cover
Contact Name
Oksfriani Jufri Sumampouw
Contact Email
oksfriani.sumampouw@unsrat.ac.id
Phone
+628114342467
Journal Mail Official
oksfriani.sumampouw@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Prodi S2 IKM Unsrat Jl. Kampus Bahu Unsrat Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine
ISSN : -     EISSN : 27219941     DOI : https://doi.org/10.35801/ijphcm.v5i4
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine (IJPHCM) is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Articles 65 Documents
Kualitas Jasa Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Yulnisye Wansaga; Franckie Rudolf Raymond Maramis; Ribka Elisabeth Wowor
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.28873

Abstract

Latar Belakang: Kualitas jasa pelayanan didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan pasien atas pelayanan yang diterimanya, jika kenyataan sama bahkan lebih dari yang diharapkan maka pelayanan tersebut sehingga memberikan kepuasan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas jasa pelayanan yaitu pada dimensi kehandalan, jaminan, tampilan/bukti fisik, kepedulian dan ketanggapan dengan kepuasan pasien rawat jalan Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Talaud.  Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 595 pasien maka sampel yang diambil berjumlah 86 responden. Instrumen pengambilan sampel menggunakan kuesioner, dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Talaud pada bulan Oktober 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas jasa pelayanan dan kepuasan pasien. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan menggunakan uji chi square dengan CI= 95% (α= 0,05). Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai probabilitas hubungan kehandalan dengan kepuasan pasien (p=0,000), hubungan jaminan dengan kepuasan pasien (p=0,000), hubungan tampilan/bukti fisik dengan kepuasan pasien (p=0,000), hubungan kepedulian dengan kepuasan pasien (p=0,000), hubungan ketanggapan dengan kepuasan pasien (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Talaud.
Faktor Psikologi Dan Perilaku Dengan Penerapan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Odi Roni Pinontoan; Ezra Simri Mantiri; Sylvia Mandey
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.28882

Abstract

Latar Belakang: Upaya untuk mengendalikan, meminimalisasi dan meniadakannya bahaya di rumah sakit dapat dilakukan melalui sistem K3RS. Sistem Manajemen K3RS merupakan sesuatu yang baru dan menjadi sasaran penilaian akreditasi rumah sakit. Selain itu SMK3 merupakan faktor yang secara tidak langsung berhubungan dengan pasien, tetapi memegang peran penting dalam pelayanan rumah sakit.. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara faktor psikologi dan Perilaku terhadap Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu. Metode: Penelitian ini termasuk studi observasional analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus Slovin. Hasil perhitungan besar sampel diperoleh sebesar 60 responden. Variabel penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, tindakan dan manajemen K3RS. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Khi kuadrat. Hasil: Hasil dianalisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keyakinan (p = 0,031), persepsi (p= 0,007), pengetahuan (p= 0,039), sikap (p=0,039) dan tindakan (p= 0,007) dengan penerapan K3RS di RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor psikologi dan perilaku  dengan penerapan manajemen K3RS di RSUD Pobundayan Kota Kotamobagu.
Keadaan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Nike Gledis Monintja; Finny Warouw; Odi Roni Pinontoan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.28991

Abstract

Tuberculosis paru, penderita yang dinyatakan positif oleh puskesmas atau penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang menular lewat udara dan perkembangbiakan bakteri mycobacterium tuberculosis bisa disebabkan oleh keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keadaan fisik rumah dengan kejadian tuberkuosis paru di wilayah kerja puskesmas Bailang, kecamatan Bunaken. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkuosis paru yang positif di wilayah kerja Puskesmas Bailang kecamatan Bunaken dengan sampel sebanyak 31 responden.Penelitian dilaksanakan di di wilayah kerja puskesmas Bailang kecamatan bunaken, pada bulan oktober tahun 2019 sampai febuari tahun 2020. Menggunakan instrument penelitian yaitu kuesioner dan alat laboratorium kesehatan Luxmeter untuk mengukur pencahayaan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-square CI = 95% dan α = 0,05. Hasil yang di peroleh untuk pencahayaan alami yaitu ada hubungan antara pencahayaan alami dengan tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas bailaing dengan hasil analisa bivariat yang menunjukan bahw anilai p = 0,000 (p<0,05) nilai Odds Ratio (OR) = 4,808dan 95% CI = 0,832-27,798 . Hasil yang di peroleh untuk Ventilasi yaitu ada hubungan antara luas ventilasi dengan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bailaing dengan hasil analisa bivariat yang menunjukan bahwa nilai p = 0,001 (p<0,05) nilai Odds Ratio (OR) = 3,354 dan 95% CI = 1,037-10,853. Adanya hubungan antara pencahayaan alami dengan luas ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas bailang. Kesimpualan adanya hubungan antara pencahayaan alami dan luas ventilasi dengan kejadiaan tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bailang. Saran agar supaya penderita lebih memperhatikan keadaan fisik rumah agar tidak terjadi perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis dan dan dapat menular ke orang lain.
Peran Pemeritah dalam Implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Stop Buang Air Besar Sembarangan Maria Sophia Muaja; Odi Roni Pinontoan; Oksfriani Jufri Sumampouw
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29008

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan permukiman serta kenyamanan dalam kehidupan setiap hari. Salah satu program pemerintah tentang sanitasi yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Namun program ini belum berjalan optimal karena kurangnya peran pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran pemerintah dalam implementasi STBM Stop Buang Air Besar Sembarangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2020 di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang dtentukan secara purposive. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara, perekam suara dan kamera. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah (kabupaten, kecamatan dan desa) yaitu pelaksana kegiatan orientasi pembuatan media promosi dan kegiatan pelatihan, penganggaran, pelaporan dan pengkoordinasian pelaksanaan program STBM. Kesimpulan: Pemerintah telah melakukan berusaha untuk berperan dalam program STBM namun terkendala pada masalah biaya dan koordinasi.
Analisis Kadar Sulfur Dioksida (SO2) Udara di Kawasan Terminal Malalayang Kota Manado Tahun 2019 Gisela Margaretha Tampa; Sri Seprianto Maddusa; Odi Roni Pinontoan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29116

Abstract

Latar belakang: Tingginya aktivitas kendaraan yang ada di kawasan terminal Malalayang Kota Manado dapat menimbulkan adanya pencemaran udara seperti SO2 yang dapat mempengarhi udara di lingkungan sekitar dan berdampak bagi kesehatan manusia. Metode: Metode yang digunakan observasional dengan pendekatan deskriptif dengan pengambilan sampel selama dua  hari dengan tiga titik sampel. Hasil: Kadar SO2 tertinggi terdapat di titik tiga pada hari kamis sebesar 28,28 µg/Nm3, sedangkan yang terendah terdapat pada titik satu pada hari sabtu sebesar 2,88 µg/Nm3. Kesimpulan: Hasil kadar SO2 yang ada di kawasan Terminal Malalayang Kota Manado masih jauh dibawah standar baku mutu berdasarkan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999. Disarankan kepada pemerintah agar selalu menjaga dan memelihara kualitas udara di kawasan terminal dan bagi pemilik kendaraan agar dapat merawat mesin kendaraan dan melakukan uji emisi secara berkala.
Kejadian Corona Virus Disease 2019 berdasarkan Kepadatan Penduduk dan Ketinggian Tempat per Wilayah Kecamatan Jeini Ester Nelwan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.29176

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) merupakan penyakit menular yang sedang menjadi pandemi secara global. Kota Manado merupakan salah satu daerah yang terdampak dengan COVID 19. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui distribusi COVID 19 berdasarkan kepadatan penduduk dan ketinggian tempat per wilayah kecamatan di Kota Manado.  Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu penelitian observasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Manado pada Juli 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang berasal dari Website Pemerintah Kota Manado dan Badan Pusat Statistik Kota Manado. Variabel yang dianalisis yaitu kategori kasus COVID 19, kepadatan penduduk dan ketinggian tempat. Analisis data dilakukan secara univarat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paling banyak  kecamatan di kota Manado termasuk pada kategori sedang untuk COVID 19, sedang dan tinggi untuk kepadatan penduduk dan sedang untuk kategori ketinggian tempat. Selanjutnya, berdasarkan kepadatan penduduk maka semakin tinggi kepadatan maka terlihat semakin tinggi kejadian COVID 19. Berdasarkan ketinggian tempat menunjukkan bahwa semakin tinggi tempat maka semakin tinggi risiko kejadan COVID 19. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu kepadatan penduduk dan ketinggian tempat berpotensi menjadi faktor risiko kejadian COVID 19 namun perlu dilakukan penelitian lanjut untuk melihat pengaruh dari kedua variabel ini.
Insidensi Rate Corona Virus Disease 2019 pada Wilayah Pesisir dan Kepulauan Oksfriani Jufri Sumampouw
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.29178

Abstract

Latar Belakang: Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) merupakan salah satu ancaman terhadap kesehatan masyarakat termasuk daerah pesisir.  Kota Manado merupakan salah satu kota pesisir yang terdampak dengan COVID 19. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan insidensi rate (IR) COVID 19 pada daerah pesisir dan non-pesisir di Kota Manado. Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu penelitian observasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Manado pada Juli 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang berasal dari Website Pemerintah Kota Manado.Variabel yang dianalisis yaitu IR COVID 19 di daerah pesisir berdasarkan data dari Pemerintah Kota Manado per 5 Juli 2020. Analisis data dilakukan secara univarat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daerah pesisir khususnya kepulauan lebih rendah IR COVID 19 jika dibandingkan dengan daerah yang bukan pesisir.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu IR COVID 19 pada pada daerah pesisir dan kepulauan lebih rendah namun perlu dilakukan penelitian lanjut untuk melihat faktor risiko yang lain seperti kepadatan penduduk, suhu udara, perilaku masyarakat dan lainnya.
Faktor Lingkungan, Manusia dan Pelayanan Kesehatan yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Martini Yanti Oroh; Odi Roni Pinontoan; Josef B.S. Tuda
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29210

Abstract

Abstrak Latar belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) mengalami fluktuasi. Kasus DBD pada tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan untuk seluruh Kabupaten Minahasa dan Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor lingkungan biologi, lingkungan fisik, manusia dan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Metode: Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangkoan Minahasa pada April-Mei 2020. Jumlah informan sebanyak 7 orang. Variabel yang diteliti yaitu lingkungan biologi, lingkungan biologi, manusia dan pelayanan kesehatan. Analisis data menggunakan metode Miles dan Hubberman. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan biologi yang berhubungan dengan kejadian DBD yaitu hampir di setiap rumah memiliki tumbuhan di pot maupun di pekarangan yang dapat menjadi breeding place dan resting place alami dari nyamuk Aedes sp. Faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan kejadian DBD yaitu curah hujan karena curah hujan di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan masih masuk pada curah hujan yang sesuai dengan perkembangan kasus DBD. Faktor manusia yang berhubungan dengan kejadian DBD yaitu perilaku menggantung pakaian baik di kamar tidur maupun kamar mandi. Selain itu, kepadatan penduduk masuk pada faktor risiko kejadian DBD. Faktor pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan kejadian DBD yaitu upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat tentang program PSN melalui 4M plus. Kesimpulan: Faktor lingkungan fisik, biologi, manusia dan pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian DBD. Oleh karena itu dibutuhkan upaya modifikasi lingkungan dan perilaku masyarakat dalam rangka memberantas sarang nyamuk. Kata Kunci: Lingkungan; Manusia; Pelayanan Kesehatan; DBD
Peluang dan Tantangan Hospital Without Walls Pelayanan Kesehatan Anak Marieska Youhland Waworuntu; Gustaaf A. E. Ratag; Joyce Lapian
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29270

Abstract

Latar belakang: Kegiatan hospital without wall bagian pelayanan kesehatan anak yang memiliki peluang yaitu: pelayanan pediatri terpadu yang merupakan pusat rujukan kasus-kasus kompleks yang tidak dapat ditangani oleh tenaga kesehatan di level yang biasa. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis kemungkinan pelaksanaan hospital without walls pelayanan kesehatan anak melalui peluang dan tantangan atau hambatan yang ada. Metode: Desain penelitian kualitatif (grounded research) atau grounded theory untuk menemukan teori baru. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam kepada informan penelitian yaitu: Direktur rumah sakit, dokter-dokter spesialis, kepala-kepala Puskesmas, dan masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan anak.  Hasil: Peluang dan kemungkinan pelaksanaan konsep ini terbukti melalui informasi bahwa rumah sakit dan dokter sepesialis sudah melakukan pelayanan hospital without walls lebih khusus di bidang pelayanan kesehatan anak. Menurut hasil penelitian juga konsep ini dapat memberikan berbagai keuntungan bagi rumah sakit melalui promosi pelayanan rumah sakit, peningkatan jumlah kunjungan dan membantu dalam menunjang akreditasi rumah sakit. Hambatan lain dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu pada sistem pembiayaan oleh BPJS yang belum mendukung kegiatan seperti ini. Sebab selain menghambat pelaksanaan konsep ini hal-hal tersebut dapat memberikan kerugian bagi dokter spesialis anak sebagai pemberi pelayanan kesehatan kepada anak dan juga dapat memberikan kerugian bagi masyarakat dalam hal ini bagi orang tua sebagai pengguna pelayanan kesehatan anak. Kesimpulan: Hospital without walls pelayanan kesehatan anak dapat dilakukan dan memiliki banyak peluang. Disarankan bagi rumah sakit untuk menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah, perusahaan asuransi, BPJS, serta FKTP yang ada untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dengan konsep ini.
Analisis Strategi Promosi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja dalam Mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan di SMAN 1 Tondano Kabupaten Minahasa Abram Agus Ratu; Joy A.M. Rattu; Lydia Tendean
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.3.2020.29411

Abstract

Latar belakang: Kehamilan tidak diinginkan (KTD) disebabkan perilaku tidak sehat dan kondisi saat sebelum/selama kehamilan dan berhubungan erat dengan berbagai aspek yang ada di masyarakat. Tujuan penelitian untuk menganalisis strategi promosi kesehatan reproduksi bagi remaja dalam mencegah kehamilan tidak diinginkan di SMAN 1 Tondano Kabupaten MinahasaMetode penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif di SMAN 1 Tondano Kabupaten Minahasa menggunakan tehnik sampling purposive. Informan berjumlah 7 orang dan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan diolah dengan triangulasi.Hasil penelitia: Penelitian ini menunjukkan bahwa KTD pada remaja berawal dari perilaku seksual pernah dilakukan seperti kissing, necking hingga intercourse. Advocacy bagi remaja dalam mencegah KTD telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan namun hanya sebatas masukan pada rapat koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Kabupaten Minahasa dan DPRD Minahasa. Dukungan sosial sudah ada namun pelaksanaannya jarang dilakukan. Pemberdayaan Masyarakat telah dilakukan namun hanya sebatas peserta yang ditunjuk atau utusan, karena keterbatasan dana.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu KTD pada Remaja berawal dari perilaku seksual dan strategi promosi kesehatan reproduksi (advocacy, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat) telah dilakukan namun belum maksimal. Saran, perlu disosialisasikan KTD secara merata dan melibatkan guru, siswa, orang tua dan perlu ditingkatkan dukungan sosial serta pemberdayaan masyarakat dari dan oleh instansi terkait.