cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabda.wahab@q2lii.id
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
sabda.wahab@q2lii.id
Editorial Address
Komp. OPI Cempaka Blok E No. 5 RT/ RW: 65/ 11 Kel, 15 Ulu, Kec. Jakabaring, Palembang City, South Sumatra 30967
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Penamaan Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat memiliki makna simbolis yang kuat, di mana kata "lentera" melambangkan cahaya, pencerahan, dan petunjuk dalam kegelapan. Sebagaimana lentera memberikan penerangan di tengah gelap, jurnal ini diharapkan menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat melalui publikasi hasil-hasil pengabdian yang bersifat ilmiah dan aplikatif. Nama ini mencerminkan peran jurnal sebagai media yang menyinari jalan perubahan sosial, menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, serta memberikan harapan dan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Dengan demikian, "lentera" bukan sekadar nama, tetapi juga representasi dari semangat untuk menerangi dan memberdayakan masyarakat melalui kontribusi nyata dunia akademik. Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM) adalah jurnal yang diterbitkan oleh CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut. Jurnal ini berfokus pada publikasi artikel ilmiah dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, mencakup berbagai topik dan inisiatif yang berkaitan dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode April, Agustus dan Desember. Jurnal Lantera Ilmiah Pengabdian Masyarakat menerima berbagai jenis artikel yang berhubungan dengan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil pengabdian yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan untuk menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk berbagi pengalaman dan hasil dari berbagai program pengabdian masyarakat. Artikel yang diterima akan melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) untuk memastikan kualitas dan kredibilitas dari hasil pengabdian yang dipublikasikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara Putri Rosanti Caesaria; indah; Sulfianti A. Yusuf; Noviana Hikmawati; Julian Jingsung
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.102

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi pada ibu dan bayi apabila tidak terdeteksi serta ditangani secara dini. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung upaya deteksi dini dan pendampingan ibu hamil di tingkat masyarakat. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader masih menjadi kendala dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Desa Wolasi dan Desa Mata Wolasi, Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi pelatihan, edukasi, simulasi, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 22 kader kesehatan terlibat sebagai peserta kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader pada aspek kehamilan risiko tinggi dari 62,4 menjadi 87,6 (40,4%), tanda bahaya kehamilan dari 58,7 menjadi 89,3 (52,1%), pendampingan ibu hamil dari 64,5 menjadi 90,1 (39,7%), dan mekanisme rujukan dari 60,8 menjadi 85,5 (40,6%). Pendampingan yang dilakukan kader juga meningkatkan kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) dari 65% menjadi 92%, konsumsi tablet tambah darah dari 58% menjadi 88%, pemahaman keluarga terhadap tanda bahaya kehamilan dari 42% menjadi 85%, serta kepemilikan rencana persalinan dari 55% menjadi 90%. Selain itu, terbentuk kelompok kader peduli kehamilan risiko tinggi sebagai upaya keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan melalui deteksi dini serta pendampingan ibu hamil risiko tinggi di masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Penggunaan Obat Rasional Berbasis Media Bilingual Ira Nurmala; Nurfitriana Rahmat; Rahayu Aprianti; Poyizar; Syaiful Katadi
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.103

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah risiko yang timbul akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Rendahnya literasi kesehatan dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap informasi farmasi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional melalui media edukasi bilingual (Bahasa Indonesia–Bahasa Inggris) di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi membaca informasi pada kemasan obat, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan booklet bilingual. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader kesehatan, remaja, dan masyarakat umum terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 52,6% sebelum edukasi menjadi 90,0% setelah edukasi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, terutama pada pemahaman istilah farmasi dasar dalam bahasa Inggris dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep. Selain meningkatkan literasi kesehatan, penggunaan media bilingual juga membantu peserta memahami terminologi kesehatan yang sering ditemukan pada kemasan obat dan sumber informasi digital. Dengan demikian, edukasi penggunaan obat yang rasional berbasis media bilingual efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat untuk mendukung penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Penguatan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Pencegahan Risiko Kehamilan melalui Program Suami Siaga di Wolasi Andriyani Andriyani; Ira Nurmala; Efa Kelya Nasrun
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.107

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang dapat berkembang menjadi keadaan berisiko apabila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Keterlibatan keluarga, khususnya suami, memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil serta mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam pencegahan dan penanganan risiko kehamilan melalui Program Suami Siaga di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif yang melibatkan ibu hamil dan suami sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi kesehatan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perencanaan rujukan, serta peran suami dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi, yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman tentang tanda bahaya kehamilan, kesiapan menghadapi persalinan, serta pentingnya keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan maternal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Program Suami Siaga terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga terhadap risiko kehamilan dan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Transformasi Literasi Obat Herbal melalui Edukasi Digital Faisal; Muhammad Sujarwad; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti; Poyizar
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.108

Abstract

Penggunaan obat herbal di masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya minat terhadap pengobatan berbasis bahan alam. Namun, tingginya penggunaan obat herbal belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Selain itu, maraknya informasi kesehatan di media digital sering kali menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dalam membedakan informasi yang valid dan berbasis ilmiah dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal masyarakat melalui edukasi digital di Kecamatan Wolasi, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan dalam mengakses informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi digital terbukti menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Obat Herbal dan Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Gerakan Herbal Digital di Desa Aunepe Muhammad Sujarwad; Faisal Faisal; Poyizar Poyizar; Nurfitriyana Rahmat; Syaiful Katadi; Rahayu Aprianti
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.101

Abstract

Pemanfaatan obat herbal telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia dan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahan alam untuk menjaga kesehatan. Namun, penggunaan obat herbal yang belum disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan masyarakat terpapar berbagai informasi kesehatan yang belum tentu valid dan berbasis ilmiah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi obat herbal dan literasi digital kesehatan masyarakat melalui program Gerakan Herbal Digital di Desa Aunepe, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta distribusi media digital berupa infografis dan e-booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan keamanan obat herbal, pemilihan produk herbal yang legal, penggunaan obat herbal yang rasional, serta kemampuan mengakses informasi kesehatan dari sumber digital yang terpercaya. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Program Gerakan Herbal Digital terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat herbal dan mendukung kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sumber daya bahan alam secara berkelanjutan.
Peningkatan Kesadaran Remaja Kecamatan Wolasi tentang Kesehatan Reproduksi melalui Program Edukasi Terpadu Efa Kelya Nasrun; Ririt Yuliarti Taha; Tawakkal Tawakkal; Lisnawati
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.104

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang memerlukan pemahaman yang memadai untuk mencegah berbagai perilaku berisiko. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi yang benar dan terpercaya menyebabkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui Program Edukasi Terpadu di Kecamatan Wolasi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pubertas, kebersihan organ reproduksi, pencegahan infeksi menular seksual, dan perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi meningkat dari 55% menjadi 88%, pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis masa pubertas meningkat dari 60% menjadi 90%, pemahaman mengenai kebersihan organ reproduksi meningkat dari 58% menjadi 92%, dan pengetahuan tentang pencegahan infeksi menular seksual meningkat dari 45% menjadi 85%. Selain itu, 93% peserta menyatakan bersedia menerapkan perilaku hidup sehat dan 88% bersedia membagikan informasi kesehatan reproduksi kepada teman sebaya. Program edukasi terpadu terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja serta berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan berbasis masyarakat.
Model Edukasi dan Pengawasan Praktik Sangkal Putung Berbasis Kolaborasi Kedokteran Ortopedi dan Hukum Kesehatan di Desa Arisan Buntal Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.105

Abstract

Praktik pengobatan tradisional sangkal putung (patah tulang) masih menjadi pilihan utama masyarakat pedesaan di Indonesia akibat faktor budaya, ekonomi, dan aksesibilitas. Namun, penanganan fraktur tanpa evaluasi medis yang adekuat berisiko tinggi menyebabkan komplikasi muskuloskeletal, keterlambatan rujukan, hingga kecacatan permanen, yang juga memicu sengketa hukum kesehatan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model edukasi dan pengawasan praktik sangkal putung berbasis kolaborasi kedokteran ortopedi dan hukum kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif, dilaksanakan di Desa Arisan Buntal, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif mengenai tanda bahaya fraktur, prinsip keselamatan pasien (patient safety), dan batasan kewenangan hukum tenaga kesehatan tradisional. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai risiko komplikasi dan alur rujukan medis. Model ini berhasil membangun kesadaran bahwa praktik tradisional tidak perlu ditiadakan, melainkan harus diawasi dan diintegrasikan ke dalam sistem keselamatan pasien. Kesimpulannya, kolaborasi interdisipliner antara ilmu ortopedi dan hukum kesehatan efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan membentuk sistem pengawasan partisipatif yang melindungi masyarakat dari malapraktik tanpa mendegradasi kearifan lokal.
Edukasi DAGUSIBU sebagai Strategi Peningkatan Literasi Pengelolaan Obat Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Tanjung Lubuk Hilda Muliana; Ronny Sutanto; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i1.106

Abstract

Pengelolaan obat rumah tangga yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, kegagalan terapi, keracunan, resistensi antibiotik, serta pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga melalui edukasi DAGUSIBU di Desa Tanjung Lubuk. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta dan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukasi. Materi yang disampaikan meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 ± 11,2 sebelum edukasi menjadi 83,7 ± 8,6 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 25,3 poin atau 43,3%. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,7% menjadi 78,3%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 26,1% menjadi 2,1%. Penurunan simpangan baku dari 11,2 menjadi 8,6 juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi menjadi lebih merata. Secara deskriptif, hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU melalui pendekatan interaktif dan media leaflet menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat untuk mendukung terbentuknya keluarga yang mampu menggunakan dan mengelola obat secara rasional, aman, dan bertanggung jawab.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Gelumbang Reffi Dhamayanti; Angel Laura S; Conery Dery
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.107

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan karena dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi belajar, dan kesehatan pada masa mendatang. Rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai pencegahan anemia dapat menghambat penerapan pola konsumsi pangan bergizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan anemia melalui edukasi gizi seimbang di SMP Negeri 2 Gelumbang. Kegiatan menggunakan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 83 remaja putri kelas VIII. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji McNemar. Proporsi peserta dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 30,1% menjadi 85,5% atau sebesar 55,4 poin persentase. Proporsi peserta dengan sikap positif meningkat dari 41,0% menjadi 89,2% atau sebesar 48,2 poin persentase. Uji McNemar menunjukkan perubahan yang bermakna pada pengetahuan dan sikap (masing-masing p = 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi gizi seimbang berpotensi memperkuat literasi kesehatan remaja putri sebagai bagian dari pencegahan anemia berbasis sekolah
Edukasi Perawatan Luka Berbasis Sistem Informasi Home Care di Puskesmas Ujanmas Kabupaten Muara Enim Yazika Rimbawati; Alex Atmasubrata; Alex Cardo
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.105

Abstract

Luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, dengan risiko infeksi dan keterlambatan penyembuhan yang tinggi apabila penanganannya tidak dilakukan secara tepat. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah, sementara pemanfaatan sistem informasi kesehatan berbasis home care di fasilitas kesehatan primer belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien serta kader kesehatan dalam melakukan perawatan luka yang benar melalui pendampingan berbasis Sistem Informasi Home Care. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, pelaksanaan pretest, penyuluhan, demonstrasi perawatan luka, pelatihan penggunaan Sistem Informasi Home Care, pendampingan, posttest, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi keluarga pasien, kader kesehatan, dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, booklet digital, video tutorial, kode QR, grup WhatsApp, dan website Sistem Informasi Home Care. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perawatan luka mandiri serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengakses layanan kesehatan melalui sistem informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis teknologi yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung continuity of care bagi pasien dengan luka di lingkungan keluarga.