cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalqazi@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalqazi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAZI : Journal of Islamic Studies
ISSN : 3089123X     EISSN : 30891221     DOI : https://doi.org/10.61104/qazi.v1i2
Core Subject : Religion, Social,
QAZI : Journal of Islamic Studies with e-ISSN 3089-1221 p-ISSN 3089-123X is a peer-reviewed open access journal and follows a single-blind review policy. Scientific articles in QAZI: Journal of Islamic Studies are the results of original research, conceptual ideas, and current studies within the scope of Islamic Thought, Islamic History, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Al-Quran and Hadith Studies, Theology, Philosophy, Islamic Social and Politics. Scientific articles in the QAZI Journal: Journal of Islamic Studies can be written individually or written in teams, either affiliated with institutions in the same environment, or collaborations from several institutions. QAZI: Journal of Islamic Studies is an open access journal and free access, authors can register on the website and are free of charge from the registration process. Authors from universities or researches can cite references from this journal and provide benefits to related organizations. This journal provides an opportunity to share detailed insights from academics and practitioners related to educational issues. each article received will be reviewed by journal editors and reviewers who are competent in their fields. Selected articles are published under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Articles 170 Documents
Kilatan Ramadhan Berbasis Kitab Kuning dalam Penguatan Pembelajaran Fiqih di Pondok Pesantren Salafiyyah Darussalam Kacangan Ruditri Setyawan; Qodim Ma’shum; Muhammad Asziv Amalia
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.801

Abstract

Pembelajaran fiqih di pesantren memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan praktik keagamaan santri, namun masih menghadapi kecenderungan pembelajaran yang bersifat teoritis. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Kilatan Ramadhan berbasis kitab kuning dalam memperkuat pembelajaran fiqih di Pondok Pesantren Salafiyyah Darussalam Kacangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kilatan Ramadhan dilaksanakan secara terstruktur dan intensif dengan metode pembelajaran yang variatif, seperti ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Pembelajaran berbasis kitab kuning tetap relevan sebagai sumber utama dalam memahami fiqih, terutama dengan adanya penjelasan kontekstual dari ustadz. Program ini mampu meningkatkan pemahaman santri secara kognitif, keterampilan praktik ibadah secara psikomotorik, serta membentuk sikap religius pada aspek afektif. Selain itu, suasana Ramadhan yang kondusif turut mendukung motivasi belajar santri. Dengan demikian, Kilatan Ramadhan berbasis kitab kuning efektif sebagai model pembelajaran fiqih yang komprehensif, integratif, dan kontekstual di pesantren
Relevansi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Penyusunan Karya Ilmiah Berbentuk Makalah Zila Hairulisa; Umi Muawanah; Heliyati; Liza Sapitri; Sri Mala Dewi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.830

Abstract

Kemunculan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses penyusunan karya ilmiah di kalangan mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi AI dalam setiap tahapan penyusunan makalah ilmiah, mengidentifikasi manfaat dan keterbatasannya, serta merumuskan rekomendasi penggunaan AI yang selaras dengan prinsip integritas akademik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan secara kritis dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI terbukti relevan dalam seluruh tahapan penulisan, mulai dari pencarian topik, identifikasi celah penelitian, manajemen referensi, penyusunan draf, hingga deteksi plagiarisme. Penggunaan alat AI seperti ChatGPT, ResearchRabbit, dan Zotero mampu mempercepat penyelesaian karya ilmiah hingga 50% dan meningkatkan kepuasan pengguna sebesar 15%. Namun demikian, terdapat keterbatasan berupa distorsi makna, ketidaksesuaian gaya bahasa, keterbatasan pemrosesan bahasa Indonesia, serta risiko plagiarisme terselubung yang sulit terdeteksi. Selain itu, 70% pendidik menilai penggunaan AI berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran integritas akademik. Penggunaan AI dalam penulisan ilmiah harus dibatasi pada fungsi pendukung dan disertai transparansi penuh serta penguatan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Israiliyat Dalam Tafsir Al-Qur’an Yudi Pratama; Aida Laila; Khalimatus sa’adah; Riska Sawitri
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.831

Abstract

Israiliyat merupakan riwayat atau kisah yang berasal dari tradisi Bani Israil yang masuk ke dalam literatur tafsir Al-Qur’an, terutama dalam penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah para nabi dan umat terdahulu. Kehadiran Israiliyat dalam tafsir tidak terlepas dari interaksi intelektual antara umat Islam dengan tradisi Yahudi dan Nasrani pada masa awal perkembangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Israiliyat dalam tafsir Al-Qur’an, meliputi pengertian, sumber, klasifikasi, serta sikap para ulama terhadap penggunaannya dalam penafsiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai literatur tafsir dan karya ulama yang membahas Israiliyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israiliyat dalam tafsir diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu riwayat yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis sehingga dapat diterima, riwayat yang bertentangan dengan keduanya sehingga harus ditolak, serta riwayat yang tidak memiliki kejelasan kebenarannya sehingga sikap yang diambil adalah tawaqquf (tidak membenarkan dan tidak pula mendustakan). Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dan selektif dalam menggunakan riwayat Israiliyat agar kemurnian penafsiran Al-Qur’an tetap terjaga.
Penerapan Media Pembelajaran Audio-Visual untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran PAI di SDN Sinarbaya 1 Intan Pratama Mukti; Maharani Dwi Nurhaliza Rahmah; Muhamad Bambang Yudistira; M. Makbul
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan peserta didik kelas VI SDN Sinarbaya 1 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam membaca dan menghafal Surah Al-A’la, melalui pemanfaatan media audio-visual. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus mengikuti model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri dari 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas belajar, tes kinerja membaca dan menghafal, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II. Pada Siklus I, nilai rata-rata kelas mencapai 80 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 81% atau sebanyak 17 siswa yang tuntas. Kendala yang ditemukan adalah kurangnya fokus dan keberanian siswa dalam berpendapat. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II dengan mengintegrasikan metode talaqqi dan media video murottal yang interaktif, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 88 dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Seluruh peserta didik dinyatakan tuntas dan menunjukkan peningkatan signifikan pada ketepatan tajwid, makhraj, serta kepercayaan diri. Kesimpulannya, penggunaan media audio-visual terbukti efektif dalam mentransformasi atmosfer kelas menjadi lebih dinamis dan meningkatkan hasil belajar PAI secara optimal
Dinamika Pendidikan Islam Pada Masa Abbasiyah Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Modern Sofia Nurjanah; Nurzena; Nurbaiti
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.846

Abstract

Puncak keemasan pendidikan Islam terjadi pada era Kekhalifahan Abbasiyah melalui kerangka kelembagaan sistematis dan perpaduan ilmu transenden dan rasional. Namun, warisan pemikiran ini belum diimplementasikan secara maksimal dalam konteks pendidikan Islam modern di Indonesia. Kajian ini menganalisis dinamika pendidikan masa Abbasiyah serta mengkaji relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan berpendekatan historis-komparatif, penelitian mengungkap bahwa sistem pendidikan Abbasiyah yang meliputi kuttab, masjid, Baitul Hikmah, dan madrasah memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan modern dalam tiga aspek: paradigma integratif keilmuan selaras dengan perubahan IAIN menjadi UIN, metode halaqah yang sejalan dengan pendekatan aktif Kurikulum Merdeka, serta pola kelembagaan madrasah yang meneruskan ciri Madrasah Nizhamiyah. Disimpulkan bahwa prinsip dasar pendidikan Abbasiyah perlu diadopsi secara kritis sebagai rujukan reformasi pendidikan Islam abad ke-21.
Dakwah Rasulullah SAW: Keteladanan Dalam Kesabaran dan Keteguhan Cahya Nisasabila; Nurzena
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.847

Abstract

Dakwah menjadi elemen krusial dalam ajaran Islam, yang dirancang untuk mengajak umat manusia menuju kebenaran dan kebaikan, sekaligus membangun kehidupan yang kokoh atas dasar nilai-nilai ilahi. Contoh teladan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah begitu mengagumkan, terutama dalam menunjukkan kesabaran dan keteguhan menghadapi beragam rintangan mulai dari tekanan berat di masa Mekkah hingga dinamika sosial yang lebih rumit di Madinah. Penelitian ini secara khusus mengkaji nilai-nilai kesabaran dan keteguhan tersebut dalam dakwah Rasulullah pada kedua fase itu, melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research). Temuan utamanya mengungkap bahwa kesabaran dan keteguhan inilah kunci utama kesuksesan dakwah beliau, yang tetap sangat relevan bagi kehidupan kontemporer kita hari ini.
Pelaksanaan Dakwah Rasulullah Saw Di Mekkah Lara Kasmi; Nurzena; Mutia Silvia
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.848

Abstract

Dakwah Rasulullah SAW saat di Makah adalah titik awal dalam melakukan meluaskan Islam dimana berperan penting dalam membangun fondasi keimanan umat, terutama dalam akidah dan akhlak. Pada masa tersbeut, masyarakat Mekkah berada dalam kesesatan yang nyata, dimana dapat dilihat dari penyembahan berhala, terjadinya penindasan, ketiakadilan, serta minimnya nilai-nilai moral. Itu adalah tantangan yang untuk menyebarkan ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu SAW menyampaikan dakwah bukanlah secara langsung, namun bertahap-tahap. Pertama dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi kepada keluarga dan sahabat terdekat beliau, kemudian barulah kepada masyarakat-masyarakat luas setelah adanya perintah dari Allah agar dakwah disampaikan secara tebuka menggunakan berbagai cara. Selama proses dakwah, Rasulullah SAW harus berhadapan dengan berbagai rintangan Namun beliau hadapi semua itu dengan ikhlas serta sabar.
Interaksi Agama Dan Budaya Dalam Perkembangan Peradaban Islam Mutia Silvia; Nurzena; Lara Kasmi
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.857

Abstract

Interaksi antara agama dan budaya menjadi salah satu unsur kunci dalam perkembangan peradaban Islam sepanjang sejarah. Islam sebagai ajaran yang bersifat universal tidak hadir dalam kondisi yang terpisah, melainkan senantiasa berhubungan dengan berbagai tradisi dan kebudayaan lokal di setiap daerah penyebarannya. Proses interaksi ini menghasilkan dinamika yang beragam, seperti akulturasi, asimilasi, dan adaptasi antara nilai-nilai Islam dengan budaya setempat tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Dalam kerangka tersebut, peradaban Islam tumbuh secara dinamis dan beraneka ragam, yang terlihat dalam aspek sosial, pendidikan, seni, politik, hingga ekonomi. Hubungan antara agama dan budaya tidak hanya memperkaya corak peradaban, tetapi juga berperan sebagai sarana efektif dalam penyebaran Islam yang damai dan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi agama dan budaya dalam membentuk karakter serta perkembangan peradaban Islam di berbagai wilayah dan periode sejarah.
Dari Teologi Normatif ke Tauhid Emansipatoris: Rekonstruksi Epistemologi melalui Tazkiyatun Nafs Transformatif Alfiah Nurhidayah; Apriliana Putri; Astri Fajriatus Sa’adah; Muslihatun Nailin Nada; Ali Hasan Siswanto
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.874

Abstract

Krisis teologi Islam kontemporer ditandai oleh stagnasi epistemologis, keterputusan praksis sosial, serta melemahnya dimensi spiritual-subjektif dalam konstruksi keilmuan. Teologi modern cenderung terjebak antara normativitas doktrinal yang rigid dan pendekatan historis-kritis yang relativistik, sementara teologi pembebasan belum sepenuhnya terintegrasi dengan transformasi batiniah. Kesenjangan penelitian terletak pada absennya model epistemologi yang mampu mensintesiskan dimensi teologis, spiritual, dan emansipatoris secara simultan. Artikel ini bertujuan merekonstruksi epistemologi teologi Islam melalui pendekatan Tazkiyatun Nafs Transformatif berbasis Tauhid Emansipatoris sebagai kerangka teoritis integratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-konseptual dengan pendekatan filosofis-teologis dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa tazkiyatun nafs tidak hanya berfungsi sebagai praktik etis-spiritual, tetapi juga sebagai basis epistemologis dalam produksi pengetahuan yang transformatif. Tauhid direkonstruksi sebagai prinsip emansipatoris yang membebaskan manusia dari dominasi struktural dan internal, sekaligus mengintegrasikan wahyu, rasio, dan pengalaman spiritual. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma baru yang menggabungkan teologi pembebasan dan tasawuf dalam satu kerangka epistemologi integratif, serta pengenalan konsep “subjek transformatif” sebagai agen perubahan yang menghubungkan dimensi ilahiah dan sosial. Dengan demikian, teologi Islam tidak lagi bersifat spekulatif, tetapi menjadi praksis transformatif yang relevan dengan tantangan global kontemporer
Analisis Implementasi Kebijakan Pendidikan Islam Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di SMAN 1 Sugihwaras Widia Dwi Rahmawati; Sri Minarti
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan Islam berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di SMAN 1 Sugihwaras. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan Islam telah dilaksanakan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta berbagai kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan peringatan hari besar Islam. Pelaksanaan tersebut tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi juga melalui pembiasaan yang membentuk budaya religius di lingkungan sekolah. Keberhasilan implementasi kebijakan didukung oleh komitmen pihak sekolah, peran guru sebagai teladan, serta lingkungan yang kondusif. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, heterogenitas latar belakang peserta didik, serta tingkat kesadaran yang belum merata dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Dengan demikian, implementasi kebijakan pendidikan Islam di SMAN 1 Sugihwaras telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam meningkatkan efektivitas dan internalisasi nilai-nilai keagamaan pada peserta didik.