cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 112 Documents
Strategi Kemandirian Pesantren Melalui Peningkatan Kualitas Manajemen di Pesantren Bahrul Ulum Sungailiat Bangka Selamet Raharjo
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mxzqy390

Abstract

The initial step to improving the quality of education and the independence of Islamic boarding schools is to implement an educational system that aligns with the characteristics of the Islamic boarding school and strengthen its management. The success of an Islamic boarding school is largely determined by effective management, encompassing efficient planning, organization, direction, and supervision. This study aims to describe the strategy of Islamic boarding school independence in improving management at Bahrul Ulum Islamic Boarding School, Sungailiat, Bangka, and to analyze the supporting and inhibiting factors. The method used is descriptive qualitative, with data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the strategy for Islamic boarding school independence at Bahrul Ulum is implemented through improving the quality of management based on managerial functions. At the planning stage, the Islamic boarding school has a clear and directed program strategy. The organizing stage is well-functioning, with a proportional division of tasks and responsibilities between the administrators and the asatidz (teacher). The directing stage is carried out intensively with direct guidance from the leadership in every Islamic boarding school activity. The monitoring stage is carried out through a system of evaluation and continuous improvement by the responsible team. By implementing these four management functions, Bahrul Ulum Islamic Boarding School has succeeded in strengthening its institutional independence and increasing the effectiveness of its governance. Langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemandirian pondok pesantren ialah menanamkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakter pesantren dan memperkuat kualitas manajemennya. Keberhasilan suatu pesantren sangat ditentukan oleh manajemen yang efektif, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang dijalankan secara efisien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kemandirian pesantren dalam meningkatkan manajemen di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Sungailiat Bangka serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kemandirian pesantren di Bahrul Ulum dilakukan melalui peningkatan kualitas manajemen berbasis fungsi-fungsi manajerial. Pada tahap perencanaan, pesantren telah memiliki strategi program yang jelas dan terarah. Tahap pengorganisasian berjalan baik melalui pembagian tugas dan tanggung jawab yang proporsional antar pengurus dan asatidz. Tahap pengarahan dilaksanakan secara intensif dengan bimbingan langsung dari pimpinan dalam setiap kegiatan pesantren. Sedangkan tahap pengawasan dilakukan melalui sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan oleh tim penanggung jawab. Dengan penerapan empat fungsi manajemen tersebut, pesantren Bahrul Ulum berhasil memperkuat kemandirian kelembagaan dan meningkatkan efektivitas tata kelolanya.
Pendidikan Perempuan Modern Dalam Pemikiran Rahmah El Yunusiyyah: Studi Atas Lembaga Diniyyah Putri Padang Panjang Ana Susiana; Aulia Putri; Herlini Puspika sari; Rahnia Mutari Anli
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/tkhrrh19

Abstract

This study examines Rahmah El Yunusiyyah’s thoughts on modern women’s education through an analysis of the Diniyyah Putri Padang Panjang institution. The main issue explored is how Rahmah’s educational concept and its implementation integrate Islamic values with modern educational principles. The purpose of this research is to analyze Rahmah’s ideas in realizing educational equality, women’s empowerment, and their relevance to contemporary Islamic education. This study employs a qualitative approach with library research methods through content analysis of related works, documents, and academic literature. The results show that Rahmah El Yunusiyyah viewed education as a means of forming knowledgeable, faithful, and independent Muslim women. Through Diniyyah Putri, she implemented an integrative education system combining religious and general sciences while instilling moral and self-reliance values. The study concludes that Rahmah El Yunusiyyah’s educational ideas remain highly relevant for modern Islamic education systems that emphasize gender equality, character formation, and spirituality. Abstrak Penelitian ini membahas pemikiran Rahmah El Yunusiyyah tentang pendidikan perempuan modern melalui kajian atas Lembaga Diniyyah Putri Padang Panjang. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konsep dan implementasi pendidikan perempuan menurut Rahmah mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gagasan Rahmah dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis isi terhadap karya, dokumen, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahmah El Yunusiyyah memandang pendidikan sebagai sarana pembentukan perempuan muslimah yang berilmu, beriman, dan mandiri. Melalui Diniyyah Putri, ia menerapkan sistem pendidikan integratif antara ilmu agama dan ilmu umum, serta menanamkan nilai akhlak dan kemandirian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Rahmah El Yunusiyyah relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan Islam modern yang berorientasi pada kesetaraan gender, karakter, dan spiritualitas
Nilai Pendidikan Islam Dalam Nganggung Sebagai Pelestarian Budaya di Kelurahan Tua Tunu Ina Afriana
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/shftz160

Abstract

Local culture is a crucial foundation for shaping the identity and character of a community, and it must be preserved amidst the currents of globalization that threaten its sustainability. The Nganggung tradition in Tua Tunu Village is one manifestation of local culture, embodying noble values ​​and local wisdom that align with the principles of Islamic education. This study analyzes the values ​​of Islamic education in Nganggung culture, its implementation in Tua Tunu Village, and its implications for cultural preservation. Using a descriptive qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews (with traditional leaders, religious leaders, Islamic Religious Education teachers, youth, and the community), participant observation, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, with source triangulation. The results show that Nganggung integrates religious values ​​(gratitude, almsgiving, communal prayer), moral values ​​(politeness, mutual cooperation, simplicity), and social values ​​(silaturahmi, solidarity). Effective implementation is achieved through social communication, voluntary participation, community commitment, and government support. Theoretical implications include local Islamic acculturation for anthropological/sociological studies; practical implications include strengthening socio-economic ties, instilling noble values ​​in the younger generation, and tourism potential. The Nganggung tradition strengthens religious, moral, and social values, serving as an effective means of transmitting Islam, mutual cooperation, and harmony. Government support and youth involvement are crucial for its sustainability in the modern era. Abstrak Budaya lokal merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas dan karakter suatu masyarakat, yang perlu dilestarikan di tengah arus globalisasi yang mengancam keberlangsungannya. Tradisi nganggung di Kelurahan Tua Tunu merupakan salah satu wujud budaya lokal yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang selaras dengan prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam budaya Nganggung, implementasinya di Kelurahan Tua Tunu, serta implikasinya terhadap pelestarian budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpul melalui wawancara (tokoh adat, agama, guru PAI, generasi muda, masyarakat), observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa Nganggung mengintegrasikan nilai agama (syukur, sedekah, doa bersama), akhlak (kesopanan, gotong royong, kesederhanaan), dan sosial (silaturahmi, solidaritas). Implementasi efektif melalui komunikasi sosial, partisipasi swadaya, komitmen warga, dan dukungan pemerintah. Implikasi teoretis mencakup akulturasi Islam-lokal untuk kajian antropologi/sosiologi; praktis, mempererat hubungan sosial-ekonomi, menanamkan nilai luhur pada generasi muda, dan potensi pariwisata. Tradisi Nganggung memperkuat nilai agama, akhlak, dan sosial, sebagai sarana efektif transmisi Islam, gotong royong, dan kerukunan. Dukungan pemerintah dan keterlibatan pemuda krusial untuk keberlanjutannya di era modernisasi
Integrasi Ekstrakurikuler Forum Kajian Kitab Kuning dalam Meningkatkan Kualitas pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Cirebon Siti Rohmah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wpxxar71

Abstract

This study aims to analyze the integration of the Yellow Book Study Forum extracurricular program in improving the quality of learning in the Al-Qur'an Hadith subject at MAN 3 Cirebon. The background of this study is the gap between educational expectations and outcomes, as well as the need to develop holistic human beings with general and religious knowledge. Extracurricular integration is seen as a solution to overcome limited learning time, maintain student interest, and develop cross-disciplinary skills. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews with Al-Qur'an Hadith teachers, mentors, and students, as well as through observation and documentation. Three main focuses were identified: how the integration was implemented, the methods used, and the resulting implications. The results indicate that the integration of the Yellow Book Study Forum extracurricular program with the Al-Qur'an Hadith subject was successful due to the similarity in learning objectives and methods used. The objectives of this extracurricular program align with the objectives of the Al-Qur'an Hadith subject, namely to deepen and broaden students' knowledge of Islamic religious education. The learning methods applied in the extracurricular program, such as discussion and problem-solving, align with the methods used in the classroom. This integration has significant implications, both academically and affectively. Academically, students experience improved understanding of the material due to familiarity with classical Arabic and Islamic texts, which positively impacts their grades. Affectively, this integration strengthens religious values ​​and increases students' love for the Quran and Hadith Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi program ekstrakurikuler Forum Kajian Kitab Kuning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Cirebon. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara harapan dan hasil pendidikan, serta kebutuhan untuk membentuk manusia seutuhnya yang memiliki pengetahuan umum dan agama. Integrasi ekstrakurikuler dipandang sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan waktu pembelajaran, mempertahankan minat siswa, dan mengembangkan keterampilan lintas disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru Al-Qur’an Hadis, pembina, dan siswa, serta melalui observasi dan dokumentasi. Terdapat tiga fokus utama: bagaimana integrasi tersebut diterapkan, metode yang digunakan, dan implikasi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Ekstrakurikuler Forum Kajian Kitab Kuning dengan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dapat terwujud karena kesamaan tujuan pembelajaran dan metode yang digunakan. Tujuan ekstrakurikuler ini sejalan dengan tujuan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, yaitu memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa tentang pendidikan agama Islam. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam ekstrakurikuler, seperti diskusi dan pemecahan masalah, selaras dengan metode yang digunakan di kelas. Integrasi ini memiliki implikasi signifikan, baik secara akademis maupun afektif. Secara akademis, siswa mengalami peningkatan pemahaman materi karena terbiasa dengan bahasa Arab klasik dan teks-teks keislaman, yang berdampak positif pada nilai mereka. Secara afektif, integrasi ini memperkuat nilai-nilai religius dan meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan Hadis
Implementasi Pendidikan Agama Islam dan Urgensinya Dalam Mengatasi Perilaku Bullying di MA Darul Faqih Palimanan Cirebon Sukron Ma'mun
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ax34ct54

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) and its urgency in addressing bullying behavior at MA Darul Faqih Palimanan Cirebon. The background to this research stems from the phenomenon of rampant bullying cases in educational environments, which negatively impact students' moral and psychological development. Islamic Religious Education plays a crucial role in shaping students' character, encouraging them to behave in accordance with Islamic teachings, which emphasize compassion, justice, and respect for others. This study used a qualitative approach with descriptive methods, aiming to provide an in-depth overview of the application of Islamic values ​​in the learning process and school life. Data were obtained through observation, interviews, and documentation techniques involving PAI teachers, the madrasah principal, and students as informants. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that PAI implementation at MA Darul Faqih Palimanan Cirebon is carried out comprehensively through classroom learning activities, religious practices such as congregational prayer and Quran recitation, and teacher role models in daily behavior. Islamic values ​​are consistently internalized to foster students' religious, empathetic, and anti-violent character. Religious education serves not only as a preventative measure against bullying but also as a curative tool for improving social relationships among students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta urgensinya dalam mengatasi perilaku bullying di MA Darul Faqih Palimanan Cirebon. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena maraknya kasus bullying di lingkungan pendidikan yang berdampak negatif terhadap perkembangan moral dan psikologis peserta didik. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar berperilaku sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan nilai kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, bertujuan memberikan gambaran mendalam mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran dan kehidupan sekolah. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, kepala madrasah, serta peserta didik sebagai informan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI di MA Darul Faqih Palimanan Cirebon dilakukan secara komprehensif melalui kegiatan pembelajaran di kelas, pembiasaan ibadah seperti salat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, serta keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai keislaman diinternalisasikan secara konsisten untuk menumbuhkan karakter peserta didik yang religius, empatik, dan anti-kekerasan. Pendidikan agama tidak hanya berperan sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku bullying, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen kuratif dalam memperbaiki hubungan sosial antar siswa.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Meningkatkan Nilai Spiritual Dan Sosial Peserta Didik Di SDN Jayabakti 03 Cabangbungin Umairoh Nurfadilah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ds08sq35

Abstract

This study aims to describe the process and success of internalizing moral education values ​​in improving the spiritual and social values ​​of students at SDN Jayabakti 03 Cabangbungin. Moral education is an important foundation in shaping students' character so that they have a balance between intellectual, spiritual, and social intelligence. In the modern era full of moral challenges, schools have a strategic role as institutions that instill moral values ​​through role models, habits, and religious activities. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The research subjects included the principal, teachers, and students who were selected purposively. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was strengthened through triangulation of sources and methods. The results of the study indicate that the internalization of moral education values ​​at SDN Jayabakti 03 Cabangbungin runs effectively through three stages, namely understanding, appreciation, and practice of moral values. Teachers play an important role as role models in instilling the values ​​of honesty, discipline, responsibility, and social concern. Religious activities such as congregational prayer, Quran recitation, and school social activities serve as a means of fostering habits that strengthen students' spiritual and social values. The success of this process is also supported by the synergy between schools and parents in continuously guiding children at home and at school.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan keberhasilan internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam meningkatkan nilai spiritual dan sosial peserta didik di SDN Jayabakti 03 Cabangbungin. Pendidikan akhlak menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Dalam era modern yang sarat tantangan moral, sekolah memiliki peran strategis sebagai lembaga yang menanamkan nilai-nilai akhlak melalui keteladanan, pembiasaan, dan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak di SDN Jayabakti 03 Cabangbungin berjalan efektif melalui tiga tahap, yaitu pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Guru berperan penting sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan sosial sekolah menjadi sarana pembiasaan yang memperkuat nilai spiritual dan sosial peserta didik. Keberhasilan proses ini juga didukung oleh sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membimbing anak secara berkelanjutan di rumah maupun di sekolah.
Implementasi Cooperative Learning tipe STAD meningkatkan kompetensi berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTs Manbaul ‘Ulum Karangpatri Pebayuaran Bekasi Mustopa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ds4cvf17

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning model in improving students' critical thinking competencies in Fiqh subjects at MTs Manbaul 'Ulum Karangpatri Pebayuran Bekasi. The research method used is a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects included Fiqh teachers and eighth grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of the STAD model was able to create an active, collaborative, and enjoyable learning atmosphere. Students were trained to actively participate in group discussions, solve problems, and help each other understand Fiqh concepts. The teacher acted as an adaptive and communicative facilitator in directing learning activities. As a result, students showed an increase in critical thinking skills, especially in the aspects of analyzing arguments, providing logical reasons for Fiqh laws, and making decisions based on rational arguments. Thus, the application of the STAD type Cooperative Learning model has proven effective in improving students' critical thinking competencies in the Fiqh subject at MTs Manbaul 'Ulum Karangpatri Pebayuran Bekasi and can be used as an alternative innovative learning model in madrasas. bstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan kompetensi berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTs Manbaul ‘Ulum Karangpatri Pebayuran Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru Fiqih dan siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model STAD mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Siswa dilatih untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, memecahkan masalah, serta saling membantu memahami konsep-konsep Fiqih. Guru berperan sebagai fasilitator yang adaptif dan komunikatif dalam mengarahkan kegiatan belajar. Dampaknya, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam aspek menganalisis dalil, memberikan alasan logis terhadap hukum Fiqih, dan mengambil keputusan berdasarkan argumentasi rasional. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tipe STAD terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTs Manbaul ‘Ulum Karangpatri Pebayuran Bekasi serta dapat dijadikan alternatif model pembelajaran inovatif di madrasah
Implementasi Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Di MDTA Darul Muttaqin Bojonegara Masruroh
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/172qa638

Abstract

This study aims to describe the implementation of Tahsin Al-Qur'an learning at MDTA Darul Muttaqin Bojonegara, including the planning, implementation, and evaluation processes, as well as the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, because it seeks to describe in depth the reality of Tahsin learning in the madrasah environment. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of Tahsin teachers, the madrasah principal, and students. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Tahsin learning at MDTA Darul Muttaqin Bojonegara is implemented in a structured and continuous manner. In the planning stage, teachers develop the Tahsin curriculum and materials according to the students' ability levels. The implementation stage is carried out using the talaqqi method, musyafahah, and repeated practice that emphasizes the accuracy of makhraj and the application of tajwid laws. Evaluation is carried out periodically through assessments of reading practices and students' religious attitudes. The successful implementation of Tahsin learning is supported by the commitment of teachers, the support of the madrasah principal, and the active role of parents. Despite obstacles such as differences in student abilities and limited learning time, the learning process remains effective thanks to the personal approach and dedication of the teaching staff. Overall, the implementation of Tahsin Al-Qur'an learning at MDTA Darul Muttaqin Bojonegara has been able to improve students' ability to read the Qur'an in a tartil and correct manner, while simultaneously fostering a Qur'anic personality with noble morals and making the Qur'an a guide for life. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Tahsin Al-Qur’an di MDTA Darul Muttaqin Bojonegara, meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, karena berupaya menggambarkan secara mendalam realitas pembelajaran Tahsin di lingkungan madrasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Tahsin, kepala madrasah, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tahsin di MDTA Darul Muttaqin Bojonegara dilaksanakan secara terstruktur dan berkesinambungan. Pada tahap perencanaan, guru menyusun kurikulum dan materi Tahsin sesuai tingkat kemampuan siswa. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan metode talaqqi, musyafahah, dan latihan berulang yang menekankan ketepatan makhraj serta penerapan hukum tajwid. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui penilaian praktik membaca dan sikap religius peserta didik. Keberhasilan implementasi pembelajaran Tahsin ini didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala madrasah, serta peran aktif orang tua. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu belajar, proses pembelajaran tetap berjalan efektif berkat pendekatan personal dan semangat pengabdian tenaga pendidik. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran Tahsin Al-Qur’an di MDTA Darul Muttaqin Bojonegara mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara tartil dan benar, sekaligus menumbuhkan kepribadian Qur’ani yang berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Urgensi Pembelajaran PAI Dalam Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa Di Sekolah SMA Plus At-Tadzkir Dalam Naungan Pondok Pesantren At-Tadzkir Majalengka Yeyen Lenggawati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/e0txsd75

Abstract

This study aims to analyze the urgency of Islamic Religious Education (PAI) learning in fostering student discipline at At-Tadzkir Plus High School under the auspices of the At-Tadzkir Majalengka Islamic Boarding School. PAI learning in the context of Islamic boarding schools has a strategic role not only as a delivery of religious material, but also as an instrument for forming disciplined character through internalizing the values ​​of faith, piety, and noble morals. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, collecting data through observation, interviews, and documentation of PAI teachers, Islamic boarding school administrators, and students. The results show that PAI learning contributes significantly to the formation of student discipline through various programs, such as habituation of worship, Islamic boarding school regulations, teacher role models, and daily religious activities integrated with school activities. The religious and structured Islamic boarding school environment supports students in developing orderly lifestyles, responsibility, and self-control. In addition, PAI plays a role as a moral fortress that protects students from the negative influences of modern developments and helps them develop personalities with strong character. In conclusion, Islamic Religious Education (PAI) learning is crucial for fostering student discipline at At-Tadzkir Plus High School. PAI not only fulfills curricular needs but also serves as a primary foundation for developing noble character, as part of the national education goals. Religious values-based education in Islamic boarding schools has proven effective in creating a disciplined, moral, and responsible generation, thus making a positive contribution to the nation's future.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa di SMA Plus At-Tadzkir yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren At-Tadzkir Majalengka. Pembelajaran PAI dalam konteks sekolah berbasis pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampaian materi keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter disiplin melalui internalisasi nilai iman, takwa, dan akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI, pengelola pesantren, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kedisiplinan siswa melalui berbagai program, seperti pembiasaan ibadah, tata tertib pesantren, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan harian yang terintegrasi dengan aktivitas sekolah. Lingkungan pesantren yang religius dan terstruktur mendukung siswa dalam membangun pola hidup tertib, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri. Selain itu, PAI berperan sebagai benteng moral yang melindungi siswa dari pengaruh negatif perkembangan zaman dan membantu mereka membentuk kepribadian yang berkarakter kuat. Kesimpulannya, pembelajaran PAI memiliki urgensi yang sangat besar dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa di SMA Plus At-Tadzkir. PAI bukan hanya memenuhi kebutuhan kurikuler, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter mulia sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional. Pendidikan berbasis nilai religius di sekolah pesantren terbukti efektif dalam menciptakan generasi yang disiplin, berakhlak, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan kontribusi positif bagi masa depan bangsa
Strategi Pengembangan Kecerdasan Emosional Melalui Pendidikan Akhlak di Yayasan Pondok Pesantren 17 Agustus Samplagan Gianyar Bali Suparman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w72qw818

Abstract

This study aims to describe the strategy for developing emotional intelligence through moral education at the 17 Agustus Samplagan Gianyar Bali Islamic Boarding School Foundation. The focus of the study is on how moral values ​​are integrated into the learning process, habituation, and daily activities of students so as to form emotional intelligence comprehensively. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the Islamic boarding school implements several main strategies, including teacher role models in daily behavior, habituation of manners and morals from waking up to going to bed again, spiritual strengthening through routine worship activities, and the integration of moral values ​​into co-curricular and extracurricular activities. Arts, sports, debate, scouting, and student organizations are effective forums for developing communication skills, self-confidence, emotional resilience, and the ability to work together. Through these various activities, students learn to manage emotions, understand themselves, respect others, and resolve conflicts wisely. Overall, this study concludes that moral education implemented holistically in Islamic boarding schools plays a significant role in shaping students' emotional intelligence. The strategies implemented not only instill moral knowledge but also internalize these values ​​through direct experience in Islamic boarding school life. Thus, the 17 Agustus Samplagan Gianyar Bali Islamic Boarding School Foundation has succeeded in creating an educational environment conducive to the development of mature, noble-minded students with strong emotional intelligence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan kecerdasan emosional melalui pendidikan akhlak di Yayasan Pondok Pesantren 17 Agustus Samplagan Gianyar Bali. Fokus penelitian terletak pada bagaimana nilai-nilai akhlak diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, pembiasaan, dan kegiatan keseharian santri sehingga mampu membentuk kecerdasan emosional secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menerapkan sejumlah strategi utama, meliputi keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari, pembiasaan adab dan moral sejak bangun hingga tidur kembali, penguatan spiritual melalui kegiatan ibadah rutin, serta pengintegrasian nilai akhlak ke dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan seni, olahraga, debat, pramuka, dan organisasi santri menjadi wadah efektif untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, ketahanan emosional, dan kemampuan bekerja sama. Melalui berbagai aktivitas tersebut, santri belajar mengelola emosi, memahami diri, menghargai orang lain, serta menyelesaikan konflik secara bijaksana. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan akhlak yang diterapkan secara holistik di pesantren berperan signifikan dalam membentuk kecerdasan emosional santri. Strategi-strategi yang dijalankan tidak hanya menanamkan pengetahuan akhlak, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilainya melalui pengalaman langsung dalam kehidupan pesantren. Dengan demikian, Yayasan Pondok Pesantren 17 Agustus Samplagan Gianyar Bali berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter santri yang matang, berakhlak mulia, dan memiliki kecerdasan emosional yang kuat.

Page 10 of 12 | Total Record : 112