cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
ojsjuragan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ragam Pengabdian
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : 30638011     EISSN : 3063802X     DOI : doi.org/10.62710/juragan
Core Subject : Education, Social,
Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,066 Documents
Pemanfaatan Aplikasi YouTube Kids sebagai Sarana Literasi Digital untuk Anak Usia Dini Nafisatul Alawiyah; Asri Widiatsih; Pascalian Hadi Pradana
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tmfvzz51

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media audiovisual dalam pembelajaran anak usia dini, termasuk penggunaan aplikasi YouTube Kids sebagai sarana stimulasi literasi digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemanfaatan YouTube Kids dalam menstimulasi literasi digital anak usia 3–4 tahun serta peran pendampingan guru dan pemanfaatan fitur keamanannya di Taman Posyandu (TP) Tarbiyatul Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek sepuluh anak usia 3–4 tahun dan tiga guru PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan YouTube Kids menstimulasi literasi digital awal anak melalui tahapan pengenalan aplikasi, interaksi dengan konten visual dan audio, serta respons anak terhadap instruksi sederhana dari tayangan. Pendampingan guru berperan penting dalam mengarahkan penggunaan aplikasi, membantu navigasi dasar, dan menjaga fokus belajar anak. Selain itu, pemanfaatan fitur keamanan YouTube Kids melalui pengaturan konten sebelum pembelajaran mendukung terciptanya lingkungan belajar digital yang aman dan sesuai tahap perkembangan anak. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital anak usia dini terbentuk sebagai proses pembelajaran awal yang memerlukan perencanaan pedagogis dan pendampingan guru secara konsisten  
Analisis Communication Accommodation Theory dalam Interaksi antara Konsumen dan Pekerja sebagai Bagian dari Brand Experience di Kopi Kamu (Studi Kasus pada Kafe Ramah Difabel) Vionileva Mersy Lessil; Zera Edenzwo Subandi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0sbh6c77

Abstract

Kopi Kamu adalah kedai kopi inklusif di Jakarta Selatan yang melibatkan karyawan penyandang disabilitas dalam interaksi layanan pelanggan secara langsung. Interaksi ini menciptakan pengalaman yang hangat, personal, dan bermakna bagi pelanggan, sekaligus mendorong penyesuaian komunikasi timbal balik demi mencapai kenyamanan dan saling pengertian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana komunikasi antara karyawan penyandang disabilitas dan pelanggan berkontribusi terhadap pembentukan pengalaman merek (brand experience) melalui lensa Teori Akomodasi Komunikasi (CAT). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dalam paradigma pasca-positivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan karyawan, pelanggan, dan manajemen. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa maintenance (pemeliharaan gaya komunikasi) dan convergence (konvergensi) merupakan pola komunikasi yang dominan, sedangkan divergence (divergensi) tidak teramati secara signifikan. Maintenance terjadi ketika partisipan mempertahankan gaya komunikasi alami mereka, sementara convergence muncul melalui penyesuaian kecepatan bicara, penyederhanaan bahasa, penggunaan gestur, serta upaya untuk meningkatkan saling pengertian. Interaksi adaptif ini menghasilkan pengalaman emosional yang positif, termasuk rasa nyaman, hangat, akrab, dan dekat. Hasilnya, pelanggan tidak hanya menikmati produk, tetapi juga mengalami interaksi sosial yang bermakna, yang menunjukkan bahwa akomodasi komunikasi berperan penting dalam membentuk pengalaman merek di lingkungan kedai kopi inklusif
Pemanfaatan Media Engkasa (Engklek Aku Bisa) untuk Menstimulasi Motorik Kasar Anak Usia Dini TK Citra Kusuma Vempi Citia Rosita Handayani; Asri Widiatsih; Pascalian Hadi Pradana
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wzqj0f26

Abstract

Perkembangan motorik kasar penting dalam PAUD karena menunjang kesiapan fisik, koordinasi gerak, dan kepercayaan diri anak. Namun, masih ditemukan pembelajaran yang kurang memberikan stimulasi gerak terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Citra Kusuma, menganalisis efektivitas media Engkasa (Engklek Aku Bisa) dalam menstimulasi motorik kasar, serta mengidentifikasi peningkatannya setelah penerapan media tersebut. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan, dengan subjek 9 anak dan guru sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan Engkasa, kemampuan motorik kasar anak, terutama keseimbangan, koordinasi gerak, dan kekuatan otot, belum optimal. Setelah media Engkasa diterapkan secara konsisten melalui pendekatan bermain, terjadi peningkatan yang ditandai dengan gerakan lebih terkoordinasi, keseimbangan lebih baik, serta meningkatnya rasa percaya diri dan kemandirian anak
Workplace well-being pada Perawat di Rumah Sakit tinjauan antara Job Demand dan Psychological Capital Mohamad Lutfi Hakim; Trubus Raharjo
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ew4cns30

Abstract

This study aims to analyze and empirically prove the relationship between job demands and psychological capital with Workplace well-being among nurses. This quantitative correlational study involved 236 nurses at a hospital in Kudus Regency, selected through a quota sampling technique. Data collection utilized the Workplace well-being scale, job demands scale, and psychological capital scale instruments. Data analysis was performed using a two-predictor regression analysis method and product-moment correlation. The results showed a highly significant relationship simultaneously between job demands and psychological capital with Workplace well-being ( = 0.556, p < 0.01), yielding an effective contribution of 30.9%. Partially, there was a highly significant negative relationship between job demands and Workplace well-being (r = -0.533, p < 0.01), as well as a highly significant positive relationship between psychological capital and Workplace well-being (r = 0.274, p < 0.01). The study concludes that a decrease in job demands, accompanied by the strengthening of internal psychological capital, is empirically proven to increase nurses' workplace well-being.
Peningkatan Literasi Numerasi Dini Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Model Play Based Learning Engklek Angka Modifikasi di TP Mentari Krejengan Probolinggo Siti Waheda; Mochamad Maulana Trianggono; Muhammad Agus Sugiarto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n8dp7k78

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi dini anak usia 3-4 tahun di TP Mentari Krejengan, Kabupaten Probolinggo, di mana sebagian besar anak masih kesulitan mengenal angka, menghitung benda, dan memahami konsep bilangan secara konkret. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi numerasi dini anak melalui model Play Based Learning dengan permainan Engklek Angka Modifikasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari pra siklus hingga siklus II. Pada pra siklus, hanya 13,4% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah siklus I, persentase meningkat menjadi 46,6%, dan pada siklus II mencapai 86,6%, melampaui indikator keberhasilan ≥75%. Anak mampu mengenal simbol angka 1-10, menghitung benda sesuai jumlah, serta menunjukkan antusiasme dan fokus belajar melalui aktivitas bermain yang menyenangkan. Luaran penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan literasi numerasi dini anak dan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis bermain yang kreatif, kontekstual, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD.
Strengthening the Financial Literacy of Sauyunan Rasa MSMEs through Simple Financial Recordkeeping Training in Cikole Village Fanji Farman; Novy Fajriati; Ina Nusuki
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/945wsj53

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) are vital to the national economy, yet many entrepreneurs in rural areas still possess limited financial literacy, particularly in financial recordkeeping and the separation of personal and business finances. This condition was identified within the “Sauyunan Rasa” MSME group in Cikole Village, Sumedang Regency, West Java, whose members operate home-based food enterprises without orderly bookkeeping. This community service activity aimed to improve participants’ understanding of basic financial literacy, develop their skills in simple recordkeeping and financial reporting based on the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM), and foster awareness of separating personal and business finances. The activity applied a participatory training and mentoring approach using the learning-by-doing method, in which participants directly practiced recording real transactions from their own businesses, complemented by an introduction to the SIAPIK digital recording application. The level of success was measured by comparing pre-test and post-test results. The findings showed that the participants’ average score increased from 73% to 89%, an improvement of 16 percentage points, with gains across all indicators, namely understanding of financial literacy concepts, separation of personal and business finances, and simple financial recordkeeping and reporting. Qualitatively, participants who had previously managed their businesses without any records began to record transactions, calculate profit, and separate business from household finances. The activity proved effective in strengthening the financial literacy of rural MSMEs and supporting the economic independence of the partner group.
Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022 Navilla Putri Ardhana; Rispantyo Rispantyo; Aris Eddy Sarwono; Sinta Putriana
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n633yc77

Abstract

This study aims to examine the effect of profitability, solvency, and firm size on audit delay in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019–2022 period. The selected period covers the COVID-19 pandemic and the early post-pandemic recovery, during which business operations and audit procedures experienced significant adjustments that may have affected the timeliness of audited financial reporting. This research employed a quantitative approach using secondary data obtained from the annual financial statements of manufacturing companies listed on the IDX. The sample was selected using the purposive sampling method, and the data were analyzed using multiple linear regression with the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Profitability was measured using Return on Equity (ROE), solvency was measured using Debt to Asset Ratio (DAR), and firm size was measured using the natural logarithm of total assets. The results indicate that profitability and firm size have a negative and significant effect on audit delay, whereas solvency has no significant effect. These findings suggest that companies with higher profitability and larger firm size tend to complete the audit process more promptly
Comparative Analysis of the Effectiveness and Environmental Impact of Sawdust Biomass on Greenhouse Emissions for Power Plants Steam Aulia Nafis Puspitarini; Budi Warsito; Fahrudin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3n15ee21

Abstract

Indonesia's dependence on fossil fuels, especially coal, causes greenhouse gas (GHG) emissions that have a significant impact on global climate change. As an energy transition solution, biomass is offered through co-firing technology at the energy industry's Steam Power Plants (PLTU). This study aims to analyze the sustainability of the use of biomass, especially sawdust, as an alternative fuel to replace some coal in the power generation sector. The Life CycleAssessment (LCA) approach is used to assess the environmental impact of the entire biomass life cycle, starting from the process of extracting raw materials, producing and drying sawdust, transportation to coal-fired power plants, to the combustion and residue disposal stages. The analysis was carried out using SimaPro software by considering various categories of environmental impacts, such as potential global warming (GWP), eutrophication, acidification, and depletion of natural resources. The results show that the use of sawdust biomass through co-firing has the potential to significantly reduce GHG emissions compared to the burning of pure coal, supports the Nationally DeterminedContribution (NDC) target, and contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDG) 7 (Clean and Affordable Energy) and SDG 13 (Action on Climate Change).
Translating Education for Sustainable Development Into Economics Pedagogy: A Qualitative Study of Prospective Teacher Educators Muhammad Khusen; Muhammad Feriady
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ft6x7t28

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) depends not only on teachers but also on the teacher educators who prepare them. However, prospective economics teacher educators remain underexplored in ESD research, particularly in developing-country contexts. This study examines how prospective economics teacher educators in Indonesia perceive ESD, envisage its integration into economics teaching, and identify barriers and support needs. Using a qualitative content analysis design, data were collected through an open-ended survey of 18 master’s students in Economics Education at Universitas Negeri Semarang and semi-structured interviews with five information-rich participants. Data were analysed in NVivo 15 using inductive coding, thematic categorisation, and frequency-based pattern analysis. Findings reveal three main patterns. First, participants’ understandings of ESD were transitional, combining integrative sustainability perspectives with residual environmental framings and uneven conceptual depth. Second, a perception–practice gap emerged in translating ESD into learning objectives, pedagogy, and assessment of attitudinal and behavioural change. Third, sustainability was often viewed as an addition to economics rather than intrinsic to economic reasoning, while limited conceptual understanding, teaching experience, materials, mentoring, and institutional support were identified as key barriers. The study highlights the need for structured preparation that strengthens pedagogical translation, assessment competence, and sustainability-oriented economic thinking.
Reconstruction Of The Norms Regulation Of The Clerkship At The Supreme Court From The Perspective Of A Pancasila-Based State R. Seno Soeharjono Santoso; Agus Surono; Adnan Hamid; Zaitun Abdullah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vspmpj54

Abstract

This study examines the reconstruction of the norms governing the clerkship system within the Supreme Court from the perspective of the Pancasila rule of law, focusing on the regulatory inconsistency concerning the appointment of clerks in appellate and first-instance courts. The issue arises from a policy shift that restricts clerk appointments to judges, creating inconsistencies with the merit system, legal certainty, and career development of judicial clerical personnel. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings indicate that such restrictions do not fully reflect the principles of professionalism, as they disregard the competence and experience of judicial clerical officers in case administration. Consequently, the policy limits career advancement opportunities for qualified clerical personnel and reduces the effectiveness of judicial administration. The proposed normative reconstruction emphasizes a competency-, experience-, and qualification-based career system without restricting appointments to a particular professional background. This reconstruction is expected to establish a more professional, equitable, and sustainable clerkship system consistent with the values of the Pancasila rule of law and the merit principle in judicial governance.

Page 84 of 107 | Total Record : 1066