cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 308 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1: Desember 2024" : 308 Documents clear
Akuntan Digital: Pentingnya Pengetahuan Teknologi terhadap Peran Profesi Akuntansi dalam Menghadapi Era Industry 4.0 dan Society 5.0 Fidelia Vannessa Halim
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas lebih dalam mengenai pentingnya pengetahuan teknologi bagi akuntan dalam menghadapi era Industry 4.0 dan Society 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive analysis. Pembahasan dalam penelitian ini mengenai peran akuntan digital yang menjadi pusat perhatian dalam menghadapi dunia bisnis terkait perubahan teknologi informasi. Hasil dari pembahasan ini membuktikan bahwa pengetahuan teknologi menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung profesionalisme akuntan dalam memberikan layanan unggul serta menghadapi tantangan yang muncul seiring berkembangnya teknologi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai peningkatan pengetahuan teknologi dalam pendidikan dan pelatihan akuntan dan membantu akuntan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini memberikan highlight mengenai pentingnya akuntan digital dalam menguasai pemahaman teknologi sebagai dasar keberhasilan di era Industry 4.0 dan Society 5.0 sehingga menekankan perlunya perbaikan dalam kurikulum pendidikan serta pengembangan program pelatihan professional agar dapat mendukung peran akuntan dalam menghadapi masa depan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. Sentral Layanan Prima dengan Motivasi sebagai Variabel Intervening Devid Syofyan; Sri Lestari Prasilowati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6355

Abstract

Penelitian ini beertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja tehadap kinerja Di PT. Sentral Layanan Prima dengan kepuasan sebagai variabel Intervening dan mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki ada 76 responden dalam penelitian. Rumusan, tujuan, kerangka konseptual, dan hipotesis berfungsi sebagai dasar untuk konseptualisasi teoritis dari indikator penelitian. Semua item pernyataan pada setiap variabel penelitian dinyatakan valid berdasarkan hasil uji validitas untuk variabel tersebut. Semua item pernyataan dinyatakan valid untuk setiap variabel penelitian melalui uji reliabilitas. kuesioner merupakan instrumen yang andal untuk mengukur setiap variabel penelitian karena validitas dan ketergantungannya. Data diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Tidak Ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi secara langsung 2) Ada pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi secara langsung, 3) Tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja secara langsung, 4) Ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja secara langsung, 5) Tidak Ada pengaruh motivasi terhadap kinerja secara langsung, 6) Tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja melalui motivasi, 7) Tidak Ada pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja melalui motivasi.
Pembagian Hibah Yang Tidak Merata Perspektif Psikologi Muhammad Tsaqib Idary; Encup Supriatna; Irfan Fahmi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6357

Abstract

Pembagian hibah yang tidak merata dapat memicu berbagai reaksi psikologis dalam komunitas penerima, termasuk kecemburuan, ketidakpuasan, dan bahkan ketidakpercayaan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas distribusi hibah. Dalam perspektif psikologi, ketidakmerataan ini bisa berdampak negatif pada kohesi sosial, motivasi individu, dan hubungan interpersonal di lingkungan penerima hibah. Individu yang merasa tidak mendapatkan bagian yang layak dari hibah cenderung mengalami rasa ketidakadilan, yang memicu stres dan perasaan negative penelitian kepustakaan (library research) menggunakan pendekatan deskriptif empiric yang menemukan Kesimpulan pembagian hibah dalam keluarga sangat dianjurkan sebelum datangnya warisan, untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
Gambaran Pengalaman Kedukaan Individu Dewasa Awal Pasca Kematian Orang Tua karena Sakit Ratu Aliyah Az-Zahra; Meiske Yunithree Suparman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6360

Abstract

Abstract: Kematian orang tersayang seperti orang tua dapat menimbulkan kesedihan mendalam bagi anak yang ditinggalkan. Terlebih lagi anak yang ditinggalkan berada dalam masa dewasa awal yang sedang menjalani masa transisi perkembangan. Respon kesedihan akan kematian yang dapat terjadi yaitu kedukaan. Kedukaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu usia, jenis kelamin, penyebab kematian, serta faktor internal dan eksternal yang dapat berpengaruh pada ringan atau beratnya kedukaan yang dijalani. Pengalaman kedukaan bersifat unik dan berbeda-beda pada masing-masing individu dan dapat ditandai dengan empat aspek kehidupan, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual. Selain itu, kedukaan dapat dialami dengan melewati lima tahapan, yaitu tahap penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman kedukaan individu dewasa awal pasca kematian orang tua karena sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat empat partisipan dalam penelitian ini yang telah melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengalaman kedukaan yang terjadi pada keempat subyek mengalami gejala dan tahapan yang berbeda-beda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh penyebab kematian, coping antisipasi, persepsi, visi, hubungan emosional, serta dukungan sosial yang ada pada masing-masing subyek. Satu dari empat subyek mengalami seluruh tahapan kedukaan, sedangkan ketiga lainnya hanya menjalani tiga sampai empat tahapan.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kepuasan Hidup pada Mahasiswa yang sedang Menjalani Skripsi di Jakarta Sherina Oktavia Ramadhanti Rizky; Meiske Yunithree Suparman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6361

Abstract

Masa kuliah sering kali dihadapi dengan berbagai tantangan, terutama saat menyelesaikan tugas akhir seperti skripsi. Permasalahan yang umum dirasakan meliputi kesulitan dalam menuangkan ide, kekurangan dalam aspek akademis, dan sulitnya memperoleh referensi, situasi ini diperparah dengan adanya hustle culture di Jakarta yang meningkatkan tekanan pada mahasiswa. Tekanan ini kemudian dapat mengurangi kepuasan hidup mahasiswa yang berkuliah di Jakarta, sering kali menimbulkan emosional negatif dan akan berdampak pada pengerjaan skripsi mahasiswa. Dengan adanya dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang yang signifikan dapat memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan ini dan memengaruhi kepuasan hidup pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui teknik purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah 264 partisipan yang merupakan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai R square sebesar .305 artinya terdapat 30.5% besarnya pengaruh dukungan sosial terhadap kepuasan hidup pada mahasiswa yang sedang menjalani skripsi. Sehingga membuktikan bahwa kepuasan hidup pada mahasiswa di Jakarta dapat dijelaskan oleh adanya dukungan sosial dari keluarga, teman, dan significant other. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi keluarga dan orang terdekat mahasiswa untuk memberikan dukungan sosial selama pengerjaan skripsi
Kedudukan dan Pembagian Waris Bagi Ahli Waris yang Mengubah Status Jenis Kelamin Dikarenakan Kelamin Ganda (Khuntsa) Ditinjau dari Hukum Islam Aurell Safira Izzati; Eman Suparman; Djanuardi Djanuardi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6362

Abstract

Manusia terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, namun ada kondisi tertentu disebut ambiguous genitalia atau khuntsa, di mana status kelamin tidak jelas. Ulama Fiqih membagi khuntsa menjadi dua jenis: Khuntsa Musykil, yang sulit ditentukan jenis kelaminnya meskipun dengan berbagai cara, dan Khuntsa Ghairu Musykil, yang status kelaminnya masih dapat diketahui. Ketidakjelasan ini berdampak hukum, terutama dalam menentukan hak waris. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan lapangan. Analisis data dilakukan secara yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak dan kewajiban ahli waris khuntsa mengikuti kecondongan jenis kelaminnya. Fatwa MUI No. 2 Tahun 1980 dan No. 3/MUNAS-VII/2010 mendukung operasi kelamin bagi khuntsa untuk mempertegas identitas kelamin. Pembagian waris khuntsa yang telah melakukan operasi penyesuaian kelamin dan memperoleh kejelasan status kelamin mengikuti ketentuan QS. An-Nisa ayat 11 dan Pasal 176 KHI. Jika status kelamin tetap diragukan, Mazhab Syafi’i mengusulkan pemberian bagian terkecil dengan menyimpan sisanya, sementara Mazhab Maliki menawarkan pembagian dengan dua kemungkinan yang dihitung dan dibagi dua. Pendekatan ini memastikan hak waris dapat diberikan tanpa menunda pembagian, meskipun status kelamin belum sepenuhnya jelas.
Eksplorasi Growth Mindset dan Self-Regulated Learning pada Kalangan Mahasiswa Magang: Perspektif Penelitian dan Implikasi untuk Pengembangan Mahasiswa Sweet Lovely Panelewen; Sri Tiatri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6366

Abstract

Program magang merupakan salah satu strategi penting yang bertujuan memperkuat keterampilan praktis dan meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia kerja nyata. Penelitian ini menganalisis hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa. Namun penelitian yang membahas secara khusus hubungan growth mindset dan self-regulated learning pada mahasiswa magang masih cukup terbatas. Penelitian ini melibatkan 416 mahasiswa sarjana yang aktif melakukan program magang. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa kedua item alat ukur tersebut valid dan reliabel dengan reliabilitas variabel growth mindset yaitu α = .973 dan variabel self-regulated learning α = .990. Hasil uji normalitas yang dilakukan menggunakan One Sample-Kolmogorov, menunjukkan nilai p < .001. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima yang menghasilkan hubungan positif pada tingkat sedang antara growth mindset dan self-regulated learning r(414) = .591, p > .001. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan untuk menambahkan variabel lain seperti goal orientation, academic resilience atau academic achievement.
Hubungan antara Self-Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Irene Irene; Zamralita Zamralita; Reza Fahlevi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dan impostor syndrome pada 547 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas X. Studi ini memperluas cakupan penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada mahasiswa kedokteran, sehingga mencakup partisipan yang lebih beragam. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara self-esteem dan impostor syndrome, di mana semakin tinggi self-esteem, semakin rendah impostor syndrome yang dialami mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian El-Setouhy et al. (2024). Penelitian juga mengevaluasi pengaruh faktor demografis, seperti jenis kelamin, usia, semester, jurusan, dan IPK, menggunakan uji asumsi, uji hipotesis, dan uji beda variabel. Data tidak terdistribusi normal menunjukkan korelasi negatif yang signifikan, dengan perbedaan yang signifikan pada impostor syndrome berdasarkan jenis kelamin. Hasil ini mendukung temuan Clance dan Imes (1978) yang menyatakan adanya perbedaan impostor syndrome antara laki-laki dan perempuan.
Urgensi Peran Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Yang Menyenangkan Bustan Bustan; Arismunandar Arismunandar; Ismail Tolla
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6383

Abstract

Peran guru tidak hanya terbatas pada mencerdaskan peserta didik dengan mengajarkan ilmu pengetahuan dalam kelas. Akan tetapi guru berperan dalam membantu mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik ke tingkat tertinggi yang dapat mereka capai agar mereka menjadi orang yang mampu menguasai pengetahuan dan mengembangkannya. Seorang guru harus mempunyai wawasan yang luas, tegas, kuat, dan berperikemanusiaan yang baik. Guru sebagai agen pembelajaran berperan sebagai fasilitator, motivator dan pemacu peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, terlindungi, tenang dan menyenangkan yang dapat menumbuhkan energi, semangat, dan keinginan belajar pada peserta didik. Guru harus mampu membina dirinya, yaitu keterampilan guru sebagai seorang spesialis. Guru diharapkan dapat memberikan dan menjaga marwah tentang pentingnya guru bagi peserta didiknya. Guru perlu berkomunikasi dengan efektif pada peserta didik guna mendukung tercapaianya pembelajaran yang menyenangkan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan RSKIA PKU Muhammadiyah Yogyakarta Indah Aristinawati; Ema Nurmaya; Fitroh Adhilla
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6389

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan faktor krusial bagi organisasi di bidang jasa seperti rumah sakit karena kualitas pelayanan yang baik akan membantu organisasi untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat dan membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Namun, fakta di lapangan pada beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa adanya penurunan jumlah pasien dan masih rendahnya tingkat kemanfaatan tempat tidur rumah sakit di RSKIA PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sehingga, riset ini dilakukan untuk menyelidiki hubungan gaya kepemimpinan tranformasional, motivasi kerja, serta kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan RSKIA PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode dari riset ini adalah kuantitatif dengan karyawan non medis yang berjumlah 115 orang sebagai populasinya. Data didapatkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Dalam pengujian instrument, digunakan uji validitas serta reliabilitas. Teknik analisis dalam riset ini adalah analisis regresi linear berganda, di mana menggunakan uji hipotesis (uji t) dan uji koefisien determinasi. Sehingga, diperoleh hasil penelitian (1) gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (2) motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (3) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berkenaan dengan hal tersebut, rumah sakit bisa meningkatkan kualitas pelayanannya dengan cara menaikkan kepuasan kerja tenaga kerja.