cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
tanzhim@stidalhadid.ac.id
Editorial Address
Jalan Kejawan Putih Tambak 80, Surabaya, Jawatimur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tanzhim
ISSN : 2988067X     EISSN : 29879205     DOI : 10.55372
Tanzhim : Jurnal Dakwah Terprogram (JDT) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan managemen dakwah Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Managemen Dakwah, Kepemimpinan lembaga dakwah, Managemen Strategi Dakwah, Managemen Pemasaran Dakwah, Managemen produk dakwah, Pengembangan Produk Dakwah, Managemen Zakat & infaq, Managemen SDM lembaga dakwah, Managemen keuangan lembaga dakwah. Tanzhim terbit dalam format cetak dan online.
Articles 38 Documents
Rekontekstualisasi Konsep Sportivitas dalam Kompetisi Dakwah Wahyudiyanto, Dhanny
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.45

Abstract

Dakwah yang dilakukan oleh umat Islam dari berbagai kalangan tidak bisa lepas dari kompetisi. Beberapa praktik kompetisi dakwah yang terjadi cenderung menggunakan segala cara yang justru merendahkan muruah dakwah Islam. Perintah berlomba-lomba pada kebaikan disebutkan dengan jelas di Al-Quran. Namun Allah SWT menghendaki kompetisi yang dilakukan tidak dengan segala cara. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif konseptual yang bertujuan untuk mengadaptasikan konsep sportivitas yang lahir pada konteks kompetisi olahraga, ke dalam konteks persaingan dakwah. Tulisan ini menghasilkan format kompetisi dakwah yang menjunjung tinggi sportivitas, dengan mencakup unsur ketaatan terhadap aturan, kesetaraan antarsubjek dakwah, penghormatan terhadap para stakeholder, semangat mengungguli antarsubjek dakwah serta keseimbangan antarunsur. Kompetisi dakwah yang sportif ini dapat menstimulasi pengembangan penyebaran ajaran Islam yang rahmatan lil alamin secara eksponensial di masyarakat.
Pengambilan Keputusan Investasi dalam Pengelolaan Kas Lembaga Pendidikan: Studi Kasus Terapan pada Lembaga ABC Surabaya Kurniawan, Amin
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.46

Abstract

Lembaga pendidikan hadir dengan didasari kesadaran dan kepedulian terhadap generasi muda. Namun dinamika dan keterbatasan SDM dan keuangan menjadi masalah yang sering muncul, khususnya minimnya kemampuan mengambil keputusan pengelolaan kas secara optimal melalui investasi. Sehingga studi ini bertujuan memberikan panduan prosedur teknis dalam pengambilan keputusan pengelolaan kas melalui pilihan investasi sehingga Lembaga tidak mengalami kerugian. Prosedur pengambilan keputusan investasi dilakukan dimulai dari tahap penguasaan kondisi ekonomi internal dan eksternal hingga tahap penetapan instrumen investasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan pengambilan data melalui wawancara pengelola, pengamatan, dan observasi di lembaga. Hasil studi menunjukkan bahwa Lembaga Pendidikan ABC Surabaya telah melakukan prosedur pengambilan keputusan investasi secara tepat. Hal ini dibuktikan dengan ketepatan pemilihan instrumen investasi sesuai dengan kondisi aktual lembaga baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Analisis Pengambilan Keputusan Perjanjian Hudaibiyah Dengan Model Bounded Rationality Ridoi, Ahmad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.47

Abstract

Proses pengambilan keputusan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah menggunakan pendekatan bounded rationality dari Herbert A. Simon merupakan kajian yang menarik. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, keterbatasan informasi, tekanan waktu, dan kompleksitas dinamika dakwah, situasi konflik maupun peperangan yang dihadapi, Nabi tidak memilih keputusan yang paling optimal secara teoritis, melainkan yang satisficing—cukup baik dan realistis. Bounded rationality lebih relevan dalam menjelaskan pengambilan keputusan di dunia nyata yang kompleks dibanding model rasional klasik. Model pengambilan keputusan ini melalui proses seleksi alternatif yang terbatas, prosedural, dan kontekstual. Dengan pertimbangan yang visioner dan adaptif, Nabi mampu mengambil keputusan yang menghasilkan dampak yang besar bagi sejarah dan kemajuan umat Islam. Dalam jangka pendek, hasilnya tampak merugikan, tetapi secara strategis sangat menguntungkan bagi perkembangan dakwah Islam. Disisi lain, dalam konteks Perjanjian Hudaibiyah, pengambilan keputusan yang dilakukan kaum Quraisy, mengalami proses yang lebih timpang dalam persiapan dan prosedur pengambilan keputusannya, sehingga mempengaruhi proses keputusan poin-poin perjanjian dan evaluasi hasil perjanjian yang dilakukan oleh kaum Quraisy, akhirnya meminta perubahan bahkan melakukan pelanggaran atas perjanjian. Menggunakan metode penelitian historical case study, penulis mencoba melakukan intepretasi dan merekonstruksi pengalaman sejarah yang terbatas pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dengan berbagai konteks yang melingkupinya. Studi ini dengan demikian, memperkaya perspektif keislaman dalam studi manajemen dan pengambilan keputusan.
Forecasting Berbasis Statistik Dalam Manajemen Investasi Organisasi Nirlaba: Studi Pada PKK Perumahan di Sidoarjo Rizky, Fasha Umh
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-profit organizations need to make investments as a way to increase capital for growth or maintain capital value against inflation. However, for leaders to decide on the appropriate investment instruments, several considerations are needed, one of which is predicting the returns on the targeted investment instruments. The leadership of the PKK Housing Cooperative at Sapphire Residence Block 6 Prasung, Buduran, Sidoarjo plans to invest a portion of its cash reserves in a savings and loan cooperative. However, to decide whether to proceed with the investment, the leadership requires a prediction of the potential returns that could be achieved by investing in the savings and loan cooperative. This quantitative study aims to generate a profit forecast for the PKK of Sapphire Residence Block 6 Prasung, Buduran, Sidoarjo. Data was obtained through interviews with the management and a review of the credit union's cash flow reports. Forecasting analysis was conducted using multiple regression analysis. The study results indicate that the data meets the classical assumption tests and can be used with multiple regression analysis to predict the potential profits that the Management Committee could achieve by investing in the Credit Union. With the formula Y=27,682 X1 + 17,255 X2, it was found that the potential profit for the PKK is Rp 27,682 per account opened at the Credit Union, or 5.54%. Based on this finding, the recommendation is that PKK leaders can invest PKK funds in the Savings and Loan Cooperative because there is no potential for loss and they can earn a 5.54% profit by opening one account.
Perencanaan Kantor Lembaga Dakwah: Study Kasus TPQ Al-Ihsan, Waru, Sidoarjo Tahun 2024 Sumardianto, Erdin
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.49

Abstract

Studi ini meneliti penerapan kerangka kerja manajemen kantor dakwah, khususnya tahap perencanaan. Pendekatan kualitatif studi kasus pada TPQ Al-Ihsan, Waru, Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara pada pengurus, lalu dianalisis dengan sintesis induktif menggabungkan premis-premis dari data deskriptif faktor strategis internal dan eksternal guna menemukan solusi strategis. Hasil studi menunjukkan bahwa target kantor dakwah bersifat supporting terhadap ketercapaian target TPQ Al-Ihsan secara makro, faktor-faktor strategis yang dipetakan dan dianalisis meliputi aspek fisik dan nonfisik kantor, dan strategi yang dirumuskan harus mampu memecahkan isu strategis pada aspek fisik terkait penataan ruangan kantor dan nonfisik kantor terkait interaksi antara pengguna kantor dakwah, yaitu guru pengurus, ngaji, santri, dan orang tua/wali santri. Mengingat minimnya studi tentang manajemen kantor dakwah, temuan ini diharapkan membawa implikasi teoretis dan praksis bagi lembaga dakwah untuk merencanakan kantor dakwahnya secara komprehensif, dari aspek fisik dan non fisik kantor.
Konsep & Kerangka Analisis Manajemen Strategis Dakwah Affandy, Shofyan
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.50

Abstract

Disruptive forces have penetrated nearly all dimensions of life, triggering radical transformations in thinking patterns, work systems, and institutional structures. These shifts demand adaptive responses not only from individuals but also from social, commercial, and public institutions. Organizational adaptability to such environmental dynamics requires a robust set of concepts and responsive strategic analysis frameworks to sustain competitive advantage. In the context of da’wah organizations, there is a pressing need for a theoretical transformation of strategic management concepts that aligns with the distinct nature of the da’wah environment. This transformation should go beyond axiological concerns and encompass strategic and methodological dimensions. This study employs a qualitative-theoretical approach (basic research), using deductive analysis to synthesize conventional strategic management concepts with the essence and characteristics of Islamic da’wah. The outcome is a theoretical reconfiguration of strategic concepts and competitive advantage, alongside the development of an analytical framework tailored to the unique environment of da’wah organizations. Traditional da’wah approaches inherited from the past must evolve into a more strategic form of da’wah—one that is adaptive, innovative, competitive, and multidimensionally effective. Furthermore, competitive advantage must shift towards collaborative advantage, emphasizing mutualistic partnerships with the target audience (mad‘u). As a consequence, the conventional business-oriented SWOT analysis framework should be reinterpreted into a more holistic and optimistic SWOT framework that reflects the values and goals of da’wah.
Relevansi Konsep Pengawasan dalam Islam dengan Manajemen Era Society 5.0 Amertha, Mohammad Fajar; Pradesa, Dedy
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.53

Abstract

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting guna memastikan tercapai tidaknya target, sasaran, dan tujuan organisasi. Dalam ajaran Islam, konsep pengawasan juga diajarkan yang dikenal dengan istilah al-riqab dan al-taqyim (evaluasi). Perspektif ajaran Islam menekankan nilai-nilai evaluasi dan pengawasan internal melalui instopeksi diri, serta secara eksternal melalui pengawasan Allah dan para Malaikat-Nya. Sementara itu, era society 5.0 hadir dengan karakteristik pemanfaatan teknologi cerdas berbasis artificial intelligence, big data, dan Internet of Things, yang bertujuan mewujudkan masyarakat berpusat pada manusia (human-centered society). Studi ini bertujuan mengkaji relevansi konsep pengawasan dalam Islam dengan model pengawasan dalam manajemen di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap sumber primer ajaran Islam, serta literatur sekunder terkait manajemen era society 5.0. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep pengawasan dalam Islam yang menekankan pada kesadaran spiritual, akuntabilitas, kejujuran, pencatatan, dan kesabaran selaras dengan kebutuhan dan prinsip pengawasan berbasis teknologi di era Society 5.0. Integrasi antara pengawasan Islam dan teknologi modern dapat menghadirkan tata kelola organisasi yang tidak hanya efisien dan transparan, tetapi juga etis, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Konsep pengawasan Islam yang didektai dengan Ilmu pengetahuan terkait berperan sebagai landasan etis normatif, metodologism, dan teknis.
Emotional Quotient Leadership Umar bin Khattab dalam Situasi Krisis Nur Aini, Anisah; Dimas Wahyudi, Mukhammad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.54

Abstract

Setiap organisasi kerap menghadapi dinamika yang mengancam eksistensi, salah satu dinamika tersebut yakni situasi krisis. Situasi krisis dapat menimbulkan ancaman bagi keberlangsungan organisasi, menurunnya legitimasi dan kepercayaan terhadap pemimpin dalam mengatasi situasi tersebut. Diperlukan kepemimpinan yang mampu mengelola situasi krisis agar organisasi tetap solid, adaptif sehingga mampu keluar dari situasi tersebut. Diperlukan kepemimpinan dalam situasi krisis yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual semata, melainkan juga kecerdasan emosional untuk mengelola dinamika psikologis dan sosial yang terjadi. Hal ini tampak dalam kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab saat menghadapi krisis besar, yaitu kelaparan pada Tahun Ar-Ramadah atau Tahun Abu. Artikel ini mengkaji penerapan Emotional Quotient Leadership Umar bin Khattab dengan menelaah pada dimensi kesadaran diri, regulasi emosi, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa Umar bin Khattab konsisten menampilkan kecerdasan emosional dalam situasi krisis dengan menjaga kesederhanaan hidup, mengendalikan emosi di tengah kepanikan, menumbuhkan motivasi spiritual, hadir dengan penuh empati bersama rakyat, dan membangun jejaring sosial untuk memperluas solusi. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa pemimpin perlu menempatkan kecerdasan emosional sebagai fondasi kepemimpinan, sehingga mampu menjaga stabilitas, memperkuat solidaritas, dan memastikan keberlangsungan organisasi khususnya pada organisasi dakwah dalam menghadapi situasi krisis.

Page 4 of 4 | Total Record : 38