cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
ojsjuragan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ragam Pengabdian
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : 30638011     EISSN : 3063802X     DOI : doi.org/10.62710/juragan
Core Subject : Education, Social,
Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 643 Documents
Pemetaan Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Rezka Salsabila; Rosalina Kumalawati2
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fwp76326

Abstract

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat Kabupaten Banjar dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi ke dua setelah Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan, yaitu sebanyak 1.106 kejadian selama 5 tahun terakhir dari tahun 2019 sampai dengan 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran titik hotspot dan menganalisis tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan software ArcGIS 10.8 untuk pemetaan sebaran titik hotspot  dan kerentanan kebakaran hutan dan lahan. Hasil penelitian  menunjukan bahwa tahun 2020-2024 terdapat 743 sebaran hotspot yang dominan terjadi pada bulan September, kecamatan yang paling banyak mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan dalam rentan 5 tahun yaitu Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan 182 titik sedangkan kecamatan dengan sebaran hotspot paling sedikit ada pada Kecamatan Martapura, Sambung Makmur dan Telaga Bauntung terdapat 3 sebaran hotspot saja. Kecamatan dengan kerentanan tinggi seperti Cintapuri Darussalam, Telaga Bauntung, Mataraman, Paramasan, Simpang Empat, dan Sambung Makmur sangat rentan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan signifikan yang berdampak pada sektor perkebunan, pertanian dan ekonomi lokal. Kecamatan dengan kerentanan sedang, seperti Astambul, Karang Intan, Pengaron, dan Sungai Pinang, mengalami dampak serupa, meski dalam skala yang lebih kecil, dengan kerugian pada hasil pertanian dan perkebunan. Sementara itu, kecamatan dengan kerentanan rendah seperti Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Kertak Hanyar, meskipun masih terpapar karhutla, dapat lebih cepat pulih dengan dampak ekonomi dan sosial yang lebih ringan, namun tetap berisiko terhadap kerusakan lingkungan.
Trends and Differences in MICE Tourism and Event Tourism Research: A Bibliometric Study (2015–2025) Prasiwi Citra Resmi; Agustia Dzikir Maulani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g3fn0h19

Abstract

Research on MICE tourism and event tourism has increased significantly in recent years, yet the thematic boundaries and relationships between these two fields remain unclear in the academic literature. The overlapping use of concepts often leads to ambiguity regarding their respective research orientations. This study addresses this issue by examining trends and thematic differences between MICE tourism and event tourism through a bibliometric approach. Data were collected from the Scopus database, covering publications from 2015 to 2025 that focus on MICE tourism, event tourism, and related topics. A total of 308 documents were analysed using VOS viewer to map publication trends and co-occurrence of author keywords. The analysis focused on identifying dominant themes, thematic clusters, and the structural positions of MICE tourism and event tourism within the research network. The results indicate that both fields are closely connected and develop within the same research landscape, but with different thematic emphases. MICE tourism is more strongly oriented toward business tourism and the meetings industry, while event tourism functions as a connecting theme linking business-related events with broader tourism and destination contexts. The findings demonstrate that the distinction between MICE tourism and event tourism is not dichotomous, but rather reflects differences in thematic orientation and structural roles within the literature. This study contributes to a clearer understanding of the intellectual structure of MICE and event tourism research and provides a comprehensive overview of their development over the past decade.
Profiling Basic English Proficiency Among Mechanical Engineering Students: Pedagogical Implications for EFL Classrooms Agnes Arum Budiana; Pretti Ristra; Alfansuri
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus (Inprogress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/881bs530

Abstract

English proficiency is a crucial competence for vocational higher education students, particularly in engineering fields where access to technical information and global communication increasingly relies on English. However, many first-semester students enter polytechnic institutions with limited basic English skills. This study aimed to describe the basic English proficiency of first-semester Mechanical Engineering students at Politeknik Negeri Bengkalis. A descriptive quantitative research design was employed, involving 131 students from five classes selected through total sampling. Data were collected using a basic English proficiency test focusing on fundamental grammar, simple sentence construction, and general vocabulary. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores, score distribution, and proficiency levels.The findings revealed that students’ overall English proficiency was low to moderate, with a mean score of 60.57. More than half of the participants were classified into very low and low proficiency categories, indicating insufficient mastery of foundational English skills. The results also showed considerable variation in students’ performance, reflecting diverse educational backgrounds and unequal English exposure prior to entering higher education.  
Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Bachtiar; Sumarno
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0fn30573

Abstract

Study aims to analyze the role of social media in changes in slang language use among adolescents and young adults. Social media has become a primary space for interaction, enabling the rapid and widespread diffusion of new vocabulary. This research employed a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through an online questionnaire involving 117 active social media users, while qualitative data were obtained through semi-structured interviews with selected respondents. The findings indicate that social media platforms such as TikTok, Instagram, and WhatsApp play an important role in the emergence and dissemination of slang language. Higher intensity of social media use shows a tendency toward a positive relationship with increased slang usage. Qualitative findings reveal that slang is used as a means of self- expression, social bonding, and group identity formation. However, respondents also reported potential misunderstandings, particularly in communication with older individuals or in formal contexts. Therefore, the use of slang language needs to be adjusted according to communicative contexts to maintain effective and appropriate language use.
Penerapan Media Tiktok terhadap Peningkatan Minat Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Mutiara Muhammad Zaini; Nasruddin; Heri Fajri; Shoufa Rizky
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/06nwcq23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media TikTok terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 1 Mutiara, dan mengidentifikasi tanggapan siswa terhadap penerapan media TikTok dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 1 Mutiara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan tes. Uji validitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS for Windows Versi 16.0 terhadap 20 responden. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (Corrected Item Total Correlation) dengan r tabel. Penelitian dilakukan terhadap 58 orang yang terdiri dari 28 siswa kelas kontrol dan 30 siswa kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil regresi dari tabel di atas menunjukkan F hitung sebesar 75.022 atau 75.02 (pembulatan 2 angka di belakang koma). Untuk mengetahui F tabel, terlebih dahulu ditentukan derajat kebebasan (df1 dan df2). Dengan menggunakan signifikansi α = 5%, df1 (jumlah variabel – 1) = 3, dan df2 (n-k-1) atau 20-3-1 = 16 (di mana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independen). Hasil t hitung untuk variabel ini sebesar 8.662. Sementara itu, nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1.096. Maka t hitung (1.096) > t tabel (1.729). Artinya, ada pengaruh penerapan media TikTok terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMAN 1 Mutiara.
School Leadership Model in Supporting the Success of the School-Moving Program Management (A Study at PAUD PG-TK ASMAUL HUSNA in Bandung Regency) Prihatini
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9tcvxz65

Abstract

PG-TK Asmaul Husna is one of the early childhood education services in Rancaekek sub- district, Bandung Regency. PG-TK Asmaul Husna is one of 17 PAUD service institutions that became the 3rd batch of driving schools in Bandung District. SP PAUD is a collaboration program between the Ministry of Education and Culture and the local government. This PAUD Driving School includes steps intended to foster the quality of Early Childhood Education through various efforts of PAUD Principals. The objectives of this study are (1) to describe the principal leadership model applied by PG-TK Asmaul Husna. (2) describe the PSP that has been implemented by PG- TK Asmaul Husna. (3) describe the supporting and inhibiting factors in the management of PSP at PG-TK Asmaul Husna. This research uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were the principal, representatives of PG, TK-A and TK-B teachers. The research method used with data collection using interviews, observation and documentation. Based on the results of research and discussion, it is found that (1) the principal's leadership model in PG-TK Asmaul Husna applies elements of eight leadership models, but there are three models that are more dominant in supporting the successful management of PSP, namely the situational leadership model, effective leader model and transformational leadership. (2) The PSP that has been implemented by PG-TK Asmaul Husna has activities that are in line with the objectives of the PSP. Such as Character Development, Numerical Development and Literacy. These activities can run well because the principal's leadership at PG-TK Asmaul Husna in leading uses three   more dominant models, namely the situational leadership model, the effective leader model and transformational leadership. (3) As for the supporting and inhibiting factors in the management of PSP at PG-TK Asmaul Husna, there are supporting factors such as assistance from the government, complete facilities, teachers and a supportive foundation. While the inhibiting factors are the need to learn a lot, work becomes more, and vacation time is consumed. Suggestions for Asmaul Husna PG-TK institutions are expected to be able to maintain and improve the leadership model that has been applied in managing the driving school program to make it even better.
Berdamai dengan Luka Masa Lalu: Studi Fenomenologi tentang Makna Self-acceptance pada Perempuan Korban KDRT Dien Amrina Rasyada; Mimbar Oktaviana
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9spvhk65

Abstract

This study aims to understand the self-acceptance process among domestic violence survivors. A qualitative method with a phenomenological approach was employed to in-depth explore the meaning of the participants’ lived experiences. Purposive sampling and face-to-face interviews were used to select and collect data. The findings revealed three main themes: (1) internal dynamics and emotional regulation, (2) self-agency reclamation through empowerment and social support, and (3) self-transformation toward self-acceptance and personal growth. These findings are expected to contribute to the development of trauma-sensitive psychological interventions, particularly for survivors of domestic violence
Penerapan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dan Psikoedukasi Keluarga pada Remaja dengan Borderline Intellectual Functioning: Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Carla Marsha; Ika Sari Dewi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/snbap321

Abstract

Remaja dengan borderline intellectual functioning (BIF) memiliki kapasitas kognitif yang berada pada kisaran bawah rata-rata, tetapi sering dihadapkan pada tuntutan akademik dan sosial yang setara dengan teman sebaya, sehingga rentan mengalami kegagalan belajar, konsep diri negatif, dan konflik dengan lingkungan terdekat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil intervensi psikoedukasi kepada orang tua dan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) pada seorang remaja perempuan (KS) berusia 16 tahun dengan BIF yang menunjukkan keterlibatan belajar rendah, regulasi emosi yang lemah, dan hubungan keluarga yang disfungsional. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan subjek siswi kelas X IPA di sebuah SMA swasta di Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan subjek, orang tua, guru BK, wali kelas, dan teman sebaya; observasi di kelas dan rumah; serta tes psikologi (WBIS, tes grafis, EPPS, dan RMIB). Intervensi meliputi dua sesi psikoedukasi orang tua mengenai profil psikologis anak dan pola asuh, serta tiga sesi REBT yang disesuaikan dengan profil intelektual subjek menggunakan model ABCDE. Hasil menunjukkan bahwa skor FSIQ 81 dengan VIQ 79 dan PIQ 87 konsisten dengan BIF, disertai konsep diri negatif, perasaan tidak berharga, dan pola pikir irasional mengenai diri, orang tua, dan sekolah. Setelah psikoedukasi, orang tua mulai memahami keterbatasan anak, mengurangi penggunaan kekerasan verbal/fisik, dan mulai mengembangkan strategi komunikasi yang lebih suportif. Pasca-REBT, subjek menunjukkan perubahan ke arah keyakinan yang lebih rasional, peningkatan regulasi emosi, penurunan perilaku bolos, peningkatan keterlibatan akademik, serta perumusan tujuan masa depan yang lebih realistis. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi psikoedukasi keluarga dan REBT yang diadaptasi untuk BIF berpotensi efektif dalam penanganan kasus serupa di setting sekolah.  
Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Model Kirkpatrick di Sekolah Dasar Negeri 19 Pangkalpinang Asyraf Suryadin; Nur Aliyah; Oktavian Tri Cahyanto; Sarah Lastari
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h85d6q97

Abstract

Evaluasi yang sedang dilaksanakan ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri 19 Pangkalpinang, di mana sekolah tersebut harus menghadapi hambatan berupa motivasi siswa yang tidak stabil dalam rutinitas membaca. Evaluasi ini penting mengingat literasi adalah fondasi bagi peningkatan kualitas SDM dan kemampuan berpikir kritis. Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang didasarkan pada kerangka Model Evaluasi Kirkpatrick dengan Empat Tingkat (Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil). Data dikumpulkan melalui wawancara intensif serta pengamatan langsung terhadap Guru Kelas dan para siswa. Temuan dari evaluasi tersebut menunjukkan bahwa program GLS terbukti efektif dan berhasil memenuhi semua empat tingkat Kirkpatrick. Keberhasilan pada Level 1 (Reaksi) didukung oleh respons positif guru dan siswa terhadap fasilitas pojok baca. Level 2 (Pembelajaran) ditandai dengan peningkatan wawasan guru dalam mengintegrasikan literasi-numerasi serta peningkatan pemahaman konten oleh siswa. Level 3 (Perilaku) mengonfirmasi perubahan signifikan berupa peningkatan inisiatif dan kebiasaan membaca mandiri siswa di luar jam pelajaran. Puncak keberhasilan pada Level 4 (Hasil) adalah kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas akademik dan terbentuknya budaya sekolah yang literat. Program ini memberikan pengaruh nyata pada penguatan minat baca siswa dan menjadi bekal utama menghadapi era digital.
Pengaruh Leverage, Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, dan Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Khoirul Nisa; Eka Handriani; Pitaloka Dharma Ayu
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kqeyb070

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh leverage, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan manufaktur subsektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 29 perusahaan atau 145 observasi perusahaan-tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi Partial Least Squares (PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dan GCG berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan leverage dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan dengan nilai R² sebesar 0,571.