cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,996 Documents
Analisis Komparatif Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Pembelajaran Sejarah pada Kurikulum Merdeka Anna Maria Lumban Batu; Erika Afrilia Saputri; Intan Rezkinah; Josefin Manalu; Muhammad Fahrezi; Ramlan Anri Sianturi; Rina Sari Batubara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18914

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut sistem penilaian yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar, tetapi juga memperhatikan proses perkembangan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penilaian formatif dan sumatif dalam pembelajaran sejarah pada Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi peran, keunggulan, dan tantangan penerapan keduanya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur yang berkaitan dengan praktik penilaian dalam pembelajaran sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian formatif berperan dalam memberikan umpan balik secara berkelanjutan sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi perkembangan dan kesulitan belajar siswa serta membantu meningkatkan pemahaman sejarah dan kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, penilaian sumatif berfungsi mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah suatu proses atau periode pembelajaran selesai. Kedua bentuk penilaian memiliki fungsi yang saling melengkapi, meskipun penerapannya menghadapi tantangan terkait kesiapan guru, pemilihan instrumen, pengelolaan waktu, dan konsistensi dalam memberikan umpan balik. Integrasi penilaian formatif dan sumatif dapat menghasilkan proses evaluasi yang lebih komprehensif, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan kedua bentuk penilaian dalam mendukung pembelajaran sejarah yang selaras dengan prinsip dan karakteristik Kurikulum Merdeka
Pengembangan E-LKPD Menggunakan Wizer.Me untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Makna Sila-Sila Pancasila Rifka Maulida Aprianti; Yuyun Elizabeth Patras; Santa Santa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18915

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memerlukan media yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah E-LKPD berbasis digital melalui Wizer.Me. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD menggunakan Wizer.Me yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi makna sila-sila Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan peserta didik kelas IV SD Negeri Citeureup 01 pada uji coba terbatas dan uji coba luas. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respons peserta didik, angket respons guru, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan penilaian para ahli. Respons peserta didik dan guru juga menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat baik dalam penggunaan E-LKPD selama pembelajaran secara menarik dan interaktif. Selain itu, hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah penggunaan E-LKPD, dan hasil pengujian statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah pembelajaran. Dengan demikian, E-LKPD berbasis Wizer.Medinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta mampu mendukung peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi makna sila-sila Pancasila.
Pengaruh Sarana Prasarana Sekolah, Gaya Belajar, dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Negeri 2 Nganjuk Allin Retno Siamindari; Brillian Rosy
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18931

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sarana prasarana sekolah, gaya belajar, dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 2 Nganjuk, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa kelas X MPLB. Sampel sebanyak 78 siswa ditentukan menggunakan Sample Size Calculator dan dipilih melalui teknik Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan wawancara. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinieritas), analisis regresi linier berganda, uji hipotesis (uji t dan uji f), serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Gaya belajar juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Secara simultan, sarana prasarana sekolah, gaya belajar, dan kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MPLB di SMK Negeri 2 Nganjuk.
Penerapan Prinsip Kehati-Hatian dalam Pendistribusian Zakat pada Baznas Muaro Jambi: Telaah Berdasarkan Pemikiran Yusuf Qardhawi Khairunnisa Khairunnisa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian dalam pendistribusian zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muaro Jambi serta menilai kesesuaiannya dengan pemikiran Yusuf al-Qaradhawi dalam Fiqh az-Zakah. Fokus penelitian diarahkan pada upaya memastikan pendistribusian zakat berlangsung tepat sasaran, adil, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kombinasi yuridis-normatif dan empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Muaro Jambi telah menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pendataan dan verifikasi mustahik, pengawasan terhadap pendayagunaan zakat, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program zakat produktif. Namun, efektivitas penerapan prinsip tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pengawasan secara berkelanjutan, serta kondisi eksternal mustahik yang memengaruhi keberhasilan pendistribusian zakat. Ditinjau dari pemikiran Yusuf al-Qaradhawi, praktik tersebut pada dasarnya telah sejalan dengan prinsip kemaslahatan, keadilan distribusi, ketepatan sasaran penerima zakat, serta pencapaian tujuan syariat. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan kapasitas amil, sistem verifikasi, mekanisme pengawasan, dan evaluasi berkelanjutan diperlukan agar pendistribusian zakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kemaslahatan mustahik.
Implementasi Kewenangan Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dalam Rehabilitasi Sosial Bagi Masyarakat Rentan Separen; Ilham Azahari; Riyanda Elsera Yozani; Maria Maya Lestari4
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19027

Abstract

Abstrak : Penelitian ini mennganalisis implementasi kewenangan Dinas Sosial Kota Pekanbaru dalam rehabilitasi sosial bagi masyarakat rentan. Permasalahan ini penting karena kerentanan sosial di wilayah perkotaan tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga ketelantaran, disabilitas, ketunawismaan, kekerasan, risiko bencana, disfungsi keluarga, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan dasar. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan analisis kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara terkait peran Dinas Sosial, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kewenangan Dinas Sosial diimplementasikan melalui pengelolaan data sosial, penjangkauan, asesmen, rehabilitasi sosial dasar, perlindungan sementara, layanan rujukan, koordinasi dengan lembaga kesejahteraan sosial, perlindungan sosial, serta reintegrasi atau pemberdayaan penerima layanan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa validitas data, keterbatasan pekerja sosial profesional, koordinasi lintas sektor yang belum sepenuhnya terpadu, konsistensi anggaran, ketersediaan sarana, dan evaluasi berbasis hasil. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas rehabilitasi sosial sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah mengubah kewenangan administratif menjadi pelayanan publik yang responsif, akuntabel, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan martabat manusia.Kata Kunci : Dinas Sosial; Masyarakat Rentan; Rehabilitasi Sosial
Pengembangan E-LKPD Menggunakan Wizer.me untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Kondisi Perekonomian di Daerahku Destha Trimustika Ayu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19160

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih didominasi penggunaan LKPD cetak yang kurang interaktif sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD menggunakan Wizer.me pada materi Kondisi Perekonomian di Daerahku serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Citeureup 01, dengan sampel sebanyak 21 peserta didik. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, angket validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta tes pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase skala Likert serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD memperoleh rata-rata validasi sebesar 95% dengan kategori sangat layak, respons peserta didik sebesar 86%, respons guru sebesar 83%, serta peningkatan nilai rata-rata dari 52 menjadi 81 dengan nilai N-Gain 0,59 berkategori sedang. Disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis Wizer.me layak dan cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS.
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media Video untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 6 Madiun Tahnia Fitriyati; Muhammad Hanif; Parji Parji
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19266

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPS karena berkaitan dengan kemampuan siswa untuk berinteraksi, bekerja sama, berkomunikasi, berempati, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. Namun, keterampilan sosial siswa kelas VII-A SMPN 6 Madiun masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh rata-rata skor awal sebesar 2,42 dengan ketuntasan klasikal 44,4%, sementara proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 27 siswa kelas VII-A tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, dan dokumentasi menggunakan lembar observasi keterampilan sosial berskala 1–4 yang mencakup lima indikator, yaitu kerja sama, komunikasi, empati, disiplin, dan tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan media video mampu meningkatkan keterampilan sosial siswa secara bertahap. Pada siklus I, rata-rata skor keterampilan sosial meningkat menjadi 3,04 dengan ketuntasan klasikal 66,7%, sedangkan pada siklus II meningkat lagi menjadi 3,79 dengan ketuntasan klasikal 85,2%, sehingga melampaui indikator keberhasilan minimal 85%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kerja sama (+1,45 poin), diikuti komunikasi dan disiplin (+1,40 poin), serta empati (+1,30 poin). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media video mampu menciptakan pembelajaran IPS yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa, sehingga efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa.
Analisis Biomekanika Akurasi Shooting Three Point pada Atlet Putri MAN 1 Lombok Timur Muh. Syafe’i Asy’ari; Nopi Hariadi; Rina Nopiana; Hary Septianwari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19268

Abstract

Olahraga bola basket menuntut penguasaan teknik dasar yang matang, salah satunya adalah tembakan tiga angka (three-point shot) yang menjadi penentu kemenangan dalam strategi modern. Namun, atlet putri sering menghadapi kendala akurasi akibat keterbatasan kekuatan ekstremitas atas sehingga memerlukan optimalisasi mekanika gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik biomekanika dan tingkat akurasi tembakan tiga angka pada atlet putri MAN 1 Lombok Timur melalui pendekatan kinematika digital. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal secara mendalam pada satu subjek atlet putri (inisial AB, usia 18 tahun, pengalaman bimbingan 3 tahun). Pengambilan data dilakukan di lapangan outdoor menggunakan kamera high speed berkecepatan 60 fps dari bidang sagital, yang selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat lunak Kinovea versi 0.9.5 melalui metode kalibrasi jarak 100 cm. Hasil tes akurasi menunjukkan performa subjek sebesar 50% (5 bola masuk dari 10 percobaan). Analisis kinematika berbasis rekaman gerakan masuk (goal) mengidentifikasi profil biomekanika subjek: sudut pelepasan bola (release angle) sebesar 52°, sudut fleksi lutut (knee flexion) sebesar 90°, sudut fleksi siku (elbow flexion) sebesar 105°, dan kecepatan pelepasan bola (release velocity) sebesar 2,13 m/s. Hasil analisis tambahan mencatat titik tertinggi lintasan bola (max height) mencapai 4,46 m dan ketinggian bola masuk ring (entry height) sebesar 3,02 m. Disimpulkan bahwa parameter sudut pelepasan dan sendi subjek telah memenuhi standar ideal literatur, namun aspek kecepatan pelepasan bola masih berada di bawah rentang optimal atlet putri (6,0–8,0 m/s) karena kurangnya optimalisasi transfer energi kinetik. Rekomendasi difokuskan pada latihan penguatan koordinasi rantai kinetik (kinetic chain).
Pengembangan Low-Cost Digital Health Promotion Model Berbasis Participatory Health Communication Bagi Mahasiswa Keguruan di Malaysia Rima Kusumah Dewi; Sofia Sofia; Malahayati Malahayati; Sudarlin Yusuf; Umi Widiastuti; Usep Suhud
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19487

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan dan kesehatan telah mendorong kebutuhan terhadap model promosi kesehatan yang berbiaya rendah, mudah diakses, partisipatif, dan berkelanjutan. Mahasiswa keguruan sebagai calon pendidik memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat. Namun, rendahnya literasi kesehatan digital, keterbatasan anggaran, misinformasi kesehatan, kesenjangan akses teknologi, serta tantangan etika penggunaan Artificial Intelligence masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan promosi kesehatan digital. Artikel ini bertujuan mengembangkan Low-Cost Digital Health Promotion Model bagi mahasiswa keguruan di Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui tahapan Metaplan-Based Participatory Brainstorming, Health Literacy Enhancement, Low-Cost Digital Technology Workshop, dan Sustainable Commitment Session. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta membutuhkan model promosi kesehatan yang sederhana, berbasis teknologi berbiaya rendah, mudah direplikasi, serta mampu membangun rasa memiliki terhadap program. Model yang dikembangkan terdiri atas komponen input, process, output, outcome, dan impact. Kebaruan model ini terletak pada integrasi literasi kesehatan, literasi digital, pemanfaatan teknologi berbiaya rendah, partisipasi peserta, etika penggunaan AI, dan pembentukan Sustainable Learning Environment. Model ini dapat menjadi strategi manajemen inovasi pendidikan kesehatan digital bagi institusi pendidikan dengan sumber daya terbatas.
Pengaruh Perbandingan Sosial Terhadap Kepercayaan Diri pada Remaja Akhir di Kelurahan Kampung Jawa Andriany Chairunissa Mampawa; Deitje Adolfien Katuuk; Sinta Elisa Jelita Kaunang
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19488

Abstract

Perbandingan sosial merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat memengaruhi kepercayaan diri remaja, terutama pada masa remaja akhir ketika individu sedang membentuk identitas diri dan mengevaluasi kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan sosial terhadap kepercayaan diri pada remaja akhir di Kelurahan Kampung Jawa Tondano. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 117 remaja akhir berusia 16 sampai 18 tahun dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala perbandingan sosial dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepercayaan diri. Disimpulkan bahwa semakin tinggi kecenderungan remaja melakukan perbandingan sosial, semakin rendah tingkat kepercayaan diri yang dimiliki, meskipun sebagian besar variasi kepercayaan diri masih dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.