cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
tanzhim@stidalhadid.ac.id
Editorial Address
Jalan Kejawan Putih Tambak 80, Surabaya, Jawatimur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tanzhim
ISSN : 2988067X     EISSN : 29879205     DOI : 10.55372
Tanzhim : Jurnal Dakwah Terprogram (JDT) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan managemen dakwah Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Managemen Dakwah, Kepemimpinan lembaga dakwah, Managemen Strategi Dakwah, Managemen Pemasaran Dakwah, Managemen produk dakwah, Pengembangan Produk Dakwah, Managemen Zakat & infaq, Managemen SDM lembaga dakwah, Managemen keuangan lembaga dakwah. Tanzhim terbit dalam format cetak dan online.
Articles 53 Documents
Sistem Deteksi Risiko Dini Berbasis Perilaku pada Organisasi Dakwah Taufan Arifianto
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i2.80

Abstract

Keberlanjutan organisasi dakwah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebijakan struktural-manajerial dan sumber daya, tetapi juga oleh dinamika perilaku anggota organisasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif secara jangka panjang. Artikel ini bertujuan untuk menggagas kerangka konseptual-aplikatif mengenai sistem deteksi risiko dini berbasis perilaku bagi organisasi dakwah. Menggunakan pendekatan conceptual research, gagasan dikembangkan melalui proses sintesis teoritis yang berakar pada konsep-konsep dasar terkait organizational behavior, behavioral risk, dan early warning system. Melalui integrasi ketiga konsep tersebut, dihasilkan kerangka kerja konseptual untuk mengidentifikasi, memantau, dan menginterpretasikan risiko dari fenomena perilaku anggota organisasi yang berpotensi memberi dampak negatif sebelum berkembang menjadi masalah strategis yang mengancam keberlanjutan organisasi. Temuan artikel menunjukkan tiga gagasan utama, yaitu: Pertama, diperlukan pengembangan taksonomi risiko perilaku yang secara khusus merepresentasikan karakteristik organisasi dakwah sebagai pijakan melakukan deteksi. Kedua, sistem deteksi dijalankan dalam 4 tahap: pemahaman risiko, monitoring, penilaian-komunikasi & tindakan. Ketiga, model sistem deteksi dini yang dihasilkan masih tetap perlu dikontekstualisasikan sesuai dengan tujuan, situasi SDM, bentuk pekerjaan, nilai, dan dinamika masing-masing organisasi dakwah agar semakin relevan dan presisi.
Data-Driven Decision Making pada Organisasi Nirlaba: Studi Kasus Bank Sampah di Sidoarjo Fasha Umh Rizky
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i2.81

Abstract

Pengambilan keputusan di organisasi perlu didasarkan pada data agar keputusan yang diambil tidak bersifat subjektif dan tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi organisasi. Perlu ada gambaran pengambilan keputusan berbasis data atau disebut data-driven decision making, khususnya pada organisasi nirlaba. Bank sampah PKK termasuk salah satu yang menerapkan data-driven decision making dalam menghasilkan keputusan. Dengan pendekatan empirical field research, dipadukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara, dokumentasi dan analisis interaktif, studi ini bermaksud mendeskripsikan proses dan hasil penerapan data-driven decision making yang dilakukan Bank Sampah PKK dalam mengambil keputusan. Hasil studi menemukan Bank Sampah PKK menerapkan data-driven decision making dengan melewati tahapan memformulasikan pertanyaan kunci, mengumpulkan dan menganalisis data, mengkomunikasikan hasil dan mengambil keputusan. Keputusan yang dibuat bersifat keputusan operasional yaitu perlu meningkatkan edukasi pemilahan sampah pada nasabah, mensosialisasikan pada nasabah terkait manfaat lingkungan dan ekonomi program bank sampah, membagi pekerjaan pengurus ke dalam pos-pos yang terfokus, dan memberikan reward pada pengurus dan nasabah. Temuan yang didapatkan pada kasus bank sampah, dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dakwah untuk menggunakan data sebagai pijakan merumuskan keputusan organisasi. Seperti membuat keputusan operasional berbasis analisis data kuantitatif terkait modal/keuntungan dan data kualitatif yang memperjelas itu. Agar hasil keputusan yang dibuat bisa realistis memecahkan masalah di lapangan.
Formulasi Startegi Lembaga Jasa Psikologi dan Pendidikan Islami: Studi Pada CV. ASA Sidoarjo Tahun 2026 Luqman Kurniawan
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i2.82

Abstract

CV. ASA (Asieq Surya Abadi) merupakan lembaga jasa psikologi pendidikan yang menaungi dua unit usaha, Surya Psychological dan Asieq Educare, dan tengah menghadapi tekanan pertumbuhan berupa target kemitraan 60 sekolah serta 150 siswa bimbingan belajar pada tahun 2026. Studi ini bertujuan merumuskan alternatif strategi pengembangan CV ASA untuk periode 2026-2027 melalui pemetaan isu strategis pada tiap area fungsional organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan analisis SWOT non-matriks berbasis area fungsional, tanpa menggunakan matriks TOWS, sebagaimana lazim digunakan pada kajian formulasi strategi lembaga dakwah dan sosial berskala kecil-menengah. Data dihimpun dari hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan dokumen profil lembaga, kemudian dianalisis pada enam area fungsional: sumber daya manusia, program layanan, pemasaran dan kehumasan, keuangan dan pendanaan, sarana-prasarana dan teknologi, serta tata kelola dan legalitas. Hasil studi menunjukkan isu strategis dominan berupa beban kerja rangkap (double job) staf, ketergantungan pendanaan pada Dana BOS sekolah mitra, dan residu masalah integritas administratif dari staf terdahulu. Alternatif strategi yang dirumuskan mencakup standarisasi SOP rekrutmen dan pelatihan bertahap, diversifikasi sumber pendanaan Asieq Educare, penguatan sistem kontrol dokumen digital, serta konsolidasi wilayah operasional prioritas.