cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
aseprahman@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
ejournal@ybli.or.id
Editorial Address
Jl. Lentera, Lingkungan 2, Pandu, Bunaken, Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27464644     DOI : https://doi.org/10.57207
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal multidisiplin yang mempublikasikan hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu. Fokus utama jurnal ini mencakup inovasi, solusi, dan dampak nyata dari penelitian serta pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kami menerima artikel dari berbagai disiplin ilmu yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penerapan teknologi dan kebijakan yang relevan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Penyuluhan dan Praktik Pengelolaan Obat di Rumah Tangga yang Aman dan Tepat dalam Rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Desa Noongan Tiga, Kabupaten Minahasa Rundengan, Gerald E.; Citraningtyas, Gayatri; Manawan, Fridly
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/9be8by14

Abstract

Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT) merupakan upaya nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan rasional. Pengelolaan obat yang tidak tepat di tingkat rumah tangga sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak negatif serius, seperti kegagalan terapi hingga Resistensi Antimikroba (AMR). Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut melalui penyuluhan dan praktik langsung berlandaskan konsep inti GEMA CERMAT, yaitu DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan Benar). Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan warga Jaga I dan Jaga II Desa Noongan Tiga, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, sebagai mitra. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat secara signifikan pada semua aspek DAGUSIBU, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari skor 15-25 menjadi 40 (Tercapai) setelah penyuluhan. Program ini berhasil mengubah persepsi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam cermat menggunakan obat.
Penerapan Teknologi Pertanian Perkotaan: Pelatihan Budidaya Hidroponik sebagai Solusi Ketahanan Pangan Keluarga Mitra Dharma Wanita Persatuan Fakultas Pertanian UNSRAT Paulus, Jeanne Martje; Paulus, Jeanne M; Demmassabu, Langimanapa Sofia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/z5gs5m57

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1npGa7A_yc2Pq0KKaM2Y8c5O1R4AvvaJz/edit?usp=drive_link&ouid=107132860122878458052&rtpof=true&sd=true
Pengaruh Continuing Professional Development (CPD) Terhadap Pengembangan Jenjang Karir Perawat: Literature Review Metilda; Aeni, Salsabila Dea Indri Nurul; Destianti, Sinta; Oveliya, Sulis; Zaelani, Syapta Nanda Erika; Salsabilla, Titania
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4c3bj244

Abstract

Program jenjang karir perawat di Indonesia dimulai pada tahun 2006 dan diatur oleh Permenkes Nomor 47 Tahun 2017, dengan standar yang mengikuti PPNI. Continuing Professional Development (CPD) adalah proses di mana perawat terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang berkelanjutan. Ini juga berarti komitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan tingkat profesionalisme dan keberhasilan dalam karier. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CPD terhadap pengembangan jenjang karir perawat melalui pendekatan literature review, penulis menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai metode, strategi, dan kecenderungan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi perawat melalui program pengembangan profesional. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan mampu meningkatkan keterampilan klinis, memperkuat identitas profesional, dan memperluas peluang karir melalui pemenuhan kompetensi yang tersusun secara sistematis. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan organisasi, akses terhadap pelatihan, motivasi individu, serta sistem evaluasi kompetensi. Berdasarkan interpretasi hasil tersebut, pengembangan profesional berkelanjutan memiliki posisi strategis dalam peningkatan mutu layanan dan kemajuan karir perawat. Hubungan CPD dengan jenjang karir perawat diperlukan kebijakan institusional yang terencana dengan baik agar program dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas praktik keperawatan.
Pelatihan Pembuatan Teh Celup Daun Leilem (Clerodendrum Minahassae L.) Sebagai Upaya Pemanfaatan Tanaman Endemik Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Kelurahan Watulambot Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa Lolo, Widya Astuty; Yudistira, Adithya
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jv4bs022

Abstract

Tanaman leilem merupakan tanaman endemik Sulawesi Utara yang mulai banyak dieksplor oleh para peneliti berhubungan dengan khasiatnya dalam bidang kesehatan. Mitra pada kegiatan ini yaitu kolom 19 dan kolom 20 GMIM Pniel Watulambot, Kelurahan Watulambot, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa. Permasalahan yang dijumpai pada mitra yaitu belum mengetahui secara ilmiah khasiat pengobatan dari daun leilem serta bagaimana cara pengolahan dan pengemasan agar menjadi bahan obat herbal yang praktis dan ekonomis untuk disimpan dan digunakan seperti dalam bentuk teh celup. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini antara lain: (1) memberi penyuluhan tentang tanaman leilem serta potensinya sebagai bahan obat yang telah terbukti secara ilmiah; (2) melatih keterampilan membuat teh celup daun leilem; dan (3) melatih cara mengemas teh daun leilem. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap yaitu dimulai dengan penyuluhan dari nara sumber tentang kajian secara ilmiah daun leilem dan khasiatnya dalam pengobatan, serta memberikan pemahaman kepada mitra tentang masa panen dan pengolahan pasca panen. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cara pembuatan teh celup daun leilem. Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan evaluasi untuk menelusuri pengetahuan masyarakat tentang pembuatan teh celup daun leilem melalui pembagian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang daun leilem dan peserta terampil membuat dan mengemas teh daun leilem.
Kajian Tutupan Lahan di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Menggunakan Sistem Informasi Geografis Aruan Tasik, Hestika; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/v1n97216

Abstract

Taman Hutan Raya (TAHURA) Gunung Tumpa memiliki peran vital sebagai kawasan konservasi dan satu-satunya area tangkapan air yang tersisa di Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan TAHURA Gunung Tumpa dalam kurun waktu 2016 hingga 2025 menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan adalah survei yang menggabungkan analisis spasial data sekunder citra satelit Sentinel-2 dan validasi lapangan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika perubahan pada tujuh kelas tutupan lahan. Selama periode 2016–2025, terjadi peningkatan signifikan pada luas hutan sekunder sebesar 11,00 ha (dari 88,12% menjadi 93,39%). Sebaliknya, terjadi penurunan luas pada kelas semak belukar sebesar 9,52 ha dan hilangnya kelas lahan terbuka seluas 3,28 ha. Selain itu, teridentifikasi munculnya kelas tutupan baru pada tahun 2025 berupa ladang (0,08 ha) dan padang rumput (0,21 ha). Secara keseluruhan, perubahan tutupan lahan di TAHURA Gunung Tumpa menunjukkan tren positif yang mengindikasikan terjadinya pemulihan vegetasi alami dan efektivitas fungsi kawasan konservasi.
Pelatihan Meracik Minuman Berbahan Dasar Herbal yang Tumbuh di Sulawesi Utara dalam Meningkatkan Sistem Imun Tubuh dan Mencegah Stunting Sudewi, Sri; Hariyanto, Yuanita Amalia; Sutrisno, Agung
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/b9tmr809

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan tinggi badan yang di bawah standar. Stunting pada balita dapat berakibat pada kesehatan dan kecerdasan anak di masa yang akan datang seperti kerentanan terhadap infeksi dan menurunnya prestasi di sekolah. Program pemberdayaan masyarakat ini melibatkan 50 perwakilan dari majelis taklim korowil dua dan majelis taklim korpri, di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara sebagai mitra pada program pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM). Pengetahuan secara umum pada mitra PKM tentang bahan alam yang dibuat sebagai minuman fungsional sangat terbatas. Rimpang jahe merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk meracik minuman herbal ‘saraba’ asli Sulawesi Utara. Mayoritas anggota majelis taklim ini belum mengetahui jenis tanaman, rimpang, daun, biji yangb dapat dimanfaatkan sebagia peningkat imun sekaligu pencegah stunting. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan dari mitra PKM dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang minuman berbahan dasar herbal yang asli tumbuh di Sulawesi Utara sehingga mudah dijangkau dan murah. Penyuluhan serta pelatihan pada program PKM ini dengan mengenalkan berbagai jenis tanaman herbal dan kombinasinya yang dapat diolah menjadi minuman yang berkhasiat untuk penambah imun tubuh dan dapat digunakan untuk mencegah stunting. Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan keterampilan meracik minuman herbal yang tumbuh di Sulawesi Utara sebagai peningkat imunitas tubuh dan pencegah stunting. Program pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengadakan pelatihan mengenai keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal. Selain itu, perwakilan anggota majelis taklim mendapatkan stimulus sarana dalam menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal. Hasil program pemberdayaan masyarakat ini adalah perwakilan mejelis taklim telah menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal kepada warga yang lain. Selain itu, warga telah dapat membuat minuman fungsional dari tanaman herbal. Temuan ini mengindikasikan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat menyebarluaskan keterampilan pembuatan minuman fungsional dari tanaman herbal kepada masyarakat yang lebih luas. Luaran yng dapat dihasilkan dari PKM ini berupa publikasi artikel di jurnal nasional.
Hubungan antara Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Perundungan pada Peserta Didik SMP Negeri 1 Tondano Mamahit, Brenda; Adam, Hilman; Wowor, Ribka Elisabeth
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jvtrr461

Abstract

Bullying remains a serious problem among school-aged adolescents. Based on the Global School-Based Student Health Survey (GSHS) by the World Health Organization, bullying is measured by the percentage of students who reported experiencing bullying at least once in the past 30 days (WHO, 2025). Globally, 41% of schoolchildren in Indonesia reported experiencing bullying in various forms (UNICEF, 2020), while the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) showed a significant increase in bullying cases in education in 2024. Peers play a role in shaping bullying behavior; the stronger the influence of the peer group, the higher the bullying behavior (Sari and Budiman, 2021). On the other hand, a literature review by Sitanggang et., al (2025) showed a negative relationship between the role of peers and bullying behavior; the higher the role of peers, the lower the bullying behavior in students. The purpose of this study was to analyze the relationship between the role of peers and bullying behavior in students at SMP Negeri 1 Tondano. The study was conducted at SMP Negeri 1 Tondano, and a sample of 100 students using stratified random sampling. The research instrument used the Peer Relationship Scale (PRS) and the Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ-R). Univariate analysis used the Spearman Rank Test using the SPSS ver.25 application. The results showed that 80.0% of the peer role was high. The results of the bivariate analysis obtained p <0.020 with an R value of -0.233, indicating a significant relationship with low correlation strength and a negative correlation between the role of peers and bullying behavior in students of SMP Negeri 1 Tondano.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Peserta Didik Putri di SMA Negeri 1 Manado Avriline, Yossi Dea; Adam, Hilman; Mandagi, Chreisye K. F
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/zxvkqy15

Abstract

Dismenore merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenore tergolong tinggi pada kelompok remaja dan dewasa muda, bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 90%. Selain faktor biologis, faktor psikologis seperti stres diduga berperan dalam meningkatkan keparahan nyeri menstruasi melalui mekanisme ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada peserta didik putri di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X yang telah mengalami menstruasi sebanyak 284 orang, dengan sampel sebanyak 82 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan derajat dismenore diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang (64,6%), diikuti stres tinggi (32,9%) dan stres rendah (2,4%). Pada variabel dismenore, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (51,2%), nyeri berat (23,2%), nyeri ringan (20,7%), dan tidak nyeri (4,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore (p-value = 0,000; r = 0,538), yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah positif, sehingga semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi tingkat nyeri dismenore yang dialami responden.
Hubungan antara Pengetahuan, Peran Tenaga Kesehatan, dan Dukungan Keluarga dengan Pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Raranta, Shania Abigail; Rumayar, Adisti A.; Adam, Hilman
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wdsfff86

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah program BPJS Kesehatan yang diselenggarakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit pada penderita penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Wolaang pada bulan Januari hingga Februari 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional yang digunakan pada sampel berjumlah 90 responden melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan analisi univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah pengetahuan, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil dari penelitian ini menguraikan bahwa mayoritas responden kurang memanfaatkan Prolanis (88,9%), memiliki pengetahuan yang kurang (65,6%), menilai tenaga kesehatan kurang berperan (74,4%), serta menilai kurang dukungan dari keluarga (60%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga memiliki hubungan (p < 0,05) dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Wolaang.
Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Mangrove Rhizophora Apiculata dan Sedimen di Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken Kota Manado Nurmawan, Wawan; Ogie, Tommy B.; Saroinsong, Fabiola B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/hfv26197

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki kemampuan ekologis dalam menyerap dan mengakumulasi logam berat dari lingkungan pesisir, sehingga berperan penting sebagai bioindikator pencemaran. Kawasan mangrove di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado merupakan wilayah pesisir yang berpotensi terpapar aktivitas antropogenik seperti permukiman, pariwisata, dan aktivitas perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada mangrove jenis Rhizophora apiculata dan sedimen di sekitarnya. Pengambilan sampel dilakukan pada bagian akar, kulit batang, daun, dan sedimen dari tiga individu mangrove yang dipilih secara purposif. Analisis kandungan logam berat menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Pb pada seluruh sampel berada di bawah batas deteksi alat (<0,15 mg/kg), sedangkan kandungan Cd berada di bawah <0,02 mg/kg. Nilai tersebut berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 dan standar internasional (ANZECC, 2000). Rendahnya konsentrasi Pb dan Cd menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Kelurahan Meras masih relatif baik dan belum mengalami pencemaran logam berat secara signifikan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Rhizophora apiculata berpotensi sebagai bioindikator kualitas lingkungan pesisir serta berkontribusi dalam mitigasi pencemaran logam berat di ekosistem mangrove pesisir Manado. Kata kunci: bioindikator

Page 9 of 11 | Total Record : 102