cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,168 Documents
Orientasi Karier Mahasiswa Universitas Jambi dalam Perspektif Budaya Masyarakat Batak Sudawan Supriadi; Dwi Rayana Siregar; Sri Wahyuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi karier mahasiswa Universitas Jambi dalam perspektif budaya masyarakat Batak. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana nilai-nilai budaya Batak membentuk pandangan, motivasi, serta arah pilihan karier mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap sejumlah informan mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya Batak. Data dianalisis secara tematik dengan menelusuri pola-pola nilai, motivasi, dan bentuk adaptasi budaya yang muncul dalam orientasi karier mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi karier mahasiswa Batak dipengaruhi secara kuat oleh nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, terutama konsep hamoraon (kemakmuran), hasangapon (kehormatan), dan hagabeon (keturunan yang baik). Nilai-nilai ini menjadi pendorong utama bagi mahasiswa untuk berprestasi dan meraih kesuksesan, baik secara akademik maupun profesional. Selain itu, sistem nilai dalihan na tolu menjadikan karier bukan semata-mata sarana pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap keluarga dan komunitas. Dalam konteks pendidikan tinggi di Universitas Jambi, mahasiswa Batak menunjukkan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan sosial dan profesional tanpa kehilangan identitas budayanya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa budaya Batak tidak menjadi penghambat, melainkan berfungsi sebagai modal budaya (cultural capital) yang memperkaya orientasi karier mahasiswa di era globalisasi. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori orientasi karier berbasis budaya dan menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang layanan pengembangan karier yang lebih inklusif dan berakar pada kearifan local.
Transformasi Pendidikan Dasar Guru melalui Pelatihan Coding: Jalan Menuju Peningkatan Kualitas SDM di Kotawaringin Timur Novelia, Dea; Heldawati, Ermina; Syamsuri, Syamsuri; Rhama, Bhayu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13089

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar untuk memiliki kemampuan literasi digital dan berpikir komputasional agar mampu menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelatihan coding yang diselenggarakan oleh Disdik Kotim dan HAFECS dapat berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder yang diperoleh langsung dari HAFECS, meliputi rundown kegiatan, daftar hadir peserta, dan hasil pelatihan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh beberapa sekolah dasar dengan total puluhan guru, mencakup materi berpikir komputasional, pengenalan block-based coding, integrasi coding dalam pembelajaran tematik, serta penyusunan modul ajar berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan coding memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pedagogik, kreativitas, dan literasi digital guru. Guru mampu merancang pembelajaran yang inovatif serta lebih adaptif terhadap kurikulum Merdeka Belajar. Secara teoritis, temuan ini mendukung konsep Human Capital dan Constructivism Learning dalam pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, pelatihan coding dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan profesionalitas guru dan kualitas pendidikan dasar di era digital.
Memetakan Lanskap Intelektual Literasi Informasi Kesehatan tentang Jerawat pada Remaja: Sebuah Analisis Bibliometrik dan Visualisasi VOSviewer Andini Zahra Susanto; Yunus Winoto; Samson, Samson
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13100

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan kondisi dermatologis umum yang memiliki dampak psikososial signifikan pada remaja, mendorong mereka untuk mencari informasi kesehatan secara masif di lingkungan digital yang kompleks. Kemampuan untuk menavigasi lingkungan ini secara efektif, yang dikenal sebagai literasi informasi kesehatan, menjadi determinan krusial bagi kesejahteraan mereka. Meskipun demikian, lanskap penelitian yang menghubungkan jerawat, literasi kesehatan, dan remaja masih terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis lanskap penelitian global pada domain interdisipliner ini menggunakan analisis bibliometrik. Dengan mengekstraksi data dari basis data Web of Science (WoS) dan Scopus, penelitian ini mengidentifikasi struktur intelektual, tren tematik, dan jaringan kolaborasi yang ada. Metode analisis mencakup analisis kinerja untuk mengukur produktivitas dan dampak entitas penelitian (penulis, institusi, negara, jurnal) serta pemetaan ilmiah menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan ko-okurensi kata kunci, ko-penulisan, dan ko-sitasi. Hasil analisis kinerja menunjukkan konsentrasi produktivitas penelitian di negara-negara Amerika Utara dan Eropa, dengan beberapa institusi dan penulis yang menjadi pusat pengaruh. Pemetaan ilmiah melalui ko-okurensi kata kunci mengidentifikasi empat klaster tematik utama: (1) Inti Klinis & Patofisiologis, (2) Dampak Psikososial, (3) Literasi & Edukasi Kesehatan, dan (4) Lingkungan Informasi Digital. Analisis visual menunjukkan adanya "silo penelitian" atau keterpisahan antara klaster klinis dengan klaster psikososial dan literasi digital, yang mengindikasikan kurangnya integrasi dalam riset yang ada. Analisis temporal lebih lanjut mengungkap pergeseran fokus penelitian dari patogenesis dasar menuju tema-tema kontemporer seperti peran media sosial dan mikrobioma kulit. Kesimpulannya, penelitian ini menyediakan peta berbasis data pertama dari domain ini, menyoroti celah penelitian yang signifikan, dan mengusulkan agenda penelitian masa depan yang berfokus pada intervensi literasi kesehatan digital yang terintegrasi dan berkonteks budaya, khususnya untuk konteks Indonesia.
Perjanjian Jasa Titip (Jastip) Online: Tinjauan Elementer Pemberian Kuasa dan Jual Beli dalam Hukum Perikatan Indonesia Dinda Delfina; Adinda Dwi Larasat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13103

Abstract

As a Mandate agreement (regulated under Article 1792 et seq. of the Civil Code), the customer often entrusts the Jastip provider with the authority to purchase goods on their behalf. The provider acts as an agent, undertaking an action for and on behalf of the customer, for which they receive a fee or commission. Conversely, the transaction often culminates in a final exchange resembling a Sale and Purchase agreement (regulated under Article 1457 et seq. of the Civil Code), where the provider transfers the purchased goods to the customer for an agreed-upon price, which includes the cost of the item and the service fee. This duality leads to ambiguity concerning the precise rights, obligations, and legal liability of each party, particularly in cases of non-performance (wanprestasi), defects in the product, or losses during transit. The current legal uncertainty necessitates a clear delineation of the underlying contract to ensure legal certainty (kepastian hukum) and consumer protection within this growing sector. The agreement's validity, like any contract, relies on the fulfillment of the four requirements of a valid contract stipulated in Article 1320 of the Civil Code. Ultimately, this analysis suggests that while the Jastip agreement predominantly functions as a specialized form of Mandate involving intermediary services, its practical execution carries substantial elements of a Sale and Purchase transaction. A clearer legal framework or standardized contractual template is essential to mitigate potential disputes and afford adequate legal protection to both Jastip service providers and consumers in the digital era.
Representasi Peran Perempuan dalam Film Barbie Live Action (2023) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Sakka, Abdul Rahman; Darmayanti, Dyan Paramitha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13118

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi peran perempuan dalam film Barbie Live Action (2023) yang menampilkan kritik terhadap konstruksi sosial dan budaya patriarkal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami makna naratif, simbol visual, dan persepsi penonton terhadap tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan yang telah menonton dan memahami isu gender yang diangkat dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: kebebasan menjadi diri sendiri, perlawanan terhadap ekspektasi sosial, kesetaraan dalam relasi gender, serta simbolisme visual sebagai bentuk penolakan terhadap standar patriarkal. Film ini menampilkan perempuan bukan lagi sebagai sosok pasif, tetapi sebagai individu yang berdaya dan mampu menentukan identitasnya sendiri Temuan ini menegaskan bahwa Barbie bukan sekadar film hiburan, melainkan media reflektif yang menumbuhkan kesadaran akan kesetaraan dan kebebasan identitas perempuan di masyarakat modern.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Media Cetak Dan Media Elektronik Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Purwati, Heni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13131

Abstract

Remaja berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang cepat secara fisik, psikologis, intelektual, sosial, dan seksual. Hal ini menyebabkan rasa ingin tahu yang besar dan kecenderungan mengambil risiko tanpa pertimbangan yang cukup. Hal ini mengarah pada berbagai konsekuensi termasuk IMS dan kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dengan media cetak dan media elektronik terhadap tingkat pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok perlakuan tanpa kelompok kontrol. Total sampel yang diambil adalah 60 remaja, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Setiap kelompok perlakuan diberikan perlakuan dengan media yang berbeda, yaitu media cetak dan media elektronik, yang terdiri dari 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre dan post dan kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi p<0,005. Kemudian akan dilihat effect Size nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas jenis media cetak dan media elektronik terhadap Tingkat pengetahuan memiliki nilai signifikansi yang sama p=0,000 (<0,005) dengan eff size 0,030. Kesimpulan dari penelitian ini menyetakan bahwa jenis media elektronik lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dibandingkan dengan jenis media cetak, karena media elektronik yang lebih interaktif dan dinamis, serta lebih mudah diakses oleh remaja putri di era digital saat ini.
Analisis Perlindungan Hukum Komprehensif: Menjamin Hak Anak Usia Dini dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif di Indonesia Nurhayati, Farihah; Aisyah, Eny Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13139

Abstract

Perlindungan hukum komprehensif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diperlukan agar mereka bisa belajar bersama di sekolah inklusif tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak anak usia dini dalam pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada penerapan prinsip non-diskriminasi, aksesibilitas, serta pemenuhan hak belajar yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis yuridis-normatif dengan meninjau kerangka hukum internasional dan nasional, seperti Konvensi Hak Anak (CRC), Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD), serta Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan Juknis PPKSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap hak anak dalam PAUD inklusif telah memiliki dasar hukum yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi kendala, terutama pada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, serta lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan Individual Education Program (IEP). Selain itu, masih ditemukan praktik diskriminasi halus seperti pengucilan sosial terhadap ABK di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kebijakan melalui sertifikasi kompetensi guru inklusif, audit kepatuhan IEP, serta pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) agar hak anak dapat terlindungi secara menyeluruh dalam lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dalam Pengembangan Infrastruktur Irigasi Subak dan Implikasinya terhadap Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Pasca-Program Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Via Azizul Saputri Khalifah; Iola Abigail; Indra Rio Saputro
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13152

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terlaksana sejak tahun 2013-saat ini. Berdasarkan Ringkasan Pelaksanaan P3-TGAI, presentase realisasi nasional pelaksanaan P3-TGAI mengalami fluktuasi. Pemeliharaan pasca kegiatan P3-TGAI sepenuhnya tanggung jawab Petani (Subak). Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang paling sering menerima bantuan P3-TGAI. Penelitian ini bertujuan, menganalisis tingkat kesesuaian capaian tahapan pelaksanaan P3-TGAI di Karangasem sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021, dan menghitung biaya pemeliharaan. Menganalisis tingkat kesesuaian capaian menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Dalam menghitung Rencana Biaya Pemeliharaan riil bangunan irigasi menggunakan AHSP PUPR no 20 tahun 2016, harga satuan Peraturan Bupati Karangasem nomor 6 tahun 2024, dan disusun dalam konsep hasil wawancara dan masukan dari seluruh Ketua Subak dan Tim Ahli P3-TGAI. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif terhadap 20 responden, ditemukan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah "terlaksana dengan baik". Rincian skor yang dicapai secara berturut-turut adalah 90% untuk tahap persiapan, 90% untuk perencanaan, 80% untuk pelaksanaan, dan 80% untuk penyelesaian. Hasil tersebut menunjukan bahwa tahapan P3-TGAI terlaksana sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021. Hasil tersebut menunjukan pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Karangasem berpengaruh positif terhadap Presentase Realisasi Nasional Pelaksanaan P3-TGAI. Rencana Biaya Pemeliharaan sebesar Rp. 1.793.500,00 (Biaya inventarisasi alat dan bahan pertahun), biaya tersebut dibagi 12 dan dibagi dengan jumlah anggota Subak (dijadikan iuran rutin perbulan untuk biaya pemeliharaan bangunan irigasi). Untuk prinsip P3-TGAI berkesinambungan perlu diperhatikan pemeliharaan rutin saluran irigasi. Materi pemeliharaan jaringan irigasi pasca kegiatan P3-TGAI dan pembaruan SE DirJen SDA dimasukan kedalam materi sosialisasi.
Perlindungan Hukum Korban Cyber Crime Phising Data Nasabah Bank Dihubungkan Dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Fratama, Tomi Agi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13163

Abstract

Perkembangan digital banking secara cepat meningkatkan eskalasi risiko cybercrime dalam transaksi keuangan daring. Tujuan penelitian mengkaji perlindungan hukum nasabah bank pada kasus phishing dalam kerangka hukum Indonesia untuk membangun doktrin komprehensif terkait pertanggungjawaban hukum pada tata kelola keuangan digital. Penelitian menggunakan desain kepustakaan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan serta interpretasi kualitatif dalam menelaah norma hukum pada struktur hukum positif nasional. Temuan penelitian menegaskan kedudukan data pribadi sebagai objek hukum terlindungi berdasarkan rezim regulasi eksplisit dalam infrastruktur keuangan digital. Diskursus empiris mengidentifikasi kewajiban sentral lembaga perbankan menjaga keamanan data sepanjang siklus pemrosesan data pribadi berlandaskan tujuan sah, kontrol keamanan, akuntabilitas risiko, serta pertanggungjawaban dapat ditegakkan. Tata kelola hukum dan kewajiban kepatuhan formal membentuk kewajiban pencegahan terhadap akses tanpa kewenangan dan manipulasi informasi elektronik. Arah penelitian lanjutan diarahkan pada pengembangan model hukum komparatif untuk standarisasi operasional penegakan keamanan data pribadi lintas sistem hukum.
Evaluasi Faktor Pendukung dan Penghambat Difusi Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Dasar dan Menengah: Pendekatan Teori Difusi Inovasi Nur Alamsyah; Yeni Handayani; Suhendra, Suhendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13196

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan sistematis mengenai difusi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dengan menggunakan kerangka Diffusion of Innovation Theory (DoI). Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki Keunggulan Relatif yang tinggi, terutama dalam meningkatkan efisiensi kerja guru dan menyediakan pembelajaran yang dipersonalisasi bagi siswa. Namun, proses adopsi AI terhambat oleh tingginya tingkat Kompleksitas dan rendahnya Kompatibilitas dalam sistem pendidikan. Hambatan utama muncul dari kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama literasi digital dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi AI. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya dukungan institusi seperti fasilitas pelatihan berkelanjutan, kesiapan infrastruktur digital, serta resistensi antar rekan kerja. Adopsi yang lambat mencerminkan kegagalan sistem dalam menyediakan saluran komunikasi yang efektif untuk mengurangi persepsi kesulitan penggunaan AI meskipun manfaatnya mudah diamati. Penelitian ini merekomendasikan tiga arah kebijakan utama: (1) mitigasi kompleksitas melalui pelatihan hibrida yang terstruktur dan berkelanjutan, (2) peningkatan kompatibilitas institusional melalui pembangunan ekosistem kolaboratif seperti forum berbagi praktik baik, serta (3) penguatan regulasi etika dan inklusivitas untuk pemerataan akses teknologi, menjamin integritas akademik, dan mengatasi kesenjangan digital.