cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
IDENTITAS KAWASAN HERITAGE GAJAH MADA DENPASAR MELALUI KEARIFAN LOKAL Pramana, Anak Agung Ngurah Bagus Surya; Wirawibawa, Ida Bagus Gde
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan kawasan heritage gajah mada didasari oleh kearifan lokal yang membentuk identitas kawasan sebagai urban heritage kota Denpasar. Elemen-elemen kearifan lokal yang ada pada kawasan menjadi salah satu fokus dalam penilain identitas kawasan heritage gajah mada. Penulisan artikel ini membahas mengenai identitas kawasan heritage gajah mada yang didasari oleh kearifan lokal yang ada di sekitarnya. Secara empiris, interaksi sosial masyarakat adalah pembentuk utama dalam menghasilkan identitas kawasan ini. Symbol budaya yang ada pada kawasan berupa arsitektur bangunan pada kawasan dipengaruhi oleh kegiatan sosial dan ekonomi yang ada pada kawasan. Hal ini kemudian memperlihatkan bahwa dalam perjalanan perkembangan kawasan ini menghasilkan pemikiran logis yang kemudian menghasilkan identitas kawasan heritage gajah mada.
KEMAMPUAN LAYANAN TPST UNTUK KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA DENPASAR Dipayana, Dewa Nyoman Mahesa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan perekonomian Kota Denpasar, menjadi daya tarik tersendiri, yang menyebabkan tingginya arus migrasi ke Kota Denpasar. Hal ini juga yang menjadi penyebab terus meningkatnya jumlah penduduk Denpasar, yang berdampak juga semakin tingginya volume sampah yang dihasilkan tiap harinya. Selama ini Kota Denpasar memanfaatkan TPA Regional Sarbagita sebagai tempat pembuangan akhir yang rencananya ditutup karena kapasitas yang sudah penuh. Upaya Kota Denpasar untuk pengelolaan sampah dengan adanya rencana penutupan TPA Regional Sarbagita adalah dengan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui kemampuan layanan TPST yang dibangun dalam menampung dan mengolah timbulan sampah Kota Denpasar sesuai dengan rencana kapasitas pengelolaan dan daerah pelayanan masing-masing TPST. Kemampuan layanan dihitung berdasarkan rencana kapasitas pengelolaan timbulan sampah dibandingkan dengan proyeksi timbulan sampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian didapatkan kemampuan layanan dari 3 TPST yang dibangun untuk mengelola sampah di Kota Denpasar, 2 TPST yaitu TPST Tahura Ngurah Rai dan TPST Kesiman Kertalangu termasuk dalam kategori mencukupi, dan 1 TPST yaitu TPST Padangsambian Kaja termasuk dalam kategori tidak mencukupi.
ATMOSFER SEBAGAI PEMBENTUK PENGALAMAN RUANG DI SENDANGSONO Primanizar, Reinaldi; Putri, Alya Herlinda; Fauzi, Ardinar Restu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sendangsono is one of the works that create an interesting space experience through the atmospheric space. This study tries to understand the atmosphere element of Sendangsono's space and how these elements create dialogue with human multisensory in creating spatial experience. This study found how spatial experience is built from strengthening the genius loci, the combination of spatial sequences and material uniqueness provides behavioral stimuli, as well as the mix between natural and natural elements. The dialogue between atmosphere element and human multisensory immerse user in explorative behavior and feelings of solemnity and relaxation.Keyword: Atmosphere, Spatial experience, Sendangsono, PhenomenologyAbstrak: Sendangsono merupakan salah satu karya yang menciptakan pengalaman ruang yang menarik melalui atmosfer ruang. Penelitian ini mencoba memahami atmosfer ruang Sendangsono serta bagaimana elemen tersebut berdialog dengan multisensori dalam membangun pengalaman ruang. Dalam penelitian ini ditemukan bagaimana pengalaman ruang dibangun dari penguatan genius loci, kombinasi sekuen ruang dan keunikan material yang menstimulus perilaku, serta bauran antara elemen natural dan alami. Dialog antara elemen arsitektural dan multisensori manusia mampu menghanyutkan pengguna pada perilaku eksploratif dan perasaan khidmat dan relaksasi.Kata Kunci: Atmosfer, Pengalaman ruang, Sendangsono, Fenomenologi
PERILAKU ANAK TERHADAP PENGGUNAAN FASILITAS BERMAIN DI TAMAN BUNGKUL SURABAYA Maharani, Rizka Tiara; Harmunisa, Yusvika Ratri; Perdana, Adithea Syaputra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Bungkul Park, located in Surabaya, Indonesia, is a prominent urban park distinguished by its captivating architectural style. The park is frequently used by youngsters, who are drawn to its setting and amenities that have been purposefully tailored to facilitate play and social interaction. However, further investigation is required to examine the behavioral patterns exhibited by children during their visits to Surabaya, as well as the safety measures implemented in various recreational facilities. The objective of this study is to gain insight into the behavioral patterns exhibited by youngsters in Taman Bungkul. The employed research methodology entails a qualitative approach, incorporating observation, behavior mapping, and questionnaires as data collection tools. The target population for this study comprises children aged 2-13 years who frequent Bungkul Park. The analysis of the existing text data will be conducted using the JMP analysis program. Researchers employ observational methods to examine the behavior of children, including activities such as running, playing, and engaging with architectural features such as benches, parks, and other recreational spaces. The behavior of the child is subsequently delineated using behavior mapping. In addition, the researchers employed questionnaires consisting of inquiries to obtain a more profound understanding of children's views and preferences about architectural designs within park settings. The findings of this study suggest that Bungkul Park exhibits considerable appeal as a recreational space for children. However, it is imperative to address some aspects, particularly pertaining to the safety of children, in order to enhance their overall experience. The behavior of children is subject to notable influences from both gender and age, although the magnitude of these influences may not be very substantial. The implications of the study's findings hold significance for urban garden designers and architects, as they pertain to the creation of spaces that effectively engage children and align with their preferences.Keyword: architecture; child behavior; city park; SurabayaAbstrak: Taman Bungkul merupakan salah satu taman kota di Surabaya, Indonesia, dengan desain arsitektur yang menarik. Taman ini sering dikunjungi oleh anak-anak dimana lingkungan dan fasilitas yang ada telah dirancang khusus untuk bermain dan berinteraksi. Namun, perlu dikaji mengenai bagaimana pola perilaku anak saat berkunjung di Surabaya serta keamanan yang ada di seluruh fasilitas bermain. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana anak-anak berperilaku di Taman Bungkul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan observasi, behaviour mapping dan kuisioner terhadap anak-anak berusia 2-13 tahun yang mengunjungi Taman Bungkul. Data text yang ada akan dianalisis dengan menggunakan software analisis JMP. Melalui observasi, peneliti mengamati perilaku anak-anak seperti berlari, bermain, berinteraksi dengan elemen arsitektur seperti bangku, taman, dan area rekreasi lainnya. Perilaku anak tersebut kemudian digambarkan melalui behaviour mapping. Selanjutnya kuisioner yang berupa pertanyaaan digunakan untuk memperoleh wawasan lebih dalam tentang persepsi dan preferensi anak terhadap desain arsitektur di taman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Taman Bungkul merupakan area bermain yang cukup diminati oleh anak-anak tetapi masih ada beberapa yang harus dibenahi terutama dari segi keamanan untuk anak-anak. Perilaku anak sangat dipengaruhi berdasarkan jenis kelamin dan usia tetapi tidak terlalu signifikan. Temuan dari penelitian ini memiliki implikasi penting bagi perancang taman kota dan arsitek di dalam merancang lingkungan yang merangsang partisipasi anak agar dapat lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka.Kata Kunci: arsitektur, perilaku anak, Surabaya, taman kota.
PENYELESAIAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA FASILITAS KESEHATAN MENTAL DI NEGARA-NEGARA DUNIA BARAT Harshinta Sari, Komang Ayu Laksmi; Ujianto, Bayu Teguh; Sholeh, Moh. Syahru Romadhon
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In recent years, WHO says there has been increasing recognition of the important role mental health plays in achieving sustainable development goals. Mental health facilities are one of the efforts offered for the healing process of patients where there needs to be an architectural role in them. This study examines literature reviews regarding problem solving efforts in the design of today's mental health facilities. From some of the literature obtained, it was concluded that several aspects were considered, namely aspects of security and privacy, aspects of comfort, natural aspects which aim to shift the negative stigma towards mental health facilities. These aspects were then used as material for analysis to examine six mental health facility buildings located in western countries with the consideration that the best country was dealing with mental health and won international awards. The results can be concluded that health facility buildings now fulfill these three aspects and are more transparent and prioritize the welfare of both parties, namely patients and staff. Keyword: Mental health facility, contemporary architectureAbstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, WHO mengatakan telah terjadi peningkatan pengakuan akan peran penting yang dimainkan kesehatan mental dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Fasilitas kesehatan mental merupakan salah satu upaya yang ditawarkan untuk proses penyembuhan pasien dimana perlu adanya peran arsitektur didalamnnya. Penelitian ini mengkaji literature review mengenai upaya-upaya permasalahan pada desain fasilitas kesehatan mental masa kini. Dari beberapa literature yang didapat, disimpulkan beberapa aspek yang dipertimbangkan yaitu aspek keamanan dan privasi, aspek kenyamanan, aspek alami yang dimana bertujuan menggeser stigma negative terhadap fasilitas kesehatan mental. Aspek-aspek tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan analisa untuk mengkaji enam bangunan fasilitas kesehatan mental yang berada di negara-negara dunia bagian barat dengan pertimbangan negara terbaik mengatasi kesehatan mental serta meperoleh penghargaan internasional. Hasil yang dapat disimpulkan bahwa bangunan fasilitas kesehatan kini memenuhi ketiga aspek tersebut serta bersifat lebih transparan dan mengedepankan kesejahteraan kedua pihak yaitu pasien maupun staf.Kata Kunci: Fasilitas kesehatan mental, arsitektur kontemporer
EVALUASI ALIRAN ANGIN PADA BUKAAN TERHADAP PENYEBARAN NYAMUK MALARIA MENGGUNAKAN SIMULASI Tandafatu, Maria Carolin; Hildegardis, Cornelia; Jae, Agustina Alfonsa
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The government's target of malaria freedom is known to have not yet reached the expected target, especially in eastern Indonesia such as Sikka district in East Nusa Tenggara. Some of the factors that influence the spread of mosquitoes include the influence of openings that are less than 1 meter apart. Based on this reference, field observations were made at a location with a similar case, namely Sikka police station. After observation, an experiment was conducted using Ecotect analysis by using a comparison of the distance of openings in the dwelling of 1 meter, 5 meters, and 10 meters to determine the wind pattern and speed that occurs in the area. The results found that the wind speed created showed that the distance does not affect the wind speed that occurs but rather affects the pattern of its distribution where the greater the distance between openings, will more diffuse the airflow pattern that will also affect the spread of mosquitoes in the surrounding area. (ARIAL 10, spasi tunggal).Keyword: Airflow, Mosquitoes, Opening distanceAbstrak: Target pemerintah akan bebasnya malaria diketahui hingga sat ini belum mencapai pada target yang diharapkan terutama pada wilayah timur Indonesia seperti kabupaten Sikka yang berada di Nusa Tenggara Timur. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran nyamuk tersebut antara lain terletak pada pengaruh bukaan yang berjarak kurang dari 1 meter. Berdasarkan acuan tersebut, maka dilakukanlah observasi lapangan pada lokasi dengan kasus serupa yakni polres Sikka. Setelah observasi, dilanjutkan dengan eksperimen menggunakan Ecotect analysis dengan menggunakan perbandingan jarak bukaan pada hunian sebesar 1 meter, 5 meter dan 10 meter untuk mengetahui pola dan kecepatan angin yang terjadi pada wilayah tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa kecepatan angin yang tercipta menunjukkan bahwa jarak tidak mempengaruhi  kecepatan angin yang terjadi namun lebih berpengaruh terhadap pola penyebarannya dimana semakin jauh jarak antar bukaan, maka akan membentuk pola aliran udara yang menyebar sehingga akan berpengaruh pula terhadap penyebaran nyamuk pada wilayah sekitar.Kata Kunci: Aliran udara, Nyamuk, Jarak bukaan
TIPOLOGI PERUBAHAN POLA TATA LETAK RUANG RUMAH PANGGUNG DIATAS SUNGAI KARANG MUMUS KOTA SAMARINDA Novitasari, Adventsa; Pandelaki, Edward Endrianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Settlements on the river are unique because the physical properties of homes adjust to the conditions and surroundings of the upper river. The island of Borneo is divided by a large river that divides the city of samarinda, causing settlements on the river. The gulf of mumus was the smooth stream of mastership flowing in the city of samarinda. The settlements in the town of samarinda are unique as they face the river, but today as the settlements adjust to the environment, giving rise to new customs of living and living overlooking the river. The stilted house on the mumus river was meant to be a home where a settlement on the water provided a merging identity between the physical and the social life of its people. As the cultural age advanced across the river, a change in the layout pattern resulting from a change in the orientation of the stage home. The method used is qualitative desensitization with a typology approach using a sampling. The purpose of this article was to know the typology of the layout of the living space on the mumus river in view of the development pattern.Keyword: Typology, the Settlements Above the River, Karang Mumus Abstrak: Permukiman diatas sungai memiliki keunikan dikarenakan fisik bangunan rumah menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan di daerah diatas sungai. Pulau Kalimantan dibelah oleh sungai besar yang membelah kota Samarinda, dan menyebabkan adanya permukiman diatas sungai. Sungai Karang Mumus merupakan anak Sungai Mahakam yang mengalir di Kota Samarinda. Persebaran permukiman di Kota Samarinda memiliki keunikan berorientasi menghadap kearah sungai, namun saat ini seiring perkembangan permukiman menyesuaikan dengan lingkungan sehingga menimbulkan adanya kebiasaan baru untuk bertempat tinggal dan hidup menghadap sungai.  Rumah panggung diatas Sungai Karang Mumus merupakan rumah panggung yang memiliki makna suatu permukiman diatas air yang memberikan identitas yang menyatu antara wujud fisik dan kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Seiring perkembangan zaman budaya berumah panggung disepanjang Sungai mengalami perubahan pada pola tata letak ruang yang diakibatkan oleh adanya perubahan orientasi rumah panggung. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptof Kualitatif dengan pendekatan tipologi menggunakan purposive sampling. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui tipologi pola perubahan tata letak ruang rumah panggung diatas Sungai Karang Mumus ditinjau dari pola perkembangannya.Kata Kunci: Tipologi, Permukiman diatas Sungai, Sungai Karang Mumus.
BALINESE CULTURE IN THE ARCHITECTURE OF THE LOBBY AND RESTAURANT at the Royal Pita Maha Resort in Ubud, Bali Suryono, Alwin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to describe the physical elements of the lobby architecture - the Royal Pita Maha resort restaurant, and furthermore to reveal the meaning of Balinese culture. According to its method, the architectural object is expressed as 'physical existence', subsequently 'aspects of purpose', and finally 'essence' in the form of Balinese cultural meaning. The shape of the resort gate is the result of re-interpretation and improvisation of the past Puri Ubud gate. The lobby architecture is the result of re-interpretation and improvisation of the Balinese traditional public building with modern construction, manifesting the harmony of past-present life. The roof is more special than the others, representing the 'three layers of nature' in Balinese culture, open space and utilizing local resources referring to the 'harmonies of nature'. The layout of the continuous lobby - restaurant towards the South - North is adapted to the condition of the original land and utilizes local natural resources, standing for 'harmonies of local nature'. The re-interpretation of Balinese Traditional communal public building architecture with modern construction patterns means 'harmony of life' between the past and present. Once again, the roof is more outstanding than the other parts, referring to the 'three layers of nature.Keyword: Balinese culture, meaning, harmony.
PERGESERAN INDUSTRI KONVENSIONAL MENJADI GREEN INDUSTRI Murtiono, Hendro; Suprapti, Atik; Sari, Suzanna Ratih; Rizkiyanto, Resha
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The concept of conventional industry, which is still managed traditionally, is that waste treatment is still managed individually and stops until the waste is disposed of in landfills. The location of the industrial area has also not been utilized properly so that it can increase income from the industry it produces. The eco-green industrial park concept, which has been widely implemented and developed in Europe, America, and Asia, offers a concept to improve industrial economic performance in an industrial area while minimizing the negative impact on the environment where the industry is located. The development of conventional industries into green industries is expected to reduce the potential for environmental damage and pollution arising from these industrial activities and can be minimized in proportion to the economic benefits obtained by the industry. The application of industrial concepts can be viewed from various aspects, namely the extent to which industrial activities can be integrated with natural systems, energy systems used, material flow and waste management in all industrial areas, water use, the effectiveness of industrial green management, material use, and building technology, as well as the extent of integration with the surrounding community.Keyword: Conventional, Green IndustryAbstrak: Konsep industri konvensional, yang dikelola secara tradisional, dimana pengolahan limbah dikendalikan secara individual serta berhenti sampai limbah tersebut dibuang di tempat pembuangan sampah. Lokasi area industri juga tidak dipilihkan secara benar sehingga kurang dapat meningkatkan pendapatan dari industri yang ada. Konsep eco-green industrial park, yang banyak diterapkan serta dikembangkan di Eropa, Amerika, serta Asia, menawarkan konsep meningkatkan kinerja ekonomi industri di area industri serta meminimalkan dampak negatif lingkungan. Perkembangan industri konvensional menjadi industri hijau diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan lingkungan serta polusi yang timbul dari kegiatan industri, serta diharapkan meningkatkan secara proporsional manfaat ekonomi dari industri tersebut. Aplikasi konsep industri dapat dilihat secara multi aspek, diantaranya sejauh mana kegiatan industri dapat diintegrasikan dengan sistem alam, sistem energi yang digunakan, aliran material serta pengelolaan limbah industri, penggunaan air, efektivitas manajemen hijau, bahan penggunaan, serta teknologi bangunan, serta integrasi dengan masyarakat sekitar.Kata Kunci: Konvensional, Industri Hijau
ANALISIS TINGKAT KENYAMANAN DAN KEAMANAN PADA ENGKU PUTRI SQUARE SEBAGAI PUBLIC SPACE KOTA BATAM Steven, Steven; Gunawan, I Gusti Ngurah Anom
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the level of comfort and safety at Engku Putri Square as a public space in Batam City. The research method used involves collecting primary data and secondary data through direct observation, surveys and literature studies. The factors evaluated include physical design, public facilities, cleanliness, lighting, vegetation, noise levels, and people's perceptions of security levels. Data analysis was carried out using quantitative methods and a cross-sectional study design with the aim of providing a better understanding of the comfort and safety conditions in Engku Putri Square, as well as providing recommendations that can improve the quality of this public space. The results of this research are expected to be a reference for the government and related parties in planning and developing better public spaces in the future.Keyword: Engku Putri Square, Public Space, Batam City, Comfort, SecureAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan dan keamanan pada Engku Putri Square sebagai public space di Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data primer dan data sekunder melalui observasi langsung, survei, dan studi literatur. Faktor-faktor yang dievaluasi meliputi desain fisik, fasilitas publik, kebersihan, pencahayaan, vegetasi, tingkat kebisingan, dan persepsi masyarakat terhadap tingkat keamanan. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian cross-sectional dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi kenyamanan dan keamanan di Engku Putri Square, serta memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan kualitas ruang publik ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam perencanaan dan pengembangan ruang publik yang lebih baik di masa mendatang.Kata Kunci: Engku Putri Square, Public Space, Kota Batam, Kenyamanan, Keamanan

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue