cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
tanzhim@stidalhadid.ac.id
Editorial Address
Jalan Kejawan Putih Tambak 80, Surabaya, Jawatimur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tanzhim
ISSN : 2988067X     EISSN : 29879205     DOI : 10.55372
Tanzhim : Jurnal Dakwah Terprogram (JDT) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan managemen dakwah Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Managemen Dakwah, Kepemimpinan lembaga dakwah, Managemen Strategi Dakwah, Managemen Pemasaran Dakwah, Managemen produk dakwah, Pengembangan Produk Dakwah, Managemen Zakat & infaq, Managemen SDM lembaga dakwah, Managemen keuangan lembaga dakwah. Tanzhim terbit dalam format cetak dan online.
Articles 47 Documents
Implementasi Kepemimpinan Keteladanan pada Organisasi Kepemudaan: Studi Kasus Karang Taruna XYZ Surabaya Sumardianto, Erdin
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.58

Abstract

Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda dan penguatan partisipasi sosial masyarakat. Namun, banyak organisasi kepemudaan berbasis komunitas menghadapi persoalan rendahnya partisipasi anggota, lemahnya komitmen organisasi, serta kurang efektifnya kepemimpinan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan keteladanan dalam organisasi kepemudaan melalui studi pengabdian kepada masyarakat pada Karang Taruna XYZ, Kota Surabaya. Studi ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek utama studi adalah Ketua Karang Taruna XYZ dan Wakil Ketua RW setempat. Hasil studi menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, kepemimpinan di Karang Taruna XYZ belum efektif dalam menggerakkan pengurus dan menjalankan program kerja secara berkelanjutan. Melalui pendampingan kepemimpinan keteladanan, Ketua Karang Taruna XYZ menunjukkan perubahan perilaku kepemimpinan yang ditandai dengan peningkatan keterlibatan langsung, kehadiran konsisten di sekretariat, pendekatan personal kepada pengurus, serta keteladanan dalam kerja nyata. Penerapan kepemimpinan keteladanan tersebut berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, partisipasi pengurus, dan revitalisasi program organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan keteladanan merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam penguatan organisasi kepemudaan berbasis komunitas, khususnya yang bergantung pada partisipasi sukarela anggota.
Strategi Komunikasi Muhammadiyah atas Penerimaan Konsesi Tambang: Perspektif Teori Perbaikan Citra Wahyudiyanto, Dhanny
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.59

Abstract

Pemerintah mengeluarkan kebijakan penawaran konsesi tambang batubara kepada ormas keagamaan yang sempat memicu polemik publik. Beberapa organisasi menyatakan penerimaan, sementara beberapa lainnya menolak kebijakan tersebut dengan berbagai alasan. Setelah mengalami dinamika pro dan kontra di internalnya, Muhammadiyah akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran pemerintah. Keputusan ini berpotensi memengaruhi citra Muhammadiyah di mata publik, khususnya di kalangan kelompok yang menentang kebijakan tersebut. Akibatnya, strategi komunikasi diterapkan untuk mengurangi potensi persepsi negatif saat keputusan resmi diumumkan melalui konferensi pers dan doorstop interview setelah rapat Konsolidasi Nasional Muhammadiyah 2024 di Yogyakarta. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Muhammadiyah terkait penerimaan konsesi pertambangan batubara dari perspektif Teori Perbaikan Citra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa Muhammadiyah menerapkan beberapa strategi perbaikan citra, yang mencakup denial strategy melalui taktik simple denial, evade responsibility strategy melalui taktik good intention, dan reduce offensiveness strategy melalui taktik minimization, differentiation, dan transendence. Beberapa strategi dan taktik ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran berharga bagi organisasi dakwah dalam mengkomunikasikan posisi atau kebijakan resmi yang dipandang sensitif bagi publik.
Tinjauan Etis Situasional dalam Formulasi Keputusan Insentif Bagi Community Worker Bank Sampah PKK di Sidoarjo Prima Sari, Rr. Febrina
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.63

Abstract

Situational Ethical Decision: Formulating Incentive Policies For PKK Waste Bank Community Workers In Sidoarjo. Ethical specificity regarding decisions of good or moral wrong within situational contexts is essential for organizational governance. Organizations that pursue mission-aligned objectives under Islamic values may encounter difficulties when relying solely on general codes of ethics to address context-specific ethical dilemmas. The failure of managers within such organizations to apply a balanced ethical framework in resolving particular dilemmas can increase the risk of disharmony, diminished employee motivation, and trust issues. The PKK Waste Bank of Housing X in Sidoarjo operates with environmental da’wah objectives, incorporating education on waste sorting and savings to minimize environmental residues while simultaneously supporting the economic empowerment of the community. The chairperson of PKK confronts an ethical dilemma in formulating policy amid social welfare considerations, despite the fact that community workers exert substantial effort within a relatively modest funding envelope. This phenomenon necessitates problem-solving founded on a theory of decision-making in applied ethics, which elucidates the considerations involved in formulating applied ethical decisions and delineates the stages required to produce a balanced ethical decision formulation for multiple stakeholders within a specific context. The present study offers a qualitative account of the process by which an ethical policy formulation is established, focusing on a case study of a situational dilemma encountered by PKK’s waste bank. Data were collected through semi-structured interviews with organizational administrators and participant observation. The study yields an incentive framework consisting of an annual monetary payment, calculated from net income after deducting the bank’s idle cash (IDR 200,000), with 10% allocated to PKK funds and 90% directed to community workers
Diagnosa Isu Strategis bagi Organisasi di Fase Krisis Arifianto, Taufan
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.57

Abstract

Hidup-matinya organisasi dakwah bergantung pada kemampuan manajer menjaga keberlangsungan program. Ancaman terhadap eksistensi organisasi diawali dengan terjadinya fase krisis organisasi dicirikan dengan vakumnya program dalam waktu yang lama dan dan atau penurunan jumlah anggota. Hal ini mendorong kebutuhan revitalisasi organisasi meski dalam prakteknya manajer dakwah menghadapi kompleksitas masalah yang mendistraksi arah gerak dalam perencanaan organisasi. Menemukan isu strategis dapat mengatasi hal ini dengan membantu manajer menata fokus respon strategi. Artikel ini betujuan menggagas kerangka kerja diagnosa isu strategis khususnya bagi organisasi dakwah yang berada pada fase krisis dan membutuhkan proses revitalisasi. Pendekatan kualitatif konseptual digunakan dengan menggali konsep dasar dan menjembatani kerangka penerapan teori Strategic Issue Diagnose dan Organizational Decline. Temuan artikel antara lain:1) Diagnosa isu strategis pada krisis organisasi bertujuan mencegah terjadinya blindness (ketidaksadaran atas masalah) dan faulty actions (tindakan penanganan yang keliru); 2) Tahapan issue activation dijalankan untuk mencegah blindness, sedangkan tahap issue activation dijalankan untuk mencegah terjadinya inaction maupun faulty action; 3) Perlunya kontekstualisasi pengukuran urgensitas dan feasibiltas khas organisasi dakwah. Temuan artikel ini diharapkan dapat membangun perspektif baru serta membantu manajer dakwah mengurai problematika organisasi di fase krisis yang cenderung kompleks-dilematis dan menyusun prioritas langkah penanganan secara tepat berbasis situasi aktual.
Strategi Motivasi Relawan: Studi Kasus Relawan Karang Taruna X Febriana, Novita Ayu; Supomo, Mulyo
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.60

Abstract

Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam pembangunan sosial. Masalah utama Karang Taruna adalah daya bertahan relawan yang rendah, yang disebabkan faktor motivasi yang rendah. Tulisan ini bertujuan merumuskan strategi motivasi relawan Karang Taruna melalui metode adaptasi teoritik. Melalui metode adaptasi teori akan dilakukan kontekstualisasi terhadap teori motivasi, konsep motivasi relawan, dan karakteristik organisasi Karang Taruna menghasilkan konsep jenis motivasi dan strategi motivasinya. Hasil kajian teoritis menunjukkan bahwa motivasi relawan dipengaruhi oleh kombinasi faktor motivasional nilai-nilai, emosi peduli, kebutuhan sosial, penghargaan, penunjang karir, pembelajaran, pengembangan diri, serta perlindungan diri dari masalah psikologis. Strategi yang relevan dengan faktor motivasional mencakup internalisasi nilai, interaksi sasaran, kebersamaan, pengakuan sosial, pelatihan dan pengembangan, serta perhatian kepada relawan. Hasil temuan lapangan menambahkan adanya faktor motivasi material pada konteks masyarakat ekonomi rendah perkotaan, yang melahirkan relawan semi-sukarela, sehingga perlu strategi kompensasi finansial-penghargaan. Selain itu ditemukan juga adanya peta kualitas motivasi. Kualitas motivasi tertinggi ada pada motivasi intrinsik nilai-nilai. Artikel ini memberikan kontribusi bagi organisasi nirlaba ataupun dakwah yang menekankan pada kesadaran anggota dalam berpartisipasi, selain memenuhi motivasi jangka pendek juga perlu membangun motivasi intrinsik nilai-nilai yang bisa membuat relawan bertahan jangka panjang.
Strategi Dakwah Pada Generasi Alfa: Menumbuhkan Imunitas Kognitif Dari Pengaruh Nilai-Nilai Liberal Ridoi, Ahmad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.61

Abstract

Generasi Alfa tumbuh dalam lingkungan digital yang sarat dengan paparan nilai dan ideologi, termasuk nilai-nilai liberal yang kerap hadir dalam dunia anak dan remaja. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi pembentukan nalar, karakter, dan orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan kembali konsep imunisasi kognitif sebagai pendekatan strategis dalam membangun daya tahan nalar anak dan remaja terhadap pengaruh nilai yang berpotensi problematis. Melalui penelitian konseptual (conceptual research) berbasis practice theory, artikel ini mendalami teori Inokulasi dan teori Sistem Imunitas Kognitif Andy Norman, dan menemukan beberapa kelemahan serta berusaha memperbaikinya. Hasilnya artikel ini menawarkan kerangka konseptual imunisasi kognitif berbasis dialektika nilai dengan beberapa komponen yang ditegaskan berkaitan dengan orientasi, standart dan proses dialektika yang sistematis. Proses ini juga memerlukan etos kognitif yang diperlukan. Tentunya dalam penerapan harus dipahami sasaran vaksinasi kognitifnya yakni pada Generasi Alfa yang harus dicermati karakteristiknya. Dengan dialektika nilai diharapkan bisa membentuk kekebalan kognitif yang memungkinkan subjek berpikir rasional, mengenali kesalahan nalar, dan merespons pengaruh nilai secara bertanggung jawab. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada penguatan pendekatan pendidikan nilai yang lebih reflektif, etis, dan tahan terhadap distorsi ideologis di era digital.
Relasi Individu dan Pekerjaan dalam Sistem Kerja Berbasis Proyek pada Lembaga Y Nur Aini, Anisah
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.62

Abstract

Sistem kerja berbasis proyek semakin umum digunakan, baik pada organisasi dakwah maupun lembaga profit yang mengandalkan tenaga temporer. Pola ini membentuk relasi kerja yang lebih fleksibel dan sarat negosiasi psikologis, terutama ketika melibatkan tenaga kerja seperti freelancer dan kontrak proyek. Studi ini menganalisis dinamika Person Job Fit melalui kasus Lembaga Y, yang merupakan lembaga profit di bidang pendidikan dan biro jasa psikologi. Studi dilakukan tahun 2025 selama lima bulan dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus intrinsik melalui wawancara mendalam pada manajer dan SDM terkait. Analisis menelaah dua dimensi Person Job Fit, khususnya misfit laten pada need–supply fit. Temuan menunjukkan bahwa ability–demand fit relatif terjaga, namun kebutuhan psikologis seperti pengakuan dan kejelasan peran tidak selalu terpenuhi. Ketidaksesuaian ini tidak langsung menurunkan kinerja proyek, tetapi muncul dalam bentuk konflik persepsi, fluktuasi keterlibatan, dan ketegangan relasional. Respons manajerial berkembang sebagai mekanisme adaptif untuk menjaga keberlanjutan proyek. Secara teoretis, studi ini menegaskan sifat dinamis Person Job Fit dalam sistem kerja proyek. Secara praktis, temuan ini memberi pelajaran penting bagi organisasi dakwah berbasis proyek dalam mengelola kesesuaian psikologis SDM pada tenaga kerja kontrak maupun freelancer.