cover
Contact Name
Hamsu Kadriyan
Contact Email
lombokmedicaljournal@unram.ac.id
Phone
+62818366217
Journal Mail Official
lombokmedicaljournal@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Pendidikan No 37, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lombok Medical Journal
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28277686     DOI : -
Lombok Medical Journal (LMJ) is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Focus and Scope of Lombok Medical Journal (LMJ): Basic Science, Clinical Research, Community or public health research, Medical Education
Articles 156 Documents
Gambaran Sitologi Limfadenopati pada Individu yang Kontak Erat dengan Penderita Tuberkulosis di Senggigi, Nusa Tenggara Barat Fadila Olivia; Fathul Djannah; Eva Triani
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i2.1639

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB). Tiga tahun terakhir jumlah kasus TB tertinggi di NTB berada pada Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. TB dapat ditularkan melalui udara dari pasien yang terkonfirmasi TB bakteriologis. Kasus yang tidak diobati dengan tepat dan adekuat dapat menginfeksi kurang lebih 10 orang per tahun. Limfadenopati pada daerah leher merupakan hal yang umum ditemukan di negara dengan endemik TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi limfadenopati pada individu yang kontak erat dengan penderita TB. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel bertempat di Desa Senggigi dengan metode FNAB, kemudian dilakukan pengamatan di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Penelitian dilakukan pada bulan September – Desember 2021. Hasil: Jumlah subjek pada penelitian sebanyak 62 orang dengan distribusi berdasarkan jenis kelamin 35 orang perempuan dan 27 orang laki – laki. Sebanyak 5 sampel penelitian dengan limfadenopati berdiameter 0,5 – 2 cm. Hasil FNAB didapatkan gambaran sitologi 4 sampel dengan hasil reaktif limfoid hiperplasia dan 1 sampel mencurigakan suatu TB kelenjar. Kesimpulan: Hasil FNAB limfadenopati pada kontak erat penderita TB ditemukan dominasi gambaran reaktif limfoid hiperplasia.
Nutraceutical dari Teripang sebagai Terapi Adjuvan Osteoartritis Budhiarko Pramana Putra; Mia Putri Sahara; Cokorda Istri Agung Asvini; I Gusti Bagus Surya Ari; Kadek Diah Permata; Komang Pranayoga; Lalu Dio Srigede; Nimas Resti; Nofiana Ayu Risqiana; Nur Inayah; Shafalyn Kalila Roliskana; Suci Lousiana Bahri; Nurhidayati
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i2.1643

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan meningkatnya kehilangan tulang rawan, remodeling tulang periartikular, dan inflamasi pada membran sinovial. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, menurut WHO pada tahun 2025 populasi usia lanjut di Indonesia akan meningkat 414% dibanding tahun 1990. Di Indonesia prevalensi OA lutut yang tampak secara radiologis mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita yang berumur antara 40-60 tahun. Terapi OA umum dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), pengobatan dengan kondroprotektif, seperti glukosamin sulfat, kondroitin sulfat, asam hialuronat, hidrolisat kolagen, atau nutrisi, seperti antioksidan dan asam lemak omega-3. Tatalaksana pada OA berfokus untuk megurangi rasa nyeri dan mengoptimalkan fungsi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Penderita OA biasanya diresepkan dengan obat analgesik seperti parasetamol dan OAINS. Saat ini, pilihan terapi baru telah banyak dikembangkan. Pemanfaatan bahan alam teripang sebagai pengobatan OA menjadi salah satunya. Nutraceutical adalah senyawa makanan yang memiliki peran dalam keseimbangan sinyal anabolik dan katabolik pada sendi. Beberapa dari banyak senyawa nutraceutical yang ada yang dapat digunakan sebagai integrator dalam makanan sehari-hari berkat ketersediaannya yang mudah, seperti dalam kandungan teripang (Glucosamine sulfate, Chondroitin sulfate, dan Omega 3). Kandungan glikosagminoglikan, chondroitin sulfat, dan omega 3 pada teripang ditemukan memiliki efikasi dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi sendi pada penderita OA. Kombinasi penggunaan glukosamin sulfat dan chondroitin sulfat menunjukkan efek yang potensial dalam merangsang produksi proteoglikan dan asam hialuronat serta menghambat degradasi oleh enzim proteolitik pada patogenesis OA.
Perbandingan Operasi Artroskopi dengan Eksisi Terbuka pada Kista Ganglion Pergelangan Tangan Haldy Dwi Febrian
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i3.1646

Abstract

Kista ganglion merupakan tumor jinak pada jaringan lunak yang paling sering terjadi pada sisi dorsal pergelangan tangan yang bermanifestasi sebagai rasa nyeri dan penurunan range of motion. Penyakit ini dapat diterapi menggunakan metode konservatif maupun operatif, beberapa diantaranya yaitu operasi artroskopi dan operasi eksisi terbuka. Artroskopi merupakan operasi invasif minimum yang dibantu dengan penggunaan lensa kamera dalam rongga sendi, sedangkan operasi eksisi terbuka dilakukan dengan pembedahan klasik di pergelangan tangan. Kedua metode terbukti mampu meredakan nyeri, namun pada artroskopi lebih sering ditemukan nyeri residu pasca operasi. Tingkat komplikasi eksisi terbuka lebih tinggi dikarenakan bekas luka yang lebih besar serta kemungkinan kekakuan sendi lebih tinggi. Kedua metode dinilai setara unggulnya karena hasil tingkat rekurensi yang bervariasi dari penelitian yang ada. Ganglion cysts are benign tumors of soft tissues that most commonly occur on the dorsal side of the wrist that manifest as pain and decreased range of motion. This disease can be treated using conservative and operative methods, some of which are arthroscopic surgery and open excision surgery. Arthroscopy is a minimally invasive operation assisted by the use of a camera lens in the joint cavity, while open excision surgery is performed with classical surgery on the wrist. Both methods can relieve pain, but arthroscopy more often found postoperative residual pain. The rate of complications of open excision is higher due to larger scars and a higher likelihood of joint stiffness. Both methods are considered equally superior because of the results of varying levels of recurrence from existing studies.
Hubungan Antara Diabetes Tipe 2 Dengan Kejadian Kanker Pankreas Ni Wayan Dewi; Haldy D. Febrian; Nadia Rahmawati; Tri R. Istiharah; Indah S. Wardani
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i3.1660

Abstract

Kanker pankreas merupakan kanker yang memiliki angka kematian tertinggi ketiga setelah kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Kanker ini juga memiliki prognosis yang buruk yang ditujukkan dengan persentase tingkat kelangsungan hidup 5 tahun lebih rendah. Pada kanker pankreas memiliki beberapa faktor resiko yaitu: genetika dan riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan riwayat diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus memiliki hubungan 2 arah dengan kejadian kanker pankreas. Mekanisme ini, melibatkan resistensi insulin, hiperglikemia, hiperinsulinemia, dan peradangan kronis.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur di Masa Pandemi COVID-19 pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Sakti Muhammad Rizki Syah Haqq
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i3.1998

Abstract

Latar Belakang: Saat ini dunia dilanda oleh Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa pandemi COVID-19. Dengan hal ini kegiatan masyarakat yang terjadi di luar ruangan semuanya di batasi. kebijakan tersebut membuat semua kegiatan dilakukan menggunakan internet atau online. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur, contohnya seseorang menggunakan waktu tidurnya untuk bermain media sosial sehingga pola tidur berubah yang mengakibatkan kualitas tidur seseorang menjadi buruk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur di masa pandemi COVID19 pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yang dilakukan bulan Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil: Sebanyak 51 mahasiswa memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Sebagian besar didominasi oleh perempuan yaitu sebesar 37 responden (72,5%), dan skor PSQI baik 27 responden (52,9%), dan aktif menggunakan media sosial terdiri dari 33 responden (64,7%). Hasil uji chi-square diperoleh tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada mahasiswa (p= 0,147). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada mahasiswa di masa pandemic COVID-19.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Status Gizi Mahasiswa Tahun Kedua Fakultas Kedokteran Universtias Mataram selama Daring Tomy Dwi Refandy; Ardiana Ekawanti; Cut Warnaini
Lombok Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Lombok Medical Journal Volume 1 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v1i3.1999

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan pola hidup dalam masyarakat. Pembelajaran dalam jaringan (Daring) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Selama menjalani pembelajaran daring, mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain smartphone atau laptop yang dapat mengakibatkan mahasiswa mengalami kekurangan gerak. Aktivitas fisik yang ringan dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap status gizi pada mahasiswa tahun Fakultas Kedokteran Universitas Mataram selama pembelajaran daring. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik proportional random sampling menggunakan uji statistik korelasi spearman. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran secara langsung, yakni mengukur tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan serta aktivitas fisik dihitung berdasarkan pengisian kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Hasil: Diketahui penelitian ini didominasi oleh perempuan (80%) dan usia 20 tahun (50%). Sebanyak 36 (51,4%) responden memiliki aktivitas fisik sedang dan 45 (64,3%) responden memiliki status gizi normal. Pada penelitian ini sebanyak 65 orang (92,9%) mengalami perubahan aktivitas fisik, 43 orang (61,4%) perubahan pola makanan pokok, dan 60 orang (85,7%) perubahan pola makan. Hasil analisis data dari uji spearman dengan α < 0,05 didapatkan nilai koefisien korelasi -0,046 dan nilai p sebesar 0,705. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada mahasiswa tahun kedua Fakultas Kedokteran Universitas Mataram selama daring.
Crohn Disease: Patofisiologi, Diagnosis, dan Penatalaksanaan Nurul Utami, Herdiana; Ira Munirah; Latifah Mukhlisatunnafsi; Marwa Zileikhadira Manzalina; Yusra Pintaningrum; Jaini Rahma
Lombok Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Lombok Medical Journal Volume 2 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v2i1.2340

Abstract

ABSTRAK Penyakit Crohn adalah kondisi radang usus idiopatik kronis, ditandai dengan lesi, yang dapat memengaruhi seluruh saluran cerna mulai dari mulut hingga anus. Insiden tahunan penyakit crohn mencapai 3 hingga 20 kasus per 100.000 dengan usia rata-rata 30 tahun. Patofisiologi penyakit crohn didasarkan pada peradangan jaringan oleh respons imun yang tidak dapat dikendalikan terhadap antigen bakteri. Penegakan diagnosis dengan Computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), dan ultrasonografi menjadi standar diagnosis dari penyakit crohn. Prognosis dari penyakit crohn ini tergantung dari komplikasi yang muncul seperti fistula dan bowel obstruction usus serta kondisi remisi dari pasien, ataupun tingkat respon tiap pasien terhadap pengobatan sehingga dalam menangani penyakit crohn adalah mengobati kondisi peradangan aktif hingga cepat mengalami remisi dan mempertahankannya selama mungkin. Kata Kunci: crohn disease; patofisiologi; diagnosis; penatalaksanaan; prognosis ABSTRACT Crohn's disease is a chronic idiopathic inflammatory bowel condition, characterized by lesions, which can affect the entire gastrointestinal tract from the mouth to the anus. The annual incidence of Crohn's disease is 3 to 20 cases per 100,000 with a median age of 30 years. The pathophysiology of Crohn's disease is based on tissue inflammation by an uncontrollable immune response to bacterial antigens. Computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), and ultrasonography have become the standard for the diagnosis of Crohn's disease. The prognosis of Crohn's disease depends on complications such as enteric fistula and intestinal neoplasia and the condition of remission of the patient, or the level of response of each patient to treatment so that in treating Crohn's disease is to treat the active inflammatory condition until it goes into remission quickly and maintain it as long as possible. Keyword: crohn disease; pathophysiology; diagnosis; treatment; prognosis
Enterokolitis Nekrotik: Patofisiologi, Diagnosis dan Tatalaksana Iftinan, Yumna; Ranti Filarma Negara Purnama; Lale Srigading Udayanti; Izza Ahmad Muharis; Jannatul Cahya Admiyanti; Yusra Pintaningrum
Lombok Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Lombok Medical Journal Volume 2 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v2i1.2390

Abstract

Enterokolitis nekrotik (EKN) merupakan kondisi peradangan pada usus dan lebih banyak ditemukan pada bayi lahir prematur. Kejadian EKN meningkat pada anak dengan berat badan lahir <1500 gram dan usia kehamilan <28 minggu. Patofisiologi EKN belum dipahami sepenuhnya, namun mekanisme yang dapat berkaitan dengan terjadinya penyakit yaitu invasi bakteri intraluminal melalui TLR-4 dan mengaktifkan reaksi inflamasi. Selain itu, gangguan mikrosirkulasi usus serta disbiosis juga dikatakan berkaitan dengan proses terjadinya penyakit. Penegakan diagnosis dan stadium penyakit dilakukan dengan Bell’s Modifed Staging Criteria, terdiri dari fase ringan, sedang dan parah. Akibat buruknya prognosis EKN, pemberian tatalaksana harus dilakukan secara adekuat.
Retinopati Diabetik : Manifestasi Klinis, Diagnosis, Tatalaksana dan Pencegahan Purnama, Ranti Filarma Negara
Lombok Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Lombok Medical Journal Volume 2 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v2i1.2410

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular dari diabetes melitus yang ditandai dengan kerusakan pembuluh darah retina. RD terjadi akibat gula darah yang tidak terkontrol berkepanjangan. Retinopati diabetik merupakan komplikasi kedua terbanyak dengan prevalensi global terjadinya RD sebesar 34,6%. Kejadian RD dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti durasi menderita DM, hipertensi, kadar HbA1c dan genetik, serta tidak rutin kontrol. Penegakan diagnosis retinopati diabetik dilihat dari gejala dan pemeriksaan mata. Beberapa gejala yang biasanya terjadi yaitu peningkatan jumlah floaters, penglihatan buram atau penurunan bahkan kehilangan penglihatan. Pemberian tatalaksana dilakukan berdasarkan jenis RD, yaitu RD non proliferatif dan proliferatif. Tatalaksana yang diberikan seperti kontrol gula darah, tekanan darah, dan lain sebagainya. Akibat prognosis yang buruk, RD harus dicegah dengan berbagai cara, misalnya modifikasi gaya hidup, kontrol kadar gula darah dan rutin skrining dini.
Dampak Penggunaan Rokok Elektrik (Vape) terhadap Risiko Penyakit Paru Diva Widyantari, Donna
Lombok Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Lombok Medical Journal Volume 2 Nomor 2
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/lmj.v2i1.2477

Abstract

Beberapa tahun terakhir, rokok elektronik beredar pesat sebagai alternatif penggunaan rokok konvensional dengan tujuan menghindari dampak bahaya dari rokok konvensional. Bersamaan dengan peningkatan penggunaan rokok elektrik dalam beberapa dekade terakhir, penyakit paru yang disebabkan oleh rokok elektrik telah dilaporkan sejak tahun 2019. E-liquid mengandung beberapa senyawa berbahaya jika terhirup manusia dalam jangka waktu yang lama. Cairan E-liquidumumnya mengandung tiga bahan utama yaitu agen psikoaktif, pelarut, dan senyawa perasa yang semuanya memiliki potensi risiko kesehatan baik secara langsung atau melalui kombinasi zat tertentu. Penyakit pernapasan akut paling banyak yang berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik ini dikenal dengan E-cigarette or vaping product use-associated lung injury (EVALI). Beberapa gangguan pernapasan lain yang dapat terjadi akibat penggunaan rokok elektrik adalah penyakit paru obstruktif dan kanker paru.

Page 4 of 16 | Total Record : 156