cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
ANALISIS KEEFEKTIFAN PENCAHAYAAN BUATAN DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (Studi Kasus Data Sensor Lingkungan Dan Konsumsi Listrik Smart Building) Susanto, Susanto; Wibowo, Ari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Lighting in an office is an important aspect which can certainly support the performance of its use. Especially in artificial lighting, it is not uncommon if the design system does not adapt to natural daylight, of course it is not effective, and has a negative impact and causes losses periodically. Therefore, it is important to know the effectiveness of using artificial lighting in a room. In this analysis process, one method that can be used is machine learning. By using CU-BEMS based data, which is obtained from environmental sensor data and electricity consumption. This data was taken over a period of 18 months, consisting of several readings from equipment installed in each room. And from this data it is used to select the required quantities so that they can suit your needs. After that, the XGBoost algorithm can be applied and the approach process carried out produces very good accuracy. This can be proven from the results of the resulting evaluation matrix, such as the R-Squared value of 0.99, the RMSE (Root Mean Square Error) is 0.028. Then, in the data testing process, high accuracy was also obtained, for R-Squared of 0.99 and RMSE (Root Mean Square Error) of 0.092. After the training and testing process has obtained very good results, we proceed to the process of analyzing the effectiveness of artificial lighting by entering certain input values, to produce information about the effectiveness of artificial lighting in certain rooms, accompanied by the level of confidence or accuracy of each prediction result.Keyword: Artificial Lighting, Sensor data and electricity consumption, Machine Learning, XGBooAbstrak: Pencahayaan pada kantor merupakan salah satu aspek penting yang tentu dapat menunjang kinerja penggunaannya. Khususnya dalam pencahayaan buatan, tidak jarang jika sistem perancangannya tidak menyesuaikan akan pencahayaan alami siang hari, tentulah tidak efektif, dan berdampak negative dan memberikan kerugian secara berkala. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan pencahayaan buatan pada suatu ruangan. Dalam proses analisis ini salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan machine learning. Dengan menggunakan data berbasis CU-BEMS, yang diperoleh dari data sensor lingkungan dan konsumsi listrik. Data ini diambil dalam kurun waktu selama 18 bulan, yang terdiri beberapa hasil pembacaan alat yang terpasang di tiap ruangan. Dan dari data tersebut digunakan untuk menyeleksi besaran yang diperlukan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, maka penerapan algoritma XGBoost dapat dilakukan dan dari proses pendekatan yang dilakukan, menghasilkan akurasi yang sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil matrik evaluasi yang dihasilkan seperti nilai R-Squared sebesar 0.99, besar RMSE (Root Mean Square Error) yaitu 0.028. Kemudian  pada proses pengujian data juga diperoleh akurasi yang tinggi, untuk R-Squared sebesar 0.99 dan RMSE (Root Mean Square Error) 0.092. Setelah proses pelatihan dan pengujian didapatkan hasil yang sangat baik, maka dilanjutkan ke proses analisis keefektifan pencahayaan buatan dengan mengisikan nilai inputan tertentu, untuk menghasilkan informasi mengenai keefektifan dari pencahayaan buatan pada ruangan tertentu dengan disertai tingkat kepercayaan atau keakurasian dari setiap hasil prediksinya.Kata Kunci: Pencahayaan Buatan, Data sensor dan konsumsi listrik, Machine Learning, XGBoost.
KRITERIA ARSITEKTUR PEMULIH (HEALING) UNTUK PENYEGARAN MENTAL: KASUS SINDROM BURNOUT Saadati, Iftitah; Antaryama, I Gusti Ngurah; Samodra, FX Teddy Badai
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Stress causes a person's mental state to be unstable. A contributing factor to stress is emotional exhaustion caused by work routines. Recovery facilities that support the psychological needs of individuals are essential, but existing public facilities still have shortcomings, especially in implementing designs that consider the perspectives of users and stress issues. In the context of psychology, the natural environment is identified as an effective solution to cope with stress. Architecture, as a physical manifestation of the environment, is important in creating positive energy to overcome this. This research aims to evaluate building and environmental design elements integrated with user needs. This research uses a qualitative approach with literature studies and interviews as research methods. Restorative Healing Architecture design principles as a study aspect to produce architecture criteria. The results showed that to achieve emotional stability, natural and healthy environmental conditions are needed that are by user needs. Architectural criteria generated from natural elements can manage and control physiological stress, thereby improving self-quality.Keywords: Architecture, Environment, Psychology, and StressAbstrak: Stres mempengaruhi mental seseorang menjadi tidak stabil. Faktor penyebab stres adalah kelelahan emosianal yang dsebabkan oleh rutinitas pekerjaan. Fasilitas pemulihan yang mendukung kebutuhan psikologis individu menjadi kritis, namun fasilitas publik yang ada masih memiliki kekurangan, terutama dalam penerapan desain yang memperhatikan perspektif pengguna dan permasalahan stres. Dalam konteks psikologi, lingkungan alami diidentifikasi sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi stres. Arsitektur, sebagai manifestasi fisik lingkungan, memiliki peran kunci dalam menciptakan energi positif terhadap kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi elemen desain bangunan dan lingkungan yang terintegrasi dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur dan wawancara sebagai metode penelitian. Prinsip desain Arsitektur Pemulih sebagai aspek kajian untuk menghasilkan kriteria Arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai kestabilan emosional diperlukan kondisi lingkungan yang alami dan sehat yang sesuai bagi penggunanya. Kriteria Arsitektur yang dihasilkan dari elemen alami dapat mengelola dan mengontrol stres fisiologis, sehingga dapat meningkatkan kualitas diri.Kata Kunci: Arsitektur, Lingkungan, Psikologi, dan Stres
GREEN E-SPORTS BUILDING DESIGN WITH FUTURISTIC PRINCIPLE APPROACH Bahri, Alif Sirajuddin; Bahri, Samsul
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advances in technology have made some activities shift from offline to online. This condition also occurs in sports activities, namely electronic sports (e-sports). The public's enthusiasm for welcoming e-sports is accompanied by the emergence of e-sports teams that have training facilities for players. However, in its implementation, most e-sports training facilities are wasteful in electrical energy consumption. Based on this phenomenon, the author offers the design of an environmentally friendly e-sports training facility by applying a green building nuanced design through an approach to futuristic architectural principles. This research uses architectural design methods to produce an e-sports training facility design with green building nuances. The design of the building site is placed in the middle of the land, to provide undeveloped areas on all sides of the site for green areas to reduce global warming. The façade of the building uses wide glass combined with a curtain wall frame so that natural lighting in the space in the building is more optimal. The placement of line ornaments on the outer side, as secondary skin, reduces the radiance of sunlight in the afternoon. The use of prefabricated materials has advantages in terms of shape, size, and ease of installation. The use of ACP combined with exposed steel frames without repainting is a measure to reduce pollution and a representation of honesty.
PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE ARCHITECTURE PADA BANGUNAN GEDUNG KANTOR BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I SEMARANG Saputra, Satria Helly; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Global warming causes environmental damage which is a threat and challenge for the whole world. Environmentally friendly building design is one of the concrete steps in an effort to reduce excessive energy consumption. This concept encourages people not to carelessly use natural resources excessively and can improve the quality of life now and in the future. The Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building was designed to prioritize energy saving and environmental friendliness, which are the principles of the sustainable architectural concept. This building was chosen as a research subject to determine the extent to which the concept of Sustainable Architecture is implemented in this building. The aim of this research is to analyze the application of the principles of sustainable architecture concepts in the Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building. The results of this research are to analyze the principles of sustainable architecture in the Semarang Class 1 Agricultural Quarantine Office Building.Keyword: sustainable architecture, buildings, environmentally friendly Abstrak: Pemanasan global menyebabkan kerusakan lingkungan yang menjadi sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi seluruh dunia. Rancangan bangunan yang ramah lingkungan merupakan salah satu langkah kongkrit dalam upaya mengurangi komsumsi energi secara berlebihan. Dimana konsep ini mendorong untuk tidak sembarangan dalam memakai sumber daya alam secara berlebihan dan dapat meningkatkan kualitas hidup di masa kini dan di masa yang akan datang. Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang dirancang dengan mengedepankan penghematan energi dan ramah lingkungan yang merupakan prinsip-prinsip dari konsep arsitektur berkelanjutan. Bangunan ini dipilih sebagai subyek penelitian untuk mengetahui sejauh mana penerapan konsep Arsitektur Berkelanjutan (Sustainable Architecture) pada bangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan prinsip-prinsip konsep arsitektur berkelanjutan pada bangunan Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah menganalisa prinsip-prinsip sustainable architecture pada bangunan Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang.Kata Kunci: arsitektur berkelanjutan, bangunan gedung, ramah lingkungan
PENGARUH KOMPLEKS WISATA SUNAN MURIA TERHADAP TATA RUANG DAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN Prasetya, Herry; Pandelaki, Edward Endrianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The tourist area or Sunan Muria tourism complex is an area that is familiar to the community, especially the Muslim community. The Sunan Muria tourist complex is located in the northern part of Kudus Regency. Every day it is always busy with tourists both inside and outside the city. With the large number of visitors and the increasing development of this tourist area , it ultimately has several positive and negative impacts on the spatial and environtmental layout of the area. This research was carried out using a qualitative research methods with a descriptive method, namely  by digging to find out and then describing in detail the impacts that occur due to the existence of the Sunan Muria tourism area. The data collection technique used is by direct observations of the research object and conducting  interviews with informants,related from the results of observations and research, it shows that the  object and conducting existence of the Sunan Muria tourist complex has an impact on the environtment, namely the spatial layout of the tourist complex and local settlements has canged, the economy has improved, the visual quality of the buildings and so on.Keyword: Sunan Muria, Spatial, environtmentAbstrak: Kawasan wisata atau kompleks pariwisata Sunan Muria merupakan kawasan yang tidak asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat muslim. Kompleks wisata Sunan Muria ini terletak di Kabupaten Kudus bagian utara, Kawaasan ini setiap harinya selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar kota. Dengan banyaknya pengunjung dan semakin berkembangnya Kawasan wisata ini akhirnya menimbulkan beberapa dampak baik positif maupun negatif bagi tata ruang dan lingkungan Kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yaitu dengan cara menggali mencari tahu kemudian mendeskripsikan secara rinci dampak-dampak yang terjadi akibat adanya Kawasan pariwisata Sunan Muria, Teknik pengumpualn data yang digunakan adalah dengan cara observasi langsung kepada obyek penelitian dan melakukan wawancara kepada informan terkait. Dari hasil observasi dan penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kompleks wisata Sunan Muria memberikan dampak pada lingkungan yaitu, tata ruang komplek wisata dan permukiman setempat yang telah berubah, perekonomian yang meningkat, kualitas visual bangunan dan lain sebagainya.Kata Kunci: Sunan Muria, Tata Ruang, Lingkungan
KAJIAN PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA ULAMAN ECO-LUXURY RESORT Habib, Haikhal Al; Fitriyanto, Dominikus Aditya
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of Indonesia's tourism sector plays an important role in advancing the economy and state income through creating job opportunities for local residents as well as increasing state foreign exchange earnings through the accommodation sector. Activities in resort hotel operations cannot be separated from the use of energy sources to facilitate facility performance as well as the disposal of waste and uncontrolled carbon emissions. Resorts as accommodation are generally located in areas that have strategic locations, including on the coast, mountains, hills, riverbanks, and forests, so that these areas require that environmental control be implemented, human involvement as actors, and building control in constructing buildings. comfortable, minimize the use of energy from excessive sources, and reduce the negative impact of building design on the environment. This journal uses qualitative research methods with library sources based on the internet. Based on its important function, it is hoped that Eco Ulaman Eco Luxury Resort can plan ecological architecture for accommodation that is comfortable to live in. Keyword: Ecology Architecture, Environment, Resort.Abstrak: Pengembangan sektor pariwisata Indonesia berperan penting dalam memajukan ekonomi dan pendapatan negara melalui penciptaan peluang kerja bagi penduduk lokal serta meningkatkan penerimaan devisa negara dengan sektor akomodasi. Aktivitas dalam operasional hotel resort tidak lepas dari penggunaan sumber energi untuk memudahkan kinerja fasilitas serta pembuangan limbah dan emisi karbon yang tidak terkontrol. Resort sebagai akomodasi ini umumnya berada di daerah yang memiliki letak kawasan strategis antara lain di tepi pantai, pegunungan, perbukitan, tepi sungai, dan hutan sehingga mengharuskan kawasan ini menerapkan perancangan yang pengendalian lingkungan, keterlibatan manusia sebagai pelaku, dan pengendalian bangunan dalam membangun bangunan yang nyaman, meminimalisir penggunaan energi dari sumber yang berlebihan, dan mengurangi dampak buruk dalam merancangan bangunan terhadap lingkungan. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber pustaka berdasarkan dari internet. Berdasarkan fungsinya penting diharapkan Eco Ulaman Eco luxury Resort dapat merencanakan arsitektur ekologi untuk penginapan yang nyaman untuk dihuni.Kata Kunci: Arsitektur Ekologi, Lingkungan, Resort.
KARAKTER ARSITEKTUR KOLONIAL KANTOR POS GARUT DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN ARSITEKTUR KOTA Juwono, Sudarmawan; Rukayah, Siti; Wibowo, Heru; Ali, Abdullah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Post Office building on Jalan Jenderal Ahmad Yani Garut has been recognized as a cultural heritage object which has become the architectural identity and landmark of the city. Architectural character that forms identity and contributes to regional values is an element that must be maintained in preserving urban areas. This research aims to explore the character of architecture as a basis for conservation and its meaning from a city architecture perspective. This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The research results show that the architectural character of the post office is the result of a process of adapting the roof, building body and floor plan. Through studies of city development, it is known that the meaning of these characters provides information regarding the influence of tourism activities on the formation of identity and the physical development of urban architecture that has occurred.Keywords  : architectural character, meaning, development of urban architectureAbstrak: Bangunan Kantor Pos di jalan Jenderal Ahmad Yani Garut selama ini telah diakui sebagai obyek cagar budaya yang menjadi identitas arsitektur dan penanda kota. Karakter arsitektur yang membentuk identitas dan memberikan kontribusi nilai-nilai kawasan adalah unsur yang harus dipertahankan dalam pelestarian kawasan kota. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakter arsitektur sebagai dasar konservasi dan maknanya dari perspektif arsitektur kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur kantor pos merupakan hasil suatu proses adaptasi atap, badan bangunan dan denah. Melalui studi terhadap perkembangan kota, diketahui bahwa makna karakter tersebut memberikan informasi mengenai pengaruh aktivitas pariwisata pada pembentukan identitas dan perkembangan kota yang telah terjadi.Kata Kunci: karakter arsitektur, makna, perkembangan arsitektur kota
Signifikansi Penggunaan Kaca sebagai Material Double Skin Façade dalam Penurunan Suhu dalam Ruangan Studi Kasus Gedung Fakultas Psikologi Undip Kahayanto, Dian Wibowo; Dwiyanto, Agung; Setyowati, Erni
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of glasses for building wall provides psychological comfort because the glasses functioned as connecting media between outer and inner building. In achieving the energy saver based on Green Building rules, Passive Design Strategy is applied that is by Facade Modification. One of the materials used is glasses as the outer skin. According to Widodo (2016: 23), the comfortable room temperature is between 25 – 280C. From the average temperature calculation at the Psychology Faculty at noon is above 290C, or it exceeds the normal temperature, although it has used double skin façade. Therefore, after measuring by using One Way ANOVA method, it shows that double skin façade glass on that building temperature is significantly decreased although it has not achieved the standard of comfortable room.Keywords: Double Skin Façade, Green Building, Heat SaverAbstrak: Penggunaan material kaca pada dinding bangunan memberikan kenyamanan psikologis karena menjadi media penghubung antara lingkungan luar dan dalam bangunan. Dalam Mencapai Penghematan Energi Sesuai Dengan Kaidah Green Building, dilakukan Strategi Desain Pasif, yakni melalui Modifikasi Façade. Salah satu material yang dapat digunakan adalah kaca sebagai outer skin. Menurut Widodo (2016: 23), suhu ruangan yang nyaman yakni berkisar antara 25-28oC. Dari hasil pengukuran suhu pada siang hari yaitu suhu rata rata ruangan pada Gedung Fakultas Psikologi diatas 29oc, diatas standar suhu ruang yang nyaman walaupun sudah menggunakan double skin façade. Setelah dilakukan perhitungan dan pengujian menggunakan metode One Way ANOVA diketahui bahwa double skin façade kaca pada Gedung tersebut cukup signifikan dalam menurunkan suhu ruangan meskipun masih belum dalam mencapai standart kenyamanan ruang yang ditentukan.Kata Kunci: Double Skin Facade, Green Building, Enegi Panas
BUKTI - BUKTI SUNGAI SEBAGAI JALUR TRANSPORTASI DAN ARAH ORIENTASI BANGUNAN (STUDI KASUS KAMPUNG MELAYU SEMARANG) Giovano, Fariz Addo; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Before the construction of the Daendels postal highway from Anyer to Panarukan in 1809-1819, spanning 10,000 km, rivers served as the primary mode of transportation. Urban centres in Java develop along the coastline and extend in linear patterns following the river. Similarly, Semarang is located in Central Java. The city has expanded in the coastal area, identified as Kampung Melayu in a 1695 map. This village serves as a port for sailors and new residents. The presence of harbours, markets, and mosques in villages signifies the nation's transition into the era of Islam's expansion. Following the completion of the Post highway and the ongoing sedimentation process, the river is no longer suitable for navigation. This study presents findings on using rivers for transportation and the proximity of various buildings to waterways. Field survey methods and historical archives indicate that the port, market, and mosque are situated along the river bank with direct access from the river. Keyword: river, sedimentation, postal highway.Abstrak: Sebelum dibangunnya jalan raya pos Daendels dari Anyer ke Panarukan pada tahun 1809-1819, sepanjang 10.000 km, sungai berfungsi sebagai moda transportasi utama. Pusat perkotaan di Jawa berkembang di sepanjang garis pantai dan terbentang dalam pola linier mengikuti aliran sungai. Begitu pula dengan Semarang yang terletak di Jawa Tengah. Kota ini berkembang di wilayah pesisir, sesuai dengan wilayah Kampung Melayu seperti yang digambarkan pada peta tahun 1695. Kampung ini berfungsi sebagai penghubung bagi para pelaut dan pemukim. Kehadiran kampung multi etnis dengan pelabuhan, pasar, dan masjid menandakan transisi bangsa dalam penyebaran Islam. Setelah selesainya Jalan Raya Pos dan proses sedimentasi yang sedang berlangsung, sungai tersebut tidak lagi layak untuk navigasi. Makalah ini menyajikan temuan mengenai pemanfaatan sungai untuk transportasi dan bukti keberadaan bangunan yang memiliki akses sungai pada masanya. Metode survei lapangan serta arsip sejarah menunjukkan bahwa foto kuno masjid dan beberapa bangunan di sekitarnya terletak di tepi sungai dengan akses dari sungai.Kata Kunci: sungai, sedimentasi, jalan raya pos.
ANALISA PENERAPAN KONSEP DESAIN INTERIOR NATURAL TROPIS SEBAGAI OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS SMK DEWANTARA Rusmaharani, Diyah; Setiabudi, Wahyu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Classrooms are important facilities for students and teachers activities, so they need to prioritize visual comfort for occupants with optimal light intensity in the room. Interior design analysis with a natural tropical concept is one of the breakthroughs that aims to achieve energy savings because it prioritizes passive ventilation systems and natural lighting into the room. This research examines how far design with this concept is applied in classrooms oriented towards north, east and west on the second floor by collecting quantitative data with measuring the intensity of light in the room and measuring the dimensions of openings and classrooms and also through observational methods. by observing the interior and exterior conditions of the classroom. The analysis method is carried out using a descriptive analysis method by reviewing the points from the literature related to tropical natural design. The results obtained from this research are that classrooms in either the west, east or north orientation have not fully implemented the natural tropical design concept. The results of this observation are supported by the results of indoor lighting measurements which still do not meet the minimum standards for classroom interior light intensity.Keyword: Orientasi Bangunan, Intensitas Cahaya, Ruang Kelas (Maks 3 Kata, ARIAL 10, spasi tunggal)Abstrak: Ruang kelas menjadi sarana penting bagi kegiatan pembelajarani siswa dan guru, sehingga perlu mengedepankan kenyamanan visual bagi penghuni dengan intensitas cahaya yang optimal di dalam ruangan. Penelitian mengenai analisis Desain Interior dengan konsep natural tropikal merupakan salah satu terobosan yang bertujuan untuk mencapai penghematan energi karena mengedepankan sistem ventilasi pasif dan pencahayaan alami ke dalam ruangan. Penelitian ini mengkaji seberapa jauh penerapan desain dengan konsep tersebut di dalam ruang kelas yang berorientasi kea rah utara, timur dan barat pada lantai 2  dengan pengambilan data besaran secara kuantitatif melalui pengukuran intensitas cahaya dalam ruang dan pengukuran dimensi bukaan serta ruang kelas dan juga melalui cara observative dengan mengamati kondisi interior dan eksterior ruang kelas. Metode analisis dilakukan dengan metode deskriptif analisis dengan meninjau poin-poin hasil dari literatur terkait desain natural tropis. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ruang kelas baik di orientasi barat, timur ataupun utara belum sepenuhnya menerapkan konsep desain natural tropikal hasil observasi ini didukung dengan hasil pengukuran penerangan dalam ruang yang masih belum memenuhi standar minimum intensitas cahaya interior ruang kelas.Kata Kunci: Intensitas Cahaya, Ruang Kelas, Desain Natural Tropis

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue