cover
Contact Name
Junio Richson Sirait
Contact Email
juniorichson1995@gmail.com
Phone
+6285842776956
Journal Mail Official
juniorichson1995@gmail.com
Editorial Address
JL. Kaliurang Km, 14 Kabulrejo, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman., Kab. Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan
Published by Basilius Eirene Press
ISSN : -     EISSN : 2963573X     DOI : https://doi.org/10.63436/bejap.v1i1.4
Core Subject : Religion, Education,
Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan is an Open Access journal consisting of research results in theology and education, using a Blind Review system. This journal is published by Basilius Eirene Press.
Articles 59 Documents
Kesakralan Hidup Manusia dalam Teologi Kristen: Strategi Pencegahan Bunuh Diri Berbasis Agama Nugroho, Johan; Murti, Imelda; Hendi, Hendi; Djabu, Risno
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.93

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis teologis mendalam mengenai doktrin Kristen tentang kesakralan hidup sebagai fondasi untuk strategi pencegahan bunuh diri. Dengan menggunakan metode analisis literatur kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi dasar-dasar doktrinal yang menolak tindakan bunuh diri, sekaligus mengidentifikasi peran konstruktif agama dalam mitigasi krisis kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pilar teologis—Imago Dei (manusia sebagai gambar Allah), bunuh diri sebagai dosa perusakan ciptaan, kedaulatan ilahi atas kehidupan, dan natur komunal manusia—membentuk kerangka kerja yang kuat. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya ketegangan dialektis antara penghakiman doktrinal dan belas kasihan pastoral. Di satu sisi, doktrin menegaskan kesucian hidup; di sisi lain, pengalaman penderitaan ekstrem menuntut respons empatis yang melampaui kutukan yuridis. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya untuk memetakan topografi teologis yang kompleks ini, menawarkan sebuah model pastoral yang berakar pada ortodoksi namun bersifat inklusif dan berbelas kasihan, serta memperkaya diskursus tentang peran agama dalam kesehatan publik.
Implementasi Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen Bagi Peningkatan Kualitas Hasil Belajar Marbun, Purim
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai posisi dan fungsi profesionalisme keguruan yang harus dimiliki oleh para pendidik dalam rangka meningkatkan  kualitas pembelajaran secara khusus bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini yakni ketidakmampuan guru secara professional melakukan tugas dan panggilan sebagai pendidik dan pengajar, dan juga minimnya karakter professional mengakibatkan tidak signifikan kualitas hasil belajar yang dicapai. Metode penelitian yang dipakai dalam tulisan ini yakni studi kepustakaan yakni dilakukan dengan mengkaji dan mengetengahkan konsep profesionalisme keguruan. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi langkah-langkah praktis mengembangkan kemampuan guru dalam rangka peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bemanfaat mendorong guru Pendidikan Agama Kristen meningkatkan profesionalisme dalam rangka meningkatkan kualitas belajar dan nilai yang dicapai peserta didik.
Tanggung Jawab Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen di SMKN 2 Manokwari Tompul, Tompul
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.97

Abstract

Guru memiliki peran yang sangat penting di dalam membentuk karakter serta meningkatkan minat belajar siswa, termasuk di dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Namun, pada kenyataannya, cukup banyak siswa di SMKN 2 Manokwari yang masih saja kurang begitu antusias dalam mengikuti pelajaran ini. Oleh karena itu, penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab seorang guru dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMKN 2 Manokwari serta berupaya mencari strategi yang dinilai sangat efektif untuk dapat mencapainya. Riset ini memakai metode kualitatif memakai pendekatan yang deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru PAK dan observasi di kelas. Selain itu, data diperoleh melalui angket kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing rohani yang mampu menginspirasi para siswa dalam memahami nilai-nilai kekristenan. Beberapa strategi yang telah digunakan guru dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa meliputi penggunaan berbagai metode pembelajaran yang jauh lebih interaktif, pendekatan yang lebih personal kepada setiap siswa, serta integrasi berbagai nilai-nilai kehidupan yang relevan dalam pengajaran. Faktor seperti keteladanan guru dan suasana kelas yang kondusif berperan penting. Keterlibatan orang tua beserta komunitas juga berperan dalam meningkatkan minat siswa terhadap PAK. Dengan menerapkan berbagai metode yang tepat dan benar-benar memahami semua kebutuhan siswa, sangat diharapkan minat belajar Pendidikan Agama Kristen dapat meningkat secara signifikan, sehingga tidak hanya berdampak besar pada pemahaman akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang jauh lebih baik.
Adu Kuat Model Pendudukan Tanah Perjanjian oleh Bangsa Israel dalam Perspektif Arkeologi Biblika Jon, Jon
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.100

Abstract

The model of the occupation of the promised land has become a topic that is often discussed by theologians with their respective arguments. Therefore, the purpose of this research is to see and find out which model of the occupation of the promised land really fits the biblical facts and historical facts supported by archaeological findings. The research method used is a qualitative method with a biblical archaeological interpretation approach and literature review. The result of this research is that the conquest model is the model of occupation of the promised land that best fits the biblical narrative and is strongly supported by existing archaeological finds. So the model of conquest is undoubtedly the model that Joshua and the Israelites used when they occupied the land of Canaan.
Peran Gereja dan Orang Tua Dalam Membentuk Iman Remaja di Era Disrupsi Digital Sianturi, Martinus
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.101

Abstract

Dalam masa perkembangan zaman dari masa ke masa termasuk di era disrupsi digital sekarang ini, telah banyak membawa perubahan dalam cara remaja berpikir, bertindak, berperilaku, dan dalam memproses segala informasi, termasuk iman dan spiritual kehidupan remaja. oleh sebab itu, orang tua dan gereja harus memiliki kolaborasi dalam melengkapi dan membentuk serta memelihara iman remaja di era disrupsi digital sekarang ini. Dalam penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan kontribusi bagaimana peran orang tua dan gereja dalam menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada remaja yang di tengah arus digitalisasi yang begitu pesat. Metode penelitian yang di pakai dalam penulisan artikel ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu menggunakan studi kepustakaan, dan berbagai sumber lainnya seperti berbagai jurnal yang ter-publikasikan yang relevan dalam mendukung penulisan artikel ini. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu; Iman remaja antara kebiasaan dan kedekatan dengan Tuhan, Gereja dan keluarga menuntun remaja mengenal Tuhan bukan hanya sekedar rutinitas, Transformasi digital menuntut transformasi spiritualitas, Kembali ke inti tujuan awal kekristenan yang mampu mengubahkan.
Pendidikan Sebagai Instrumen Transformasi Generasi: Berdasarkan Perspektif Teologis Kitab Roma 12:1-2 Rusmanto, Ayub; Lestari, Tri Riana
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.102

Abstract

Dalam era globalisasi dan disrupsi moral saat ini, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan semata-mata, tetapi juga sebagai instrumen transformasi karakter dan spiritualitas generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan sebagai alat pembaharuan hidup berdasarkan perspektif teologis yang diangkat dari Roma 12:1-2. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis teks Alkitab secara hermeneutik. Peneliti mengumpulkan buku, jurnal ilmiah yang telah publish serta mengelompokan berkaitan dengan pokok bahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut menggarisbawahi pentingnya transformasi melalui pembaharuan budi yang sejalan dengan misi pendidikan Kristen dalam membentuk manusia yang hidup sesuai kehendak Allah. Pendidikan dalam kerangka ini menjadi wahana untuk membebaskan individu dari pola pikir duniawi menuju hidup yang berpusat pada nilai-nilai ilahi. Kesimpulannya, pendidikan berbasis iman Kristen bukan hanya membangun kapasitas intelektual, tetapi juga memperkuat identitas, spiritual, dan moral generasi masa depan, menjadikannya relevan, dan mendesak dalam konteks zaman ini.
Alkitab Sebagai Sumber Liturgi dan Pengaruhnya Terhadap Antusiasme Ibadah Sebagai Sarana Pembentukan Spiritualitas Jemaat Kadir, Martin; Purmanasari, Nira Olyvia
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.76

Abstract

Sampai batas yang menyedihkan, orang Kristen menerima ritual Gereja sebagai pusaka suci tetapi membingungkan dari masa lalu Gereja. Ini untuk memperbaiki situasi ini. Alkitab dan Liturgi mencerahkan, lebih baik daripada yang pernah dilakukan sebelumnya, ikatan vital dan bermakna antara Alkitab dan liturgi. Fakta bahwa ritus-ritus liturgis dan perayaan-perayaan Gereja dimaksudkan, tidak hanya untuk menyampaikan rahmat sakramen-sakramen, tetapi untuk mengajar umat beriman dalam maknanya serta makna dari seluruh kehidupan Kristen. Melalui sakramen dalam perannya sebagai tanda-tanda itulah kita belajar. Agar nilainya akan dihargai, sakramen-sakramen dapat sekali lagi dianggap sebagai perpanjangan dari karya-karya besar Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Peran Etika Sosial Orang Tua Dalam Pembentukan Tanggung Jawab Sosial Anak Usia Sekolah Dasar di Komunitas Multikultural Maria, Ceril; Nendissa, Julio Eleazer
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi etika sosial yang diterapkan oleh orang tua dalam membentuk tanggung jawab sosial anak usia sekolah dasar dalam konteks masyarakat multikultural. Etika sosial dipahami sebagai seperangkat prinsip moral dan nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam membangun hubungan sosial yang adil, saling menghormati, dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, tanggung jawab sosial anak mencerminkan kemampuan mereka untuk memahami dan melaksanakan peran sosial dalam lingkungan mereka. Dalam masyarakat yang ditandai oleh keragaman budaya, nilai, dan kepercayaan, proses internalisasi tanggung jawab sosial pada anak menghadirkan tantangan tersendiri, sehingga menuntut keterlibatan aktif orang tua sebagai figur moral utama dalam kehidupan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka sebagai metode pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang tua yang secara konsisten menerapkan nilai-nilai etika sosial melalui keteladanan, komunikasi yang terbuka dan reflektif, serta pola pengasuhan yang adaptif, berperan signifikan dalam menumbuhkan kesadaran sosial anak sejak dini. Anak-anak yang dibesarkan dengan fondasi etika sosial yang kokoh cenderung menunjukkan sikap yang lebih toleran, kooperatif, dan mampu berinteraksi secara harmonis dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas etis orang tua serta penguatan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membentuk pola pengasuhan yang kontekstual dan tanggap terhadap dinamika keberagaman budaya.
Generasi Muda dalam Kepemimpinan Gereja: Tantangan dan Peluang di Era Posmodernitas Natan, Anthony; Istinatun, Hestyn Natal; Ming, David
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.125

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena perubahan nilai, ekspektasi, dan gaya hidup generasi muda di era posmodern, yang mulai mengambil peran strategis dalam kepemimpinan gereja. Meskipun gaya kepemimpinan kolaboratif dan partisipatif yang diadopsi oleh generasi muda sering kali berseberangan dengan struktur hierarkis gereja tradisional, mereka menunjukkan kesiapan yang signifikan dalam memimpin komunitas iman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi generasi muda dalam membentuk identitas kepemimpinan yang relevan melalui pendekatan kualitatif dan tinjauan teologis-kontekstual. Kontribusi khas dari studi ini terletak pada pengusulan model mentoring dua arah antara generasi tua dan muda, yang menawarkan pendekatan baru dalam pembinaan kepemimpinan gereja. Kebaruan penelitian ini juga tampak dalam penekanan terhadap peran pemimpin muda sebagai agen transformasi sosial dalam isu-isu global seperti keadilan sosial, kelestarian lingkungan, dan kesehatan mental. Urgensi dari temuan ini bagi Kekristenan terletak pada perlunya gereja merancang strategi pembinaan kepemimpinan yang adaptif dan transformatif di tengah kompleksitas zaman. Rumusan masalah yang diangkat adalah: bagaimana generasi muda dapat mengatasi tantangan kepemimpinan dalam konteks gereja yang sedang mengalami perubahan paradigma.
Menemukan Harapan di Tengah Keputusasaan: Tanggapan Pendidikan Agama Kristen terhadap Kasus Bunuh Diri Tompul, Tompul
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.139

Abstract

Bunuh diri merupakan fenomena multidimensional yang mencerminkan krisis eksistensial, psikologis, dan spiritual yang mendalam. Meningkatnya kasus bunuh diri, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda, menandakan urgensi pendekatan yang tidak hanya bersifat medis atau psikologis, tetapi juga spiritual dan pastoral. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kritis peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam memberikan tanggapan konstruktif terhadap krisis keputusasaan yang berujung pada tindakan bunuh diri. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara terbatas terhadap praktisi pendidikan dan konselor pastoral, penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor pemicu keputusasaan, seperti hilangnya makna hidup, tekanan sosial, trauma masa lalu, serta kurangnya dukungan spiritual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa PAK memiliki potensi besar dalam membangun ketahanan spiritual (spiritual resilience), menanamkan nilai-nilai kasih dan pengharapan, serta menghadirkan ruang dialogis yang aman bagi peserta didik untuk mengungkapkan beban hidupnya. Lebih dari sekadar penyampaian doktrin, PAK dapat menjadi agen penyembuhan batin melalui pendekatan holistik yang menyentuh dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Dalam terang iman Kristen, penderitaan bukan akhir dari segalanya, melainkan dapat menjadi medium pembentukan karakter dan perjumpaan dengan kasih Allah. Dengan demikian, PAK diposisikan bukan hanya sebagai instrumen edukatif, melainkan sebagai sarana pastoral yang menghidupkan harapan di tengah keputusasaan. Rekomendasi praktis diarahkan pada pentingnya pelatihan guru PAK dalam bidang konseling rohani, integrasi kurikulum yang responsif terhadap isu kesehatan mental, dan kolaborasi antara sekolah, gereja, dan keluarga sebagai ekosistem pemulihan.