cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
aseprahman@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
ejournal@ybli.or.id
Editorial Address
Jl. Lentera, Lingkungan 2, Pandu, Bunaken, Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27464644     DOI : https://doi.org/10.57207
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal multidisiplin yang mempublikasikan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu. Fokus utama jurnal ini mencakup inovasi, solusi, dan dampak nyata dari penelitian serta pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kami menerima artikel dari berbagai disiplin ilmu yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penerapan teknologi dan kebijakan yang relevan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
PKM Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Usaha Ternak Lebah Madu Apis Cerana Desa Rumengkor Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara Joice J.I. Rompas; Novie Roky Anders Palar; Elisabeth Jeini Hermi Toar
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/x1dept87

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok usaha ternak lebah madu Apis cerana melalui penguatan kapasitas, inovasi teknologi dan peningkatan nilai tambah produk madu. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya produktivitas koloni lebah, keterbatasan pengetahuan tentang manajemen koloni dan teknologi budidaya modern serta belum optimalnya pengemasan dan pemasaran produk madu lokal. Kegiatan PKM ini meliputi pelatihan teknis budidaya lebah madu dengan metode queen rearing untuk meningkatkan produktivitas koloni, pendampingan pengolahan produk turunan seperti madu murni, propolis dan lilin lebah serta pelatihan pengemasan dan pemasaran berbasis digital, selain itu dilakukan juga penyediaan sarana pendukung seperti kotak koloni / stup modern, alat pemanen madu dan bahan pelatihan bagi anggota kelompok tani Imanuel Desa Rumengkor. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis peternak lebah, peningkatan jumlah koloni produktif serta meningkatnya kualitas dan nilai jual produk madu lokal. Program ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Rumengkor juga mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Minahasa.
PKM Pelatihan dan Pendampingan Produksi Minyak Gosok Alami Pala di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Surya Sumantri Abdullah; Irma Antasionasti; Musfirah Ahmad; Imam Jayanto
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ahb26w44

Abstract

Herbal rubbing oil is a widely used traditional remedy for relieving muscle pain, improving blood circulation, and promoting relaxation. Nutmeg (Myristica fragrans) contains several bioactive compounds such as myristicin, safrole, eugenol, and elemicin, which possess analgesic and anti-inflammatory properties, making it suitable for development into a natural rubbing oil product. However, the utilization of nutmeg oil as an economically valuable herbal product remains underdeveloped, particularly in Islamic boarding schools and orphanages, where practical skills and entrepreneurial knowledge are highly needed. This Community Service Program (PKM) aimed to provide training and assistance in producing nutmeg-based rubbing oil through educational sessions, demonstrations, and hands-on practice. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge regarding the benefits of nutmeg and the safe use of herbal remedies, as well as an enhancement in technical skills related to production, packaging, and understanding product economic value. Participants successfully produced stable nutmeg rubbing oil with a distinct aromatic profile. The program positively contributed to improving health independence and promoting micro-entrepreneurship based on natural herbal products. This initiative demonstrates strong potential to be replicated in similar institutions as a model for local resource–based economic empowerment.  
Teknik Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sofia Wantasen; Adeleyda M. W. Lumingkewas; Eka P. Manalu; Popo Fauza Gultom; Fransiska Mitra.B.K Zebua
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/v4n03h13

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu lingkungan yang mendesak, terutama akibat meningkatnya volume timbulan sampah organik yang belum diolah secara optimal. Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan. Pemanfaatan bioaktivator alami menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan dibandingkan bioaktivator komersial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Lesah Rende Kecamatan Tagulandang dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Tahapan kegiatan mencakup : persiapan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi dan praktek. Kegiatan dilakukan di pada bulan September-Oktober 2025. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil membuat pupuk kompos dari sumber sampah rumah tangga dengan menggunakan kombinasi bioaktivator alami MOL Bonggol Pisang Goroho.  Lamanya kompos terbentuk 20 hari, pada dosis 90 mL MOL Bonggol Pisang.  Hal ini menunjukkan bahwa bioaktivator alami dapat menjadi alternatif efektif dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mendukung praktek pertanian organik.
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Masyarakat tentang  Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil, Risiko pada Kehamilan dan Pencegahannya Johanna A. Khoman; Vonny N.S. Wowor; Rizka Wahyuni
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5z7v3621

Abstract

Perubahan hormonal pada ibu hamil meningkatkan kerentanan terhadap terhadap inflamasi gusi dan penyakit periodontal. Inflamasi gusi atau gingivitis merupakan manifestasi yang paling sering terjadi pada ibu hamil dan jika tidak diatasi dapat berlanjut menjadi periodontitis. Periodontitis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, preeklamsia, bayi lahir dengan berat badan rendah  (BBLR). Untuk mengurangi risiko komplikasi, ibu hamil perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta hubungannya dengan kehamilan. Masyarakat sebagai kader kesehatan gigi dapat diberdayakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan kader kesehatan gigi ini  bertujuan untuk mendidik  kader sebagai perpanjangan tangan yang efektif guna menyebarluaskan informasi tentang kesehatan gigi mulut yang berdampak pada kehamilan. Kegiatan ini telah dilakukan di desa Kima Bajo yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wori, melibatkan 18 peserta  pada tanggal 1 September 2025 dan pendampingan lapangan yang dilakukan di Puskesmas Wori pada tanggal 23 Oktober 2025. Media bantu yang digunakan yakni ppt dan in focus, model gigi, serta poster. Hasil pelatihan kader ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader secara numerik.  Analisa hasil pengukuran pre-test dan post-test dengan  metode Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan skor rata-rata N-Gain untuk pengetahuan sebesar 0,66 (peningkatan sedang) dan skor rata-rata keterampilan 0,84 (peningkatan tinggi). Perolehan skor N-Gain menunjukkan pemberian edukasi dalam pelatihan cukup efektif (66%) meningkatkan pengetahuan, dan pelatihan keterampilan efektif (84%) meningkatkan keterampilan perserta pelatihan.
Edukasi dan Pelatihan dengan Metode Modelling tentang Cara Menyikat Gigi Sebagai Upaya Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Autis Christy N Mintjelungan; Ni Wayan Mariati
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/az6r6504

Abstract

Autisme  dipahami sebagai gangguan perkembangan neurobiologis  yang memengaruhi bagaimana anak belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam lingkungan dan hubungan dengan orang lain. Anak autis merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian dan pelayanan khusus seperti pelayanan medis, pendidikan  dan juga pelatihan-pelatihan bina diri yang bertujuan mengurangi ketergantungan kepada orang lain dan bisa hidup mendiri. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan dalam upaya melatih kemandirian anak autis dan mengubah perilaku anak . Edukasi dan pelatihan terhadap orangtua anak Autis sangat penting sehingga dapat memudahkan proses perubahan perilaku anak Autis. Kolaborasi orangtua, guru dan anak sendiri sangat membantu proses perubahan perilaku anak terutama anak berkebutuhan khusus Autis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada orangtua anak berkebutuhan khusus autis tentang cara menyikat gigi sebagai salah satu upaya pemeliharan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) AGCA Manado pada tanggal 13 Oktober 2025. Program ini penting dan perlu dilanjutkan untuk mengubah perilaku anak autis dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Pembuatan Website Untuk Meningkatkan Akses informasi di Kelurahan Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan Grace Adonia Josefina Rumagit; Agnes Loho; Jelly Lumingkewas; Yolanda Pinky Ivanna Rori
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q68bnm97

Abstract

Kegiatan Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan yang adalah wilayah perdagangan melalui usaha mikro, kecil dan menengah. Selain itu, potensi pariwisata dan perdagangan juga dimiliki kelurahan tersebut. Sejak adanya pemekaran Kelurahan Rumoong Bawah pada tahun 2006 sampai sekarang masih banyak yang belum mengetahui potensi yang dimiliki oleh kelurahan tersebut padahal era digitalisasi memungkinkan kelurahan tersebut untuk lebih mengembangkan potensi yang ada. Permasalahan yang dialami mitra yaitu perlu adanya website kelurahan yang dapat menjadi sarana promosi potensi kelurahan maupun sebagai sarana pelayanan publik. Tujuan pengabdian yaitu membantu mitra dalam pembuatan website untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi kepada masyarakat luas dan sebagai sarana informasi publik. Metode pengabdian yaitu pembuatan website dan pelatihan menggunakan serta memanfaatkan website. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu Kelurahan Rumoong Bawah telah memiliki website yang telah dibuat dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sarana informasi dan promosi.
Pengelolaan Penyadapan Getah Pinus (Pinus merkusii) dan Dampaknya terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus pada Kelompok Tani Hutan Sipatuo di Kabupaten Tana Toraja Windy Charli; Fabiola Saroinsong
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/nhqd9d91

Abstract

Getah pinus (Pinus merkusii) merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam menciptakan pengelolaan hutan berkelanjutan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Sipatuo di Desa Pa'tengko, Tana Toraja, terlibat aktif dalam penyadapan getah pinus melalui skema Perhutanan Sosial, yang tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga pada kelestarian hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis teknik pengelolaan penyadapan getah pinus serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan bagi anggota KTH Sipatuo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan anggota KTH, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik untuk mengelompokkan informasi terkait teknik sadap, rantai nilai getah pinus, dan dampaknya. KTH Sipatuo menggunakan teknik koakan (quare) dengan pembaruan luka setiap dua minggu. Getah dikumpulkan setiap 15 hari dan dijual ke mitra (CV. Pindo Indonesia) dengan harga Rp8.000 per kg. Rata-rata produksi per karung antara 70–97 kg. Dampak sosial-ekonomi yang signifikan meliputi peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, penguatan kelembagaan kelompok tani, dan peningkatan kesadaran konservasi. Pengelolaan getah pinus oleh KTH Sipatuo telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal sekaligus mendorong pelestarian hutan. Namun, diperlukan pengembangan diversifikasi tanaman dan peningkatan kapasitas pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan jangka panjang.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Daun Kelor dan Aplikasi pada Tanaman Pakchoy bagi Kelompok PKK Desa Wolaang Kecamatan Langowan Lumingkewas, Adeleyda Margharetha; Sumakud, Maria Yolanda; Wantasen, Sofia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jfb6rr92

Abstract

Kelompok PKK di Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, masih bergantung pada pemakaian pupuk anorganik dalam merawat tanaman hortikultura. Penggunaan pupuk anorganik berlebih, tidak tepat waktu dan pemberian dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pemakain pupuk anorganik berlebihan dapat merusak struktur yang ada didalam tanah juga kesuburan tanah dan Kesehatan lingkungan pun akan menurun. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pada kelompok PKK desa Wolaang mengenai pupuk organik dan ketrampilan dalam membuat pupuk organik cair (POC) yang berbahan dasar daun kelor. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan, serta evaluasi. Hasil yang didapat adalah masyarakat mengerti mengenai jenis pupuk, pupuk organik, sumber bahan untuk dapat dijadikan pupuk organik. Pembuatan pupuk organik cair yang berbahan dasar daun kelor beserta manfaatnya dan aplikasi bagi tanaman. POC yang telah berhasil dibuat tersebut memiliki ciri tidak berbau busuk, berwarna coklat. Implikasi pengabdian ini, kelompok PKK di Desa Wolaang dapat membuat POC sendiri dan mengaplikasikannya pada tanaman budidaya seperti pakchoy. Pelatihan dan pendampingan ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada kelompok PKK Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa.
Pelatihan Teknik Vertikultur Sebagai Solusi Pertanianpada Lahan Terbatas di Kelurahan Mahakeret Timur Kota Manado Wawan Nurmawan; Ogie, Tommy B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/30qf9n38

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di kawasan perkotaan menyebabkan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, yang berdampak pada keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan praktik pemanfaatan lahan pekarangan yang sempit melalui teknik vertikultur, dengan fokus pada pemanfaatan limbah botol plastik air minum kemasan 1500 ml sebagai wadah tanam. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi langsung yang menyasar kelompok masyarakat di Kelurahan Mahakeret Timur. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sistem vertikultur, persiapan media tanam, teknik penyemaian, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam membuat instalasi vertikultur secara mandiri dan menanam berbagai jenis sayuran. Penerapan teknik vertikultur ini terbukti menjadi solusi efektif untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, mengurangi pengeluaran belanja sayuran, sekaligus meningkatkan nilai estetika lingkungan dan mengelola sampah plastik secara produktif.
Pelatihan Pembuatan Tempe dengan Eco Enzyme Untuk Meningkatkan Kualitas Fermentasi dan Ramah Lingkungan di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado Ogie, Tommy B; Wawan Nurmawan; Sumakud, Maria Y.M.A.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jfhz8593

Abstract

Tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pangan nasional. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan proses produksi yang berkelanjutan, inovasi yang ramah lingkungan menjadi krusial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan tempe dengan penambahan eco enzyme kepada masyarakat di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, untuk meningkatkan kualitas fermentasi dan mengurangi dampak lingkungan. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik langsung yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2025. Hasil utama dari kegiatan ini adalah terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai seluruh tahapan proses pembuatan tempe dari kacang kedelai, mulai dari persiapan bahan hingga inkubasi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil memperkenalkan potensi pemanfaatan kacang hijau dan kacang merah sebagai bahan baku alternatif untuk diversifikasi produk. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi tempe yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga lebih ramah lingkungan, serta membuka wawasan mengenai kemandirian bahan baku.