cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 597 Documents
PENCEGAHAN PENYAKIT KEKURANGAN VITAMIN A DENGAN PEMBERIAN "ORAL MASSIVE DOSE VITAMIN A EMULSION", DUA KALI SETAHUN Darwin Karyadi; Ignatius Djokosusanto; S. Hasnah Soetedjo; Jajah K. Husaini; Samsudin Samsudin; Supardi Supardi; Rachmad Rachmad
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2016.

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap pemberian 200.000 Kesatuan Internasional (KI) vitamin A dicampur dengan 40 KI vitamin E dalam emulsi melalui mulut (oral) dua kali setahun kepada anak-anak pra sekolah, dengan tujuan mencegah xerophthalmia.Hasil penelitian terhadap anak-anak yang diikuti selama satu tahun, menunjukkan penyembuhan dan pengaruh pencegahan. Tanda dan gejala xerophthalmia pada mata menyembuh dan kadar serum vitamin A meninggi. Dosis yang lebih tinggi disarankan untuk dapat memenuhi kebutuhan tambahan pada xerophthalmia yang juga menderita tuberkulosa.
PENILAIAN PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI DAN BEBERAPA ASPEK KEADAAN MENTAL ANAK-ANAK PRASEKOLAH DI DESA PINGGIR KOTA BOGOR, INDONESIA Dradjat D. Prawiranegara; S. Hasnah Soetedjo; Jahja K. Husaini; Djokosusanto Djokosusanto; Husaini Husaini; Darwin Karyadi; S. Soewondo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2017.

Abstract

Di Cilibende, desa pinggir Kota Bogor, telah dilakukan penilaian terhadap kelompok eksperimen yang terdiri dari 30 orang anak pra sekolah berumur diantara 1-6 tahun, sebagai peserta Taman Gizi untuk waktu 6 bulan yang dibandingkan dengan kelompok kontrol bukan peserta Taman Gizi. Dasar pemikirannya adalah mendidik para ibu dalam gizi praktis dan sanitasi. Secara aktif mereka diikutsertakan di dalam penyelenggaraan makanan tambahan yang dicampur dengan campuran tempe-ikan-beras.Setelah dievaluasi dalam jangka waktu 6 bulan dan satu tahun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan-perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Alasan-alasan kegagalan adalah faktor beberapa penyakit infeksi yang saling bertalian, konsumsi makanan yang buruk yang kemudian saling mempengaruhi (kalori dan protein), dan faktor psikologi. Penelitian selanjutnya ditekankan kepada pentingnya faktor-faktor lingkungan terhadap anak.Supaya inteligensia berkembang dan bekerja pada tingkat yang optimal, tindakan perbaikan dan pencegahan seharusnya dimulai pada waktu perkembangan yang sedini mungkin.
PERCOBAAN PERBAIKAN CAMPURAN "TEMPE FISH RICE" Hermana Hermana; Sujana Sibarani; Judith Herlinda
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2018.

Abstract

Telah dilakukan percobaan perbaikan "Tempe Fish Rice" (TFR) sebagai sumber protein untuk anak pra sekolah, dengan menggunakan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat TFR lama, tetapi dalam susunan yang berbeda. Mutu TFR yang dibuat dalam penelitian ini lebih baik dari pada mutu TFR lama. Susunanzat gizinya tidak banyak berubah. Mutu protein diukur dengan NPU menunjukkan nilai agak tinggi. Penyimpanan selama 10 minggu tidak mengakibatkan perubahan dalam aroma, rasa dan warna.
"NET PROTEIN UTILIZATION BEBERAPA FORMULA "TEMPE FISH RICE" Lie Goan Hong; Oey Kam Nio; G. Sihombing; Judith Herlinda
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2019.

Abstract

Angka NPU standar dan operatif makanan campuran TFR dengan pengolahan berbeda telah ditentukan. Angka NPU standar TFR berkisar antara 61-67. Sedangkan angka NPU operatifnya antara 46-57. Bila TFR ditambahkan pada beras dalam perbandingan 1:5 maka NPU berkisar antara 63-66.
PENILAIAN PENGARUH PENAMBAHAN LYSINE PADA NASI Ignatius Tarwotjo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2020.

Abstract

Pengaruh penambahan lysine pada mutu protein nasi dilakukan pada tikus putih dengan mengukur Protein Efficiency Ratio. Nasi dan Nasi dengan sayur beserta laukpauk, seperti dikonsumsi oleh kebanyakan keluarga di Indonesia, yang berasnya lebih dulu ditambahi butiran premix berisi lysine, thiamine dan riboflavin ternaya menghasilkan Protein Efficiency Ratio lebih tinggi dari pada yang tidak ditambahi.
TEMPE GEMBUS HASIL FERMENTASI AMPAS TAHU Indrawati Gandjar; Dewi Sabita Slamet
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2021.

Abstract

Sebagian penduduk pulau Jawa telah memanfaatkan ampas dari pabrik tahu menjadi semacam tempe melalui proses fermentasi. Mikroorganisme utama yang berperan dalam proses ini adalah dari genus Rgizopus, yaitu R. oligosporus dan R. arrhizus. Secara laboratorium strain 40I/1 dan R25 mampu menghasilkan tempe gembus dalam 22 jam. Daya tahan tempe gembus kurang lama dibandingkan dengan tempe kedele. Dengan 0,03% laru Balai Penelitian Gizi Unit Semboja, Depkes RI, Bogor masih menghasilkan tempe gembus dalam 24 jam. Proses fermentasi tidak banyak merubah kadar zat gizinya. Tempe ini tidak langsung mengandung aflatoxin type B1, B2, G1, G2.
AFLATOXIN DALAM KACANG TANAH, MINYAK, BUNGKIL DAN ONCOM Djiteng Roedjito; Muhilal Muhilal; Harlinah S.P. Wirohusodo; Darwin Karyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2022.

Abstract

Kandungan aflatoxin kacang tanah, minyak, bungkil, oncom diteliti dari bahan-bahan contoh yang diambil dari beberapa pabrik minyak kacang, pembuat oncom dan pedagang oncom di pasar dalam kotamadya Bandung.Sebagian kecil bungkil dari pabrik minyak kacang langsung diolah menjadi oncom. Sebagian besar melalui penyimpanan dulu. Suhu dan lembab nisbi ditempatkan penyimpanan memungkinkan pertumbuhan cendawan penghasil aflatoxin subur. Pengolahan bungkil kacang menjadi oncom dapat mengurangi kandungan aflatoxin.
PENGARUH RHIZOPUS ORYZAE DAN ASPERGILLUS ORYZAE TERHADAP KUALITAS KECAP Dewi Sabita Slamet; Indrawati Ganjar
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 2 (1972)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2023.

Abstract

Telah diteliti pengganti fermentasi mikroorganisme Aspergillus oryzae Rhyzopus oryzae dan campuran Aspergillus dan Rhyzopus oryzae, dengan perendaman dalam larutan garam 20% dalam waktu yang berbeda terhadap kualitas kecap.Lamanya perendaman dalam larutan garam 20% yang berbeda menghasilkan kadar protein kecap yang berbeda. Aspergillus oryzae lebih baik dalam menghasilkan enzima protease dari pada Rhyzopus oryzae.Uji organoleptik menunjukkan perbedaan tidak bermakna dalam hal rasa maupun aroma antar kecap yang dibuat dengan strain jamur yang berlainan serta waktu perendaman yang berbeda. Untuk membuat kecap, sebaiknya dilakukan perendaman dalam larutan garam 20% selama 14 hari.
KEADAAN GIZI KURANG DAN BEBERAPA ASPEK FUNGSI OTAK Darwin Karyadi; S. Soewono; H. Tjahjadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 1 (1971)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2024.

Abstract

Keadaan gizi kurang dan beberapa aspek fungsi otak. (Under­nutrition and some aspects of brain function). Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung, 1971. A group of 31 Indonesian children aged 9 to 15 years whose nutritional status had been studied over a two-year period from 1957 to 1959 were reexamined in 1969. According to their earlier classification which was made in the first examination. 10 chil­dren had been undernourished and 21 children were regarded as healthy mostly during their second and third year of life. The undernourished and healthy groups were significantly smaller than the reference Djakarta standard. Between the ori­ginal undernourished and healthy groups they showed also a significant difference both in height and weight. On the basis of the clinical aspects, the healthy group remained in better physical condition. The dietary study showed low calorie and nutrient intakes particularly protein which were deficient in both groups. The parents of the children of both groups had a low income, were unskilled laborers and were illiterate. Educational place­ment showed that most of the children lag much behind the average for Indonesian school children. The I.Q. values were found significantly lower in the under­nourished group. The large number of cases detected as abnor­mal, recorded as generalized or focal slow activity of the brain waves, was 64.5%. Our observations indicated that early undernutrition during the second and third year of life, also presumably earlier, resulted in retardation of both physical and intellectual developments.
PENGARUH PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEADAAN GIZI ANAK-ANAK PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN KEBON KELAPA BOGOR Darwin Karyadi; Ignatius Djokosusanto; S. Hasnah Soetedjo; Jajah K. Husaini; Dradjat D. Prawiranegara
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 1 (1971)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2025.

Abstract

Pengaruh program pemberian makanan tambahan terhadap ke­adaan gizi anak2 prasekolah di Lingkungan Kebon Kelapa, Bogor. (The effect of food supplementation program on the nutritional status of pre-school children). Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung. 1971. One of the main nutrition problems in developing countries is protein calorie malnutrition. The age group that has been most affected is the pre-school child. Serious dietary deficiency will impair his physical and mental developments. The pilot project was designed for the care of pre-school children with signs of malnutrition through a supplementary feeding program. The approach is to educate mothers on how to feed, with locally available foods, and care for their pre-school children; using techniques that are compatible with their under­standing and financial   limitation through   active participation. The duration of the supplementary feeding program was three months. In order to evaluate the program some anthro­pometric measurements, dietary intake study and clinical assess­ment were carried out before and after the program. The results of the study reveal that this program-approach can be recommended in the prevention and in combating malnu­trition in the pre-school child.

Page 9 of 60 | Total Record : 597


Filter by Year

1971 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue