cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 343 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1: Desember 2025" : 343 Documents clear
Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Pariwisata di Air Ninivala Kabupaten Maluku Tengah Aprilia Manuputty, Michelle; Triyuni Soemartono; Harry Nenobais
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12288

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam terhadap Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Pariwisata di Air Ninivala Kabupaten Maluku Tengah. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori William Dunn yaitu Efektivitas, efesiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan paradigma penelitian yang digunakan adalah post-positivisme. Tempat dan waktu penelitian yaitu di kabupaten Maluku Tengah. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah maupun staf dinas pariwisata dan masyarakat Objek penelitian adalah himpunan elemen yang dapat berupa orang, organisasi atau barang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa Efektivitas: kebijakan terpenuhi sehingga Program Pariwisata yang efektif adalah Ekowisata Bahari. Efisiensi: Penggunaan sumber daya baik finansial dan manusia belum dilakukan secara efisien, Kecukupan: Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Pariwisata Di Kabupaten Maluku Tengah dalam dimensi kecukupan dianggap belum memenuhi kecukupan. Perataan: Distribusi kebijakan belum maksimal., Ketepatan: evaluasi kebijakan penyelenggaraan pariwisata di kabupaten maluku tengah terpenuhi. Saran dari penelitian ini yaitu hendaknya pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah menjalankan prinsip-prinsip penganggaran secara efisien, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga dapat menjaga efisiensi penggunaan anggaran bagi kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Maluku Tengah secara berkelanjutan dan Agar unsur efisiensi, kecukupan, dan perataan dapat sesuai dan terpenuhi dengan optimal hendaknya hendaknya penggunaan anggaran terlebih dahulu perlu melakukan kajian secara mendalam dengan memperhatikan faktor lingkungan sosial sehingga tidak merugikan.
Deklarasi hingga Minilateralisme: Dualisme ASEAN dalam Upaya Counterterrorism Safira, Putri Alyaa; Wiswayana, Wishnu Mahendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12305

Abstract

Asia Tenggara pasca-serangan 11 September 2001 dihadapkan pada dinamika ancaman terorisme yang terus berevolusi, bertransformasi dari jaringan terpusat Al-Qaeda menjadi sel-sel terdesentralisasi yang terinspirasi oleh ISIS. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontra-terorisme ASEAN. Dengan menggunakan metode kualitatif process tracing, penelitian ini menguji tesis bahwa kendala struktural yang inheren pada ASEAN Way, khususnya prinsip non-intervensi dan konsensus, telah menciptakan kesenjangan antara pengambilan keputusan yang formal dengan kebutuhan respons keamanan yang operasional. Temuan menunjukkan dualisme fundamental; ASEAN berhasil membangun pelembagaan diplomasi dan kerangka hukum yang komprehensif, di sisi lain, implementasinya terhambat secara signifikan oleh proses pengambilan keputusan yang condong seremonial. Temuan utama dari tulisan ini mengidentifikasi bahwa hambatan struktural tersebut telah mendorong pergeseran paradigmatik yang pragmatis dari multilateralisme yang luas menuju mekanisme keamanan minilateral yang lebih fungsional diantara negara-negara anggota ASEAN. Implikasinya, fenomena ini tidak hanya menawarkan solusi operasional yang lebih efektif tetapi juga secara fundamental menantang sentralitas ASEAN dalam tata kelola keamanan regional di masa depan.
Analisis Pelafalan Bunyi ü /y/ Bahasa Mandarin oleh Boygroup Korea-China EXO pada Album EX’ACT Ramadhanti, Nadhifa Ikhlasa; Delijar, Ressi Maulidina
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12306

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelafalan bunyi "ü" /y/ bahasa Mandarin oleh anggota boy group Korea-China EXO pada album EX'ACT. Bunyi /y/ merupakan close front rounded vowel yang tidak terdapat dalam inventori fonem bahasa Korea, sehingga penutur Korea cenderung mengalami kesulitan dalam pelafalannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk mengkaji 158 data pelafalan bunyi "ü" yang dinyanyikan oleh sembilan anggota EXO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 158 data pelafalan, 89 kesalahan (56,3%) dilakukan oleh anggota asal Korea Selatan, sementara Lay sebagai anggota asal China tidak melakukan kesalahan sama sekali. Kesalahan pelafalan disebabkan oleh tiga faktor utama: (1) ketidakbiasaan anggota EXO dengan bahasa Mandarin karena bukan pemelajar bahasa tersebut, (2) interferensi fonologi bahasa Korea yang menyebabkan substitusi bunyi /y/ menjadi /wi/ karena ketiadaan fonem ekuivalen dalam bahasa Korea, dan (3) tempo lagu yang cepat yang memicu terjadinya word merger atau penyederhanaan bunyi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Duan (2024) yang menunjukkan bahwa penutur Korea cenderung mensubstitusi bunyi /y/ bahasa Mandarin dengan "위" /wi/. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman interferensi fonologi antara bahasa Korea dan Mandarin, khususnya dalam konteks industri hiburan K-Pop.
Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit Rosmala, Cici; Sofura, Ari Sarah; Rahmi, Aulia; Berbudi, Satria
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi auditor dan independensi auditor terhadap kualitas audit Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan hubungan kausal. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh auditor Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Timur yang terdaftar di Directory IAPI. Sampel ditentukan berdasarkan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 auditor yang menjadi responden. Adapun hasil penelitian membuktikan bahwa (1) kompetensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, dan (2) independensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit.
Studi Literatur Pengalaman Penyandang Disabilitas Dalam Mengakses Fasilitas Umum Emily, Emily Theresia; Ariel, Ariel Yehezkiel Silitonga; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Veronika Valentin S. Garingging; Ira Selvia Ritonga; Lince Tabitha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12314

Abstract

Pemenuhan hak akses bagi individu dengan disabilitas adalah elemen penting untuk menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman individu dengan disabilitas dalam mengakses layanan publik, seperti transportasi, gedung pemerintah, pusat kesehatan, lembaga pendidikan, hingga area publik lainnya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis studi literatur dengan mengkaji 10 artikel ilmiah dari dalam dan luar negeri yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Data diolah secara sistematis untuk menemukan hambatan, kondisi saat ini, dan kemungkinan perbaikan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi oleh individu dengan disabilitas adalah hambatan fisik yang terkait dengan infrastruktur (seperti ramp, lift, guiding block, dan toilet khusus), serta hambatan non-fisik yaitu stigma sosial, minimnya informasi yang dapat diakses, dan tantangan kebijakan akibat lemahnya penerapan aturan. Sintesis dari literatur juga menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara regulasi yang mendukung hak disabilitas dengan praktik layanan publik yang ada di lapangan. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya partisipasi aktif dari individu dengan disabilitas dalam proses perencanaan kebijakan, penerapan prinsip desain universal, dan peningkatan pengawasan terhadap standar aksesibilitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah, perencana kota, dan penyedia layanan untuk menciptakan fasilitas publik yang ramah dan setara bagi semua orang.
Representasi Patriotisme dalam Serial Televisi Faith Makes Great Episode 2: 守护 Shǒu Hù: Semiotika Pierce Maharani, Nesya Adistya; Goeyardi, Wanda
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12316

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin terkikisnya nilai patriotisme di kalangan generasi muda akibat pengaruh globalisasi, arus budaya asing, dan meningkatnya orientasi individualistik. Dalam konteks ini, media massa berperan penting sebagai sarana untuk menghidupkan kembali nilai patriotisme melalui representasi tokoh dan peristiwa sejarah. Serial televisi Faith Makes Great Episode 2: 守护 Shǒu Hù dipilih sebagai objek penelitian karena menampilkan kisah nyata Zhang Renya dan ayahnya, Zhang Jueqian, yang menggambarkan pengorbanan, kesetiaan, serta tanggung jawab dalam menjaga dokumen penting Partai Komunis Tiongkok pada masa penindasan politik tahun 1927. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap representasi patriotisme melalui tanda-tanda semiotik dalam serial tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce (representamen, objek, dan interpretan). Data berupa potongan adegan, dialog, dan latar yang relevan dengan isu patriotisme dianalisis melalui tahap pendefinisian, deskripsi, interpretasi, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriotisme direpresentasikan melalui empat dimensi utama: pengorbanan pribadi demi bangsa, kesetiaan keluarga dalam menjaga amanat perjuangan, pewarisan ideologi lintas generasi, serta keyakinan teguh terhadap masa depan bangsa. Temuan ini menegaskan bahwa media, khususnya serial televisi sejarah, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai instrumen ideologis dalam melestarikan semangat kebangsaan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian representasi patriotisme di media komunikasi massa serta relevan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai perjuangan bangsa.
Literature Review: Dampak Ekuitas Terhadap Kinerja Perusahaan Aqilah Nahda Dzakira; Ajeng Tita Nawangsari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12329

Abstract

Penelitian ini menggambarkan dampak ekuitas terhadap kinerja melalui studi literatur. Ekuitas merek, finansial, dan sosial sangat penting untuk kinerja organisasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekuitas yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, loyalitas merek, akses ke sumber daya finansial, dan hasil positif bagi kinerja bisnis. Namun, ada juga potensi dampak negatif seperti ketidakmerataan distribusi ekuitas yang mengganggu efisiensi. Dengan tinjauan sistematis atas literatur, penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara ekuitas dan kinerja dari berbagai sudut pandang, serta faktor-faktor yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar studi mendukung pengaruh positif ekuitas terhadap kinerja. Ekuitas merek meningkatkan loyalitas pelanggan dan kinerja pemasaran, sedangkan ekuitas sosial meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan nilai perusahaan. Ekuitas finansial dalam struktur modal dan rasio keuangan seperti ROE juga penting untuk profitabilitas dan efisiensi. Namun, hasilnya bervariasi tergantung pada konteks industri, struktur modal, dan kondisi eksternal. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut untuk menyelidiki faktor-faktor mediasi dan moderasi dalam hubungan antara ekuitas dan kinerja.
Kebijakan Hukum dan Represifitas Tindakan Aparat dalam Demonstrasi di Indonesia Pratama, Bintara Yudha; Rosid, Ibnu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12336

Abstract

Kebebasan berpendapat dan berkumpul merupakan hak asasi manusia yang dijamin secara konstitusional oleh Pasal 28E UUD 1945, UU No. 9 Tahun 1998, serta berbagai instrumen HAM internasional seperti DUHAM 1948 dan ICCPR 1996 yang telah disahkan di indonesia. Kebebasan berpendapat dan berkumpul adalah hak fundamental yang dijamin oleh konstitusi, undang-undang bahkan hingga instrumen nasional seperti ICCPR 1996, tetapi praktik pembatasan demonstrasi pada DPR 25 agustus 2025 lalu telah menunjukkan kesenjangan serius antara norma dan implementasi. Perilaku represif aparat, serangan terhadap jurnalis, korban sipil, hingga terjadi pemblokiran ruang digital menunjukkan dominasi asumsi keamanan atas perlindungan hak warga negara. Kondisi ini tidak hanya melemahkan prinsip demokrasi dan penghormatan HAM, tetapi juga bertentangan dengan teori rule of law yang dikemukakan oleh A.V Dicey yang menegaskan supremasi hukum, persamaan semua warga negara di hadapan hukum, serta perlindungan hak konstitusional. Dengan demikian meski indonesia memiliki kerangka hukum yang progresif, tanpa pembenahan paradigma aparat dan mekanisme akuntabilitas yang kuat, hak-hak konstitusional warga berisiko berhenti hanya sebatas norma formal tanpa jaminan implementasi nyata. Indonesia perlu melakukan pembenahan paradigma aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa, memperkuat tanggung jawab institusi aparat, serta menegakkan prinsip rule of law agar kebebasan berpendapat benar-benar terlindungi sesuai dengan konstitusional.
Industri Beauty Pageant sebagai Proksi Konflik Thailand-Kamboja dan Implikasinya terhadap Komunitas Regional Asia Tenggara Ramadhani, Yoga; Wiswayana, Wishnu Mahendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12348

Abstract

Artikel ini mengkaji eskalasi ketegangan historis antara Thailand dan Kamboja ke dalam arena keamanan non-tradisional, khususnya industri beauty pageant. Energi konflik dari sengketa teritorial yang tidak terselesaikan di ranah politik ini menemukan salurannya di panggung budaya populer, mengubahnya menjadi perang proksi di ranah sosio-kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinamika perseteruan di panggung kontes kecantikan berfungsi sebagai proksi dari konflik identitas yang belum terselesaikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang berfokus pada kontroversi terkini, kerangka Onion Analogy dari Simon Fisher diterapkan sebagai alat analisis utama untuk membedah tiap lapisan konflik mulai dari positions, interests, hingga needs fundamental kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perseteruan ini merupakan manifestasi dari kebutuhan mendasar kedua negara atas keamanan, martabat nasional, dan kedaulatan budaya. Fenomena ini mengekspos keterbatasan diplomasi regional tradisional seperti "The ASEAN Way" dalam mengelola sengketa berbasis identitas yang diperkuat oleh nasionalisme digital, serta menggarisbawahi pentingnya ranah budaya sebagai medan konflik yang signifikan dalam studi keamanan Asia Tenggara.
Rancang Bangun Aplikasi Berita Inovasi Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall Reynaldi, Muhamad; Sudarsono, Bibit; Andreyestha, Andreyestha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12355

Abstract

Kebutuhan akan informasi yang akurat dan dapat dipercaya semakin meningkat di ere digital saat ini. Namun, banyaknya berita kesehatan yang berdear di internet seringkali tidak melalui proses validasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan dan dampak negarif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi berita inovasi berbasis web dalam menyebarkan informasi kesehatan yang telah terverifikasi. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran berita kesehatan dari berbagai sumber dengan proses validasi yang dilakukan oleh verifikator. Menggunakan metode Waterfall, memungkinkan pengelolaan proyek secara tersetruktur dan efisien. Dengan adanya aplikasi terbukti menjadi solusi digital yang efektif dalam penyebaran informasi kesehatan yang valid dan terpercaya, serta berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai isu-isu kesehatan yang penting dalam upaya mengurangi dampak negatif dari berita palsu yang beredar sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyrakat terhadap informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan.