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
admin@ijoed.org
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A5 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Indonesia Kode Pos 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
IJoEd: Indonesian Journal on Education
ISSN : -     EISSN : 30646146     DOI : https://doi.org/10.70437/ijoed
Core Subject : Education,
Indonesian Journal on Education (IJoEd) is a peer-reviewed open-access journal established for disseminating state-of-the-art knowledge in the field of education. This journal is published annually in March, June, September, and December by LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan. Indonesian Journal on Education (IJoEd) is research and Community services related to education, including; the development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution, development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in education and various fields related education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
Ergonomic Issues in Physics Laboratories: Basis For Physics Laboratory Practice Checklist Maria Fe Miguel; Lucky Sonny Ligsanan
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v3i1.396

Abstract

This study explores ergonomic issues in secondary school physics laboratories and develops a Laboratory Practice Checklist to improve laboratory conditions and instructional practices. A qualitative multiple case study was conducted with six novice Grade 8 science teachers in selected secondary schools in Pampanga, Philippines. Data were gathered through semi-structured interviews, non-participant classroom observations, and document analysis, and analyzed using thematic analysis with cross-case synthesis. Within-case analysis revealed context-specific ergonomic challenges, including inadequate infrastructure, limited equipment, overcrowded workspaces, and suboptimal environmental conditions that led to non-neutral student postures and physical discomfort. Cross-case synthesis identified recurring patterns of misalignment between pedagogical goals and laboratory conditions, reliance on improvisation, and the absence of standardized ergonomic and safety protocols, resulting in inconsistent practices and increased instructional demands. A Laboratory Practice Checklist was developed to provide a systematic, evidence-based framework addressing environment, equipment, safety, pedagogy, and procedures. The study offers context-specific insights and a practical tool to support safer, more effective, and ergonomically informed laboratory instruction.
Exploring Status and Challenges of AI-assisted Integration in Shop Technology Courses: Springboard for Laboratory-based Framework Oliver Sampang
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v3i1.399

Abstract

Despite the capability of AI to transform education, its integration into shop technology courses is underexplored. To better understand this issue, a study was conducted at Bataan Peninsula State University's Main Campus using the sequential explanatory mixed-method design, assessing the challenges and extent of AI integration among 39 faculty members teaching industrial technology. Findings of the survey revealed that faculty are aware of AI and have a positive attitude toward using it. However, its integration is moderate only, with assessment and feedback gaining the lowest integration. Challenges include technical and structural issues, including ethical concerns, as the primary risk. The inferential test reveals no significant differences between the extent of usage and challenges against profile, except in the subdiscipline under age and specialization. The interview revealed a digital-physical divide. Findings lead to the conceptualization of the "OLI-SAMPANG" Framework to integrate AI in technical pedagogy.
Analisis Penyalahgunaan Narkoba di Daerah Gorontalo Serta Upaya Penyalahgunaanya di Kalangan Remaja Irna Ishak; irnaishak40@gmail.com ishak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/8akb3n23

Abstract

Masalah narkoba di Provinsi Gorontalo telah menjadi ancaman serius yang berdampak pada kesehatan individu, keharmonisan keluarga, ketertiban umum, serta pembangunan daerah. Letak geografis Gorontalo sebagai jalur penghubung antarwilayah di Sulawesi, pengaruh globalisasi, dan kurangnya pengawasan menjadi faktor utama meluasnya peredaran zat adiktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk masalah, menguraikan contoh kasus, mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak, serta meninjau upaya penanggulangan yang telah dilaksanakan beserta kendalanya. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dan analisis data sekunder dari aparat penegak hukum dan media. Hasil penelitian menunjukkan jenis yang paling banyak beredar adalah sabu‑sabu, ganja, obat keras terlarang, serta minuman beralkohol ilegal. Meskipun telah terjadi penurunan jumlah kasus pada tahun 2024 berkat kerja sama antarinstansi, tantangan masih ada terutama dalam pengawasan jalur lintas daerah dan pencegahan di kalangan remaja. Disimpulkan bahwa penanganan membutuhkan sinergi berkelanjutan antar pemerintah, penegak hukum, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pergaulan bebas di Kalangan Remaja: Analisis Faktor, Dampak, dan Strategi Pencegahan Berbasis Kebijakan Sosial dan Pendidikan Amelia Islaku; Alya Rohalia
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/drw8tm23

Abstract

Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja Indonesia menjadi persoalan sosial yang tidak dapat diabaikan. Dampaknya meluas, tidak hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, melainkan juga oleh lingkungan keluarga, institusi pendidikan, dan tatanan sosial masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergaulan bebas, berbagai konsekuensi yang ditimbulkannya, serta merumuskan strategi penanggulangan yang tepat berdasarkan pendekatan kebijakan sosial dan pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis dokumen dan hasil forum diskusi akademik. Temuan menunjukkan bahwa perilaku menyimpang ini bersumber dari faktor dalam diri remaja—seperti rapuhnya pengendalian diri dan krisis jati diri—maupun dari faktor luar, yaitu lemahnya pengawasan keluarga, tekanan kelompok sebaya, serta paparan konten digital yang tidak sesuai tahap perkembangan. Konsekuensinya mencakup kemerosotan moral, menurunnya capaian akademik, gangguan pada kesehatan jasmani dan mental, serta terganggunya relasi sosial. Penanganan yang berhasil mensyaratkan kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan komunitas melalui penguatan pendidikan karakter yang membumi, peningkatan literasi digital, dan pembukaan ruang komunikasi yang sehat.
Analisis Tingkat Pengangguran Di Provinsi Gorontalo 2026 Suci Amelia Adjulaini; Elsa Karim; Misran Rahman; Muhammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/1dmz7q37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengangguran sebagai masalah sosial yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, dan pembangunan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sekunder melalui studi kepustakaan dan analisis data dari berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik (BPS), jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran tidak hanya berdampak pada individu berupa hilangnya pendapatan, tetapi juga memicu kemiskinan, ketimpangan sosial, serta menurunnya solidaritas dalam masyarakat. Selain itu, pengangguran juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan meningkatkan risiko kriminalitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang berfokus pada peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pengangguran merupakan masalah multidimensional yang memerlukan penanganan terpadu antara pemerintah, masyarakat, dan dunia kerja.
Ketidakadilan Gender dalam Kehidupan Masyarakat: Bentuk, Dampak, dan Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender Sandra Ibrahim; Sulasri Totoke; Misran Rahman; Mohammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/8vkjce68

Abstract

Masalah sosial gender masih menjadi perhatian penting dalam kehidupan masyarakat modern karena adanya ketimpangan dan diskriminasi yang muncul akibat konstruksi sosial mengenai peran laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep gender sebagai masalah sosial, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketimpangan gender dalam kehidupan sehari-hari, serta menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal, dokumen pemerintah, dan laporan lembaga terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender masih terjadi dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan berbasis gender, dan beban ganda. Faktor budaya patriarki, rendahnya pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender, faktor ekonomi, serta lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama terjadinya ketimpangan gender. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga memengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, perubahan pola pikir masyarakat, dan penegakan hukum yang adil untuk menciptakan kehidupan sosial yang setara dan berkeadilan.
Diskriminasi: Analisis Bentuk, Dampak, dan Strategi Pencegahan dalam Pembangunan Masyarakat di Indonesia Putri Sabrina Rindahati; Riyanda Patamani; Misran Rahman; Muhammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/rvhjcs23

Abstract

Diskriminasi di Indonesia masih menjadi isu sosial utama yang mengancam kohesi komunitas dan pembangunan nasional. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai bentuk diskriminasi serta implikasinya terhadap dinamika sosial di Indonesia, sekaligus merumuskan strategi pencegahan dan penanganan diskriminasi untuk mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, studi ini merujuk pada sumber akademik relevan termasuk teori sosial dari Allport, Marx, Tajfel, Goffman, dan Crenshaw. Temuan menunjukkan bahwa diskriminasi berbasis ras, gender, disabilitas, agama, dan orientasi seksual masih marak dan menimbulkan trauma psikologis, ketidaksetaraan ekonomi, serta polarisasi sosial. Strategi pencegahan yang efektif mencakup pendidikan anti-diskriminasi terintegrasi, penguatan penegakan hukum, kebijakan inklusif dan afirmatif, pemberdayaan komunitas melalui dialog lintas kelompok, serta kampanye publik lintas sektor. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pembangunan komunitas inklusif dengan rekomendasi komprehensif berbasis analisis interseksional. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan metodologi beragam diperlukan untuk pemahaman lebih mendalam.
Kriminalitas di Provinsi Gorontalo Analisis Penyebab, Dampak, dan Upaya Penanggulangan Qhanadya Eka Putri Pakaya; Siti Nur Atika; Misran Rahman; Muhammad Ibrahim
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 2 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/xz4ztv91

Abstract

Penelitian ini didasari situasi keamanan dan ketertiban umum yang kurang kondusif pada malam hari di Kota Gorontalo dimana pelakunya adalah anak-anak sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebabnya dan mengkaji kebijakan kriminal dalam penanggulangan permasalahan ini. Metode pendekatan Yuridis – Empiris. Hasil penelitian, 1) faktor penyebab tindak pidana penganiayaan menggunakan panah wayer oleh anak adalah lingkungan pergaulan tidak sehat, mengendurnya ikatan sosial dan keluarga, penyalahgunaan NAPZA serta adanya dorongan-dorangan ide dan sikap yang dibentuk oleh media massa. 2) kebijakan kriminal penanggulangan kejahatan dapat diimplementasikan dengan cara : mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan melalui media massa, penerapan hukum pidana dan pencegahan tanpa pidana. Sehingga ada korelasi antara jalur penal dan non penal. Saran, optimalisasi tupoksi media massa guna pembangunan budaya hukum nasional serta mengurangi konten yang berisi kekerasan atau asusila, harmonisasi keluarga inti, pemutusan rantai peredaran NAPZA serta junjung tinggi supremasi hukum dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Metode Pembelajaran Aktif Picture and Picture pada Kelas VII SMP IT Daarul Affani Aida Futri; Desi Desi; Siti Na’imah; Sandi Juita; Kaharudin Kaharudin; Yahdi Yahdi
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v3i1.448

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua siklus: siklus I dan siklus II. Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi semuanya termasuk dalam setiap siklus. Sebelas siswa kelas tujuh dari SMP IT Daarul Afani menjadi subjek penelitian. Tes, wawancara, dokumentasi, dan observasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Baik metode analisis deskriptif kuantitatif maupun kualitatif digunakan untuk meneliti data. Analisis kualitatif melibatkan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis kuantitatif melibatkan penentuan nilai rata-rata dan persentase penyelesaian pembelajaran siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis cerita pendek siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif . Sementara proporsi penyelesaian pembelajaran meningkat dari 54,55% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan motivasi siswa sepanjang proses pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian, siswa kelas tujuh di SMP Islam Daarul Affani mampu menulis cerita pendek yang lebih baik karena pendekatan pembelajaran gambar dan ilustrasi yang aktif.  
Strategies Of Maitreya Buddhist Sunday School (Smb) Teachers In Implementing Religious Moderation Through Four Life Concepts Towards A One Family World Lim Kio Hian; Mettadewi Wong; Lianah The
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v3i1.449

Abstract

Buddhist Sunday School is a non-formal education that requires educational elements, so its implementation cannot be separated from the guidance of educators or mentors. This study aims to examine the strategies of Maitreya Buddhist Sunday School teachers in implementing religious moderation through the concepts of universal love and compassion, equality and social harmony, peace and harmony between religious communities, accommodation of local cultures and global brotherhood, in Cetya Eka Dharma Kubu Raya, West Kalimantan. This research was qualitative. Nine informants were recruited using purposive sampling. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results demonstrate the strategies of Maitreya Buddhist Sunday School teachers in Cetya Eka Dharma Kubu Raya, West Kalimantan, in implementing religious moderation through universal love and compassion, applying the concept of creating a more peaceful, harmonious, and compassionate world. This concept can help us understand that we are all connected and interdependent, and that we have a shared responsibility to create a better world through equality and social harmony, creating a more just, equitable, and harmonious society. This concept can help us understand that we all have equal rights and opportunities, and that we have a shared responsibility to create a better society, and through peace and harmony between religious communities with effective dialogue and communication between individuals and groups of various religions, respect for religious and cultural diversity and tolerance and forgiveness can help reduce conflict and cooperation and mutual respect as well as through accommodation of local cultures and global brotherhood by creating a more peaceful, harmonious and inclusive society. This concept can help us understand that we all have equal rights and opportunities, and that we have a shared responsibility to create a better society