cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 597 Documents
PENGARUH PENYIMPANAN KACANG TANAH DI RUMAHTANGGA TERHADAP KANDUNGAN AFLATOXIN Muhilal Muhilal; Djiteng Roedjito
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 1 (1971)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2036.

Abstract

Pengaruh penjimpanan katjang tanah dirumah tangga terhadap kandungan aflatoxin. (The aflatoxin contents of home-stored peanuts). To determine the limit of storage time of peanut at homes to prevent contamination by aflatoxin, samples of peanut were stored at homes in urban and rural communities. It was found that peanut started to contain aflatoxin in the tenth week, and by the 14th week the content had exceeded the safe level of 30 ppb. Drying peanut to eight per cent water content then storing them in tins with waxed covers may prevent aflatoxin contami­nation for 20 weeks. Aflatoxin ialah racun yang dihasilkan oleh cendawan Aspergillus flavus (1) yang banyak terdapat pada bahan makanan yang bercendawan. Bahaya toxin ini ialah dapat mengakibatkan kerusakan hati yang biasanya disusul oleh kematian dalam waktu singkat. Bila racun ini terkonsumsi dalam jumlah sedikit tetapi dalam waktu lama, akibat yang khas ialah kanker hati primer (2).
PENCEGAHAN ANEMI GIZI BESI PADA KEHAMILAN DENGAN SUPLEMEN PIL SULFUS FERROSUS MELALUI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Soekartijah Martoatmodjo; Muhilal Muhilal; Soemilah Sastroamidjojo; Imam Soemarno
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 4 (1980)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1892.

Abstract

Pemberian dua pil sulfas ferrosus sekali setiap hari selama 6-12 minggu kepada 87 wanita hamil pada permulaan trimester ke tiga, pengunjung Puskesmas, dapat menaikkan kadar hemoglobin secara bermakna. Keluhan mual, muntah-muntah, sebelum pemberian pil sulfas ferrosus dikemukakan oleh 36-42% peserta penelitian dan menurun sampai 3-9,5% setelah mendapat suplemen pit sulfas ferrosus. Menurut perhitungan kira-kira 13,7% dari jumlah wanita hamil trimester ke tiga di daerah kerja Puskesmas tempat penelitian, adalah pengunjung Puskesmas tersebut.
KETELITIAN HASIL PENENTUAN HEMOGLOBIN DENGAN CARA SIANMETHEMOGLOBIN, CARA SAHLI DAN SIANMETHEMOGLOBIN-TIDAK-LANGSUNG Muhilal Muhilal; Sukati Saidin
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 4 (1980)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1893.

Abstract

Ketelitian penentuan hemoglobin (Hb) dengan cara Sahli dan cara sianmethemoglobin-tidak-langsung telah dibandingkan dengan cara sianmethemoglobin (cara yang paling teliti yang dianjurkan WHO). Cara Sahli dan cara sianmethemoglobin-tidak-langsung menghasilkan nilai Hb yang masing-masing lebih rendah 10-13 persen dan 14-16 persen dari cara sianmethemoglobin. Hasil penentuan Hb dengan cara Sahli bila dikalikan faktor 1,10 maupun 1,13 menghasilkan nilai Hb yang penyebarannya tidak berbeda bermakna dengan cara sianmethomoglobin. Bila hasil penentuan Hb dengan cara sianmethemoglobin-tidak-langsung dikalikan faktor 1,16 menghasilkan nilai Hb yang penyebarannya berbeda bermakna dengan cara sianmethemoglobin. Bila sarana penentuan Hb dengan cara sianmethemoglobin tidak tersedia penentuan Hb dapat dilakukan dengan cara Sahli dan hasilnya dikalikan faktor 1,1.
KOMPOSISI ZAT GIZI MAKANAN INDONESIA Dewi Sabita Slamet; Ignatius Tarwotjo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 4 (1980)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1894.

Abstract

Pada tahun 1970 sampai 1978 dilakukan analisa kadar zat gizi dalam 193 macam makanan Indonesia, untuk melengkapi Daftar Komposisi Bahan Makanan (1967) yang telah beredar selama ini. Bahan makanan yang dianalisa dibeli di pasar, toko, warung dan penjual keliling di daerah Bogor dan Jakarta. Beberapa contoh diperoleh dari Lembaga Pusat Penelitian Pertanian di Bogor. Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat juga membantu dalam pengadaan bahan contoh. Pada pembelian contoh dicatat tempat membeli, produsen, daerah konsumen, konsumen utama, frekwensi konsumsi, harga dan bobot tiap satuan, dan sifat-sifat organoleptik. Analisa dilakukan terhadap bahan makanan mentah, terolah dan masak. Bahan makanan terolah dan masak dibeli, atau diolah dan dimasak di laboratorium. Metode analisa yang digunakan ialah metode American Official Agricultural Chemists (1975), kecuali untuk beberapa zat gizi digunakan cara lain. Penelitian ini dilaksanakan oleh tenaga di Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, serta Akademi Gizi.
ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN Darwin Karyadi; Ignatius Tarwotjo; Samir Basta; Soekirman Soekirman; Husaini Husaini; Muhammad Enoch; S. Margono; A. Halim
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1922.

Abstract

Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.
MASALAH ANEMI GIZI PADA WANITA HAMIL DALAM HUBUNGANNYA DENGAN POLA KONSUMSI MAKANAN Soekartijah Martoatmodjo; Djumadias Abu Nain; Muhilal Muhilal; Muhammad Enoch; Husaini Husaini; Soemilah Sastroamidjojo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1923.

Abstract

Penyelidikan pendahuluan yang dilakukan Martoatmodjo dan kawan-kawan di desa Bendungan menunjukkan adanya prevalensi anemi gizi yang tinggi pada wanita hamil. Penyelidikan tersebut dilanjutkan pada tahun 1970-71 di Kabupaten Bogor, meliputi 217 wanita hamil triwulan II dan III dan 78 wanita tak hamil sebagai kelompok kontrol. Pada tahun 1971-73 dilakukan penyelidikan pada 266 wanita hamil triwulan III dan kelompok kontrol (129 suami mereka dan 109 wanita tak hamil) dengan pola konsumsi makanan berlainan berdasarkan makanan pokok utama yaitu beras di Kabupaten Indramayu & Purwakarta, gaplek & beras di Kabupaten Gunung Kidul, beras & ubi jalar serta jagung & singkong di Bali. Prevalensi anemia gizi besi pada wanita hamil yang tertinggi ditemukan di daerah makanan pokok beras (77% menurut kadar Hb dan 83% menurut jenuh transferin); nomor dua tertinggi dijumpai di daerah makanan poko beras & ubi jalar (56% menurut kadar Hb dan 70% menurut jenuh transferin). Di dua daerah tersebut persentase parasit usus didapatkan tinggi. Masalah anemi gizi besi pada wanita hamil yang terendah ditemukan di daerah dengan makanan pokok utama gaplek & beras (Gunung Kidul 46% menurut kadar Hb dan 58% menurut jenuh transferin) dengan konsumsi bahan makanan beraneka ragam dan juga ditemukan persentase parasit usus terendah dari semua daerah yang diselidiki.
POLA PEMBERIAN MAKANAN KEPADA BAYI DI BEBERAPA DAERAH INDONESIA Djumadias Abu Nain; F. J. Maspaitella
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1926.

Abstract

Suatu penyelidikan mengenai pola pemberian makanan pada bayi dan pola penyapihan meliputi 2174 rumah tangga di propinsi-propinsi Sumatera Utara, Sumatera barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat dilakukan dalam tahun 1972-1973.Dalam tulisan ini dibahas urutan berbagai bahan makanan yang biasa diberikan sebagai bahan makanan tambahan kepada bayi.Pola penyapihan bayi berbeda-beda diberbagai propinsi. Walaupun sebagian besar bayi-bayi disapih pada umur 1-2 tahun, jumlah bayi yang disapih diatas umur 2-3 tahun cukup penting artinya.Makanan orang dewasa biasanya mulai diberikan sesudah anak berumur lebih dari satu tahun.Volume makanan sapihan merupakan suatu faktor yang mempunyai pengaruh besar sebagai penyebab terjadinya kekurangan kalori-protein pada anak sapihan.
PENELITIAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DALAM USAHA PERBAIKAN GIZI ANAK PRA-SEKOLAH YANG DISELENGGARAKAN DI TAMAN GIZI DESA CIJENGKOL KABUPATEN SUKABUMI Ig. Djokosusanto; Samsudin Samsudin; Asmuni Asmuni; Jajah K. Husaini; S. Hasnah Soetedjo; Supardi Supardi; Darwin Karyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1927.

Abstract

Telah diteliti pengaruh pemberian makanan tambahan di Taman Gizi di desa Cijengkol, kabupaten Sukabumi terhadap 26 anak pra-sekolah yang berasal dari keluarga-keluarga golongan sosial-ekonomi rendah.Keadaan gizi anak-anak eksperimen dibandingkan dengan anak-anak kontrol menunjukkan perbaikan yaitu dengan menurunnya jumlah penderita kurang protein-kalori pada akhir program.Dinilai dari segi antropometri gizi ternyata pengaruh makanan tambahan selama tiga bulan tidak memberikan hasil yang nyata. Ada beberapa faktor yang diduga telah menyebabkan keadaan tersebut, yaitu jangka waktu pemberian makanan tambahan terlalu singkat, kurangnya nafsu makan pada anak-anak tersebut, serta adanya penyakit infeksi kronik tuberkulosis. Penyakit saluran pernafasan, baik yang akut maupun yang menahun (tuberkulosis) diduga merupakan sebab penting sebagai penghambat perbaikan gizi anak-anak tersebut.Usaha penyuluhan gizi praktis hanya sampai pada tingkat tambahan pengetahuan. Ibu-ibu yang dididik/diberi penyuluhan belum dapat merubah sikap dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya itu di rumah mereka masing-masing. Keadaan sosial-ekonomi yang rendah serta terbatasnya sumber-sumber yang ada di keluarga merupakan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan tidak mampunya ibu-ibu tersebut di dalam menyediakan makanan yang baik bagi anggota-anggota keluarga.
KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK Indrawati Gandjar; Dewi S. Slamet; Moeljono Moeljono
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1928.

Abstract

Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens). Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus) Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.
KADAR ZAT GIZI MAKANAN JAJAN DI DESA CIJENGKOL: SUATU PERBANDINGAN ANTARA ANALISA KIMIA DAN PERHITUNGAN DAFTAR KOMPOSISI BAHAN MAKANAN Krisdinamurtirin Krisdinamurtirin; Dewi Sabita Slamet; Mien Karmini Mahmud
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1929.

Abstract

Kadar zat gizi beberapa makanan jajan dari desa Cijengkol Jawa Barat telah dibandingkan hasil analisa kimianya dengan hasil perhitungan dengan Daftar Kompisisi Bahan Makanan. Makanan jajan yang diteliti yaitu yang di desa tersebut dikenal namanya sebagai gegentur, puruy, noga wijen, kremes, goreng pisang sale, tape goreng, boder, gemblong.Kedua cara menghasilkan kadar zat gizi yang umumnya berbeda, yang secara statistik tidak berarti, kecuali untuk protein dan kalsium. Hal ini menunjukkan bahwa untuk lemak, hidrat arang, fosfor dan besi, hitungan dengan Daftar Komposisi Bahan Makanan tidak mempunyai penyimpanan yang besar, kecuali untuk protein dan kalsium. Untuk protein, hidrat arang, lemak dan fosfor, hasil hitungan lebih besar daripada analisa kimia. Sedangkan untuk kalsium dan besi, hitungan lebih kecil daripada analisa kimia.Penelitian lebih lanjut mengenai kadar zat gizi secara analisa kimia dibanding dengan perhitungan Daftar Komposisi perlu dilakukan baik terhadap makanan jajan maupun hidangan tunggal dan hidangan sehari-hari dari beberapa daerah sampel lainnya. Dari penelitian seperti ini akan didapatkan angka penyimpanan untuk mengadakan koreksi pada perhitungan penelitian makanan (dietary survey).

Page 11 of 60 | Total Record : 597


Filter by Year

1971 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue