cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
KAJIAN KUALITAS FISIK KORIDOR KOMERSIAL BERDASARKAN KONSEP LIVABILITY SPACE Zulfikar, Ahmad; Yuzni, Siti Zulfa; Putra, Riansyah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public space in urban or urban areas is basically a space intended for the community to be able to interact and socialize safely and comfortably in public spaces. The quality of public space will greatly affect the appearance of a city. Corridor is a public space that can accommodate various types of community activities and including commercial activities. The public space on Jalan Karya Wisata Medan Johor is currently not like it should be a corridor which has very complex functions and is mixed with economic activity, thus limiting its movement and visibility. This study aims to determine the quality of the corridor which has various functions including as a commercial corridor with the concept of Livability Space which is considered to be able to solve the problems of a friendly and proper commercial corridor space in terms of activity, accessibility, security and environmental quality. This study used a qualitative method by looking at existing conditions and observing community movements and mapping them (Behavior Mapping) so as to know the tendency of people to be active in the corridor space of Jalan Karya Wisata, Medan JohorKeyword: Public space, Corridor Commersials, Livability Space.Abstrak: Ruang publik di perkotaan atau urban pada dasarnya adalah ruang yang diperuntukkan bagi masyarakat agar dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan aman dan nyaman di ruang publik. Kualitas ruang publik akan sangat mempengaruhi penampilan suatu kota. Koridor merupakan ruang publik yang dapat menampung berbagai jenis aktivitas masyarakat termasuk aktivitas komersial. Ruang publik di Jalan Karya Wisata Medan Johor saat ini tidak seperti koridor yang fungsinya sangat kompleks dan bercampur dengan aktivitas perekonomian sehingga membatasi pergerakan dan visibilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas koridor yang mempunyai berbagai fungsi diantaranya sebagai koridor komersial dengan konsep Livability Space yang dinilai mampu menyelesaikan permasalahan ruang koridor komersial yang ramah dan layak ditinjau dari aktivitas, aksesibilitas, keamanan dan kualitas lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melihat kondisi yang ada dan mengamati pergerakan masyarakat serta memetakannya (Behavior Mapping) sehingga mengetahui kecenderungan masyarakat untuk beraktivitas di ruang koridor Jalan Karya Wisata Medan Johor.Kata Kunci: Ruang Terbuka, Koridor Komersial, Livability Space.
RATTAN CRAFTSMANSHIP CENTER AND WOODWORKING KABUPATEN CIREBON Wijaya, Karto; Qurani, Isti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Local cultural assets include the cultural wealth of an area, both in physical and non-physical aspects that grow and develop from generation to generation. Craftsmanship tends to have a fairly broad exploration of ideas in making works or products of their creation. Rattan as a local product that has become part of the body of the people of Cirebon Regency, especially the Galmantro Rattan Tourism Village. The activities and potentials in this village seem to give a "soul" to Tegalwangi Village which is rarely owned by other villages. The potential of this activity finally gives identity to the area and buildings that are designed to use the “spirit of place”as the  concept theme from this planning programming. This theme connected through the genius loci of local wisdom which has several basic materials to be connected to the design concept, namely Nusantara Architecture. Architecture Nusantara includes: The existence of a terrace / porch as a communal space. Rattan Craftsmanship Center and Woodworking West Java, especially Cirebon Regency, is planned by considering the local materials and values of Nusantara Architecture.Keyword: Craftsmanship, Rattan, Nusantara ArchitectureAbstrak: Aset budaya local termasuk kedalamnya ialah kekayaan budaya sebuah daerah, baik dalam aspek fisik maupun non-fisik yang tumbuh serta berkembang secara turun-temurun. Craftsmanship cenderung memiliki eksplorasi ide yang cukup luas dalam membuat karya atau produk ciptaanya. Rotan sebagai produk lokal yang telah menjadi bagian tubuh dari masyarakat Kabupaten Cirebon khususnya Kampung Wisata Rotan Galmantro. Aktivitas dan potensi di kampung ini seakan memberikan “jiwa” pada Desa Tegalwangi yang jarang dimiliki desa lain. Potensi dari kegiatan ini akhirnya memberikan identitas pada wilayah dan bangunan yang dirancang untuk menggunakan tema “spirit of place”- nya dari kawasan ini. Tema ini kemudian terhubung melalui genius loci dari kearifan lokal budaya setempat yang memiliki beberapa material dasar untuk dapat dihubungkan kepada konsep perancangan, yakni Arsitektur Nusantara Arsitektur Nusantara diantaranya ialah : Adanya teras / serambi sebagai ruang yang dipakai secara komunal. Rattan Craftsmanship Center and Woodworking Jawa Barat, khususnya Kabupaten Cirebon, direncanakan dengan mempertimbangkan material dan nilai-nilai lokal Arsitektur Nusantara.Kata Kunci: Craftsmanship, Rotan, Arsitektur Nusantara
INTEGRASI PKL DAN TAMAN LINGKUNGAN Rukayah, R. Siti; Shofie, Athia Maulida Tsania
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper reveals the integration of street vendors into residential neighbourhood parks. Three street vendors operating day and night. Their existence visually reduces the comfort of neighbourhood parks and housing. Previously, designs had been carried out using containers, but shop buildings were chosen because they were cheaper. The residents formalized the street vendors into three small shops. The setback of the building is further back into the garden, so it has parking. This research aims to reveal visual comfort based on survey methods, Google Street View observations and interviews. The findings are an improvement in the visual quality of the residential environment and comfort for buyers.Keyword: Street vendors, park, visualAbstrak: Paper ini menguak integrasi PKL ke dalam taman lingkungan perumahan. Tiga buah PKL yang beroperasi siang dan malam secara visual mengurangi kenyamanan taman lingkungan dan perumahan. Sebelumnya telah dilakukan desain dengan menggunakan kontainer tetapi bangunan toko menjadi pilihan karena lebih murah. Warga melakukan formalisasi PKL menjadi tiga buah toko kecil. Setback bangunan lebih mundur ke dalam taman sehingga memiliki ruang parkir yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah menguak kenyamanan visual berdasarkan metode survei, pengamatan google street view dan wawancara. Hasil temuan adalah  peningkatan kualitas visual lingkungan perumahan dan kenyamanan bagi  pembeli.Kata Kunci: PKL, Taman, Visual
STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA ROTAN GALMANTRO YANG BERKELANJUTAN Wardani, Ivien Aryo Puspita; Rukayah, R. Siti; Dwiyanto, Agung
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Galmantro Rattan Tourism Village has attractions such as rattan handicrafts, rattan production houses with traditional and modern architecture, friendly residents and easy access from the city center. Tourism activities with the craft industry becoming a tourist village can create job opportunities, reduce proverty levels and encourage economic development. Galmantro Rattan Tourism Village has potential to develop into a sustainable tourism village. The development of sustainable tourism village is a form of environmental, nature, culture and welfare of the local community. This study intended to provide a strategy formulation about sustainable development of Galmantro Rattan Tourism Village. The method used in this study is mixed method that combines quantitative and qualitative. Strategy formulation will be analyzed using SWOT analysis. There are four strategies, namely optimizing the management of tangible and intangible cultural tourism, utilizing open space as a tourist attraction facility, optimize the potential of home-based enterprises by processing waste and using efficient energy as well as improving accessibility and transportation system.Abstrak: Kampung Wisata Rotan Galmantro memiliki daya tarik seperti kerajinan rotan, rumah produksi kerajinan rotan dengan arsitektur tradisional dan modern, keramahan warga dan mudah dijangkau dari pusat kota. Kegiatan pariwisata dengan industri kerajinan menjadi kampung wisata dapat menciptakan peluang kerja, menurunkan tingkat kemiskinan dan mendorong pengembangan ekonomi. Kampung Wisata Rotan Galmantro berpotensi untuk berkembang menjadi kampung wisata yang berkelanjutan. Pengembangan kampung wisata berkelanjutan merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, alam, budaya dan  kesejahteraan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan perumusan strategi mengenai pengembangan kampung wisata rotan Galmantro yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method yang menggabungan teknik kuantitatif dan kualitatif. Perumusan strategi akan di analisis menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan empat strategi yaitu mengoptimalkan pengelolaan wisata budaya tangible dan intangible, pemanfataan ruang terbuka sebagai fasilitas atraksi wisata, mengoptimalkan potensi HBE dengan pengolahan limbah dan penggunaan energi yang efisien serta meningkatkan kemudahan aksesibilitas dan sistem transportasi.
Studi Defensible Space Terkait Okupansi Ruang Pada Rumah Susun Sederhana Sewa Rajawali Makassar Halim, Ikeshia Grace; Damayanti, Rully; Hariyanto, Agus Dwi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah  Susun  cenderung  dihindari warga dengan alasan  utama  kurangnya keamanan. Untuk itu penghuni perlu melakukan tindakan untuk membuat diri mereka dan sesama penghuni lain aman. Penelitian ini mengidentifikasi okupansi ruang yang terkait perubahan atau penambahan aktivitas dan peletakan objek fisik penghuni, pada studi kasus Rusunawa Rajawali Makassar. Ruang yang diteliti adalah ruang semi-publik yang membentuk area-area defensif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui teknik behaviour mapping, observasi dan wawancara. Penelitian menemukan bahwa kebutuhan penghuni yang berbeda-beda memunculkan penambahan objek fisik yang variatif dalam pembentukan area defensif. Lebih lanjut, teridentifikasi sebanyak 11 variasi penambahan objek di ruang semi-publik rusunawa. Terdapat perbedaan perilaku dalam pembentukan area defensif yang muncul berdasarkan lantai yang ditinggali, yaitu invasif semakin lantai ke bawah dan personalisasi semakin tinggi lantainya. Personalisasi tericpta melalui penempatan tempat duduk pada unit hunian yang terpusat didepan tangga utama dimana aktivitas berkumpul sering dilakukan. Penelitian ini memberikan manfaat kepada perancang untuk dapat  mengakomodasi penambahan objek fisik penghuni agar dapat mendesain rusunawa yang lebih aman.
PERMASALAHAN EFISIENSI JARAK PARKIR MOTOR PENGUNJUNG DI SUNRISE MALL KOTA MOJOKERTO Febrian, Rizal Dwi; Indrosaptono, Djoko
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A mall is a type of shopping center that is architecturally a closed building with a regulated temperature and has a regular walking path so that it is between small shops facing each other. At this time often the construction of buildings or places of activity for public use, does not take into account the provision of sufficient or efficient parking area for its users. Efficient can be interpreted as a way to achieve an optimal goal (fast and precise) and as desired, by minimizing the resources expended. In the Sunrise Mall area, it will be well formed if the circulation and parking system is well organized, comfortable, and safe in this area, but there are various problems encountered including the malfunction of the motorcycle parking area and making visitors who use motorbikes park not on the road. appropriate place provided. The circulation system is a vital connecting infrastructure in connecting various activities and uses of a land over an area that considers functional, economic, flexibility and comfort aspects. The circulation pattern that is the focus of the research is the circulation of visitors' vehicles, especially in the circulation of the motorbike parking area, where the circulation pattern will be seen in detail so that it will be known a relationship between the circulation pattern and the flow of visitors where the distance between the motorcycle parking area and the Sunrise Mall shopping building is known. far enough apart to make it less efficient for visitors to enter the Sunrise Mall building area.Keyword: Efficiency, Circulation, Distance Abstrak: Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan.  Pada saat ini sering kali pembangunan gedung-gedung atau tempat kegiatan yang digunakan umum, tidak memperhitungkan penyediaan areal parkir yang cukup ataupun efisien untuk para penggunanya. Efisien dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai suatu tujuan yang optimal (cepat dan tepat) serta sesuai keinginan, dengan meminimalkan sumber daya yang dikeluarkan. Pada kawasan Sunrise Mall akan terbentuk dengan baik apabila system sirkulasi dan parkir ditata dengan baik, nyaman, serta aman pada kawasan ini, akan tetapi ada berbagai permasalah yang ditemui diantaranya tidak berfungsinya pada lahan parkir sepeda motor dan menjadikan pengunjung yang mengunakan sepeda motor parkir tidak pada tempat semestinya yang disediakan. Sistem sirkulasi merupakan prasarana penghubung yang vital dalam menghubungkan berbagai kegiatan dan penggunaan suatu lahan di atas suatu area yang mempertimbangkan aspek fungsional, ekonomis, keluwesan dan kenyamanan. Pola sirkulasi yang menjadi fokus penelitian adalah sirkukasi kendaraan para pengunjung terutama pada sirkulasi lahan parkir motor, dimana pola sirkulasi tersebut akan dilihat secara detail sehingga akan diketahui suatu hubungan antara pola sirkulasi dengan alur pengunjung dimana jarak antara kawasan lahan parkir motor dengan gedung perbelanjaan Sunrise Mall yang terpisah cukup jauh menjadikan kurang efisien dalam jarak pengunjung saat memasuki kawasan gedung Sunrise Mall.Kata Kunci: Efisiensi, Sirkulasi, Jarak
KENYAMANAN TERMAL PADA PENGHUNI RUMAH PANGGUNG VERNAKULAR SUKU REJANG Ramawangsa, Panji Anom; Prihatiningrum, Atik
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The house is a basic human need to survive and improve the physical and psychological characteristics of its inhabitants. The stilt house is one form of residential construction that has developed in various remote areas. Seeing the problems of existing conditions, the purpose of this study was to determine the performance of the facade cladding on several research samples using the simulation method. The method used is a quantitative method by collecting data on temperature, humidity and wind speed from ventilation openings, windows and doors. Data collection was carried out for 2 weeks in August 2022 with detailed measurements for 1 (one) day at 07.00, 12.00 and 17.00. For the Predicted Mean Vote (PMV) and Standard Effective Temperature (SET) values using the CBE Thermal Comfort Tool, which can be accessed online. Based on the results obtained, the two houses on stilts of the Rejang tribe in Gunung Alam Village have different opening capability values that affect the quality of lighting, ventilation, humidity, and comfort that enter the residential building. It is also known that clothing and activities of occupants' movements in the house affect the quality of thermal comfort of the occupants' bodies, therefore movement in the house creates a neutral and comfortable feeling.Keyword: CBE, PMV, SET, stilt house, vernacular Abstrak: Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup dan meningkatkan sifat fisik dan psikis penghuninya. Rumah panggung merupakan salah satu bentuk konstruksi perumahan yang berkembang di berbagai daerah terpencil. Melihat permasalahan kondisi eksisting, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja cladding fasad pada beberapa sampel penelitian dengan menggunakan metode simulasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data suhu, kelembaban dan kecepatan angin dari bukaan ventilasi, jendela dan pintu. Pengumpulan data dilakukan selama 2 minggu pada bulan Agustus 2022 dengan rincian pengukuran selama 1 (satu) hari pada pukul 07.00, 12.00 dan 17.00. Untuk nilai Predicted Mean Vote (PMV) dan Standard Effective Temperature (SET) menggunakan CBE Thermal Comfort Tool yang dapat diakses secara online. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kedua rumah panggung suku Rejang di Desa Gunung Alam mempunyai nilai kemampuan bukaan yang berbeda sehingga mempengaruhi kualitas penerangan, ventilasi, kelembapan, dan kenyamanan yang masuk ke dalam bangunan tempat tinggal. Diketahui juga bahwa pakaian dan aktivitas pergerakan penghuni dalam rumah mempengaruhi kualitas kenyamanan termal tubuh penghuninya, oleh karena itu pergerakan dalam rumah menimbulkan perasaan netral dan nyaman.Kata Kunci: CBE, PMV, SET, rumah panggung, vernakular
ANALISA RUANG INTERAKSI SOSIAL PADA RUMAH PENGASAPAN IKAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Prasetio, Setiawan dudi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One method of fish processing is by smoking fish, which has developed since decades ago in Bandarharjo, North Semarang. In their daily lives, people and workers in this area interact with each other both indoors and outdoors. The interaction spaces in this area are created based on the fish smokers’ daily activities to support the smoking industry process. From the results of the literature review, the interaction spaces created in this area have not been carried out in deeper research. This research was conducted by using a quantitative descripritive method with search techniques on field observations and simulation analysis using Depthmaps software. From the analysis results, it was found that the interaction spaces in this area consist of both physical and non-physical interaction spaces. The non-physical interaction spaces include macro, messo and micro interaction spaces. The macro interaction space includes the relationship between groups in the spatial setting of the fish smoking area, the messo interaction space includes interactions between individuals and groups with the spatial setting of the transition space between the outside and inside, and the micro interaction room is the relationship between individuals in the spatial setting inside the building
SISTEM FISIK - NILAI BUDAYA JAWA DALAM ARSITEKTUR WISATA TEBING WATU MABUR DESA MANGUNAN YOGYAKARTA Suryono, Alwin; Nugroho, Nancy Yusnita; P, Budi Widodo; Hendrawan, Chris; Esti, Rochana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to reveal the physical system of Javanese cultural values in the architecture of Tebing Watu Mabur tourist destination. Using the descriptive method, the physical system of the object (figure, layout, materials, activities) and its purpose are observed, then the meaning/value of Javanese Culture is deeply observed with contemplation. The design of the mass-space layout of the tourist site refers to the North-South axis in accordance with the Philosophical axis of Yogyakarta Palace. The design of the grass field considers the harmony of the diversity of user groups and the preservation of the natural environment. The Panggang-pe traditional architectural style was chosen for the stalls and guard posts, following the tradition of village selling places, related to local social and natural relations. The Limasan variety of Pendopo 2 is open to all four sides for social activities of users while enjoying the cliff nature. The combination of traditional-modern materials as a contemporary form of traditional Javanese architecture. The architectural design of this cliff tourism destination means the harmony of nature and the physical system of local Javanese cultural values.Keyword: Traditional, Javanese culture, modern Abstrak: Tulisan ini bertujuan mengungkap sistem fisik-nilai Budaya Jawa dalam arsitektur destinasi wisata Tebing Watu Mabur. Digunakan metoda deskriptif, sistem fisik objek (sosok, tata ruang, material, aktivitas) dan tujuannya diobservasi, lalu makna/nilai Budaya Jawanya diamati mendalam disertai perenungan. Desain tata massa-ruang tapak wisata mengacu pada poros Utara-Selatan sesuai dengan sumbu Filosofis Kraton Yogyakarta. Rancangan lapangan rumput memperhatikan keharmonisan dari keberagaman kelompok pengguna dan kelestarian lingkungan alam. Dipilih ragam arsitektur traisional Panggang-pe untuk warung dan pos jaga, mengikuti tradisi tempat berjualan masyarakat desa, terkait relasi sosial dan alam setempat. Ragam Limasan Pendopo 2 terbuka ke empat sisinya untuk aktivitas sosial pengguna sambil menikmati-merasakan alam tebing. Paduan material tradisional-modern sebagai wujud kekinian arsitektur tradisional Jawa. Rancangan arsitektur destinasi wisata  tebing ini bermakna keserasian alam dan sistem fisik-nilai Budaya Jawa setempat.Kata Kunci: Tradisional, Budaya Jawa, modern.
ANALISIS PKOR WAY HALIM SEBAGAI RUANG PUBLIK BERKELANJUTAN BERDASARKAN POLA PERILAKU Kurniawan, Guruh Kristiadi; Devita, Citra; Akbar, Muhammad Arya Guna
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public spaces are often considered merely as facilities that provide space for user activities/interactions, resulting in minimal awareness regarding the maintenance and supervision of the available space. In its formation, public spaces must also support sustainability in each of its elements that link environmental aspects (space) with social aspects (users) to fulfill needs and complement each other. In response to this, PKOR Way Halim as a provider of public space needs to be analyzed to make adjustments in accordance with sustainable public space criteria. The method employed is a qualitative descriptive method focusing on behavior patterns through behavior mapping, which is then analyzed by elaborating on the understanding related to sustainability. Thus, the results indicate that PKOR Way Halim as a provider of public space does not yet meet the "sustainability" criteria. This is due to the social aspect, namely user behavior patterns, which significantly influence a space. User awareness is crucial to encourage movement patterns in activities that shape sustainable public spaces.Keyword: behaviour mapping, sustainability, behavior patterns, public spaceAbstrak: Ruang publik sering kali dianggap hanya sebatas fasilitas yang menyediakan ruang untuk suatu aktivitas/interaksi pengguna, sehingga minim sekali kesadaran dalam hal pemeliharaan dan pengawasan terhadap ruang yang tersedia. Dalam pembentukannya, ruang publik pun harus mendukung adanya keberlanjutan pada setiap elemennya yang mengaitkan antara aspek lingkungan (ruang) dengan aspek sosial (pengguna) agar kebutuhan terpenuhi dan saling melengkapi. Untuk menanggapi hal tersebut, PKOR Way Halim sebagai penyedia ruang publik perlu dianalisis agar memenuhi penyesuaian dengan kriteria ruang publik berkelanjutan. Metode yang dilakukan berupa metode kualitatif deskriptif terhadap pola perilaku melalui behaviour mapping yang kemudian dianalisis dengan penjabaran mengenai pemahaman terkait keberlanjutan. Sehingga, hasil yang didapat bahwa PKOR Way Halim sebagai penyedia ruang publik masih belum memenuhi keriteria “keberlanjutan”. Hal tersebut didapat karena adanya aspek sosial berupa pola perilaku pengguna yang sangat berpengaruh terhadap suatu ruang. Kesadaran pengguna sangat dibutuhkan untuk mendorong pola pergerakan dalam berkegiatan yang membentuk ruang publik yang berkelanjutan.Kata Kunci: behaviour mapping, keberlanjutan, pola perilaku, ruang publik

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue