cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 265 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3: April 2026" : 265 Documents clear
Pengaruh Teknologi Pembelajaran Dan Dukungan Sosial Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Muara Sugihan Desi Anjas Sasmita; Syaiful Eddy; Suherman Suherman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15573

Abstract

This study aims to determine and analyze: (1) the influence of learning technology on teacher performance; (2) the influence of social support on teacher performance; and (3) the simultaneous influence of learning technology and social support on teacher performance. This research is a quantitative study using a multiple correlation method. The study was conducted at public elementary schools in Muara Sugihan District, with 92 teachers as respondents. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The validity test used construct validity, while the reliability test employed Cronbach’s Alpha. The prerequisite tests included normality, homogeneity, and linearity tests. The data were analyzed using simple and multiple linear regression techniques. The results showed that learning technology and social support have both partial and simultaneous influences on teacher performance in public elementary schools in Muara Sugihan District. The contribution of learning technology and social support variables to teacher performance was 28.2%, while the remaining 71.8% was influenced by other variables not examined in this study.
Pengaruh Artificial Intelligence dan Motivasi terhadap Kreativitas Guru Sekolah Dasar Gugus IV Kecamatan Air Sugihan Gadis Trans Damayanti; Nur Ahyani; Sri Wahyu Indrawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15574

Abstract

This study aims to determine the influence of Artificial Intelligence and motivation on teacher creativity. The research method used a quantitative approach with a multiple linear regression model. Based on the results of statistical analysis using SPSS 26, it was found that the motivation variable obtained an R Square value of 0.420, which means that motivation contributes 42% to teacher creativity, while the remaining percentage is influenced by other variables outside this research. The t- test results show a significance value of 0.000 with a t-count of 6.654 > t-table of 2.00, indicating that motivation has a significant effect on teacher creativity. Likewise, the use of Artificial Intelligence also shows a significant influence and contributes to improving teacher creativity. Simultaneously, both variables are proven to have a significant effect on teacher creativity. Therefore, increasing the use of AI and maintaining high work motivation are important steps in enhancing teacher creativity in the learning process.
Desain E-Modul Berbasis Etnomatematika Barongan Blora Dengan Pendekatan Open Ended Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Dina Alvin Nurkhasanah; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15621

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan di sekolah umumnya masih terbatas pada buku cetak dan penjelasan guru, sehingga membuat siswa cenderung pasif serta mengalami kesulitan dalam menghungkan konsep matematika dengan konteks yang lebih luas. Dengan demikian, penting untuk mendesain media pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mudah diakses oleh siswa, serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain E-Modul berbasis etnomatematika Barongan Blora dengan pendekatan Open ended pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang berfokus pada tahap Design, dan Development. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis validasi ahli media dan ahli materi. Penelitian ini menghasilkan desain E-modul beserta validasi dari ahli media dan materi yang menunjukkan bahwa E-Modul memperoleh rata-rata penilaian dari ahli media sebesar 3,7 dan ahli materi sebesar 3,75, dengan rata-rata keseluruhan 3,72 yang tergolong kategori sangat valid. E-Modul ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran. Penulis menyarankan bahwa media pembelajaran yang telah didesain dapat diujicobakan oleh siswa dan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran yang telah didesain.
Beyond Equality Before the Law: Konstruksi Perlindungan Hak Perempuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Perspektif Hak Asasi Manusia Bella Ayu Aranta; Muhammad Adil; K.A. Bukhori
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15634

Abstract

Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, whose validity was later reaffirmed through Law No. 6 of 2023, has brought about a fundamental shift in labor law regulations in Indonesia. This legislation was designed within a deregulation policy framework with an emphasis on increasing labor market flexibility as an instrument to strengthen the investment climate and stimulate national economic growth. However, this policy direction raises normative issues, particularly regarding the certainty of protecting the rights of women workers, who are structurally vulnerable in employment relations. Within the framework of human rights, as affirmed in Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights, legal protection cannot be understood solely as equal treatment before the law. Furthermore, legal protection necessitates the application of substantive justice that takes into account the differences in social, biological, and economic conditions inherent in vulnerable groups. Departing from this perspective, this research aims to examine the normative construction of women's rights protection in the Job Creation Law by positioning the human rights regime as the analytical framework and assessing the extent to which the regulation accommodates the principle of substantive justice in protecting women workers. This study employs normative legal research methods with a statutory and conceptual approach, complemented by a review of the Constitutional Court's ruling on the Job Creation Law. The research findings indicate that the provisions for protecting women's rights in the Job Creation Law still rely on a formal equality approach that tends to be gender-neutral. This approach fails to fully address the specific protection needs based on gender vulnerabilities, resulting in the suboptimal fulfillment of women workers' human rights within the national labor law system.
Dampak Bullying Verbal Terhadapperkembangan Akademik Peserta Didik: Studi Kasus Melalui Perspektif Guru Bimbingan dan Konseling dan Orang Tua Cesiella Nurul Zahwa; Maufur Maufur; Mulyani Mulyani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bullying verbal terhadap perkembangan akademik peserta didik kelas X di SMK Harapan Bersama Kota Tegal melalui perspektif guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta orang tua. Bullying verbal yang berupa ejekan, penghinaan, dan ancaman merupakan fenomena yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis maupun akademik bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru BK dan orang tua peserta didik yang menjadi korban bullying verbal. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menelaah pola, makna, dan keterkaitan antar temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying verbal berdampak negatif terhadap perkembangan akademik peserta didik, yang ditandai dengan menurunnya motivasi belajar, konsentrasi, kepercayaan diri, serta prestasi akademik. Selain itu, faktor lingkungan sekolah, keluarga, dan karakteristik individu turut mempengaruhi terjadinya bullying verbal. Guru BK dan orang tua memandang bahwa penanganan bullying memerlukan kerja sama yang berkelanjutan melalui pendampingan, konseling, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan pendidikan.
Pemberian Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana Korupsi Pasca Pencabutan PP Nomor 99 Tahun 2012 (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung) Heru Juli Ardie; Erlina Bachri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15653

Abstract

Pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 oleh Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 28P/HUM/2021 menandai perubahan mendasar dalam kebijakan pemasyarakatan, khususnya terkait pemberian pembebasan bersyarat bagi narapidana tindak pidana korupsi. Perubahan tersebut mengakhiri rezim pengetatan khusus dan menempatkan narapidana korupsi kembali ke dalam rezim umum pemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 7 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembebasan bersyarat terhadap narapidana korupsi setelah pencabutan PP 99 Tahun 2012, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam implementasinya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Fokus penelitian diarahkan pada kesesuaian antara ketentuan normatif dengan praktik pemasyarakatan di tingkat pelaksanaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum, serta pengumpulan data lapangan melalui wawancara dengan pejabat pemasyarakatan yang berwenang dalam proses pembinaan dan pemberian hak integrasi narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pembebasan bersyarat bagi narapidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022, dengan mempertimbangkan aspek perilaku narapidana, pemenuhan syarat administratif, dan kesiapan reintegrasi sosial. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan non-yuridis, terutama berupa resistensi opini publik dan kekhawatiran terhadap melemahnya efek jera serta komitmen pemberantasan tindak pidana korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembebasan bersyarat bagi narapidana korupsi merupakan hak pemasyarakatan yang sah secara hukum, tetapi memerlukan pelaksanaan yang transparan, akuntabel, serta didukung oleh penguatan asesmen risiko dan sosialisasi kebijakan. Upaya tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak narapidana dan perlindungan rasa keadilan masyarakat.
Transformasi Tata Kelola Filantropi Islam Urban: Studi Kasus Model Pemberdayaan Sosioekonomi Holistik Masjid Raya Bintaro Jaya Rizqiyah Rizqiyah; Titiek Titiek; Erma Fatmawati; Wahyu Wibowo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15660

Abstract

This study examines the paradigm shift of contemporary Islamic philanthropy in Indonesia from traditional charity toward a systematic economic empowerment model aligned with Maqashid al-Sharia, particularly the protection of wealth (hifz al-mal). It aims to analyze the governance transformation at Masjid Raya Bintaro Jaya and to explore how the integration of trustworthiness (amanah) and professional ethics converts ZISWAF (zakat, infaq, sadaqah, and waqf) funds into instruments for competitive community economic self-reliance in a heterogeneous urban context. Employing a holistic case study design with a qualitative–interpretive approach, the research captures the institutional dynamics and governance practices in depth. The findings propose an integrative “Urban Islamic Philanthropy” model in which the mosque functions not only as a ritual space but also as a hub for socio-economic empowerment supported by modern accountability mechanisms and digital-based transparency. These results offer a practical roadmap for mosque managers (takmir) to optimize the socio-economic potential of the ummah through credible and sustainable governance.
Politik Hukum pada Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Faiqah Putri Nur Islamiati; Ridwan Ridwan; Henny Yuningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15678

Abstract

Pembaharuan hukum pidana nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/KUHP membawa perubahan mendasar terhadap pengaturan tindak pidana korupsi, terutama melalui perumusan Pasal 603 dan Pasal 604. Ketentuan ini menunjukkan adanya kesinambungan sekaligus pergeseran politik hukum pidana dibandingkan pengaturan yang lalu dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terutama pada aspek penalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah politik hukum pidana dalam pengaturan Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP serta implikasinya terhadap karakter korupsi sebagai extraordinary crime. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tindak pidana korupsi dalam KUHP terbaru merupakan bagian dari upaya rekodifikasi dan unifikasi hukum pidana nasional guna mewujudkan sistem pemidanaan yang terintegrasi, proporsional, dan menjamin kepastian hukum. Penyesuaian ancaman pidana, khususnya terkait pidana minimum dan denda, mencerminkan upaya negara menyeimbangkan efektivitas pemberantasan korupsi dengan prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia. Namun demikian, perubahan tersebut menimbulkan perdebatan mengenai konsistensi politik hukum pidana dalam mempertahankan sifat luar biasa tindak pidana korupsi.
Analisis Respons Netizen Indonesia terhadap Aksi Demonstrasi Agustus 2025 Menggunakan Pendekatan Topic Modelling Athaillah Farrel Inandra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15748

Abstract

Demonstrasi Agustus 2025 menjadi salah satu aksi protes terbesar yang terjadi pada tahun tersebut di Indonesia. Peristiwa ini memunculkan sentimen tertentu di kalangan netizen terhadap kelompok yang terlibat. Perkembangan internet dan media sosial memberikan ruang bagi netizen untuk mengekspresikan pandangan mereka, yang berpotensi memperkuat polarisasi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana netizen Indonesia merespons demonstrasi Agustus 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan text mining terhadap komentar pada video berita di YouTube. Sebanyak 113 komentar dari empat video podcast mengenai demonstrasi tersebut dianalisis dalam penelitian ini. Analisis sentimen dilakukan menggunakan pendekatan leksikon Valence Aware Dictionary and Sentiment Reasoner (VADER). Hasilnya menunjukkan bahwa 56.31% komentar positif, 21.36% negatif, dan 22.23% netral. Selain itu, analisis topic modelling dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut komentar yang memiliki sentimen positif dan negatif dengan pendekatan Latent Dirichlet Allocation (LDA). Hasil analisis mengidentifikasi dua topik utama pada masing-masing kategori sentimen. Pada sentimen negatif, topik yang muncul adalah kritik terhadap kepemimpinan dan tuduhan korupsi elit. Sementara itu, pada sentimen positif, topik yang ditemukan meliputi dukungan patriotik serta dukungan terhadap aparat dan dialog.
Artificial Intelligence for Inclusive Language Education: Bridging English and Indonesian Language Pedagogy in Higher Education Deny Gunawan Susandi; Mohamad Irvan Septiar Musti; Murtini Murtini; Erma Damayanti; Nur Adi Setyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15812

Abstract

Inclusive education within the framework of Education for All requires pedagogical innovation that responds to diverse learner needs, including linguistic diversity, socio-economic disparities, varied proficiency levels, and digital access differences. In multilingual higher education contexts, English and Indonesian language programs face challenges in designing equitable and adaptive instruction. This qualitative interpretive study investigates how Artificial Intelligence (AI) can bridge English and Indonesian language pedagogy to support inclusive practices in university classrooms. Data were generated through semi-structured interviews, focus group discussions, and document analysis involving lecturers from both departments, and analyzed using reflexive thematic analysis. Findings indicate that AI is perceived as a pedagogical augmentation tool that can scaffold academic literacy, support differentiated instruction, and expand multilingual participation when aligned with inclusive design principles. However, participants also raised concerns regarding digital divides, algorithmic bias, and ethical governance. The study proposes an equity-driven conceptual framework positioning human-AI collaboration as a mediational strategy for inclusive language education in higher education.

Page 6 of 27 | Total Record : 265