cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,996 Documents
Analisis Kendala dan Solusi Penggunaan Kitab Nahwu Wāḍiḥ dalam Pengajaran Nahwu di Pondok Pesantren Imam Ibnu Katsir Khoirunnisa Adila; Siti Nurdinah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Kitab Nahwu Wāḍiḥ dalam pembelajaran nahwu di Pondok Pesantren Imam Ibnu Katsir, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kendala, serta mendeskripsikan solusi yang diterapkan guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru pengampu mata pelajaran nahwu yang menggunakan Kitab Nahwu Wāḍiḥ dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terbuka, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kitab Nahwu Wāḍiḥ secara umum cukup efektif dalam mendukung pembelajaran nahwu karena menyajikan materi secara sederhana, memuat banyak contoh, penjelasan, dan latihan yang relevan dengan materi pembelajaran. Kitab ini membantu santri memahami kaidah bahasa Arab secara bertahap dan aplikatif, khususnya dalam membaca serta memahami teks Arab sesuai dengan kaidah nahwu yang benar. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam penggunaannya, yaitu perbedaan kemampuan dasar bahasa Arab santri, keterbatasan waktu pembelajaran, sistematika penyusunan materi yang pada beberapa bagian dinilai kurang berurutan, penjelasan materi yang tergolong ringkas, serta ketertinggalan materi akibat ketidakhadiran santri. Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, guru menerapkan beberapa strategi, antara lain meringkas dan menyederhanakan materi, memberikan latihan tambahan, memanfaatkan media pembelajaran, mengaitkan materi dengan praktik bahasa Arab sehari-hari, serta menggunakan referensi pendukung seperti Al-Mulakhkhaṣ fī Qawāʿid al-Lughah al-ʿArabiyyah dan syarah Al-Ājurrūmiyyah. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan Kitab Nahwu Wāḍiḥ tidak hanya ditentukan oleh kualitas kitab sebagai bahan ajar, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan santri.
Evaluasi Pengembangan Pariwisata pada Destinasi Pantai Nemberala Jelita Helminzi Mooy; Nursalam Nursalam; Yaherlof Foeh; Umbu T. W Pariangu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19491

Abstract

Pengembangan pariwisata menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun efektivitas pelaksanaannya perlu dievaluasi untuk memastikan keberlanjutan manfaat yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan pariwisata di Pantai Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus. Populasi penelitian meliputi pemerintah daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha, tokoh adat, dan wisatawan. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan accidental sampling. Instrumen penelitian terdiri atas peneliti sebagai instrumen utama yang didukung pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata telah meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas peluang kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Dukungan anggaran, sumber daya manusia, infrastruktur, dan kolaborasi kelembagaan turut berkontribusi terhadap perkembangan sektor pariwisata meskipun masih terdapat kendala pada aspek regulasi, aksesibilitas, dan koordinasi lintas sektor. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Pantai Nemberala telah berjalan cukup efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, namun masih diperlukan penguatan tata kelola, infrastruktur, dan strategi keberlanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning terhadap Critical Thinking Peserta Didik : Studi Survei di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta Winda Djaniwa; Kunaenih Kunaenih; Fatimah Azzahra; Syarifah Amirah; Romlah Romlah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19492

Abstract

Kemampuan berpikir kritis peserta didik masih menjadi tantangan dalam pembelajaran sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mendorong pemahaman konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap critical thinking peserta didik di SMA Muhammadiyah 5 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik korelasional. Populasi penelitian berjumlah 119 peserta didik kelas XI, sedangkan sampel sebanyak 92 peserta didik ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin. Instrumen utama berupa angket yang didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan diperkuat dengan analisis menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,690 dengan koefisien determinasi sebesar 47,6%, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kategori sedang antara pendekatan deep learning dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan kontekstual sehingga layak diterapkan sebagai alternatif strategi pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Gawai Terhadap Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Frater Don Bosco Tomohon Chtistin Alemina Sukanta; Marssel M Sengkey; Arham S
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Intensitas Penggunaan Gawai Terhadap Kecenderungan Nomophobia Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Frater Don Bosco Tomohon. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa/i Sekolah Menengah Pertama kelas 7 dan 8 yang bersekolah di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat intensitas penggunaan gawai dan kecenderungan nomophobia siswa berada pada tingkat kategori sedang. Melalui analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa intensitas penggunaan gawai berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan nomophobia dengan nilai yang sigifikan. Hasil regresi menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan nomophobia sebesar 0,366 atau 33,6% pada setiap penambahan intensitas penggunaan gawai. Adapun hasil uji koefisisen determinasi diperoleh nilai R Square sebesar 0,228 yang berarti bahwa intensitas penggunaan gawai memberikan kontribusi sebesar 22,8 % terhadap kecenderungan nomophobia pada siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon. Nilai koefisien regresi yang bernilai positif menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gawai maka kecenderungan nomophobia akan semakin meningkat. Disimpulkan bahwa intensitas penggunaan gawai memiliki pengaruh positif terhadap kecenderungan nomophobia pada siswa kelas VII dan VIII SMP Frater Don Bosco Tomohon.
Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Matematis dengan Kemampuan Kompetensi Strategis Matematis Siswa Berdasarkan Pengelompokan K-Means Clustering Galuhratri Rakasiwi; Mokhammd Ridwan Yudhanegara; Nita Hidayati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19586

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan kompetensi strategis matematis ialah kapabilitas krusial yang wajib dipunyai para murid, namun kenyataannya kedua kemampuan ini belum berkembang secara maksimal. Tujuan dari studi ini guna menganalisis hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan kompetensi strategis matematis dengan menerapkan k-means clustering dalam pengelompokkan siswa. Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif melalui metode ex-post facto dan desain korelasional. Populasi studi ini ialah semua murid kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Karawang dan ukuran sampel yang digunakan sebanyak 84 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian yang sudah mencukupi karakteristik validitas, reliabilitas, daya pembeda, serta taraf kerumitan, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, k-means clustering, dan uji korelasi. Hasil penelitian terbentuk 3 klaster dan memperlihatkan bahwasanya klaster 1 (kategori tinggi) terdiri atas 48 siswa, klaster 2 (kategori sedang) sejumlah 27 murid, serta klaster 3 (kategori rendah) sejumlah 9 murid. Korelasi yang signifikan serta positif di antara kemampuan komunikasi matematis beserta kemampuan kompetensi strategis matematis terlihat pada seluruh sampel dan klaster 1. Sedangkan, pada klaster 2 dan klaster 3 memperlihatkan adanya hubungan antara kedua kemampuan namun tidak signifikan secara statistik. Perolehan studi memperlihatkan bahwasanya implementasi k-means clustering memberikan gambaran hubungan kedua kemampuan secara spesifik dibandingkan hanya dilakukan pada keseluruhan sampel.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Negeri 068004 Medan Tuntungan Irmina Pinem; Setiani Zai; Elsaday Pohan; Yulika Bernarda Girsang; Hiskia Tarigan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19588

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah sehingga keterlibatan siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 068004 Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 17 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dokumentasi, serta catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan persentase aktivitas, ketuntasan individu, ketuntasan klasikal, dan nilai rata rata hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 12% pada kondisi awal menjadi 35% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Nilai rata rata siswa meningkat dari 20 menjadi 61 pada siklus I dan 87,6 pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 48% menjadi 88%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 56% menjadi 90%. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
Pengaruh Belajar Bahasa Arab terhadap Kehidupan Keagamaan Mahasiswa Ma'had Umar Bin Khatab Sidoarjo Nurlena Nurlena
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19589

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran bahasa Arab terhadap kehidupan keagamaan mahasiswa ummahat di Ma’had Umar bin Khattab Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa ummahat sebagai responden melalui kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab berpengaruh positif dan signifikan terhadap kehidupan keagamaan mahasiswa ummahat. Semakin baik keterlibatan, pemahaman, dan penerapan bahasa Arab dalam proses pembelajaran, semakin baik pula kecenderungan mahasiswa dalam memahami sumber ajaran Islam, menghayati makna ibadah, serta menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi untuk mengembangkan kompetensi kebahasaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan pengalaman keagamaan mahasiswa dewasa. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang lebih aplikatif, kontekstual, dan terintegrasi dengan Al-Qur’an, Hadis, bacaan ibadah, serta literatur keislaman praktis. Pendekatan tersebut dapat menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan ummahat sekaligus mendukung penguatan kehidupan keagamaan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Peran Guru dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik: Survey di SDI Rumah Pendidikan Islam, Setiabudi Jakarta Selatan Qotrun Nada; Syahrullah Syahrullah; Nahuda Nahuda; Muhammad Qolbi Nur Kamal; Romlah Romlah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19590

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kedisiplinan peserta didik yang ditandai dengan keterlambatan, kurangnya kepatuhan terhadap aturan, serta perilaku kurang tertib di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara peran guru dalam membentuk kedisiplinan peserta didik di SDI Rumah Pendidikan Islam Setiabudi Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas III, IV, dan V yang berjumlah 62 siswa dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket skala Likert, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara peran guru dan kedisiplinan peserta didik dengan nilai korelasi sebesar 0,853 dan kontribusi sebesar 72,8 persen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik peran guru, maka semakin tinggi tingkat kedisiplinan peserta didik di sekolah.
Pengembangan Pribadi Konselor sebagai Fondasi Profesionalitas Guru BK dalam Pelaksanaan Layanan Konseling di SMP/SMA: Studi Kualitatif Ahlun Nazali; Januariadi Januariadi; Baiq Mahyatun; Nia Aspari; Risma Juliana; Wardatul Jannah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19591

Abstract

Profesionalitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) lazim dimaknai sebagai penguasaan teori, teknik asesmen, dan kemampuan menyusun program layanan, sementara kualitas pribadi konselor sebagai instrumen utama proses bantuan cenderung diabaikan. Artikel ini mengkaji secara kritis bagaimana pengembangan pribadi konselor berfungsi sebagai fondasi profesionalitas guru BK dalam pelaksanaan layanan konseling di SMP dan SMA, dengan menelaah bentuk-bentuk pengembangan pribadi yang ditempuh guru BK, peran pengembangan tersebut dalam membangun profesionalitas, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian dibangun di atas kerangka konseptual yang merangkai lima dimensi pengembangan pribadi (kesadaran diri, kematangan emosional, kemampuan refleksi, kompetensi interpersonal, dan integritas pribadi) dengan empat indikator profesionalitas guru BK (efektivitas hubungan konseling, kualitas layanan, pengambilan keputusan etis, dan kesinambungan pengembangan kompetensi). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam guru BK aktif anggota MGBK Lombok Timur, NTB, dilengkapi studi dokumentasi kegiatan MGBK Oktober 2025. Hasil menunjukkan bahwa keenam informan menempuh berbagai bentuk pengembangan diri (pelatihan Kurikulum Merdeka, workshop program layanan, bimbingan teknis asesmen, supervisi akademik, forum MGBK) yang konsisten berdampak positif terhadap kesadaran profesional, kompetensi interpersonal, dan integritas etika mereka, di tengah tantangan struktural berulang seperti miskonsepsi peran guru BK sebagai “polisi sekolah”, rasio siswa yang jauh melampaui kapasitas ideal, beban administratif, dan ambiguitas pembagian tugas dengan wali kelas. Telaah pustaka memperkuat temuan ini: kelima dimensi pengembangan pribadi berkorelasi konsisten dengan keberhasilan hubungan terapeutik, sementara beban administratif, ambiguitas peran, dan keterbatasan supervisi klinis menjadi penghambat struktural yang berulang muncul dalam literatur konseling sekolah, baik di Indonesia maupun mancanegara. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan profesionalitas guru BK menuntut ekosistem pengembangan profesi yang secara sengaja memfasilitasi pertumbuhan pribadi konselor secara berkelanjutan dan didukung kebijakan satuan pendidikan.
Simulacra and Hyperreality in the Construction of Family Perfection In Encanto (2021) Alfin Khoirotus Sholawati; Much. Koiri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19594

Abstract

This study examined the construction of family perfection in the animated film Encanto through Jean Baudrillard’s theory of simulacra and hyperreality. The research aimed to identify how media representations constructed ideal family images and how these representations developed into hyperreality. This study employed a qualitative descriptive approach using textual analysis within cultural and media studies. The data consisted of dialogues, visual symbols, character interactions, and narrative structures found in the film. The analysis focused on symbolic elements such as magical gifts, the Casita, family roles, and collective narratives that shaped the image of the Madrigal family. The findings showed that the film constructed family perfection through systems of signs and symbols that replaced authentic human identity with socially constructed expectations. The Madrigal family functioned as a simulacrum in which individual value was determined by symbolic roles rather than emotional authenticity. Furthermore, the representation of perfection developed into hyperreality, where both the characters and society accepted the illusion of perfection as reality. The collapse of the Casita symbolized the breakdown of this hyperreal construction and revealed the importance of emotional honesty and acceptance within family relationships.