cover
Contact Name
Chitra Charisma Islami
Contact Email
chitra@umkuningan.ac.id
Phone
+6281223506874
Journal Mail Official
pelitapaud@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Department of Early Childhood Education - Universitas Muhammadiyah Kuningan Sekretariat Jurnal Pelita PAUD. Building A106 Street of Moertasiah Soepomo No 28b, 45511 Kuningan - West Java
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pelita PAUD
ISSN : 25486284     EISSN : 26150360     DOI : https://doi.org/10.33222/pelitapaud
Core Subject : Education,
Journal Pelita PAUD is a national scientific journal published by the Department of Early Childhood Education, Universitas Muhammadiyah Kuningan which contains the results of research that is raised from theoretical studies and results of research in the field of Early Childhood Education. Journal PAUD Pelita is published twice a year, namely in June and December. The purpose of this journal is to facilitate scientific publications which are the results of research conducted by students, teachers, academics and researchers. Journal Pelita PAUD contains various disciplines of Early Childhood Education, especially in the scope of ECE learning, policy, parenting, child development, and early chilhood problems.
Articles 545 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Cerita Gambar Terhadap Kemampuan Berpikie Simbolik Anak 5-6 Tahun Sumiati; Ibnu Hurri; Asep Munajat
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5056

Abstract

Artikel ini membahas kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini. Perkembangan simbolik adalah perkembangan yang penting dikembangkan sejak dini, karena dengan berkembangnya simbolik pada anak maka akan membantu mereka dalam tahapan perkembangan selanjutnya, sehingga perkembangan simbolik ini perlu dikembangkan secara efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik adalah dengan penerapan media pembelajaran cerita gambar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-ED). Teknik pengumpulan data yaitu penyebaran kuesioner berupa pertanyaan kepada responden, observasi,dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor berpikir simbolik anak setelah diberikan perlakuan menggunakan media cerita bergambar. Hal ini dapat dilihat dari total keseluruhan sampel sebanyak 20, dimana hasil belajar pada saat pretest adalah di bawah 55 untuk sebagian besar siswa, sedangkan hasil belajar siswa pada saat posttest di atas 55 untuk sebagian besar siswa. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa pada saat posttest lebih tinggi dibanding hasil belajar siswa pada saat pretest untuk semua siswa. Sehingga media cerita bergambar terbukti efektif dalam mendukung perkembangan berpikir simbolik pada anak usia dini.
Pengembangan Media Pembelajaran “Rumah Ceri” untuk Memfasilitasi Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun di Kober Anwarul Huda Iman; Kiranadewi, Intan; Iskandar, Yogi
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif “Rumah CERI” (Cerdas, Edukatif, Ria, dan Interaktif) yang dirancang untuk memfasilitasi kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi yang menunjukkan rendahnya kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di Kober Anwarul Huda, khususnya dalam aspek berbicara dan memahami kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan tes kemampuan bahasa anak (pretest–posttest). Hasil validasi oleh ahli media dan materi menunjukkan bahwa media “Rumah CERI” sangat valid digunakan dengan rata-rata skor >4,19 Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan bahasa anak, dibuktikan melalui analisis N-Gain sebesar 0,58 (kategori sedang). Media ini terbukti mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan keterampilan berbahasa anak dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan dan interaktif. Dengan demikian, media “Rumah CERI” layak dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun secara holistik.
Kolaborasi Orang Tua Guru dalam Menstimulasi Kecerdasan Jamak pada Anak Usia Dini di Era Digital: Tinjauan Sistematis Literatur Yenti Juniarti; Yuliana Nurani; Sri Wulan
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran kolaborasi orang tua dan guru dalam menstimulasi Multiple Intelligences (MI) anak usia dini di era digital, dengan menyoroti bentuk kolaborasi, intensitas keterlibatan, serta mekanisme pembelajaran berbasis teknologi. Kajian dilakukan melalui analisis sistematis terhadap berbagai studi empiris yang diperoleh dari basis data seperti Scopus. Penelitian yang dianalisis mencakup periode 2021–2025 dan difokuskan pada konteks kolaborasi digital, penerapan teori MI, serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi digital antara orang tua dan guru mencakup aplikasi pembelajaran, video interaktif, dan kelas daring yang mendorong peningkatan signifikan dalam kecerdasan linguistik, kinestetik, dan interpersonal anak. Bukti kuantitatif mendukung efektivitas pendekatan ini, dengan peningkatan kemampuan fonik hingga 83% (n-gain 0,81–0,83) dan peningkatan kemampuan regulasi diri (R²=0,36). Namun, keterbatasan dalam akses teknologi, literasi digital, dan pelatihan profesional guru menjadi faktor pembatas utama. Strategi mitigasi berupa pelatihan mikro, penyusunan kebijakan berbasis inklusi digital, dan penguatan kapasitas profesional pendidik direkomendasikan untuk mengatasi hambatan tersebut. Kolaborasi digital yang terintegrasi dengan teori MI terbukti mampu memperkuat hubungan rumah–sekolah, memperkaya pengalaman belajar anak, serta mendorong pengembangan kecerdasan jamak secara holistik. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan pendidikan anak usia dini di era digital yang menekankan kesetaraan akses, partisipasi orang tua, dan kompetensi digital guru.
Analisis Konsep Manajemen PAUD Berbasis Tarbiyah dalam Perspektif Pendidikan Islam Widianingsih, Rina
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis tarbiyah dalam perspektif pendidikan Islam. Kajian difokuskan pada nilai-nilai tarbiyah yang relevan dengan pengelolaan lembaga PAUD, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji literatur primer dan sekunder terkait pendidikan Islam, manajemen PAUD, dan konsep tarbiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen PAUD berbasis tarbiyah menekankan pembentukan karakter, pembiasaan akhlak mulia, serta integrasi nilai spiritual ke dalam program dan lingkungan pembelajaran. Prinsip tarbiyah, seperti keteladanan (uswah), pembiasaan (ta’wid), kasih sayang (rahmah), serta pengembangan potensi fitrah anak menjadi dasar dalam pengelolaan PAUD Islami. Temuan ini mempertegas urgensi manajemen PAUD yang tidak hanya berorientasi pada perkembangan kognitif, tetapi juga spiritual dan moral sesuai ajaran Islam.
Efektivitas Metode Total Physical Response (TPR) dengan Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun Sean Marta Efastri; Suharni; Refika Andriani
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Total Physical Response (TPR) berbantuan buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak usia dini. Mengajar bahasa Inggris pada anak usia dini sangat berbeda dibandingkan dengan remaja atau dewasa. Pada anak usia dini, pengajaran bahasa Inggris sebatas pada tingkat pengenalan. Anak-anak usia dini hanya dapat diajarkan dasar-dasarnya dengan cara bermain yang diarahkan Fenomena di lapangan ditemukan permasalahan Guru kurang menerapkan dasar-dasar bahasa inggris kepada anak, meski mengetahui belajar bahasa inggris sebaiknya diterapkan kepada anak sedini mungkin meski hanya dasar-dasarnya saja. Salah satu metoda bisa di gunakan oleh pendidik paud agar anak-anak usia dini tertarik untuk mengikuti pembelajaran adalah dengan menggunakan metode TPR (Total Physical Response) dengan buku cerita bergambar dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada efektifitas TPR (Total Physical Response) terhadap kemampuan bahasa inggris anak usia dini. Hal tersebut ditunjukkan dengan uji T-test yang lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,00<0,05. Nilai rata-rata persentase posttest yaitu 90,56% yang termasuk ke dalam kategori berkembang sesuai harapan.
Strengthening Early Childhood Collaborative Skills through Malay Ethnopedagogy: A Qualitative Descriptive Approach Azlin Atika Putri
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5698

Abstract

The purpose of this study is to outline the ways in which Al Mahira Kindergarten in Rumbai, Pekanbaru City, uses Malay ethnopedagogical principles to improve the cooperative abilities of its five to six-year-old students. Important early childhood competences include collaborative skills like teamwork, role sharing, respecting peers' ideas, and problem solving. Early findings, however, suggest that young children continue to exhibit traits such as egocentrism, role-competing, and trouble settling disputes with their peers. Seventeen youngsters between the ages of five and six served as the subjects of this qualitative descriptive study. Visual documentation, semi-structured interviews with educators and caregivers, and participant observation were used to gather data. Through data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification, data analysis was carried out interactively. The study's findings demonstrated that incorporating Malay ethnopedagogical values—like tolerance, politeness, deliberation, and mutual cooperation—into play activities, group projects, and casual conversations greatly enhanced kids' capacity for teamwork. Of the 17 kids, 76.5% showed that they could support their peers, 64.7% could respect differences of opinion, 70.6% could share tasks during activities, and 58.8% could work together to solve difficulties. These results demonstrate that Malay ethnopedagogy is a successful pedagogical approach to fostering cooperation in early childhood education, in addition to its significance in conserving local culture.
Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD terhadap Tanggung Jawab dan Disiplin Pada Anak Rofi Fitriah; Nika Cahyati
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.3069

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk agar dapat melihat keefektifan kurikulum merdeka yang digunakan saat ini untuk perkembangan tanggung jawab dan disiplin pada anak sebagaimana implementasi kurikulum merdeka di terapkan dalam PAUD, karena dasar dari adanya kurikulum merdeka ini adalah untuk membentuk rasa tangung jawab anak dan disiplin anak agar menjadi lebih baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen (Quasi-Experimental Research). Penelitian ini dilaksanakan di sekolah penggerak di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Waktu Penelitian dilakukan pada semester I yang kurang lebih berlangsung selama 2 bulan Meliputi perencanaan kegiatan penelitian dan penerapan kegiatan penelitian serta pengambilan data. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anak yang berada di sekolah penggerak kabupaten Kuningan pada tahun ajaran 2023/2024 yang memiliki karakteristik yang sama. Sampel untuk penelitian ini yaitu dua sekolah kelompok eksperimen dan dua sekolah sebagai kelompok kontrol, hasil penelitian bahwa anak yang menggunakan kurikulum merdeka lebih memiliki tanggung jawab dan disiplin yang tinggi dari pada yang belum, kerena melalui keurikulum merdeka terdapat sebuat pembiasaan dari pelajar profil pancasila, sehingga implementasinya lebih mudah diterapkan pada anak.
Penerapan Pembelajaran Seni Tari Terhadap Kecerdasan Kinestetik Reka Candra; Mira Mayasarokh; Darmayanti; Lena Ahdiani Hayati
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.3088

Abstract

Masa anak usia dini merupakan masa keemasan atau sering disebut masa Golden Age, biasanya ditandai oleh perubahan cepat dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Agar masa ini dapat dilalui dengan baik oleh setiap anak maka perlu diupayakan pendidikan yang tepat bagi anak sejak usia dini. Salah satu potensi paling mendasar yang dimiliki anak sejak dini adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik anak akan berkembang saling berinteraksi, salah satu cara untuk mengembangkannya adalah dengan pembelajaran seni tari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran seni tari terhadap kecerdasan kinestetik anak usia dini di KB Rabbani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata observasi awal (pretest) adalah 10,55 dan rata-rata observasi akhir (posttest) adalah 18, 90. Dalam hasil uji univariat , diperoleh nilai sign 0,001. Nilai sign (2-tailed) sebesar 0.001 < 0.05 maka artinya terdapat perbedaan secara signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukannya perlakuan.
The Psychoeducational Review of Religion and Culture in Early Childhood through "Terbang Barong" Dance Ervin Nuriana; Warih Handayaningrum; Setyo Yanuartuti; Arif Hidajat
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.4896

Abstract

Religious and cultural values in early childhood are important provisions and foundations in the period of early childhood character formation. This paper aims to examine the role through a psychoeducational approach in integrating spiritual and cultural values through the medium of children's dance movements, especially children's dance entitled "Flying Barong". This dance combines elements of the art tradition of barongan and jaranan with the accompaniment of Islamic music and the use of tambourine properties as an exploratory medium for children's movements as well as Islamic symbols as a plaything of the dance concept. A descriptive qualitative approach was used to analyze the relevance of dance movements to aspects of child development, especially spiritual, emotional, social, and kinesthetic development. The results of the study show that Dance Flying Barong It is effective as a psychoeducational tool that strengthens children's spiritual awareness through religious habits, such as prayer and empathy, as well as introducing local cultural values in a contextual and fun way. This dance also helps children in the development of emotional regulation, social collaboration, and creative expression. This study recommends the integration of dance with religious-cultural nuances as a learning medium in early childhood education to form a complete character and rooted in local values.
STRATEGI MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA ANAK USIA DINI DALAM PRESPEKTIF ISLAM Durotun Nasekha; Betty Mauli Rosa Bustam
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.4905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai adab Islami serta mengkaji peran guru sebagai role model dalam memfasilitasi dan mendidik siswa di RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim, dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kognitif pra-operasional dan moral anak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan guru dan siswa di RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim sebagai subjek, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Tahfidzul Qur’an Wahid Hasyim secara efektif menerapkan metode bermain berbasis Experiential Learning dan Active Play-Based Learning sebagai strategi utama dalam pembelajaran adab Islami. Berbagai strategi kreatif, seperti bermain peran, storytelling, gerak lagu, pembiasaan keagamaan (mengaji, salat Dhuha, tahfidz), dan eksplorasi lingkungan. Selain itu, peran guru sebagai role model yang konsisten dalam memberikan keteladanan langsung menjadi faktor kunci yang menguatkan internalisasi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan strategi pembelajaran berbasis pengalaman dengan peran keteladanan guru adalah pendekatan yang ampuh dalam membentuk karakter Islami yang berintegritas sejak usia dini. Kata kunci: : Adab Islami, Pendidikan Karakter, Experiential Learning, Active Play-Based Learning, Guru Role Model, Anak Usia Dini.