cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
PENGARUH AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN RUANG TERBUKA, (Studi Kasus Lapangan Minggiran Kota Yogyakarta) Putri, Dwiani Intan Kartika; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The existence of open space provides a function of comfort to gather and release saturation with various other communities. The purpose of this research is to determine the influence of community activities in the open space of  Lapangan Minggiran between visitors, sellers and the government officials. This research used rationalistic qualitative research, qualitative analysis with description to analyse the object to the condition in the research field. Data analysis used in the result of interviews from various age group using tables and the result were analysed descriptively. The result showed that through interviews and questionnaires of various age groups it was known that the result of the influence of activity patters, which occurred in open spaces are inadequate and lack arrangement in the area.Abstrak: Keberadaan ruang Terbuka memberikan fungsi kenyamanan untuk berkumpul dan melepas kejenuhan dengan berbagai masyarakat yang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aktivitas masyarakat di ruang terbuka Lapangan Minggiran antara pengunjung, penjual, petugas pemerintah. Metode digunakan adalah penelitian kualitatif rasionalistik, kualitatif analisis dengan deskriptif untuk menganalisa suatu objek dengan kondisi di lokasi penelitian.Analisis data menggunakan hasil wawancara dari berbagai golongan umur menggunakan tabel kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan melalui wawancara dan kuisoner berbagai golongan umur diketahui bahwa hasil dari pengaruh pola aktivitas, yang terjadi di ruang terbuka kurang memadai,kurangnya penataan dalam kawasan.
IMPLEMENTASI ADAPTIF PADA DALEM WURYANINGRATAN Purnomo, Agus Dody; Amelia, Kiki Putri; Kynanti, Nanda Mega; Toni, Febri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Adaptive is a strategic step taken in conservation activities in heritage buildings. This strategy is considered to be wiser in to maintaining heritage buildings, that can also provide solutions for their sustainability. The adaptive strategy also applied to one of the heritage buildings in the city of Surakarta, Dalem Wuryaningratan. The building which has unique architectural and interior forms, considerate as a attraction for visitor of the Danar Hadi Batik museum. This study aims to determine conservation and transformation measures are applied to these heritage buildings. The research method used a qualitative descriptive method. The adaptive strategy is a solution in the conservation steps of Dalem Wuryaningratan. Not only improving the visual appearance of the building, but also for fullfill current building function. Through this paper, it is hoped that it can reminded to the public and policy makers the importance of preserving heritage buildings. The adaptive approach is a creative solution for designers and architects in accomodating sustainability issues in heritage building. Addaptive aproach can also be a source of inspiration for other cities in dealing with the conservation of their heritage buildings.Abstrak: Adaptif merupakan langkah strategis yang dilakukan dalam kegiatan konservasi pada bangunan heritage. Strategi tersebut dinilai lebih bijak dimana selain mempertahankan bangunan heritage tetap berdiri juga dapat memberi solusi untuk keberlanjutannya (sustainable). Strategi adaptif juga diterapkan pada salah satu bangunan heritage di kota Surakarta yakni Dalem Wuryaningratan. Bangunan dengan keunikan bentuk arsitektur dan interiornya menjadi daya tarik museum Batik Danar Hadi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana langkah konservasi dan tranformasi yang diterapkan pada bangunan heritage tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi adaptif menjadi solusi dalam konservasi Dalem Wuryaningratan. Tidak hanya memperbaiki tampilan visual bangunan tetapi juga menjawab kebutuhan akan fungsi bangunan pada saat ini maupun yang akan datang. Melalui tulisan ini diharapkan dapat menyadarkan kembali kepada masyarakat dan para pengambil kebijakan akan pentingnya pelestarian bangunan heritage. Pendekatan adaptif merupakan solusi kreatif bagi desainer dan arsitek dalam menjawab isu keberlanjutan. Pendekatan adaptif juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kota-kota lainnya dalam menangani konservasi bangunan heritagenya. 
PENGARUH FASADE BANGUNAN TERHADAP KARAKTER VISUAL KAWASAN TUGUMUDA SEMARANG Fauzi, Fauzi; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Semarang City is a city located in Central Java and also a metropolitan city in Indonesia, in the fifth place (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung and Semarang City) in which there are several historical areas, one of which is the Tugu Muda area (Indriyatni, 2013). This area is often visited by local, national and international communities. The Tugu Muda area is one of the historic areas in Semarang with the presence of a monument to the struggle of the Semarang youth (Sukawi, 2009). With the passage of time, the Tugu Muda area, the Semarang city government built a high rise building with a modern concept, which is currently named the Pandanara Building, with the existence of this building visually reducing the image and value of the area, namely as a historic area. From this phenomenon, further research is needed to determine the effect of the building of the Pandanaran Building on the character of the Tugu Muda area of Semarang, which is essentially a historic area. The method used is a qualitative method by studying the literature on the theory of building facades and visual characters, which is then carried out in the analysis stages to achieve the research objectives.Abstrak: Kota semarang merupakan sebuah kota yang terletak di jawa tengah dan juga menjadi kota metropolitan di indonesi, dengan urutan ke lima (Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Kota Semarang) yang di dalam nya terdapat beberapa kawasan bersejarah, salah satunya yaitu kawasan tugu muda (Indriyatni, 2013). Kawasan ini sering di kunjungi oleh masyarakat lokal, Nasional maupun Internasional. Kawasan Tugu Muda ini merupakan salah satu kawasan bersejarah di semarang dengan di tengarai dengan di adanya tugu perjuangan pemuda semarang (Sukawi, 2009). Dengan seiring berjalannya waktu Kawasan Tugu Muda pemerintah kota semarang mendirikan bangunan high hrise building  dengan konsep modern, yang saat ini diberi nama Gedung Pandanara, dengan adanya bangunan tersebut  secara visual mengurangi citra dan nilai dari Kawasan yaitu sebagai Kawasan bersejarah. Dari fenomena tersebut perlunya penelitian lebih jauh untuk mengetahui pengaruh adanya bangunan Gedung pandanaran tersebut terhadap karakter Kawasan Tugu Muda Semarang yang hakikinya kawasan ini merukan kawasan bersejarah. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan mempelajari literature mengenai teori mengenai fasade bangunan dan karakter visual, yang kemudian dilakukan tahapan analisa guna mencapai tujuan penelitian. 
ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA MORFOLOGI PERMUKIMAN KOTA Susanti, Anityas Dian; Ikaputra, Ikaputra; Swasto, Deva Fosterharoldas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The bibliometric approach is used as the basis for developing scientific fields obtained from analysis of selected articles / journals from the Web of Science or Scopus. The purpose of using bibliometric analysis is to find out how many journals with the theme of urban settlement morphology are published. The method for measuring the quantity of publications is by taking bibliometric data from Scopus and analyzed using the VOS Viewer. The results of the visualization are explained in detail through theoretical dialogue and the results of bibliometric analysis.Abstrak: Pendekatan bibliometrik digunakan sebagai dasar mengembangkan bidang keilmuan yang diperoleh dari analisis bersumber artikel/jurnal yang dipilih melalui Web of Science atau Scopus. Tujuan menggunakan analisis bibliometrik adalah untuk mengetahui seberapa banyak jurnal dengan tema morfologi permukiman kota dipublikasikan. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi dengan mengambil data bibliometric dari Scopus dan dianalisis dengan menggunakan VOS Viewer. Hasil Visualisasi tersebut dijelaskan secara rinci melalui dialog teori dan hasil analisis bibliometrik.
ANALISIS ALASAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JALUR PEDESTRIAN DI KOTA BANDARLAMPUNG Perkasa, Mahendra Eka; Artemisia, B. Chrysvania; Murwadi, Haris
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A good city is a city that is able to make it easier for people to carry out various activities in the city while still paying attention to its environmental conditions, such as the availability of pedestrian paths. The pedestrian path is a facility that functions as a space for pedestrians to carry out various activities in a city so that they can walk comfortably and safely. With pedestrian paths, a city can become a city that is more environmentally friendly, because it can reduce emissions from using motorized vehicles that can cause air pollution in an urban environment, such as cycling and walking. The purpose of this research is to find out what reasons make the people of Bandarlampung City use the pedestrian path and to find out what types of activities make people use the pedestrian path. The method used in this study is a qualitative method, data collection was carried out by distributing online questionnaires that were distributed to some of the people of Bandarlampung City. This study found the reasons for the community in using the pedestrian path which were then grouped into two groups of reasons, namely the groups of reasons which were Activity and Non-Activity in nature. The reason group that is Activity consists of the reasons for Accessibility and Kind of Activity. The non-activity group of reasons consists of Lane Comfort and Pushers. Abstrak: Sebuah kota yang baik adalah kota yang mampu memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas di dalam kota dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungannya, seperti tersedianya jalur pedestrian. Jalur pedestrian merupakan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki dalam melakukan berbagai aktivitas di suatu kota agar dapat berjalan dengan nyaman dan aman. Adanya jalur pedestrian, suatu kota dapat menjadi kota yang lebih ramah lingkungan, karena dapat mengurasi emisi dari penggunaan kendaraan bermesin yang dapat mengakibatkan pencemaran udara pada suatu lingkungan perkotaan, seperti bersepeda dan berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan apa saja yang membuat masyarakat Kota Bandarlampung mengunakan jalur pedestrian dan  mengetahui jenis kegiatan apa saja yang membuat masyarakat menggunakan jalur pedestrian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner online yang dibagikan kepada sebagian masyarakat Kota Bandarlampung. Penelitian ini menemukan alasan masyarakat dalam menggunakan jalur pedestrian yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok alasan, yaitu kelompok alasan yang bersifat Activity dan Non-Activity. Kelompok alasan yang bersifat Activity terdiri dari kelompok alasan Accesibility dan Kind of Activity. Kelompok alasan yang bersifat Non-Activity terdiri dari Lane Comfort dan Pushers.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN TAMAN PUBLIK SEBAGAI FUNGSI SOSIAL DI TAMAN KECAMATAN NGALIYAN BERDASARKAN PREFERENSI MASYARAKAT Iskandar, Puteri; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ngaliyan District Park is public park in the city of Semarang which designed a social function. The social function of the Ngaliyan District Park is not fully optimal. This research talked about conducted to determine the factors influence the community in using public parks such as social function based on community preferences. The research uses qualitative and quantitative approach with the analysis to take achieve these objectives including the characteristics of public parks.  The results of this research indicate that the factors that influence the use of public parks as a social function are in accordance with community preferences, comfort, security and accessibility.Abstrak: Taman Kecamatan Ngaliyan adalah taman publik di Kota Semarang yang dirancang dengan fungsi sosial. Namun, fungsi sosial pada Taman Kecamatan Ngaliyan belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam pemanfaatan taman publik sebagai fungsi sosial, berdasarkan preferensi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan Tahap analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut memberikan definisi tentang karakteristik taman publik. Selanjutnya, penganalisisan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat lokal dalam pemanfaatan taman publik di Taman Kecamatan Ngaliyan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan taman umum sebagai fungsi sosial sesuai dengan preferensi masyarakat, seperti kenyamanan, keamanan dan aksesibilitas.
TIPOLOGI GEOMETRI BANGUNAN MEUNASAH DI KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE, ACEH Hassan, Soraya Masthura; Fefriandi, Fahmi; Fithri, Cut Azmah; Olivia, Sisca
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The function of the meunasah in the social system of the Acehnese people is a place of worship, a center for religious and cultural education and is also a place to discuss social problems that occur in community life in the village. The search for characters is important to find typology of meuansah, so that the relationship between geometric typology and shape has a broad interpretation. The search for shape characters to find typology of meunasah in Indrajaya District, Pidie Regency, Aceh was carried out in 5 stages, (1) determine the location of the meunasah building sample points in 52 villages in Indrajaya District, (2) literature review, (3) collecting data on the object of research by measuring the meunasah building, (4) redrawing the meunasah measurements that have been carried out at the data collection stage using digital applications to produce data, namely the meunasah floor plans and facades in each village and the last stage is (5) analysis of determining the type with a geometric approach with architectural elements of the meunasah building facades, namely doors, columns, windows, walls, roofs, floors and terrace fences. The findings consist of 16 types of meunasah typology with similarity criteria of typology variable forms.Abstrak: Keberadaan bangunan meunasah dalam sistem sosial masyarakat Aceh berfungsi sebagai tempat ibadah, pusat Pendidikan kegamaan dan kebudayaan dan juga merupakan tempat untuk mendiskusikan berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di gampong tersebut. Pencarian terhadap karakter menjadi penting untuk menemukan tipologi dari meunasah, sehingga katerkaitan tipologi geometri dengan bentuk memiliki intepretasi yang luas. Pencarian karakter bentuk untuk mememukan tipologi dari meunasah di Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie, Aceh dilakukan melalui 5 tahap yaitu (1) menentukan lokasi titik sampel bangunan meunasah di 52 gampong di Kecamatan Indrajaya, (2) penguatan referensi, (3) pengumpulan data objek penelitian dengan cara pengukuran bangunan meunasah, (4) menggambar ulang pengukuran meunasah yang telah dilakukan pada tahap pengumpulan data menggunakan aplikasi digital untuk menghasilkan data yaitu gambar denah dan tampak meunasah di setiap gampong dan tahap yang terakhir adalah (5) analisis menentukan tipe dengan pendekatan geometri dengan variabel elemen arsitektural dari fasad bangunan meunasah antara lain pintu, kolom, jendela, dinding, atap, lantai dan pagar teras. Penemuan berupa 16 tipe dari tipologi meunasah dengan kriteria kesamaan dan kemiripan dari bentuk variabel tipologi. 
KARAKTERISTIK PEMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KANDANG AYAM Fitriyati, Dika; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Kandang Ayam settlement in lowland typology and directly adjacent to the river, and vulnerable to flood area. In evolution, this village became a place who migrants hope to get a job. Migrants who do not have a permanent residence, and then they build some0house0and no give attention of environmental aspects, and it can give impression of0slums.0The0purpose0of0thisFstudyRisVtoLfind out the characteristicsRof0slumsUinRKandang Ayam village. Analytical method used is qualitative analysis with steps : (1) Analyze and describe by used the theory of factors causingLenvironmentalTslum based on theory (2) Assesement based on ministerial regulation oftpubliciworkiandipublicihousinginumberl2 of 2016 on quality improvement oftslumRhousingRand slums. ResultToftthiststudyNisethevcharacteristicsvofislumsiin Kandang Ayam village at the moderate level of slums with characteristics, as follows : water network, drainage and sanitation quality are poor, in thistvillagetmajority of the house is homes not liveable and makes  impression of slum.NThetsocio-economic conditionsioftthetpopulationtintgenerally low income, unfortunately motivation to have a  decent and healthy home is still low.Abstrak: Permukiman kampung Kandang Ayam secaraRtipologiRberadaRpada kawasanmdatarannrendahndannberbatasanilangsungidenganisungai, dan termasuk dalam daerah rawan bencana banjir. Dalam perkembangannya kampung ini menjadi lokasi tempat tinggal para pendatang yang berharap dapat memperoleh pekerjaan. Warganpendatangiyang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mereka membangun tempat tinggal secarawmandirintanpanmemperhatikannaspek-aspektlingkungan, hal tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan kesan kumuh. Tujuannpenelitiannini yaituMuntuknmengetahuinkarakteristiknpemukimanmkumuhRdinkampungnkandang ayam.tMetodetanalisisiyangidigunakantadalahtmetodeikualitatiftdengantlangkah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan menggunakan teori faktor faktor penyebab kekumuhanRlingkunganRberdasarkan teori analisis; (2) Melakukan penilaian menggunakan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini ialah karakteristik darinpermukimannkumuhndi kampungnKandang Ayam memiliki tingkattkekumuhantsedang, dengan karakteristik sebagai berikut : jaringan air bersih, sistem drainase dan sanitasi yangnburuk,mMayoritas rumah termasuk rumah tidak layak huni dan terkesan kumuh.RKondisiMsosialMekonomiNpenduduknumumnya berpenghasilanirendahisehinggaimotivasi untuk memiliki rumah yang layak dan sehat masih rendah
IDENTIFIKASI LOGIKA-LOGIKA ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DALAM PENELITIAN DAN PRAKTEK BERARSITEKTUR Kristiawan, Yanuarius Benny; Pramudito, Sidhi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Architecture is part of the overall process of the building and construction industry. The latest report by the World Green Building Council (WGBC) in 2019 states that buildings and construction are responsible for 39% of carbon emissions in the world. Therefore, the vision for 2050 needs to be supported by various research actions and their application in sustainability-related architecture. Simon Guy's writings about the practice of sustainable architecture that cannot be seen as a mere technological solution become the basis for inspiration on what types of research have been carried out. Architectural works analysis needs a more pluralistic view. Based on Simon Guy's research, a literature study using a rationalistic research paradigm with a quantitative deductive method was carried out. It is hoped that opportunities for design theme activities, research, and other activities with the theme of sustainable architecture can be identified. Based on the analysis of the six logics of sustainable architecture themes, there are still opportunities for studies in the eco-centric and eco-aesthetic fields. There is a finding that critical regional dimensions in sustainable architectural practice need to be clearly stated. At a more strategic level, the procurement of locally available materials and local development practices would be more profitable when considering the workforce's skills to reduce the negative impact of the ecological footprint on construction projects. The Socio-Cultural theme approach in solving energy problems and sustainable architecture is an essential issue in managing the future.Abstrak: Laporan terbaru World Green Building Council (WGBC) tahun 2019 menyebutkan bahwa bangunan dan konstruksi bertanggungjawab terhadap 39% emisi karbon di dunia. Visi untuk tahun 2050 perlu didukung dengan berbagai tindakan penelitian dan penerapannya dalam bidang arsitektur yang terkait dengan keberlanjutan. Tulisan Simon Guy tentang praktek arsitektur berkelanjutan yang tidak bisa dipandang sebagai pemecahan teknologi semata menjadi pijakan untuk menjadi inspirasi tentang jenis riset apa saja yang telah dilakukan. Pandangan yang lebih pluralistik dibutuhkan dalam menganalisis karya arsitektur. Penelitian studi pustaka ini berdasarkan tulisan Simon Guy yang menggunakan paradigma penelitian rasionalistik dengan metode deduktif kuantitatif. Diharapkan teridentifikasi peluang kegiatan bertema desain, penelitian dan kegiatan lain yang bertemakan arsitektur berkelanjutan. Berdasar analisis enam logika-logika tema arsitektur berkelanjutan, terbuka peluang yang lebih luas pada kajian-kajian bidang eco-centric dan eco aesthetic. Terdapat temuan bahwa dimensi regional yang penting dalam praktek arsitektur berkelanjutan harus dinyatakan dengan jelas. Pada tingkat yang lebih strategis pengadaaan bahan lokal yang tersedia dan praktek pembangunan daerah akan lebih menguntungkan apabila mempertimbangkan keterampilan tenaga kerja untuk mengurangi dampak negatif dari sisi jejak ekologis pada proyek konstruksi. Pendekatan tema Sosio-Kultural dalam menyelesaikan permasalahan energi dan arsitektur berkelanjutan menjadi isu penting dalam menata masa depan.
EVALUASI DESAIN KANTIN BERDASARKAN PREFERENSI MAHASISWA: SEBUAH ANALISIS ISI Pramudito, Sidhi; Budihardjo, Rachmat
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In a design process cycle, evaluation activities are important things to do. Design evaluation or also known as post-occupancy evaluation is a testing activity of a building, to see whether the design of the building is effective enough and in accordance with the needs of the user. In this study, researchers wanted to evaluate the condition of the canteen at Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). The canteen with all its dynamics, is an important building in the campus life. The variety of activities and users causes the canteen to have a flexible and adaptive design. In this case, the design evaluation was carried out based on the student's preferences, the results of which are expected to be used as a recommendation if a redesign will be carried out in the future. This research is a qualitative research with a grounded theory approach. Data was collected by non-random sampling method with accidental sampling technique using online questionnaires. The data obtained were then analyzed using content analysis methods, namely open coding, axial coding, and selective coding to find the tendency of student preferences as the design evaluation stage. From the results of the analysis, it was found that the open canteen design is an advantage that is of interest to students because it can create good air circulation. But on the other hand, the open design turned out to also have an unfavorable impact because the heat and pollution were also felt by students when they were in the canteen. Based on this, it can be concluded that there is a need for design consolidation so that the dominant factors related to the advantages and disadvantages of canteen design at UAJY can synergize with each other to achieve an ideal canteen design in the future.Abstrak: Dalam sebuah siklus proses perancangan, kegiatan evaluasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Evaluasi desain atau juga dikenal dengan istilah evaluasi purna huni merupakan kegiatan pengujian suatu bangunan, untuk melihat apakah desain bangunan tersebut sudah cukup efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemakai. Dalam penelitian ini, peneliti hendak melakukan evaluasi terhadap kondisi kantin kantin di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Kantin dengan segala dinamikanya, merupakan bangunan yang cukup penting di lingkungan kampus. Beragamnya aktivitas dan pelaku, menyebabkan kantin harus memiliki desain yang fleksibel dan adaptif. Pada kasus ini, evaluasi desain dilakukan berdasarkan preferensi mahasiswa yang kemudian hasilnya diharapkan dapat digunakan sebagai rekomendasi apabila akan dilakukan perancangan ulang di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan dengan metode non-random sampling dengan teknik accidental sampling menggunakan kuisioner online. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi yaitu open coding, axial coding, dan selective coding untuk menemukan kecenderungan preferensi mahasiswa sebagai tahap evaluasi desain. Dari hasil analisis ditemukan bahwa desain kantin yang terbuka merupakan keunggulan yang diminati oleh mahasiswa karena dapat menciptakan sirkulasi udara yang baik. Namun di sisi lain, desain terbuka ternyata juga memberi dampak yang kurang baik karena hawa panas dan polusi juga dirasakan oleh mahasiswa ketika berada di dalam kantin. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perlu adanya konsolidasi desain agar faktor dominan terkait keunggulan dan kekurangan desain kantin di UAJY dapat saling bersinergi untuk mencapai desain kantin yang ideal di masa yang akan datang.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue