cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
aseprahman@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
aseprahman@ybli.or.id
Editorial Address
Jalan Lentera, Lingkungan 2, Kelurahan Pandu
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27464644     DOI : https://doi.org/10.57207/hy36f320
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal multidisiplin yang mempublikasikan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu. Fokus utama jurnal ini mencakup inovasi, solusi, dan dampak nyata dari penelitian serta pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kami menerima artikel dari berbagai disiplin ilmu yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penerapan teknologi dan kebijakan yang relevan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Ekstraksi Minyak Ikan sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular Jayanti, Meilani; Hariyanto, Yuanita A.; Sudewi, Sri; Antasionasti, Irma
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/s4whea82

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai mayoritas berprofesi sebagai nelayan, memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular akibat konsumsi ikan asin dan hewan laut tinggi kolesterol. Kondisi ekonomi yang rendah dan akses terbatas terhadap edukasi kesehatan dan makanan berkualitas makin memperparah situasi tersebut. Pelatihan ekstraksi minyak ikan hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi ini. Minyak ikan kaya akan omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan baru dalam ekstraksi minyak ikan, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat kesehatan dan peluang ekonomi yang terkait. Kegiatan PKM ini akan menggunakan metode pendekatan terpadu dan demonstrasi.  Dengan demikian, peserta dapat memahami, mempraktikan dan selanjutnya dapat mengembangkan keterampilan tersebut agar dapat terus dimanfaatkan, baik sebagai upaya menjaga kesehatan, juga dapat meningkatkan perekonomian mitra sasaran.
Pelatihan Penerapan IoT (Internet of Things) Melalui Perancangan Smart City untuk Siswa SMA Negeri 1 Tomohon dan SMA Kristen 1 Tomohon Siahaan, Berton Maruli; Bobanto , Maria Daurina; Afrioni Roma Rio
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qrd36n60

Abstract

The Internet of Things (IoT) plays an essential role in the era of the fourth industrial revolution and the Smart City concept, now increasingly implemented across various sectors, including education. This technology enables remote access and monitoring of multiple devices, supporting efficiency and responsiveness in information management. In the educational context, introducing IoT technology at the high school level aims to equip students with foundational knowledge and skills, better preparing them for future technological advancements. This training was conducted at SMA Negeri 1 Tomohon and SMA Kristen 1 Tomohon, focusing on temperature monitoring as part of a Smart City simulation. The temperature monitoring system introduced allows real-time data access through internet and mobile devices, offering students a concrete experience of IoT’s potential in daily life. During the training, students had the opportunity to observe and interact with pre-designed devices, gaining insights into installation processes, connectivity, data collection, and data processing. Evaluation results indicate that the program successfully enhanced students' understanding and interest in IoT technology, as well as strengthened their motivation to engage with relevant digital technology developments. This training is expected to be an initial step towards enabling students to use IoT as an innovative solution in the future.
Pemanfaatan Eco Enzyme sebagai Produk Serbaguna: Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Malalayang 1, Kota Manado Wawan Nurmawan; Tommy B Ogie; Marthen T Lasut
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/n5b94k90

Abstract

Abstrak Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kelurahan Malalayang 1, Kota Manado. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi Eco Enzyme dan produk turunannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pembuatan Eco Enzyme serta pengolahannya menjadi produk serbaguna seperti sabun cair dan sabun mandi padat. Pelaksanaan program meliputi tahapan persiapan bahan baku, proses fermentasi selama tiga bulan, dan pengolahan Eco Enzyme menjadi produk jadi. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik, serta terbentuknya kelompok produsen Eco Enzyme di tingkat kelurahan. Produk yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat untuk penggunaan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Tantangan utama yang dihadapi adalah waktu fermentasi yang relatif lama dan variasi hasil akhir, namun dapat diatasi dengan produksi berkesinambungan dan standarisasi proses. Program ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi volume sampah organik, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan limbah. Keberlanjutan program dijamin melalui rencana tindak lanjut yang meliputi diversifikasi produk dan pendampingan pemasaran.   Kata kunci: Eco Enzyme, limbah organik, produk serbaguna, Manado
Rehabilitasi Mangrove dan Perlindungan Wilayah Pesisirdi Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken Manado Wawan Nurmawan; Hengki D Walangitan; Fabiola B. Saroinsong
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/frffes15

Abstract

Kerusakan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Manado telah mengancam keberlanjutan lingkungan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan rehabilitasi mangrove dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan wilayah pesisir. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan tentang manfaat dan teknik penanaman mangrove, serta penanaman bibit mangrove bersama masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research, yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses kegiatan. Persiapan materi penyuluhan dan pengambilan bibit mangrove dari persemaian dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan keterampilan dalam teknik penanaman. Sebanyak 100 bibit mangrove berhasil ditanam di hutan mangrove Meras. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemulihan ekosistem mangrove dan peningkatan ketahanan wilayah pesisir di Kelurahan Meras.      
Manajemen Sumberdaya Manusia Internasional Zanzibar, Dani; Triyagi, Degi; Ardiansyah, Rayhan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q63p4x38

Abstract

Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional (MSDMI) merupakan bentuk pengelolaan tenaga kerja yang melintasi batas negara untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi global. MSDMI mencakup proses rekrutmen, pengembangan, dan pemberian penghargaan terhadap individu dalam organisasi multinasional, serta dipengaruhi oleh interaksi antara aktivitas SDM, jenis karyawan, dan lokasi operasional perusahaan. Dibandingkan dengan manajemen SDM domestik, MSDMI memiliki karakteristik yang lebih kompleks seperti keterlibatan dalam kehidupan pribadi karyawan, risiko yang lebih tinggi, serta tuntutan akan kompetensi lintas budaya dan pemahaman global. Faktor utama dalam pelatihan dan pengembangan SDM internasional meliputi penguatan kompetensi global, kepemimpinan lintas budaya, rotasi kerja internasional, penggunaan e-learning, hingga peningkatan kolaborasi global. Di sisi lain, MSDMI juga menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari keragaman model organisasi hingga tantangan dalam pengelolaan ekspatriat. Fungsi utama MSDMI mencakup akuisisi, pengembangan, pemeliharaan, dan motivasi karyawan dengan pendekatan yang adaptif dan strategis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis konsep, perbedaan, faktor pengembangan, tantangan, serta fungsi dalam manajemen sumber daya manusia internasional guna memberikan pemahaman menyeluruh tentang praktik pengelolaan tenaga kerja dalam konteks global yang dinamis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur karena data yang dianalisis berasal dari berbagai artikel ilmiah.
Usaha Ternak Lebah Madu Apis cerana Desa Leilem (Pembuatan Kue dari Produk Lebah Madu) Rompas, Joice J.I.; Palar, Novie R.A.; Rimbing, Siane Carly
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4a3va493

Abstract

Salah satu komoditi peternakan yang dapat menunjang perekonomian desa Leilem adalah ternak lebah madu karena ternak lebah madu memegang peranan penting bagi peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Kelompok ternak ini melaksanakan usaha dalam memelihara lebah madu dipadukan dengan menanam tanaman hortikultura seperti jagung. Namun cara pemeliharaannya masih bersifat tradisional dengan menggembalakan ternak lebah madu tersebut. Dengan demikian biaya pakan untuk ternak dapat ditekan. Apabila panen selesai maka peternak akan menggiring ternak serta peralatannya untuk pindah ke tempat yang lain dengan demikian si peternak pindah dari kebun yang satu ke kebun yang lain.. Hal ini menyebabkan populasi ternak lebah yang dipelihara makin kurang dan gairah beternak sudah mulai menurun. Penyuluhan pada dasarnya adalah proses pendidikan untuk orang dewasa yang bersifat non formal. Materi penyuluhan menyangkut: bagaimana mengembangkan teknik tatalaksana yang tepat, murah dan mudah dilakukan peternak dan relevan dengan kondisi ternak dalam upaya peningkatan reproduksi dan produktivitas lebah madu Apis cerana, aplikasi teknologi alternatif mencakup seleksi bibit unggul serta penggunaan /pengoperasian mesin ekstraktor dalam upaya peningkatan produktivitas lebah madu, bagaimana memformulasi pakan ternak lebah madu yang murah, mudah didapat dan tersedia di desa tersebut sesuai kebutuhan ternak. Pelatihan penanganan pasca panen seperti membuat kue dari madu dan royal jelly.
Pemetaan Zona Iklim di Sulawesi Utara Berdasarkan Kelembaban dan Presipitasi Menggunakan K-Means Clustering Afrioni Roma Rio
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xhf69j50

Abstract

Klasterisasi kelembaban dan presipitasi di Sulawesi Utara dilakukan dalam rangka memetakan pola curah hujan di wilayah tersebut. Kelembaban relatif dan presipitasi adalah dua parameter penting dalam meteorologi yang sering digunakan untuk memprediksi pola curah hujan. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data dalam rentang lima tahun dari tahun 2020 hingga tahun 2024 yang diambil dari 171 kecamatan di Sulawesi Utara. Metode k-means clustering digunakan untuk mengelompokkan kecamatan-kecamatan di Sulawesi Utara berdasarkan rata-rata kelembaban relatif dan presipitasi. Dalam analisis ini, empat klaster kecamatan berhasil dihasilkan. Meskipun rata-rata kelembaban relatif tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara keempat klaster, namun terdapat perbedaan signifikan dalam sebaran data presipitasi antara klaster-klaster tersebut. Klaster 1 merupakan klaster dengan tingkat presipitasi tertinggi, diikuti oleh klaster 2 dan klaster 3. Klaster 4 merupakan klaster dengan tingkat presipitasi paling rendah dibandingkan dengan klaster-klaster yang lain. Analisis ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam memetakan pola curah hujan di Sulawesi Utara dan membantu dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Selain itu, informasi tentang sebaran data presipitasi pada setiap klaster dapat menjadi pedoman dalam memetakan potensi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan tentang pola curah hujan di Sulawesi Utara.
PKM Pengendalian Hama pada Tanaman Cabai dengan Pestisida yang Ramah Lingkungan di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Montong, Vivi B.; Salaki, Christina L.; Rondonuwu, Frans. B.; Makal, Henny V.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/tp0drx17

Abstract

Budidaya cabai secara intensif selama puluhan tahun memunculkan dampak pestisida antara lain terjadinya penurunan produktivitas karena aplikasi pestisida sintetik secara terus-menerus mengakibatkan organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi resisten sehingga serangan OPT semakin meningkat. Solusi yang perlu dilakukan ialah bagaimana memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dengan cara penyuluhan kepada petani cabai di Kelurahan Rurukan untuk mengendalikan OPT cabai dengan menggunakan strategi dan taktik pengendalian yang ramah lingkungan. Informasi dari hasil analisis sebagai berikut: (1) peserta sangat antusias mengikuti kegiatan, menyimak, merespon, dan menanggapi secara positif terhadap pemaparan materi oleh narasumber, dan (2) terjadi peningkatan pengetahuan peserta dan penguasaan materi penyuluhan, ditandai dengan 16 orang peserta yang memahami dari 20 peserta, dan terjadi kenaikan pemahaman peserta dari nilai pra kegiatan (pre-test) ke akhir kegiatan (post-test) sebesar 65%.
Edukasi Pemilihan Pangan Lokal Bergizi Pencegah Stunting di Paniki Atas, Minahasa Utara Jaya Edy, Hosea; Mansauda, Karlah Lifie Riani; Tasiam , Ezrani
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/xkwas041

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem faced by communities in Indonesia, including those in Paniki Atas, North Minahasa Regency. This community service activity aimed to enhance public understanding of stunting prevention through the utilization of nutritious local food resources. The method employed was counseling and interactive discussion involving pregnant women, breastfeeding mothers, and community health cadres, with materials covering the introduction of local nutritious foods, balanced menu planning, and healthy food processing practices. The results indicated high participant enthusiasm and a significant increase in knowledge, with the average score improving from 50% before the session to 90% after the counseling. This program contributes to raising nutritional awareness and fostering community self-reliance in utilizing local food resources as a sustainable effort to prevent stunting in the Paniki Atas area.
Pelatihan Optimalisasi Area Kelapa dengan Pengembangan Kebun TOGA Mandiri  di Desa Ongkaw Satu, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan Pangemanan, Euis F. S.; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.; Wawan Nurmawan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/tge4fd50

Abstract

Pemanfaatan lahan di bawah tegakan kelapa seringkali belum optimal. Area di bawah pohon kelapa biasanya dibiarkan kosong atau hanya ditanami tanaman yang kurang produktif, sehingga potensi lahan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.Salah satu solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di bawah kelapa adalah dengan mengembangkan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Ongkaw Satu dalam mengelola lahan di bawah tegakan kelapa secara optimal. Tahapan kegiatan mencakup : persiapan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi dan praktek. Kegiatan dilakukan di Desa Ongkaw Satu pada bulan Juli-Agustus 2025. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil mengidentifikasi potensi pemanfaatan lahan yang belum optimal di Desa Ongkaw, yaitu area bawah tegakan kelapa. Mengembangkan kebun TOGA di bawah areal kelapa memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan unik. Karena itu, meski berjalan sukses, kegiatan pelatihan ini tidak luput dari tantangan dan memerlukan strategi penanganan untuk perbaikan ke depan.