cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
lppm.undar1965@gmail.com
Phone
+6285733126839
Journal Mail Official
najihulhudaundar65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gus Dur No.29A, Mojongapitindah, Mojongapit, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Arsy
Published by Universitas Darul Ulum
ISSN : 25804286     EISSN : 28100026     DOI : https://doi.org/10.32492/arsy.v9i1
Jurnal Arsy merupakan jurnal studi Islam yang memuat artikel mengenai kajian, telaah, penelitian, perkembangan pemikiran, atau hasil pertemuan ilmiah bidang pendidikan dan hukum Islam. p-ISSN: 2580-4286 e-ISSN: 2810-0026
Articles 40 Documents
Revolusi Pembelajaran PAI di SMK Ma'arif Ngoro dengan Media Berbasis TIK Kurdi, Muhammad Yusuf; Zahroh, Ni'matuz Zahroh
Arsy Vol. 9 No. 1 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i1.9101

Abstract

Saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai masuk ke dunia pendidikan, sekolah mulai memanfaatkannya di dalam proses pembelajaran. TIK sudah menjadi bagian dari gaya hidup, apalagi dalam dunia akademik. Guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan TIK yang dapat disediakan dan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman saat ini. Selain alat tradisional berupa papan tulis, buku, dan lainya, maka proses pembelajaran telah menggunakan media TIK seperti projector, slide, video, internet, dan komputer atau laptop. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Perencanaan Pembelajaran PAI berbasis TIK di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang, (2) Pelaksanaan Pembelajaran PAI berbasis TIK di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang, dan (3) pemanfatan media berbasis TIK dalam pembelajaran PAI di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data meliputi teknik perpanjangan keikutsertaan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Perencanaan pembelajaran PAI berbasis media TIK di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang saat ini menerapakan kurikulum 2013 (K-13) dan kurikulum merdeka. Kurikulum 2013 diterapkan di kelas XII, dan kurikulum merdeka sudah diterapkan di kelas X dan kelas XI, 2) Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis TIK di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang sudah berjalan baik, sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah dibuat, didukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Dua dari tiga orang guru PAI menggunakan laptop dan LCD proyektor sebagai media pembelajaran untuk menampilkan sumber belajar dan mempresentasikan materi pelajaran, 3) Pemanfaatan media berbasis TIK dalam pembelajaran PAI di SMK Ma‟arif Ngoro Jombang, menggunakan media TIK seperti laptop, LCD proyektor, speaker, internet dan alat lain yang dapat digunakan dalam peroses pembelajaran di dalam kelas.
Revitalisasi Madrasah Diniyah: Kunci Pembentukan Karakter Siswa di SD Negeri Mojotrisno Tanjudan, Tanjudan Sukma Winata; Farid, Mochamad Farid Ubaidillah
Arsy Vol. 9 No. 1 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i1.9102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Madrasah Diniyah dalam pembentukan karakter siswa di SD Negeri Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Fokus penelitian meliputi strategi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dalam menginternalisasi nilai-nilai moral dan keagamaan pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Madrasah Diniyah di SD Negeri Mojotrisno dilakukan melalui pendekatan integratif dengan memadukan metode klasikal, ekstrakurikuler, serta program keagamaan berbasis pengalaman langsung. Implementasi ini terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam aspek kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan religiositas. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sarana pembelajaran. Studi ini merekomendasikan peningkatan metode pengajaran dan penyediaan fasilitas pendukung agar implementasi pembelajaran Madrasah Diniyah semakin optimal dalam membentuk karakter siswa.
Internalisasi Nilai Kitab Ta'lim Al-Muta'allim untuk Penguatan Karakter Santri di Pesantren Agus, Agusmin; Basuni, Rocman Basuni
Arsy Vol. 9 No. 1 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i1.9103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) untuk manganalisis nilai-nilai yang terdapat di dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim (2) untuk manganalisis proses/metode implementasi nilai-nilai yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim pada santri di asrama Bani Umar (3) untuk manganalisis peningkatan pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim pada santri di asrama Bani Umar (4) untuk manganalisis faktorfaktor pendukung Dan hambatan dalam pembentukan atau peningkatan pendidikan karakter pada santri di asrama Bani Umar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian diskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data meliputi teknik perpanjangan keikutsertaan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) nilai-nilai yang terdapat di dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yaitu niat dalam belajar; tawakkal ; dan memilih ustadz/guru (2) proses/metode implementasi nilai-nilai yang terdapat dalam kitab Ta’lim alMuta’allim pada santri di asrama Bani Umar yaitu dengan menerapkan metode bandongan (3) peningkatan pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim pada santri di asrama Bani Umar berupa sikap tawaddhu‟, membangun interaksi dan relasi (4) aktor-faktor pendukung dan hambatan dalam pembentukan atau peningkatan pendidikan karakter pada santri di asrama BaniUmar terdiri dari faktor keluarga dan faktor lingkungan.
Implementasi Pembelajaran PAI sebagai Pilar Pembentukan Kepribadian Muslim di SMP Negeri 2 Ngoro Muslih, Imam; Muhtadi, Muhtadi
Arsy Vol. 9 No. 1 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i1.9104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran Agama Islam dalam membentuk kepribadian muslim di SMP Negeri 2 Ngoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Agama Islam di SMP Negeri 2 Ngoro dilakukan melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan praktik ibadah, keteladanan akhlak, dan pembiasaan perilaku Islami di lingkungan sekolah. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta dukungan dari orang tua. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu dan kurangnya motivasi sebagian siswa. Secara keseluruhan, penerapan pembelajaran Agama Islam di SMP Negeri 2 Ngoro efektif dalam membentuk kepribadian muslim yang berakhlakul karimah, disiplin, dan bertanggung jawab.
Integrasi Kearifan Lokal dalam Kurikulum PAI untuk Menangkal Radikalisme di Era Digital Huda, Khoirul; Abid, Lil Abid
Arsy Vol. 9 No. 1 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i1.9105

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, moderat, dan berwawasan kebangsaan. Namun, di tengah era digital yang sarat dengan arus informasi yang tak terbendung, pembelajaran PAI menghadapi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara efektif. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum PAI menjadi solusi potensial untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan sumber relevan yang membahas konsep kearifan lokal, moderasi beragama, dan strategi pengembangan kurikulum PAI. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk merumuskan model integrasi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap perbedaan, memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip moderasi beragama. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam kurikulum PAI dapat dilakukan melalui pendekatan kontekstual yang mengaitkan materi ajar dengan praktik budaya yang berkembang di masyarakat. Selain itu, pemanfaatan media digital yang berbasis kearifan lokal berperan penting dalam menyebarkan narasi Islam moderat secara efektif kepada generasi muda.
Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Islam terhadap konsep Moderasi Beragama di Indonesia: Telaah Berbagai Pemikiran Epistemologi keilmuan Islam An Najmi, Muhammad Izzul Islam
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9201

Abstract

Moderasi adalah Sesuatu apapun itu yang berada di tengah, dalam posisi antara dua hal, cara beragama yang baik adalah dengan bersikap moderat (jalan tengah). Dengan moderasi beragama, seseorang akan terhindar dari sikap yang ekstrem dan tidak fanatik atau berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. dalam Islam ada Istilah yang disebut dengan Al-Wasathiyyah Islamiyyah. Moderasi beragama merupakan bagian integral dari strategi bangsa dalam merajut dan merawat keberagaman di Indonesia. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian yang terdiri dari Jenis Penelitian studi kepustakaan (Lybrary Research). Disamping Itu Penulis Juga Menggunakan metode penelitian kualitatif (Qualitative Research). Dengan Pendekatan Penelitian Sosio-Historis yang juga meliputi pendekatan Sejarah Intelektual. Epistemologi Pengilmuan Islam Kuntowijoyo, Epistemologi Intergratif-Interkoneksi M. Amin Abdullah, dan Epistemologi postrukrualisme objektif Abid Al-Jabiri sangat berpengaruh dan menjadi bangunan atas keilmuan Islam terhadap Moderasi Beragama di Indonesia, Hal ini dapat dilihat bahwa Prinsipnya ialah adil dan seimbang. ketiga Tokoh tersebut telah berhasil menjadi Inspirasi atas moderasi beragama dan diperlukan. Pondasi penting atas penelaahan ketiga gagasan Tokoh tersebut dalam usaha Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Islam terhadap konsep Moderasi Beragama di Indonesia yang kemudian menunjukkan bahwa jati diri bangsa yang sangat agamis, dengan karakternya yang Sopan, santun, toleran, dan mampu hidup berdampingan dengan keragaman
Pendekatan Teknologis Dalam Pengembangan Kurikulum Ramadan, Zukhrufa Akbar; Alim, Fauzan; Wanda Sari, Siti Ayu Nur; Maulana, Hamdu Maulana
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9204

Abstract

Pengembangan kurikulum merupakan proses dinamis yang menuntut adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama dalam era digital yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendekatan teknologis diterapkan dalam proses pengembangan kurikulum, serta dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan dokumentasi di beberapa institusi pendidikan yang telah menerapkan teknologi dalam kurikulum mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan teknologis tidak hanya memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kurikulum, tetapi juga meningkatkan partisipasi siswa, efisiensi pengelolaan kelas, serta ketersediaan bahan ajar yang interaktif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi sebagai komponen utama dalam pengembangan kurikulum masa depan agar lebih responsif terhadap kebutuhan abad ke-21.
Implementasi Teori Behavioristik dalam sistem Pembelajaran di TPQ Al-Ilma Pojok Yogyakarta Solichah, Imroatus Solichah; Zailani, Muhammad Qoolili; Farida, Adinda Laili Nur
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9203

Abstract

Pendidikan dalam perspektif Islam memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi manusia sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Melalui pendidikan, manusia tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi berbagai permasalahan kehidupan, tetapi juga dituntut mampu mengelola bumi secara bertanggung jawab. Sejarah panjang pendidikan telah melahirkan berbagai teori, seperti humanistik, behavioristik, maupun holistik, yang masing-masing berkembang sebagai respons terhadap tantangan zaman dan kebutuhan sosial. Teori belajar pada dasarnya merupakan kumpulan prinsip yang menjelaskan fakta dan peristiwa belajar, sekaligus mengaitkannya dengan realitas sosial. Salah satu teori yang cukup berpengaruh di dunia Barat adalah teori behavioristik. Teori ini menekankan pola perkembangan peserta didik berdasarkan hubungan stimulus dan respon yang diberikan dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, anak diyakini dapat berkembang lebih cepat melalui pemberian stimulus yang tepat sehingga mampu merespon secara optimal terhadap materi yang diajarkan. Behavioristik juga menempatkan lingkungan sosial, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat, sebagai faktor penting yang memengaruhi perkembangan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi teori behavioristik dalam konteks pembelajaran di masjid, serta mengkaji sejauh mana penerapan prinsip stimulus-respon ini masih sesuai dengan tantangan pendidikan modern. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran Islam yang kontekstual, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Integrasi Pendidikan Islam Dan Sain Dalam Dunia Pasantern Di Era 4.0 Sukmana Huda, Vino; Kholifa, Azhar Kholifah; Pratama, Muhammad Rizqi
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9205

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 menuntut dunia pendidikan, termasuk pesantren, untuk melakukan transformasi guna menghadapi tantangan global yang berbasis teknologi, informasi, dan kolaborasi multidisipliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya integrasi antara pendidikan Islam dan sains dalam sistem pendidikan pesantren, serta sejauh mana integrasi tersebut mampu membekali santri dengan kompetensi spiritual dan intelektual yang seimbang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen pada beberapa pesantren yang telah menerapkan model integrasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren mulai merespon perkembangan era 4.0 dengan membuka program pendidikan formal berbasis sains dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas utama pesantren. Integrasi dilakukan melalui kurikulum terpadu, penguatan literasi digital, serta pembelajaran berbasis projek yang mengaitkan ajaran Islam dengan fenomena ilmiah kontemporer. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru, pengembangan infrastruktur digital, dan sinergi dengan lembaga pendidikan tinggi untuk mengoptimalkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang adaptif dan relevan di era modern.  
Konsep Moderasi, Integrasi Ilmu, dan Kontekstualisasi Pendidikan Islam dalam Pemikiran Muhammad Quraish Shihab Faridah, Zeni; Rizqi, Ahmad Ainur
Arsy Vol. 9 No. 2 (2025): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v9i2.9202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep moderasi, integrasi ilmu, dan kontekstualisasi pendidikan Islam dalam pemikiran Muhammad Quraish Shihab, seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang dikenal luas melalui karya tafsirnya al-Misbah dan kontribusinya dalam wacana keislaman yang moderat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan model pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan global, mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dengan ilmu pengetahuan modern, serta menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), mengandalkan analisis deskriptif-kritis terhadap karya-karya Quraish Shihab, baik berupa buku, artikel, maupun rekaman ceramah, yang relevan dengan tema pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif, serta menggunakan kerangka teori integrasi-interkoneksi ilmu dan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab memandang pendidikan Islam sebagai proses pembentukan manusia paripurna (insan kamil) yang tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki kompetensi dalam ilmu-ilmu umum yang berorientasi pada kemaslahatan. Moderasi dalam pendidikan, menurutnya, bukan berarti kompromi terhadap prinsip-prinsip agama, melainkan upaya menempatkan ajaran Islam secara proporsional dan kontekstual sesuai kebutuhan zaman. Integrasi ilmu dilakukan melalui penyatuan visi antara wahyu dan akal, sementara kontekstualisasi pendidikan Islam dilakukan dengan menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, dan orientasi lulusan agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan masyarakat modern. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan teori pendidikan Islam sekaligus menjadi referensi praktis bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pengelola lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Moderasi, Integrasi Ilmu, Kontekstualisasi, Quraish Shihab

Page 4 of 4 | Total Record : 40