cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnaljoongki@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Joong-Ki
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285700     DOI : 10.56799
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. Joong-Ki merupakan jurnal (Open Journal System) dari berbagai hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya ekonomi, pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan dan bidang lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 604 Documents
Pencegahan Self-Harm Melalui Webinar Self-Harm To Self Love Yusfitri Nursyahwalny M; Novi Yanti Pratiwi; Syahrah Ramadani; Andi Nayla Khusnul; Andi Indriani Syahadana Sultan; Andi Nurafifah Ma’rifat; Andi Maryam Nurul Rifda; Zainab Djihat
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2577

Abstract

Self-harm atau tindakan menyakiti diri sendiri dengan sengaja, adalah fenomena kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam untuk memberikan respons yang efektif. Promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan coping terhadap Self-harm dalam komunitas dengan melibatkan partisipan sebanyak 30 orang dengan metode webinar. Penelitian dilakukan dengan merancang dan menyajikan webinar interaktif yang fokus pada promosi kesehatan mental dan pencegahan Self-harm. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan terhadap pemahaman terkait Self-harm dan terciptanya lingkungan yang mendukung pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan dukungan antar partisipan. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan coping yang positif dan mendorong perilaku kesehatan mental.
Peningkatan Skill Pelaku UMKM Dalam Pembuatan Laporan Keuangan di Desa Negari Klungkung Ida Ayu Ria Paramita Handayani; I Gusti Ayu Putu Eka Dewi Prihantari; Ida Bagus Putra Manuaba; I Gusti Ngurah Putra Harthawan; Putu Diah Krisna Junitasari; Ezra Naibaho
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2585

Abstract

The people's livelihoods are very diverse and there are several types of MSMEs in Negari Village, making the field of entrepreneurship another potential that can be developed. There are several types of MSMEs in Negari Village including handicrafts from coconut shells, bowls, to kenoveksi screen printing and embroidery. The choice of Desa Negari as a location for community service is based on the existence of several aspects of the problem, namely human resources who still do not fully understand financial reports in managing their business finances. There are still many small entrepreneurs who have not properly recorded their finances. There are even those who do not keep records. Small and medium entrepreneurs usually only do bookkeeping, limited to recording income and expenses. Where this will impact losses and bankruptcy for the MSME actors themselves (Mu'minah, 2019). The approach to community service in Negari Village is carried out by providing training to the community. This is a form of effort to maximize the potential possessed through competency improvement training. Some of the training provided included an understanding of basic accounting, basic knowledge of financial records and training in making financial reports according to standards.
Efektivitas Home Exercise Pada Kasus Tendinitis Patellaris di Klinik Sport Injury Life : Case Report Rahman, Farid; Kusuma, Hakny; Zakia, Ardhita Hilwa; Aristiawati, Bulan Febri Putri
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2590

Abstract

Patellar tendinitis is a chronic inflammation that attacks the patellar tendon with continuous, repetitive activity and excessive load on the tendon. In cases of patellar tendinitis the quadriceps muscle is the muscle that is likely to experience tension. The interventions given in cases of patellar tendinitis are ultrasound, cold compresses, massage, exercise, TENS, and tapping. The aim of providing treatment is to reduce pain, swelling, increase joint range of motion, and return to sports activities. Measurements were carried out using midline, Visual Analogue Scale, goniometer, and Manual Muscle Testing. After treatment for 3 weeks, significant results were obtained in reducing pain, swelling, increasing joint range of motion, and being able to return to active living (ADL).
Penyuluhan Dagusibu Kepada Dharma Wanita Pekalongan Barat Musa Fitri Fatkhiya; Muhammad Walid; Mahfur Mahfur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2607

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) adalah jenis program yang membahas terkait pengelolaan obat dengan baik dan benar yang diusung oleh Apoteker di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kejadian atau kasus penyalahgunaan obat yang kerap terjadi di Indonesia. Pengetahuan terkait DAGUSIBU perlu diketahui oleh seluruh kalangan Masyarakat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa khususnya pengetahuan yang baik dari seorang ibu rumah tangga. Masyarakat mendapatkan obat melalui resep dokter ataupun obat bebas dan obat bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu Dharma Wanita Pekalongan Barat terkait DAGUSIBU. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan dilakukan di kelurahan Podosugih Kota Pekalongan pada tanggal 8 Agustus 2023 dan dihadiri sebanyak 50 peserta ibu-ibu dari Dharma Wanita Pekalongan Barat. Diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan terkait pengelolaan obat dapat meningkat dan Masyarakat dapat mengimplementasikan secara langsung.
Psikoedukasi: Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosional Pada Remaja Pada Lansia di Sekolah Lansia PPKS Mappadeceng Novita Maulidya Jalal; Kurnia Rahmadhani; Nurmala Zainudin; Annisa Arina; Wa Ode Murtini Alioddin
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2608

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada periode ini terjadi perubahan yang sangat berbeda pada aspek fisik, biologis, mental, emosional dan psikososial. Kematangan emosi adalah kesadaran yang mendalam akan kebutuhan, keinginan, cita-cita, emosi alami, dan integritas, serta terciptanya respons emosional yang stabil. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi dan mental remaja adalah keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi perasaan mental dan emosional remaja di lingkungan rumah antara lain pola asuh orang tua, situasi keluarga, moral keluarga, dan hubungan dengan saudara kandung. Tujuan dari psikoedukasi yang dilakukan yaitu diharapkan orang tua mampu melakukan pola asuh yang benar terhadap perkembangan emosional remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kegiatan psikoedukasi ini dilakukan disekolah lansia PPKS Mappadeceng dengan sasaran lansia yang memiliki anak remaja.
Aktivitas Senam Jasmani dan Senam Otak Untuk Meningkatkan Konsentrasi Pada Pasien Skizofrenia di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Afika Putri Faradiba; Khezia Anom Sari Poendei; Nur Azisah Ilham; Nur Fauziah Azizah; Rahmat Permadi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2615

Abstract

Brain Gym merupakan metode pelatihan otak yang dapat meningkatkan fungsi otak terutama pada area kognitif dan motorik, dan brain gym dapat membantu meningkatkan konsentrasi dengan meningkatkan kemampuan untuk mengabaikan gangguan. Kemampuan untuk mengabaikan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pada pasien skizofrenia dengan aktivitas senam dan brain gym. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen one-group pretest and posttest design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah puzzle. Puzzle digunakan untuk mengamati dan mengukur tingkat konsentrasi pasien sebelum dan setelah intervensi. Sebanyak 9 subjek pasien skizofrenia diikutsertakan dalam penelitian ini. Mereka menjalani program aktivitas senam dan brain gym selama 3 kali pertemuan. Sebelum intervensi dimulai, dilakukan pretest menggunakan alat puzzle untuk mengukur tingkat konsentrasi awal. Setelah periode intervensi selesai, dilakukan posttest yang sama untuk menilai perubahan dalam konsentrasi pasien.Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan konsentrasi pasien pada kegiatan senam otak (brain gym). Pada sesi pertama pasien membutuhkan waktu 6-10 menit untuk menyelesaikan puzzle block, tetapi setelah mengikuti rangkaian kegiatan sebanyak 3 sesi pasien menunjukkan bahwa adanya peningkatan. Pada sesi terakhir pasien hanya membutuhkan waktu 1-3 menit untuk menyelesaikan puzzle block.
Seminar Psikoedukasi Workplace Spirituality Pada Pegawai di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan Ahmad Razak; Sunarti Sunarti; Dinia Anisa Ludar; Nursyikin Bte Ridduan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2616

Abstract

Spiritualitas menjadi kekuatan intrinsik individu yang mampu untuk mendorong, mengarahkan, dan menjaga perilaku agar bekerja dengan ikhlas, maksimal, kebersihan orientasi, dan kejelasan capaian tujuan hidup. Etika spiritual kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi setiap individu dalam melaksanakan pekerjaannya pada sebuah instansi. Etika kerja spiritual mengharuskan seorang pegawai mengabdi tanpa memiliki vested interested ataupun hidden agenda yang picik. Jika spiritualitas kerja dihadirkan oleh seorang pegawai dalam bekerja maka pegawai akan bekerja dengan penuh tanggung jawab, adil, jujur, loyal, setia pada pekerjaannya. Tujuan dari seminar psikoedukasi workplace spirituality ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang penerapan spiritualitas dalam pekerjaan. Seminar ini diikuti oleh sebanyak 20 peserta, dilakukan dalam bentuk psikoedukasi melalui kegiatan seminar dan pemberian hasil refleksi oleh peserta yang telah mengikuti seminar ini dengan media pohon harapan. Kegiatan ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh setelah melakukan seminar Workplace Spirituality ini yaitu adanya pemahaman yang didapatkan oleh peserta seminar selaku pegawai yang bekerja di UPT.
Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai UU Perkawinan Guna Mencegah Perkawinan Usia Dini Rosmidah; Syam, Fauzi; Rakhmawati, Dessy; Fatni, Indriyah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2635

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang UU Perkawinan guna mencegah terjadinya perkawinan usia dini. Pengabdian ini dilaksanakan terhadap siswa SMPN 21 Sabak, Kepala Sekolah dan Para Guru SMP Negeri 21 Sabak Tanjung Jabung Timur. Pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan contoh kasus. Hasil Pengabdian, para Siswa SMP Negeri 21 Sabak dapat memahami bahwa mengenai perkawinan telah diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang mengatur secara jelas tujuan, syarat-syarat perkawinan dan akibat perkawinan. UU Perkawinan juga menentukan usia yang dibolehkan oleh hukum untuk melangsungkan perkawinan apabila laki-laki dan perempuan telah berumur 19 tahun. Para siswa memahami bahwa perceraian yang terjadi dilingkungan mereka lebih disebabkan masih banyak masyarakat yang melangsung perkawinan di bawah umur atau perkawinan usia dini/anak sehingga menimbulkan praktek kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran, kematian bagi perempuan dan perceraian. Karena kondisi daerah sehingga terdapat siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, jarak tempuh rumah ke sekolah yang sangat jauh, faktor keamanan, faktor ekonomi dan kebiasaan/budaya masyarakat serta kurangnya pemahaman para orang tua dan kerabat sehingga siswa/siswi demikian dipaksa untuk melangsungkan perkawinan pada usia dini/anak. Mengingat perkawinan usia dini/anak beresiko tinggi, maka perlu lebih kontinyu melakukan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hukum perkawinan khususnya tentang perkawinan usia dini dan akibat hukumnya.
Sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan di Desa Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Sasmiar, Sasmiar; Hasan, Umar; Suhermi, Suhermi; Najemi, Andi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2645

Abstract

Perkawinan yang dilakukan di bawah umur akan menimbulkan masalah yang tidak diharapkan karena belum matangnya mereka secara psikologis bisa jadi penyebab ketidakharormonisan dalam berumah tangga yang nantinya bisa berujung dengan perceraian. Selain itu juga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap anak dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) adalah perkawinan anak di bawah umur karena masa depan anak dapat terancam dan mencoreng seluruh hak anak. Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang dimaksud dengan perkawinan di bawah umur adalah, jika perkawinan dilangsungkan di bawah usia 16 tahun bagi perempuan dan di bawah usia 19 tahun bagi pria. Ketentuan batas umur untuk perempuan yang 16 tahun tidak dapat dipertahankan lagi. Adanya perbedaan ketentuan batas usia minimal antara laki-laki dan perempuan menunjukkan dibedakan kedudukan laki-laki dan wanita dalam mendapatkan kesempatan pendidikan dan hak-hak lainnya. Oleh karena itu dilakukan revisi Undang-Undang Perkawinan dengan menetapkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan menyatakan bahwa batas usia minimal perkawinan bagi wanita sama dengan laki-laki yaitu 19 (Sembilan belas) tahun. Apabila dengan alasan yang mendesak perkawinan di bawah umur harus dilangsungkan, maka diperbolehkan melakukan penyimpangan dengan mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan.Walaupun telah ditentukan batas usia minimal perkawinan adalah 19 tahun. namun perkawinan di bawah umur masih sering terjadi. Tingginya permohonan perkawinan di bawah umur juga terjadi di Kecamatan Maro Sebo Muaro Jambi. Berdasarkan data dari KUA Kec. Maro Sebo dalam kurun waktu Tahun 2020-2021 terdapat 20 permohonan dispensasi perkawinan. Pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang Peraturan Perkawinan dapat memutuskan mata rantai perkawinan di bawah umur dan kewajiban orang tualah untuk mencegah terjadinya perkawinan di bawah umur. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019. Target Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mentaati Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019, Mencegah dan meminalimisir jumlah perkawinan di bawah umur, serta menanamkan dan membangunkan kesadaran masyarakat pentingnya memberikan hak-hak anak.
Praktikum Penyelenggaraan Jenazah di SMPN 2 Galang Monika Monika; Ebyansa Ebyansa; Ni'mah Wahyuni; Nur Amna Mustafa; Moh Rizkyanto
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i1.2677

Abstract

Kegiatan praktikum yang di lakukan di sekolah SMPN 2 Galang cukup memuai antusisas juga perhatian siswa dan guru yang ada, dikarenakan program yang dilakukan mamakai metode pembelajaran langsung. Dalam prosesnya simulasi penyelenggaraan jenazah ini terdapat 4 tahapan, yang mana juga termuat dalam hukum islam yang berlaku dimasyarakat, yaitu memandikan jenazah, mengkafani jenazah, mensholatkan jenazah, dan menguburkan jenazah.