cover
Contact Name
Irsandi
Contact Email
mail@ojs.stieamkop.ac.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
mail@ojs.stieamkop.ac.id
Editorial Address
Bata Ilyas Educational Management Review is a peer-reviewed journal which publishes original contributions on education administration, management and leadership in the widest sense: on the management of schools of all types, and of further and higher education institutions; on administration and policy at all levels - institutional, local, national and international; and on the study and teaching of educational administration.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bata Ilyas Educational Management Review
ISSN : -     EISSN : 28282256     DOI : 10.37531/biemr.v3i1.681
Bata Ilyas Educational Management Review encourages courageous and bold new ideas, focusing on contribution, theoretical, managerial, and social life implications. Bata Ilyas Educational Management Review Management welcomes papers that are based on human resources management for example: Organizational behavior, Occupational psychology, Labor economics Human resources wellbeing Organizational management Leadership on human resource management Organizational development Employee engagement Organizational psychology perspective Organizational and human resource wellbeing sustainability Islamic human resource management Bata Ilyas Educational Management Review requires a research design with a high standard of methodological transparency. Manuscripts may be conceptual or empirical in nature and feature quantitative and/or qualitative analysis with well-illustrated tables, figures, and supportive material to enhance readers’ readability. Bata Ilyas Educational Management Review expects manuscripts to present research with no fatal methodological flaws, and with generalizable findings that go beyond a single cross-sectional study measuring self-reported behavioral intentions. Bata Ilyas Educational Management Review explores the application of marketing principles and practices within academic, commercial, industrial, public sector, and non-governmental organizational settings. The Bata Ilyas Educational Management Review features: Basic and applied research that reflects current human resource management theory, methodology, and practice. A summary for human resources practitioners and a structured abstract accompanying each article.
Articles 207 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran pada Triwulan IV di Kabupaten Jayapura Minarni Marsuki Marsuki; Elsyan R. Marlissa; Siti Rofingatun; Adolf Z. D. Siahay; Halomoan Hutajulu; Juliana Waromi
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4087

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen organisasi terhadap konsentrasi penyerapan anggaran pada triwulan IV di Kabupaten Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 159 aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran pada 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Analisis data dilakukan menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran berpengaruh signifikan terhadap penyerapan anggaran pada triwulan IV dengan koefisien jalur sebesar 0,132 dan nilai (p=0,045). Pelaksanaan anggaran juga berpengaruh signifikan dengan koefisien sebesar 0,160 dan nilai (p=0,019). Sementara itu, regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen organisasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai (R^2) sebesar 0,064 menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan 6,4% variasi penyerapan anggaran pada triwulan IV. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan dan pelaksanaan anggaran merupakan faktor yang lebih menentukan dibandingkan regulasi dan karakteristik individual aparatur. Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu memperkuat penjadwalan kegiatan, rencana penarikan dana, percepatan pengadaan, koordinasi antar-OPD, serta monitoring pelaksanaan anggaran agar realisasi belanja lebih merata sepanjang tahun.
Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Anggaran Belanja Daerah di Kabupaten Jayapura Ester Ester; Agustinus Salle; Yundy Hafizrianda; Elsyan Rienette Marlissa; Westim Ratang; Ida Ayu Purba Riani
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4088

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran belanja daerah Kabupaten Jayapura periode 2020–2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain sekuensial eksplanatori. Data kuantitatif bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Jayapura, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan lima informan yang terlibat dalam perencanaan, penganggaran, perbendaharaan, dan akuntansi daerah. Data dianalisis menggunakan rasio efektivitas dan efisiensi serta analisis tematik untuk menjelaskan hasil pengukuran kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas belanja daerah meningkat dari 78% pada 2020 menjadi 96% pada 2022, kemudian tetap berada dalam kategori efektif pada 2023 sebesar 95% dan 2024 sebesar 91%. Tingkat efisiensi berada pada kisaran 59%–69%, sehingga tergolong efisien hingga sangat efisien berdasarkan kriteria yang digunakan. Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam kesesuaian antara anggaran dan realisasi belanja. Namun, pengelolaan anggaran masih dipengaruhi oleh perubahan prioritas akibat dinamika politik dan kondisi lapangan, keterlambatan pelaksanaan dan pengendalian belanja, kapasitas sumber daya manusia yang belum merata, serta koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal. Peningkatan kinerja anggaran memerlukan penguatan perencanaan terintegrasi, pengendalian pelaksanaan, peningkatan kompetensi aparatur, koordinasi antar-OPD, serta optimalisasi sistem informasi keuangan daerah.
Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Jayapura Tahun 2015-2024 Riswanto Sam Tandidatu Tandidatu; Yundy Hafizrianda; Risky Novan Ngutra
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis berbasis data sekunder. Data penelitian diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayapura berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) tahun 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan rasio kinerja keuangan daerah yang meliputi rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio aktivitas, dan rasio pertumbuhan untuk menggambarkan kondisi pengelolaan keuangan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura selama periode 2015–2024 masih menghadapi berbagai tantangan. Rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang rendah dengan dominasi ketergantungan terhadap pendapatan transfer pemerintah pusat. Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pola yang berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan pada akhir periode penelitian. Sementara itu, rasio efisiensi menunjukkan kemampuan pengelolaan anggaran yang relatif baik, meskipun terdapat peningkatan tekanan fiskal akibat pertumbuhan belanja yang lebih besar dibandingkan peningkatan pendapatan. Dari sisi aktivitas belanja, struktur anggaran masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal yang bersifat produktif. Selain itu, rasio pertumbuhan PAD menunjukkan pola yang fluktuatif dan belum mencerminkan pertumbuhan fiskal yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura masih perlu memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas belanja publik untuk mewujudkan kemandirian keuangan daerah yang lebih berkelanjutan.
Fenomena Stres Kerja, Beban Kerja Dan Work-Life Balance Terhadap Kepuasan Kerja Guru SDN Desa Songgom dan Songgom Lor Kab. Brebes Wiwin Julianti; Azizah Indriyani; Nur Khojin; Nur Afrida
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena stres kerja, beban kerja, dan work-life balance terhadap kepuasan kerja guru Sekolah Dasar Negeri di Desa Songgom Lor dan Songgom Kidul, Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, mengingat di lapangan masih ditemukan indikasi ketiga masalah tersebut yang berpotensi memengaruhi kepuasan kerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda terhadap 63 responden guru dari tujuh SD Negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan beban kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru, sedangkan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dengan nilai F sebesar 4,176 (sig. 0,010) dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,175, yang berarti 17,5% variasi kepuasan kerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan stres dan beban kerja dalam memengaruhi kepuasan kerja guru. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan sekolah yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja guru guna meningkatkan kepuasan kerja secara berkelanjutan.
Digitalisasi Manajemen Keuangan dan Penciptaan Nilai Organisasi: Kajian Sistematis atas Efisiensi, Kualitas Pengambilan Keputusan, dan Kinerja Organisasi Dede Supian Dede
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4140

Abstract

Digitalisasi telah mengubah fungsi manajemen keuangan dari aktivitas yang dominan bersifat administratif dan transaksional menuju fungsi yang semakin terintegrasi, analitis, dan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur mengenai digitalisasi manajemen keuangan serta implikasinya terhadap efisiensi, kualitas pengambilan keputusan, dan kinerja organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi prinsip PRISMA 2020. Literatur ditelusuri melalui basis data akademik bereputasi dengan fokus pada artikel peer-reviewed yang relevan dengan digitalisasi fungsi keuangan, otomatisasi, sistem informasi akuntansi, business analytics, efisiensi, pengambilan keputusan, dan kinerja organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi manajemen keuangan berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi proses, integrasi dan kualitas informasi, efisiensi alokasi sumber daya, serta kemampuan organisasi dalam menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Digitalisasi juga berimplikasi pada peningkatan fleksibilitas, inovasi, kualitas pengukuran kinerja, dan keberlanjutan organisasi. Namun, manfaat tersebut tidak bersifat otomatis karena dipengaruhi oleh keselarasan strategi, integrasi sistem, kompetensi digital sumber daya manusia, kualitas data, tata kelola, dan kapasitas organisasi. Kajian ini menegaskan bahwa digitalisasi sebaiknya dipahami sebagai kapabilitas organisasi yang menciptakan nilai melalui peningkatan efisiensi dan kualitas keputusan, bukan sekadar sebagai adopsi teknologi. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan berbagai temuan yang sebelumnya tersebar dalam satu perspektif penciptaan nilai organisasi, sedangkan secara praktis hasil kajian menekankan pentingnya transformasi fungsi keuangan yang terintegrasi antara teknologi, data, manusia, proses, strategi, dan tata kelola.
Strategi Rantai Nilai (Value Chain) untuk keunggulan Kompetitif Melalui Pendekatan Manajemen Biaya: Studi Kasus Pada Pabrik Garam Anus Messakh Di Nesam, Desa Manumain A, Kecamatan Insana, Kabupaten Timur Tengah utara Maria Magdalena Bere; Maria P.L Muga; Yemima Eka Christi Windya
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4147

Abstract

Pabrik garam Anus Messakh merupakan usaha garam lokal yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan aktivitas usaha, terutama pada aspek produksi, pengemasan, pemasaran, distribusi, dan pencatatan biaya. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penciptaan nilai tambah dan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi rantai nilai (value chain) melalui pendekatan manajemen biaya dalam upaya menciptakan keunggulan kompetitif pada Pabrik Garam Anus Messakh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik, karyawan, pelanggan, pemerintah desa, dan masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas rantai nilai telah mencakup aktivitas primer dan aktivitas pendukung, tetapi masih dijalankan secara sederhana dan belum terintegrasi secara optimal. Aktivitas primer memiliki kekuatan pada kualitas produk, penggunaan sumber daya lokal, dan hubungan langsung dengan pelanggan, namun masih lemah pada kapasitas produksi, pengemasan, pemasaran, dan perluasan distribusi. Aktivitas pendukung masih terbatas pada teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pencatatan biaya. Pendekatan manajemen biaya diterapkan melalui efisiensi, pengendalian, dan penghindaran biaya secara praktis berdasarkan pengalaman pemilik, tetapi belum didukung pencatatan biaya yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan kompetitif usaha masih bertumpu pada efisiensi biaya dan sumber daya lokal. Penguatan pencatatan biaya, perbaikan pengemasan, peningkatan efisiensi produksi, dan perluasan distribusi menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan
From Interaction to Purchase Decision: A Sequential S-O-R Model of Consumer Engagement and Trust in Live Shopping for MSME Products Muhammad Kadafi R; Abdul Syukur; Adrianus parenden; Andi Besse Ferial; Junaidin Junaidin; Dian Anggraeni utina; Aco Lamama; Syarifuddin Syarifuddin
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.4159

Abstract

Purpose: this study develops a Stimulus–Organism–Response (S-O-R) model to explain how Perceived Live Shopping Interactivity (PLSI) influences Purchase Decision through Social Presence (SP), Live Commerce Trust (LCT), and Live Shopping Customer Engagement (LSCE) in the context of MSME products. Research Method: a simulated dataset of 380 cases was analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) as a preliminary dry run. LSCE was modeled as a higher-order construct comprising Cognitive Processing, Affection, and Activation.. Results and Discussion: PLSI positively influenced SP (β = 0.637) and LCT (β = 0.362), while SP positively influenced LCT (β = 0.348). LCT positively affected LSCE (β = 0.458) and Purchase Decision (β = 0.262), while LSCE positively affected Purchase Decision (β = 0.425). The results support a sequential pathway from interactivity to purchase decision through SP, LCT, and LSCE. Implications: the model provides a basis for future empirical testing and may guide MSMEs in designing more engaging and trustworthy live-shopping experiences. Originality: this study integrates social presence, trust, and multidimensional customer engagement into a sequential S-O-R mechanism for live-shopping purchase decisions.
Peran Kepemimpinan Transformasional Dan Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Pns) Pada Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Fadel; Nona Yuliana
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan dituntut untuk memiliki kinerja pegawai yang tinggi guna memastikan kelancaran pengawasan tahapan pemilu. Kinerja pegawai yang optimal dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk gaya kepemimpinan dan motivasi yang dibangun di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris peran kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini melalui metode survei korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh (sensus), dengan jumlah responden sebanyak 85 orang PNS di kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PNS. Selain itu, motivasi kerja juga memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja berkontribusi secara signifikan dan bersama-sama dalam meningkatkan kinerja pegawai. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan gaya kepemimpinan yang memotivasi, memberikan teladan, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan motivasi internal pegawai demi tercapainya target pengawasan yang optimal
Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Mahasiswa Nur Hasanah; Geofanny Cesya Rante; Fibrianti Fibrianti
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 40 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel. Secara parsial, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi dengan koefisien regresi 0,339, t hitung 2,173, dan signifikansi 0,036. Sikap keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,567, t hitung 3,241, dan signifikansi 0,003. Secara simultan, literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi dengan F hitung 19,465 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,513 menunjukkan bahwa 51,3% variasi manajemen keuangan pribadi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan 48,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.
Karakteristik Pribadi dan Komitmen Organisasi terhadap Loyalitas PNS Bapenda Sulawesi Tenggara Adi Dammar; Heriyanti Mustafa; Muhajji Muhajji
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.4173

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dari variabel karakteristik pribadi, komitmen organisasi, loyalitas, dimana pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 63 pegawai pada BAPENDA Provinsi Sulawesi Tenggara dengan metode analisis regresi berganda bantuan aplikasi SPSS Versi 26. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan karakteristik pribadi terhadap loyalitas, variabel komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifkan terhadap loyalitas, sedangkan pengujian secara simultan menunjukkan bahwa karakteristik pribadi dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada BAPENDA Provinsi Sulawesi Tenggara.